
" [ Kenapa akhir-akhir ini, aku selalu mendapatkan hal semacam ini?! ] " ucapnya dengan senyuman ketika dinding yang hancur tengah jatuh ke arah tubuhnya.
" Dan lagi, setelah menggunakan satu skill peningkatan dalam diri. Aku bisa tahu, bahwa tubuh Izera hanya mampu menahan seperempat kekuatan dari sistem dunia dalam waktu beberapa saat. Sebelum tubuhnya mengalami luka dalam setelahnya. [ Andaikan saja aku bisa lebih cepat menyadarinya, aku mungkin akan lebih hati-hati di waktu sebelumnya. ] Hahaha. " tawanya dalam keputusasaan sebelum dentuman keras terdengar setelah dinding itu benar-benar menimpa dirinya.
...----------------...
Di waktu guncangan hebat energi mulai terasa dari tempatnya berada, Vi meminta seorang kesatria kepercayaannya untuk segera menunju lokasi yang telah disebutkan olehnya.
" Setelah senyuman indah beliau yang selalu muram tanpa kata, aku harus berusaha membuatnya menjaga senyumnya agar bisa bertahan selamanya. " ucap seorang kesatria ketika terpesona oleh senyum menawan dari Vi selaku penjaga tertinggi pengawas teritori.
Sempat bergidik atas perintah evakuasi yang tiba-tiba terucap dari Vi dengan tatapan tajam dari balik kain yang membalut kedua mata, sosok kesatria itu merasakan bahwa ada kehawatiran tersendiri dalam hati Vi yang dirinya kagumi.
" Sudah aku bilang berulang kali, bahwa dia adalah sosok yang pantas untuk disegani. Terlebih lagi, dengan adanya bukti nyata dihadapan mata kalian sendiri. Apakah kalian mampu untuk mematahkan fakta yang aku ucap selama ini? " ucap Leon dalam sebuah diskusi ruang tertutup bersama Nirvana, Alan, Grongga dan beberapa sosok berjubah gelap serta sosok Vi yang ada diantara mereka.
Menegur ucapan Leon yang terkesan kurang sopan terhadap apa yang tengah dibicarakan dihadapan sosok penjaga tertinggi, sembah sujud sempat dilakukan olehnya sebagai penyesalan atas sikap buruk yang dirinya tunjukkan.
" He, em. Tidak perlu sampai seperti itu, anakku. Anggap saja bahwa keberadaan ku sama tingginya dengan keberadaan kalian dalam pertemuan kalih ini. " Balas Vi sebelum menanyakan mengenai beberapa hal yang terjadi pada peristiwa mengejutkan itu.
__ADS_1
Menarik nafas panjang sebelum mengucap apa yang ingin diketahui oleh Vi dan mereka yang ada di sana, Leon mengawali satu ucapan berisikan jawaban atas hal yang Vi ajukan.
" Level 1599 merupakan level tertinggi dari ras Void yang tercatat dalam tabel peringkat dimensi dengan deskripsi terperinci yang menampilkan angka 3.847.924+ hit rate per damage dan resistensi dampak buruk yang mencapai batas rata-rata ketahanan +16.000 evasion per damage yang dihasilkan. " ucap Vi menjelaskan satu pertanyaan dari mereka yang mencurigai bahwa Izeral merupakan sosok transdimensi seperti Rose yang menjadi acuan atas kekuatan besar di luar nalar.
" Meski demikian, fakta mengenai hal itu bukanlah sesuatu yang dapat menjadi pegangan pasti. Karena catatan itu sudah di makan waktu cukup lama semenjak beliau ada di level 85. " tambah seorang berpakaian mecha yang ada dalam layar sihir dari kristal di atas meja.
Mengulik kembali informasi rahasia yang hanya diketahui oleh beberapa orang terpercaya, beberapa fakta menarik mulai terungkap bersama beberapa teknik unik yang menjadi acuan atas teknik terkuat yang dipelajari hingga saat ini.
" Sigi / Shigin roar, merupakan satu dari serangan umum yang dihasilkan menggunakan hentakan energi dalam diri dengan stamina yang menjadi batasannya dan berguna untuk memberi satu jarak dari musuh yang mengepung dari setiap sisi si pengguna. " jelas Vi terhadap satu serangan pasif yang selalu digunakan untuk menjauhkan musuh dalam keadaan terpojok.
