Fantasyum

Fantasyum
Bab 20.4


__ADS_3

* gsriiiinggssss * cahaya biru terang menjulang tinggi di atas menara Nebula Cotegia sebelum dua tubuh tanpa jiwa tergeletak diantara tubuh utama Rose yang membatu.


" Seharunya aku mencoba hal ini sejak dulu. " gumamnya dalam tubuh iblis kristal dengan kumpulan energi oranye sebagai inti tubuhnya.


* Scrapts * Setelah mencoba menyesuaikan diri dengan tubuh iblis itu, Rose yang selesai menganalisis skill dan kemampuan dari sub karakter yang dimiliki mulai mengunci tubuh dari Ezral menggunakan kristal sihir sebelum luka yang ada kembali muncul dan merusak jasadnya.


" *Hmph* Baiklah. Sudah saatnya kembali ke tubuh utama sebagai dasar dari keberadaanku di dunia. " gumamnya sembari bersiap diri dihadapan tubuhnya yang dipenuhi noda dan lumut sebelum mengusap bagian dada yang berlubang.


Menekan sub karakter yang ada sebelum memejamkan mata sembari berharap bahwa percobaan itu berhasil, cahaya putih yang begitu menyilaukan mata terus menerangi dirinya tanpa tahu apakah percobaan itu berhasil atau tidak.


* Sklingkling, stratapts, sklings, clings, sdrumpts, gslings * rentetan kode sistem berwarna hijau menyala mulai menampakkan diri bersama memudarnya ruang putih dan memunculkan ruang hitam penuh kehampaan.


" Energi mana tanpa batas berhasil diperoleh! Mode pengintai berhasil diaktifkan! Aktifasi ketahanan tubuh tingkat dewa berhasil di konfirmasi! " ucap sistem dengan suara yang sedikit berbeda dari sebelumnya.


Menekan icon konfirmasi dari perintah sistem untuk kelanjutan proses pemindahan sub karakter ke karakter utama, sebuah pelukan hangat sempat terasa diantara tubuhnya di ruang hampa hingga satu ucapan samar sempat terdengar dan tubuh dari karakter pertama berhasil dirinya gunakan seperti sebelumnya.


" Nh? Dimana aku? " ucap sub karakter yang begitu bingung setelah melihat sebuah kristal sihir yang mengurung sebuah tubuh manusia serta satu tubuh lain yang dirasa familiar baginya.


Menepuk pelan tubuh batu itu untuk memastikan bahwa tubuh itu bukanlah furniture ataupun patung biasa, retakan rambut yang terus membesar membuatnya terkejut sebelum ledakan energi sihir menghempaskan dirinya.


" He, em. Sepertinya aku kembali ke wujud sejatiku. " gumamnya melihat satu pantulan dari kristal sihir yang memantulkan bayangan serupa dengan pangeran rambut pirang serta balutan busana lengkap dari busana terakhirnya sewaktu perang melawan dewa petaka.

__ADS_1


Menghela nafas panjang setelah menaikki kembali puncak menara yang hampir menjadi tempat terakhir baginya, raut wajah bingung kembali nampak di wajahnya bersama dilihatnya tubuh batu yang kembali ke wujud awalnya.


" [ Ternyata dia pun memiliki satu jiwa dan kisah tersendiri dalam dunia ini ] " gumamnya setelah mengakrabkan diri meski sebelumnya sempat timbul keinginan untuk saling mengadu kekuatan.


Tertawa dalam suasana yang tidak terduga itu, Rose menjelaskan bahwasanya sub karakter yang ada dihadapannya tidak perlu khawatir mengenai dunia yang mungkin berubah bersama pertemuannya dengan sub karakter utama.


" Sama seperti sistem dunia yang masih bisa mempertemukan sesama anggota liga. Keberadaan dari dunia ataupun server yang kita tempati akan kembali seperti semula begitu kamu ataupun diriku keluar dari zona Liga Nebula Cotegia. " balas Rose menenangkan sub karakter yang cemas atas harem yang ada dalam server dunia miliknya.


Larut dalam pembicaraan mengenai server dunia mereka yang memiliki beberapa persamaan, beberapa nama dari heroine utama nampak di sebutkan sebagai salah satu harem yang di miliki sub karakter itu.


" [ Nh, ya. Ternyata benar dugaanku tadi. Sub karakter itu masih berada dalam alur kisah utama dari versi pertama. ] " pikirnya menyembunyikan fakta bahwa sub karakter itu akan berhadapan dengan sosok dewa petaka.


