
" [ Nh, iya! Jika buku pembangkit bisa digunakan pada Altaira! Kemungkinan besar, buku itu juga bisa digunakan pada Nana, Raie dan- tidak, Angela mungkin masih hidup berkat rasnya yang serupa malaikat. ] " pikirnya dalam renung sesaat di kala mendengar ucap Cila yang terus melanjutkan penjelasannya mengenai masa lalu.
Mengetahui hal baru yang menjelaskan beberapa hal tabu atas minimnya informasi dari buku dalam Pustaka Lama, Rose kembali menyadari bahwa ada jeda waktu yang lebih lama dari waktu terakhir membuka dan menutup mata.
" [Mereka hanya mengatakan bahwa masa ini adalah masa baru setelah runtuhnya Liga Nebula 20 tahun lalu dan itu dapat diartikan bahwa ada sebuah masa di kala Liga Nebula masih berjaya ] " simpulnya dalam diam sembari menanggapi beberapa hal ganjil mengenai kisah yang Cila sampaikan.
Mengucap pendapat pribadi bahwa para penguasa negri bersepakat untuk menyembunyikan masa lalu yang amat kacau sebelum memberi satu usapan di kepala Cila atas dibukanya keberadaan satu masa membuat Cila tidak bisa berkata-kata karena untuk pertama kalinya setelah dirinya tiada, ada seorang baik yang kembali mengakui keberadaannya.
" Hehe, ya. Keberadaan-mu tidak terlalu menggangguku dibandingkan dengan sosok itu. " tawa Rose menyinggung sosok serupa dari ras ruh pengganggu yang keberadaanya lebih berbahaya dari Cila.
Menyebutkan satu nama ras ruh pengganggu itu bersama deskripsi yang serupa wanita berbaju putih dengan rambut panjang yang terurai menutupi wajah beserta kemampuan mengerikan yang mampu mengikat diri dengan organ dalam pemberi efek kutukan ataupun serangan lain yang tidak mampu di jelaskan dalam kata membuat Cila yang serupa dengan ras ruh pengganggu itu merasa takut atas kehadiran sosok itu.
* climpt, climpt, cling, cling, scrapts, bsiiings* Tidak lama setelah berlalunya waktu bersama membaiknya keadaan dalam mansion maupun rahasia kecil dari beberapa pelayan yang tidak lain merupakan ruh pengganggu yang masih terikat pada dunia, Rose mulai mencoba keingintahuannya terhadap keberadaan Cila yang mungkin serupa dengan dirinya.
Mengeluarkan sebuah tubuh golem tanpa nyawa sebelum meminta Cila merasukinya sebagai satu dari sekian banyak uji coba yang menguras banyak point investasi pada keterangan box investasi, Cila berhasil menggunakan kemampuan pada golem itu di malam ke lima setelah keributan dalam mansion mereda.
__ADS_1
" Nah, nah. Baiklah semuanya. Sekarang sudah saatnya kita bersiap diri untuk ikut mempertahankan kota ini dalam pertarungan terakhir melawan Apex yang merenggut lagi menghancurkan semua hal berharga dari kita! Untuk itu! Bulatkan tekad dalam keberanian diri! Agar kalian mampu berjuang segenap hati!! Demi melindungi teritori ini!! " ucap Airina memberi motivasi sebelum mengobarkan semangat untuk menghadapi penghancur negri.
Berlari kesana-kemari untuk mempersiapkan segala hal dalam pertarungan besar yang menanti, Airina nampak duduk bersama Vi dalam tenda besar dekat kota penyangga yang di mungkinkan menjadi medan pertempuran sembari membahas berbagai hal terkait pola serangan maupun formasi yang digunakan.
" Nh, Seperti yang dideskripsikan oleh beliau dalam buku ensiklopedia itu. " gumam Airina yang mendeteksi adanya lonjakan energi di tempatnya berdiri bersama Vi yang nampak tegap berdiri sembari menanti datangnya sosok Apex nomer 45.
* Strapt, Strapt, strapt, Grkts, Gtings * Membenahi perlengkapan yang terpasang dalam diri sebelum menutup pelindung kepala besi dari set zirah baju valkyrie, beberapa suar mulai menerangi langit malam nan sunyi sebagai tanda bahwa sosok yang di nanti telah menunjukkan keberadaan diri.
