Fantasyum

Fantasyum
Bab 15.4


__ADS_3

Melepas setiap kain yang membalut tubuh pelayan itu dengan pelan lagi sesekali mengecup bibir maupun keningnya yang di penuhi bulu halus yang begitu menenangkan jiwa terus dilakukannya hingga tiada satu helai kain yang menutup tubuh keduanya.


" Nh, bola bulu cantikku~ " ucapnya dengan manja sebelum menjatuhkan tubuh dari demi human itu ke atas tempat tidur berganda milik Alruene dan Merry sebelumnya.


Suara menggelikan mulai terdengar bersama suara kecupan lirih dalam keheningan dikala Rose mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan sebelum menambah kecepatan dengan usapan tangan yang terus meraba kemolekan tubuh sosok demi human sebagai penambah sensasi kenikmatan.


" Lagi! Lagi!! Lagi dan lagi!!! " ucapnya sembari mengigit telinga panjang dari pelayan demi human itu sembari membuatnya terus berganti posisi.


Memenuhi segala sisi ruangan dengan noda lengket dari ritual malam tidak langsung membuatnya puas atas apa yang di lakukan hingga satu jeritan keras dari pelayan demi human mulai menghilang bersama tatapan kosong dalam satu pelukan yang dihadapkan langsung pada satu cermin dalam ruangan sebelum kembali berpindah posisi dan menempelkannya pada satu jendela di kala mentari mulai menunjukkan dirinya.


" Selamat pagi, tuanku " sambut pelayan demi human itu sembari mengusap pelan wajah Rose yang masih tenggelam diantara dua gumpalan besar nan lembut lagi kenyal.


Membalas sapaan itu dengan pelan sebelum mencoba bangkit dalam separuh kesadarannya, ingatan mengenai kejadian waktu malam mulai membawa satu penjelasan mengenai kehadiran sosok demi human ras rubah berwarna kuning keemasan yang nampak tersenyum senang.


" Hm~ [ ya, seorang tiba-tiba datang dan menantang sebuah taruhan dan entah apa yang aku pikirkan waktu itu, aku menerimanya dan berhasil mencapai kemenangan dan hak milik atas pelayan inipun menjadi milikku. ] " gumamnya sebelum kembali menenggelamkan kepalanya ke dalam celah dari gumpalan lembut itu sebelum memainkan jari-jemarinya dengan manja untuk menjejaki kemolekan tubuh itu kembali.


Melepas dahaga dari air lacta yang keluar tidak lama setelah kembali menggerakkan pinggulnya, beberapa ucapan dari demi human itu terus diacuhkan bersama dengan di peluknya tubuh itu dengan manja untuk melakukan sesuatu serupa seperti malam sebelumnya.


Menyiapkan makanan pembuka dengan tetap memaksa tubuh itu menggunakan sihir miliknya, gerakan yang semula melambat mulai semakin dipercepat sampai seluruh lantai dari area dapur itu di penuhi noda serupa seperti yang ada di kamar sebelumnya.

__ADS_1


Duduk diam di atas pangkuan Rose yang terus memanjakan tubuhnya dengan pijatan kecil diantara kemolekan tubuhnya, beberapa pertanyaan mulai terucap dari mulutnya sebelum cubitan keras di bagian aset yang mulai mengeras menghentikan semua hal yang dilakukan bersama benda lengket yang terus memenuhi setiap sisi kursi yang Rose tempati.


 


" Na--namaku Sya- Sa, Sakura- Syasya. " ucap demi human itu sesuai permintaan Rose untuk menyebutkan nama barunya tanpa menghilangkan jejak dari nama sebelumnya.


Menganggukkan kepala dengan senyum senang setelah Sasa mengulang beberapa ucapan sesuai permintaannya yang berdasar pada asal muasal tempat tinggalnya maupun latar belakang diri yang telah disesuaikan agar mereka yang mengenalnya tidak menyadari bahwa Rose kembali memiliki seorang pelayan pribadi.


" Sya, bisakah kamu memberikan pendapatmu mengenai pakaian ini? " ucapnya sembari memberikan sebuah baju semi bisnis berwarna putih berrumbai dengan tambahan tunic hitam serta kaca mata dengan lensa pipih sebagai asesoris kepada Sasa yang belum menyadari adanya perbedaan pada tubuhnya.