" Assassination, Ignation maupun Great Strom. Merupakan satu kesatuan dari serangan terkuat yang di capai pada satu hit poin tertentu dan satu serangan macam itu dapat membinasakan seluruh monster dalam satu area yang bergantung pada kemampuan ataupun statistik data dari si pengguna. " lanjutnya mengenai satu jenis serangan terkuat lagi berbahaya jika sosok Void mengaktifkannya.
" Mana mungkin akan ada sosok void lain selain diriku, Vi. Mode dunia telah aku sesuaikan untuk penjelajahan individual tanpa gangguan. " ucapan dari Rose yang membekas dalam benak Vi kembali terngiang dalam keraguan untuk mempercayai bahwa Void lain akan datang.
Duduk diam sembari memandang bintang di tempat yang sama sebagai ruang renungan, Vi kembali mengusap dada tanda kerinduan dengan ucap harapan bahwa Rose akan kembali datang dan membawa kebahagiaan.
" Meski begitu, selain dari fungsi utama itu. Kamu bisa menggunakan kartu id petualang itu untuk mendapatkan beberapa potongan harga dalam setiap produk dagang yang telah bekerja sama dengan Guild Taranta. " lanjut seorang resepsionis pada Rose yang hendak mengambil kartu identitasnya setelah menunggu lebih dari seminggu lamanya.
__ADS_1
" Dan, atas saran dari beberapa pihak yang sempat mengecap barang yang anda tawarkan. Kami pun bersedia menunjang dana atas produk anda yang begitu luar biasa. " tambahnya kembali setelah Rose melihat beberapa orang petualang nampak bahagia ketika menyantap makanan buatannya.
Menolak tawaran itu dengan senyuman serta sebuah alasan yang tidak dapat di tentang, Rose berjalan keluar dari guild petualang sembari bersiap untuk melakukan penjelajahan.
" Dalam dunia baru, atau 20 tahun semenjak keruntuhan itu. Monster dalam reruntuhan tidak lagi terlihat sejauh mata memandang dan karena hal itu, aku sangat kesulitan untuk mengumpulkan beberapa bahan. Tapi untungnya beberapa monster yang nampak familiar, masih bisa di temukan dan sistem respawn yang ada pun dapat aku manfaatkan. " gumamnya dalam kesendirian sembari duduk di atas tubuh monster buruan sembari menikmati sebuah kudapan.
Membuka kedai sederhana dengan tampilan serupa rumah makan milik Rosela membuatnya sibuk sepanjang hari pertama dan begitupun hari-hari setelahnya dalam Kota Grelia setelah membaur dalam lingkungan sembari memahami peraturan diluar nalar yang sempat membuatnya hampir kehilangan sifat kemanusiaan maupun akal sehatnya.
" Kami datang untuk mampir kembali, Zeral! " Sapa Leon bersama beberapa penguji lainnya yang berniat duduk dan memakan makanan favoritnya
Menyambut hangat pada mereka yang telah membantunya cukup lama, kehangatan layaknya saudara kembali terasa meski mereka bukanlah seorang keluarga.
" Menu sepesial hari ini adalah cabbage rolls with potato sauce, yang tentunya dalam setiap isian kubis yang ada. Selalu ada kejutan yang tidak terduga! " ucap Vira yang kini menginjak usia remaja dengan tampil sebagai gadis cantik nan mempesona.
Meski telah hidup bersama hampir dua tahun lamanya, Rola belum sekalipun mendengar sebuah kata balasan mengenai Rose yang berniat melanjutkan hubungan mereka ke tahap selanjutnya.
" Pada akhirnya, aku hanyalah gadis biasa yang kalah mempesona dari kakak cantik yang selalu menyapanya. " gumam Rola dalam renungannya sembari melihat Rose yang nampak tersenyum ketika melayani beberapa perempuan yang menjadi pelanggan setia toko kecilnya.
__ADS_1
" Nmoh, Ka Rola! Jangan bengong seperti itu dan menerima kekalahan dengan mudahnya, ka! " ucap Vira yang memprovokasi Rola agar Rola bisa kembali merebut hati dari Rose yang berada dalam tubuh Izera.