* Syuuupsss, Huuuuuuusss * Menarik nafas dalam sebelum mengeluarkannya dengan pelan sembari melihat sosok bayangan hitam diantara kobaran api yang melahap hutan, Airina memegang erat kedua tangan Vi sebelum mengubah bentuk diri ke dalam mode evolusi.
* Dbwuuuuuummmmpppssstss!! * Hentakan energi yang luar biasa hebat mengoyahkan tanah yang mereka pijak sebelum pentagon sihir berukuran besar menampakkan diri dentan bentuk serupa kelopak bunga azela yang memekarkan diri dan membuat bariarel area yang begitu luas bersama butiran serbuk sari yang mampu meningkatkan kemampuan diri sampai melebihi batasan diri.
" Serang!!!! " Teriak Airina sembari mengacungkan dua pedang mecha miliknya beserta empat drone yang melepaskan serangan area sebelum suara keras dari trompet yang di tiup terdengar begitu jelasnya sebagai tanda bahwa pertempuran melawan Apex nomer 45 benar-benar terjadi di depan mata.
" Graaaa!!!! " Teriak semangat beberapa demi human yang menerjang familia dari Apex nomer 45 yang serupa dengan gorila raksaksa yang bersenjatakan batang pohon, tulang, bahkan jasad seorang demi human ataupun manusia.
__ADS_1
* Dudums!! Dudums!!! Drudududuudumss!! Gsriiiiiiingggss!! Sbruuummmsss!!! Gbral!! Gbrals!! Scrapts!!! Grakas!! * Berbagai dentuman mulai memenuhi seisi area pertarungan di saat para arc mage, wizard, maupun mereka yang mampu memberikan serangan tipe sihir memulai serangan tipe area ke amtara kaki dari Apex nomer 45 yang di penuhi dengan sosok familia.
Para prajurit dari pihak Vi dan Airina terus mengadu kemampuan diri mereka dalam menyerang para familia menggunakan teknik terkuat mereka demi mencegah para familia itu mendekati pembatas area ke dua yang membatasi area pertempuran utama dengan area bariarel yang Vi jaga.
" Seymichi Naine!!! " Teriak seorang samurai yang menebas beberapa familia menggunakan teknik pedang katana.
" Eternal Meadow!!! " Teriak beberapa penyihir dan Arc wizard yang mengkombinasikan sihir mereka untuk memanggil ruh alam penjaga serupa druid maupun membangkitkan kembali pepohonan yang hangus terbakar serangan area sebelumnya dan mengubah mereka menjadi pasukan manusia pohon untuk melindungi pelindung ke dua yang mulai di penuhi para familia Apex nomer 45.
" Madonna Jeanne Alfie!! " Teriak seorang brand yang memainkan sebuah alat musik dan menciptakan irama memikat hati untuk membakar kembali semangat para petarung yang kehilangan energi dengan efek pemikat yang mampu membuat mereka yang terpikat menjadi perisai daging seutuhnya.
Menggunakan berbagai teknik andalan demi mencapai satu kemenangan, retakkan besar dari bariarel area tiba-tiba muncul bersama hantaman keras dari tubuh Airina yang terlempar jatuh akibat serangan fatal dari Apex nomer 45 yang mengantamkan satu smash bernilai 10x akumulasi serangan sejati dan membuat beberapa armor yang melekat dalam diri Airina hancur tidak bersisa.
" Heh * cuih * Aku baik-baik saja, Vi. " Ucap Airina yang berusaha bangkit dengan satu lengan kanan yang masih tersisa.
Menahan air mata dalam persasaan sedihnya sembari menjaga keteguhan hatinya untuk memperbaiki bariarel area kedua yang mengapit salah satu lengan dari Apex nomer 45, gempuran dasyat dari para familia mulai memojokkan pasukan yang tersisa.
__ADS_1
" [Bertahanlah sebentar lagi, Vi] " ucap Airina tanpa suara dikala pandangan matanya mulai kabur bersama suara keheningan yang mulai terasa menyelimuti dirinya.