Fantasyum

Fantasyum
Bab 17.2


__ADS_3

Memberikan jangka waktu sebelas hari sebelum kehancuran benar-benar terjadi, Airina yang amat ketakutan itu mulai melakukan pencarian cepatnya bersama seluruh prajurit yang dipercaya serta Altair dan Viro yang termasuk didalamnya.


" Dalam waktu dekat nanti, kalian akan melihat pertunjukkan hebat di pusat kota. " ucap Rose pada mereka yang masih takut untuk keluar dari rumah singgahnya.


Melakukan berbagai macam hal untuk membuat mereka kembali ceria mulai membuahkan hasil.


Rola dan Viro kembali menampakkan senyumnya tidak lama setelah Rose memasakkan sebuah makanan tingkat lima dan tidak lama setelahnya Merry, Alruene maupun Sasya mulai menampakkan keceriaannya.


" Tersisa dua hari menjelang hari eksekusi. [ Jika Airin tidak memenuhi janji, maka Aku dan Misty akan menghancurkan kota ini. ] " gumamnya dalam renungan sembari memeluk mereka yang tidur bersama dalam satu ruangan.


Berjalan menyusuri kota bersama mereka yang masih nampak jelas waspada pada setiap lorong gelap di jalanan kota, usapan pelan di kepala terus berulang kali diberikan kepada mereka bersama ucapan kata bahwa mereka tidak perlu menghawatirkan apapun selama ada di dekatnya.


" Tidak perlu menghawatirkan harganya. Cukup pilih saja apa yang kalian suka dan aku akan membelikannya. " balasnya dengan senyuman kepada mereka sebelum menunjukkan tatapan kejam pada pemilik toko yang sempat mengucap penghinaan pada mereka.


Memberikan sedikit hadiah berupa lubang di dinding toko yang menyobek pipinya, permohonan maaf yang terus berulang nampak jelas diacuhkan olehnya sebelum memberikan satu lubang lain di lantai dekat kedua kakinya dengan ucapan bahwa penjaga toko itu harus memperbaiki sikapnya.


" Peraturan dasar di luar nalar dalam kota. Tidak boleh membunuh siapapun yang ada meski mereka sangat mengesalkan dirimu. " gumamnya dengan tawa sembari meniup ujung senapan yang mengeluarkan asap panasnya.


Mengucap beberapa aturan kota kembali bersama dengan dilepaskannya isi peluru dari senapan angin berakselerasi tinggi, tawa senang mulai menampakkan diri di antara puluhan warga kota yang duduk di sebuah arena untuk melihat ratusan prajurit tidak berguna akan di eksekusi di depan mata.

__ADS_1


" Sudah saatnya menghancurkan hukum rimba yang ada. " gumamnya dengan senyum mengerikan sebelum melompat ke pusat arena sebagai seorang relawan tidak lama setelah Airina mengucap sinyal yang sempat di ucapnya di waktu perjanjian.


Memanggil Nevira sebagai pembuka tabir kebenaran menggunakan kemampuan runera kedua dalam dirinya, Rose yang menjadi juru eksekusi memberikan sumbangan energi mana menggunakan tangan kanannya setiap satu lusin prajurit berhasil di bongkar kebusukannya sebelum menembakan isi dari senapan anginnya dan merenggut semua nyawa prajurit itu hingga tidak tersisa.


" Jangan memandangku sebagai seorang yang keji. Aku hanya melakukan tugasku sebagai juru eksekusi. " ucapnya pada Nevira yang dirasa menganggapnya serupa mesin pembunuh.


Mengumumkan kembali beberapa sosok keparat yang bersembunyi diantara jajaran bangsawan dari penjuru teritori yang di jaga oleh Vi, Rose tidak menduga bahwa Altaira akan ikut ke dalam barisan eksekusi yang ada.


" Altaira Rose! Diakui sebagai penjahat dalam negri atas pengunaan status yang dimiliki untuk memilah para pengungsi yang di paksa menjadi pelayan pribadi dengan bantuan beberapa bangsawan kota yang semakin memperkeruh krisis yang ada! " teriak Altaira yang mengakui kejahatannya secara terperinci setelah Nevira menggunakan kemampuan runera.


Menggunakan Belati Century sebagai senjata pengganti untuk mencabut nyawa para bangsawan dengan rasa sakit penuh siksa sebelum kehilangan nyawa, bisikan mengenai kesempatan kedua untuk di bangkitkan dari kematian sesaat yang menyelimuti diri Altaira sempat terucap dari Rose sebelum anggukan kepala sederhana yang diakhiri dengan terpisahnya beberapa bagian tubuh dari tempatnya semula.