Mengucap salam perpisahan pada karakter utama yang nampak berbeda jauh dari dirinya, ucapan samar sempat terdengar sebelum dirinya mengaktifkan mantra teleportasi untuk kembali ke rumah sederhana dari server dunia yang berbeda.


Mengusap bagian kepala dari tubuh yang terjebak dalam kristal itu sebelum membawanya kembali ke mansion sebelumnya, sebuah sikap siaga mulai ditunjukkan oleh Alruene, Merry dan Sasya di kala cahaya putih keemasan menerangi langit malam dalam kesunyian.


* Dbuks * Meninggalkan kristal sihir itu tanpa penjelasan sebelum berjalan menuju menara pertahanan sembari membantai habis seluruh sosok familia, Rose pergi ke area hutan di sebrang mansion sebelum kembali memperbaiki dinding pembatas yang rusak.


Menahan tangis air mata ketika melihat tubuh Izera terjebak dalam kristal tanpa adanya kejelasan atas apa yang terjadi, Altaira, Merry dan Sasya sama-sama membeku dalam diam penuh tanya mengenai sosok sebelumnya yang di rasa mirip dengan sosok pria penjaga altar langit di reruntuha. menara liga.


" Aku tidak ingin berurusan dengannya! Aku mohon! Tinggalkan aku sendiri! " Teriak Alruene dengan histeris disaat mereka yang berniat mengejar sosok misterius itu.

__ADS_1


Menepuk bahu Altaira dan Sasya untuk meninggalkan Alruene dan mengejar sosok itu secepatnya, penejelasan mengenai pelepasan status pelayan yang hina terus diucap oleh Merry sepanjang perjalanan mencari sosok pria pirang sebelumnya.


" Magic map, activated " ucapnya lirih sembari melempar sebuah gulungan mantra untuk mendeteksi hawa keberadaan dari Altaira, Merry ataupun Sasya yang mungkin mengejar dirinya.


Menemukan bintik putih yang jaraknya cukup jauh dari tempatnya berada, Rose menduga bahwa ada sosok lain yang tengah menghadang terlebih dahulu di depannya.


" Vira!! " Teriaknya terkejut setelah melihat tabel sistem yang menampakkan sebuah nama.


Mendekati tubuh penuh luka yang terbaring lemas tanpa tenaga, pemberian ramuan pemulih serta sihir penyembuhan terus dilakukan sampai tiga bintik putih sebelumnya mulai mendekat ke arahnya.


" Kita semua tahu bahwa sosok itu adalah sosok yang berbahaya. Maka dari itu, setidaknya biarkan aku mengalihkan perhatiannya dan disaat yang sama itu. Kalian harus bisa menyelamatkan Vira. " bisik Altaira yang melihat sosok pria pirang itu tengah melakukan sesuatu pada Vira menggunakan drone pengintai miliknya.


* sbrams! dboooms * Dalam satu tembakan tepat ke inti drone pengintai membuat ledakan kecil di langit bagian utara dan membuat Altaira semakin merasa takut atas kekuatan dari sosok pirang itu.


" Lybrinth " ucap Rose merapal mantra sebelum memasukkan kedua tangannya ke dalam tanah dan mengatur ulang tanah tempatnya berpijak menjadi labirin membingungkan dengan pepohonan yang ikut berjalan menutup setiap akses yang menuju kearahnya.


Merasakan hentakan energi asing yang kembali terasa serta munculnya beberapa hal janggal setelahnya, dua buah tangan raksasa muncul diantara gelapnya malam dan membawa Sasya dan Merry pergi menghilang.


" [ A--apa yang harus aku lakukan di saat seperti ini, ayah? ] " pikirnya dalam kondisi kesadaran yang mulai hancur akibat serangan mental yang terus dirasakan olehnya.


* gslips! splendummmssshss!! * kilat cahaya laser berwarna merah terlihat jelas diantara pepohonan tempatnya berlindung sebelum serangan dasyat kembali muncul dan meratakan lajur dari cahaya laser sebelumnya.

__ADS_1


" Altaira. Sudah saatnya kamu kembali pada mereka. " ucap Rose sembari mencengkaram erat kepala dari Altaira dan melemparkan tubuhnya ke dalam celah pohon yang terbuka bersama Vira setelahnya.


__ADS_2