Fantasyum

Fantasyum
Bab 16.4


__ADS_3

" Tenanglah kalian, dia bukan ancaman-. Bawa aku pergi ke tempat persembunyian. " ucapnya dengan sisa tenaga untuk menghentikan pertarungan diantara mereka bertiga.


Mengalihkan target serangan mematikan mereka ke sisi lain area dengan tiba-tiba untuk mencegah serangan itu mengenai tubuh Izera yang menadahkan diri dihadapan Sasya yang mencapai batasnya, Alruene segera menggendong kedua tubuh itu bersama Merry yang tidak hentinya mencoba menyembuhkan luka maupun stamina agar kedua orang itu dapat memulihkan diri secepatnya.


" Tuan!!! Syukurlah bahwa anda baik-baik saja!! " Ucap Merry dengan bahagia sembari memeluk Rose yang membuka mata kembali.


Menyandarkan tubuh Rose pada tubuhnya sendiri untuk menghindari hal buruk di saat kondisinya masih belum sempurna.


" [ Kenapa hal semacam ini kembali terjadi? ] " ucapnya tidak percaya ketika mendapati tubuhnya tengah terduduk diantara tubuh Alruene dan Sasya yang tengah tertidur tanpa balutan kain busana.


Memanggil dirinya kembali dengan sebutan tuan meski status pelayan sudah lama menghilang, Rose menahan ucapan Merry menggunakan satu jarinya sebelum memintanya untuk tidak melanjutkan apa yang ingin Merry katakan.


" [ Entah sistem dunia kembali menunjukkan arti lain dari karma yang ada, aku harus kembali terikat tanggung jawab terhadap diri mereka ] " ucapnya dengan kembali memakaikan pakaian terakhir yang dirinya gunakan sebelum memandang mereka yang masih lelap dalam tidurnya.


Melangkahkan kaki menuju area luar dari tempat persembunyian, cahaya menyilaukan dari mentari yang menampakkan diri membuatnya bertanya-tanya mengenai lamanya hari ketika dirinya kehilangan kesadarannya lagi.


" [ Tubuh ini masih terlalu lemah untuk menerima setiap dampak kekuatanku yang berlebih. Namun mendengar ucapan mereka, sepertinya ada sedikit peningkatan dari lamanya waktu kebangkitan. ] " pikirnya sembari membandingkan lama waktu kembalinya kesadaran dalam diri dari saat kehancuran desa dengan apa yang terjadi setelah menyelamatkan Sasya.


Membisikan sebuah permintaan pada Merry untuk melihat membran pelindung dalam bagian vital dari Alruene maupun Sasya sembari menunggu mereka terbangun dari tidurnya, pemikiran sederhana mengenai fungsi sihir penyembuhan maupun regenerasi terlintas dalam memori begitu membandingkan beberapa luka yang ada dalam tubuhnya bisa kembali tanpa adanya proses mengerikan semacam operasi.

__ADS_1


" Jika yang anda katakan adalah bagian semacam ini, maka dapat saya katakan bahwa mereka kembali ke dalam kesucian seperti yang anda katakan. " tegas Merry sembari menunjukkan bagian pelindung yang di maksudkan sebelum satu tendangan keras menghantam wajahnya.


" [ * Bjcuih * Alasan lain para dokter menutup bagian bawah tubuh pasiennya saat oprasi merupakan standar keamanan untuk mencegah adanya hal semacam ini ] " gumamnya meludahkan darah dalam mulut sebelum meminta maaf pada Sasya yang nampak terkejut atas apa yang dilakukannya.


Mengucap kabar baik mengenai kondisi tubuh mereka yang kembali suci tanpa adanya masalah lain di organ vital maupun luka fatal lainnya, kata penghinaan tiba-tiba terucap dari mulut tuannya yang mengatakan bahwa mereka sangat sangat berfikiran sempit mengenai apa yang telah mereka lakukan kepadanya.


" Tidak seharunya kalian menukarkan hal semacam itu untuk membantuku memulihkan diri. [ Karena bagaimanapun juga, aku akan kembali pulih setelah tubuh Ezra berhasil menyesuaikan diri dengan eksistensi mana yang aku miliki. ] " tegasnya memotong ucapan mereka yang berniat membela diri.