Menerima pakaian itu dengan tubuh takut lagi gemetar sebelum menuju ruang yang di tunjukkan untuk mengganti pakaian, teriakan keras dari Sasa yang sudah di prediksi membuatnya tertawa dalam hati sebelum menyiapkan beberapa perlengkapan pendukung lain untuk Sasa.


Menundukkan kepala dengan busana baru yang memberikan kesan intelek pada Sasa yang serupa sosok pegawai administrasi kembali membuatnya kehilangan kendali dan segera mengecup bibirnya yang begitu menggoda diri.


" Akh, maafkan sikap burukku barusan. " ucapnya dengan segera setelah Sasa terduduk lemas tanpa tenaga akibat kelakuan buruk darinya.


Mengangguk tanpa kata dengan wajah merah atas pujian dari tuannya yang diungkapkan dengan malu-malu itu memberikan kesan baru dalam dirinya.


* sbumpts * kemunculan asap putih yang begitu tiba-tiba menutupi tubuh manusia dari Sasa yang serupa wanita dewasa dengan rambut pirangnya kembali berubah ke bentuk demi human ras rubah dengan warna pirang yang mewarnai bulunya.

__ADS_1


" [Nh, ya. Armor sihir yang melekat padanya pun dapar menyesuaikan diri di saat perubahan wujud terjadi ] " ucapnya begitu saja di saat melihat pakaian yang dikenakan Sasa tidak rusak akibat bertambahnya ukuran tubuh dari tubuh ramping sebelumnya.


Mengucap keinginan untuk mengetahui apa yang terjadi pada dirinya maupun hal macam apa yang tengah tuannya lakukan kepadanya, usapan pelan kembali menyentuh kepalanya bersama penjelasan lain yang terucap setelahnya.


" Selain dari subjek uji coba dari beberapa sihir sederhana maupun aksi spontan yang di luar kendali sistem yang ada. Aku ingin memberikan kesempatan kedua untukmu menjalankan kehidupan normal seperti kehidupan sebelumnya dan memberikan mereka kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan fatalnya. " lanjut Rose menjelaskan.


Merasa paham atas beberapa ucapan mengenai percobaan sihir dengan mengingat satu perubahan tubuhnya yang menjadi manusia, beberapa pertanyaan yang sempat ingin terucap disaat penjelasan sebelumnya mulai teralihkan dengan ucapan lain mengenai kesempatan kedua untuk mereka yang menandakan bahwa ada sosok lain yang pernah berada di posisi seperti dirinya di waktu sebelumnya.


" Dan untuk mencegah resiko kematian yang dapat merenggut nyawamu dengan segera, cobalah baca dan pahami isi dari kedua buku ini. " tambahnya memberikan buku sihir greimory.


Menolak pemberian Rose mengingat statusnya yang hanya pelayan maupun trauma mendalam membuat Rose harus kembali menjelaskan bahwa dirinya ingin bahwa Sasa bisa melindungi diri di waktu genting dikala bahaya mengancam nyawanya.


" Greimori [ Gain Re-new Memories] adalah buku yang dapat membuatmu menyadari satu kekuatan dasar yang terpendam dalam diri. [ ataupun potensi dasar lain yang perolehannya bergantung pada eksistensi mana dalam diri maupun hal random lain berdasar pada keberuntungan pribadi ] " jelasnya dengan menambahkan sedikit alasan memalukan yang secara jelas menyebutkan bahwa dua buku itu merupakan hadiah yang batal di berikan pada mereka yang telah kehilangan nyawa demi melindunginya.


Mengigit bibirnya sendiri karena merasa bersalah atas di ungkitnya masalah pribadi yang nampak menyakitkan hati, ucapan tulus menenai ketersediaannya menerima hadiah yang tertunda itu terucap begitu saja tanpa sadar dari mulutnya dan membuat senyum senang dari tuannya memberikan kebahagiaan kecil dalam hatinya.


" Master of Arms, dapat membuat kemampuan tubuhmu meningkat tajam bersama daya serang yang di gandakan berdasar pada poin serangan dasar yang di hitung dari rata-rata serangan yang di berikan. " jelasnya sembari memegang kedua telapak tangan dari Sasa sebelum memintanya untuk mengangkat pedang besar dua tangan dengan tangan kanannya maupun perisai hitam besar pada tangan kirinya.


Tersenyum senang bersama pujian dari tuannya yang memberikannya kekuatan hebat yang terpendam dalam diri membuatnya merasa bahwa kesempatan kedua untuk hidup bahagia akan segera dirasakan olehnya.

__ADS_1


__ADS_2