Menyadari adanya perbedaan sikap dari Rose yang nampak lebih kejam setelah eksekusi pada Altaira membuat Airina turun dari tempat duduknya dan meminta Rose untuk kembali ke tempat duduknya.


" Maafkan aku. " ucapnya lirih di telinga Airina sebelum memintanya mengganti Belati century dengan kampak plasma yang menjadi selalu di bawa olehnya.


Mengakhiri acara eksekusi itu di hari ke dua, Vi turun mendekati Airina sebelum mengucapkan satu pengumuman yang mengguncang jiwa mereka yang datang.


" Dengan di kumpulkannya semua bukti kecurigaan yang kami selidiki, pada akhirnya kami menemukan satu kesimpulan pasti mengenai keberadaan diri dari satu-satunya ras terkuat yang tersisa pada masa ini. Viora Elise dan Izeral Elise!!! Merupakan ras Void terakhir dari Daratan Tanah Sylvia!!! " Teriak Airina mengucapkan sebuah fakta setelah Vi mengeluarkan bukti pertarungan dari dirinya maupun Airina dari dalam kristal sihir yang telah di atur untuk merekam satu kejadian tanpa terpengaruh karma buruk dari sikap kesatria.

__ADS_1


Berjalan mendekati keduanya dengan awan badai yang menutupi langit cerah di hari kedua, Rose menghancurkan seluruh bukti dari kristal refleksi yang tersembunyi di sekitar area sebelum mengajukan kembali sikap kesatria sebagai nilai tukar untuk menunjukkan wujud aslinya sebagai sosok Void yang ditakuti seluruh penduduk Tanah Sylvia bersama datangnya sosok Vexilis yang di panggil secara khusus untuk memberikan karma buruk jika keberadaan dirinya kembali di ungkit ke penjuru dunia.


" Maaf, membuatmu melakukan hal semacam ini untuk mencegah mereka menghancurkan diri sendiri. " ucap Rose dalam sujudnya pada sang dewi yang menjaga aliran waktu dalam tempat itu terhenti untuk sementara waktu.


Menganggukkan kepalanya tidak lama setelah janji kesatria kembali terucap, Rose mengeluarkan bentuk aslinya yang serupa iblis itu di hadapan mata mereka sebelum mengkoreksi beberapa kesalahan yang ada dengan menyebutkan bahwa dirinya bukanlah sosok void dalam legenda, melainkan sosok penjaga yang tugasnya tidak dapat diucapkan begitu saja.


" Alruene. Metamor Rafael. " ucap Vexilis menunjuk tubuh Alruene yang terdiam tanpa kata untuk mengaktifkan kemampuan tersembunyi dalam diri.


* Sbrummmmmsshhssss * Kabut merah muda mulai memenuhi area bersama di kembalikannya waktu yang ada seperti semula dan membuat seluruh penduduk yang ada melupakan kejadian datangnya dewi sebelumnya.


" Atas kuasa yang diberikan kepadaku dan saudari sesama penjaga teritori dari Negri para Machine! Kami menunjukk Izeral Elise sebagai pilar ke empat yang mengambil alih tugas kepala keamanan kota! " Ucap Vi dalam wujud demi humannya yang berdiri mendampingi Airina setelah acara eksekusi berakhir.


Merasa bahwa ada hal yang kembali terlewat dan terasa asing baginya, log aktivitas yang seharusnya melaporkan setiap aktivitas yang dilakukannya kembali bersih tanpa noda.


" Salam. Namaku Izeral Elise. Aku hanya seorang koki biasa di rumah makan kecil di barat kota dan seorang petualang yang kekuatannya jauh dari rata-rata. " ucapnya mengenalkan diri dan membuat mereka yang mendengarnya tertawa atas pilihan tidak masuk akal dari penjaga teritori.


Menarik nafas panjang dengan satu ucapan serius atas kebenaran yang ada, dia menunjukkan kemampuan diri yang di anggap jauh dari rata-rata.


" Alasanku tetap berada di tingkat terrendah itu, bukan karena aku tidak memiliki kekuatan ataupun motivasi berlebih untuk mengejar peringkat tertinggi. Namun seperti yang kalian lihat saat ini. Aku adalah petualang terburuk dari semua petualang buruk yang ada di Kota Grelia! " tegasnya dalam kesunyian setelah menunjukkan perubahan wujud iblisnya dengan sumpah janji sikap kesatria yang terucap jelas dari seluruh penduduk kota serta pembuka tabir kebenaran yang diaktifkan Narvia atas perintah Rose sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2