Memberi satu pelukan pada mereka di saat bersamaan dengan rasa terima kasih sebagai pujian, mereka yang semula hanya terdiam mulai menangis dalam pelukan sebelum meminta maaf atas kebodohan yang telah dilakukan.


" [ Berbeda dengan saat pertama kali aku datang ke dunia ini. Sistem dunia kala itu tidak mengijinkan npc kembali ke bentuk awal mereka setelah satu luka dalam mengenai tubuh mereka. ] " pikirnya sembari mengingat satu status buruk yang pernah dia lihat dalam satusnya dengan duduk dan melihat pertarungan Alruene melawan Sasya.


" Dengan kata lain, Zirah Putri Kaguya, Zirah Kabut Bulan Purnama dan Zirah Perang Mutiara dapat memberikan peningkatan kekuatan yang jauh melebihi batas kekuatan kalian miliki saat ini. Namun aku tegaskan sekali lagi. Zirah-zirah itu hanya berfungsi sebagai perlengkapan perlindung diri dan akan kembali kalian gunakan tergantung pada situasi maupun kondisi yang ada saat itu terjadi. " lanjutnya memberikan penjelasan bahwa di satu titik tertentu, mereka akan termakan oleh kekuatan yang trerlampau besar itu.


Menunjukkan wajah kecewa namun harus menerima kenyataan yang ada, sentilan keras di dahi mereka kembali menyadarkan mereka bahwa mereka akan kembali mengenakan zirah hebat itu di masa depan nanti.


" Nah, sekarang. [ Apa yang bisa aku katakan untuk membuat mereka bisa lebih tenga? ] " gumamnya sembari melihat dinding perbatasan kota yang hancur bersama sebagian area yang dipenuhi dengan puing reruntuhan.


Melirik ke arah Merry dan Alruene yang mencoba menyembunyikan rasa bersalahnya dengan bersikap seolah tidak melakukan hal berlebihan seperti yang dia ucapkan sebelumnya, sindiran kecil mengenai akar menjalar maupun tanda berkat di beberapa puing bangunan semakin menyudutkan mereka.

__ADS_1


" [ Aku harus kembali memikirkan cara terbaik agar mereka mampu mencapai tingkat kekuatan yang lebih tinggi dari tingkat kekuatan prematur dari zirah sihir itu. ] " ucapnya dalam diam sembari melewati bekas jalan menuju rumah singgah yang kembali rata dengan tanah.


Permintaan maaf kembali terucap tidak lama setelah perasaan bersalah itu semakin menunpuk bersama sindiran kecil yang di sertai hukuman dalam hitungan waktu perjalanan menuju rumah kediaman.


" Salam untukmu, Izeral Elise. " ucap seorang wanita dewasa dengan tanda runera di bawah mata kanannya yang nampak menunggu kedatangan Rose maupun Alruene, Merry dan Sasya.


Melihat bayangan Airina pada wanita yang ada di hadapannya sempat membuatnya ingin memastikan kebenaran yang ada.


" [ Namun jika aku mengatakannya, aku tidak akan bisa menjelaskan apa yang terjadi pada mereka maupun memperbaiki kerusakan batin, akibat mental yang diguncang hebat secara tiba-tiba ] " ucapnya mencoba bersikap normal layaknya seorang korban lain dari serangan monster sebelumnya.


Berjalan mengenakan pakaian semi cassual dengan warna dasar coklat kehitaman di bagian atas serta coklat lebih terang di bagian bawahnya, wanita itu menghampiri Ezra dengan beberapa patah kata penenang sembari terus mengatakan bahwa dirinya bukanlah ancaman


" Teleport- " ucap Airina dengan tiba-tiba setelah tiga sosok perempuan yang tadinya cukup dekat dengan sosok Ezra menjauh.


" Celaka!!! " Teriaknya yang gagal menghindari lingkaran teleportasi ketika sosok itu mencengkram erat pergelangan tangannya dan membawanya pada satu tempat yang jauh dari asal semula.


Berdiri dalam posisi saling berhadapan dengan mecha suit lengkap beserta seluruh senjata dalam wujud evolusi, tidak membuat Rose gentar atas satu pertarungan yang akan segera terjadi.


" [ Sial! Kondisi tubuh ini masih belum sembuh seutuhnya!!! ] " ucapnya kecewa karena bagian lengan kanannya masih belum bisa di rubah sesuai keinginan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2