
Menahan tawa ketika melihat sikap Rola yang begitu terpaksa menyerang balik para pemuda yang menggoda mereka, rasa simpati yang keluar dari dalam diri setelah satu pukulan keras mendarat di pipi Rola membuatnya memilih untuk mengakhiri keributan itu dengan caranya sendiri.
" Begitulah, Ize. Kami memiliki alasan tersendiri untuk memaksakan keegoisan kami. " ucap Rola setelah masing-masing dari mereka mengungkapkan keinginannya untuk menjadi yang pertama.
" Dan lagi, setelah apa yang terjadi. Kami memutuskan untuk bersaing secara sehat untuk membuatmu takluk pada salah satu dari kami. " tambah Alruene dengan percaya diri setelah memandang Rola maupun Merry.
" [ Sejujurnya tempat pertama maupun kedua telah terisi oleh Airina, Vi maupun beberapa dari mereka yang ada di versi pertama dalam kehidupanku yang sebelumnya] " ucapnya dalam diam sembari menundukkan kepala.
Menghela nafas panjang sebelum memuji kesiapan hati apapun keputusannya nanti, Rose memberikan satu usapan kepala sembari mempersilahkan mereka untuk menaklukan hatinya.
* sdupts * Menutup pintu kamar dan membaringkan diri di atas tempat tidur dengan kembali memikirkan apa yang terjadi, gejolak nafsu kembali menghampiri ketika mengingat kenekatan mereka yang sengaja memakai pakaian terbuka untuk memikatnya.
" [Argh!! ] Jika saja aku bisa kembali ke wujud sebelumnya. Aku mungkin akan selalu memanjakan diri diantara Airina maupun Vi sembari menikmati keindahan alam ini yang serupa bagai mimpi. " gumamnya dengan memandang kedua tangannya sebelum meremasnya dengan penuh kekesalan.
" Tapi, ya. Aku sendiri harus merasa lebih bersyukur atas kesempatan yang kembali di berikan dan sejauh ini kebiasaan buruk itupun tidak menunjukkan diri. [ Sampai dimana aku melihat kemolekan tubuh dari Merry yang tengah membasuh diri ]. " Lanjutnya dengan berganti posisi nyaman untuk mengistirahatkan diri.
Membandingkan setiap kelebihan maupun kekurangan yang ketiga perempuan itu miliki, berbagai fantasi liar kembali merangsang diri hingga masuk ke dalam mimpi.
" [ Menikmati setiap bagian tubuh dari seorang priest memang memiliki kepuasan tersendiri meski berbagai pria telah menjejaki tubuh Merry. ] " gumamnya dikala pagi setelah melihat Merry tengah sibuk menyiapkan makanan pagi.
__ADS_1
" [ Selain itu, Alruene juga tidak kalah menarik hati dengan kecantikannya yang berdasar pada garis keturunan dryad murni meski aku sendiri tidak yakin dengan kepastian kesucian yang dimiliki. ] " Lanjutnya mengalihkan pandangan pada Alruene yang sibuk merapikan jemuran pakaian basah dari jendela tempatnya berada.
" [ Mengesampingkan kecantikan Alruene maupun sensasi hebat yang mungkin didapatkan dari Merry, Sera memiliki kelebihan pada asetnya yang begitu memanjakan mata dengan nilai tambah pada kecantikan wajahnya. ] " tambahnya sebelum menyeruput minuman yang Merry buat sebelum mereka mulai makan makan pagi bersama.
" [Tapi entah mengapa, keberadaan Vira yang hadir diantara mereka membuatku melupakan hasrat nafsu dunia dan lebih berkeinginan untuk melindungi mereka.]" ucapnya dalam senyuman setelah melihat Vira nampak dimanja oleh ketiga perempuan yang berniat menaklukan hatinya.
Merapikan beberapa perlengkapan sebelum melangkahkan kaki untuk mengambil misi, senyum senang kembai nampak dalam diri ketika Vira nampak akrab dengan anak-anak lain dari para tetangga yang memiliki bentuk maupun ras yang berbeda.
" Sepertinya kita ketinggalan satu angka dari Sera. " bisik Alruene pada Merry ketika menyadari bahwa Rose tersenyum senang ketika melihat Rola berperan lebih layaknya ibu dari Vira.
Tidak lama setelah berjalan menuju guild petualang, Rose kembali di hadang oleh beberapa prajurit dengan lambang yang sama seperti prajurit yang hendak menipu dirinya
* gsrings, gsrings * Dua buah pedang tiba-tiba muncul dan menahan pergerakan Merry dan Alruene yang berimbas pada Rose yang tidak dapat berkutik untuk melawan mereka.
Membawa mereka bertiga dengan paksa untuk bertamu seorang menggunakan teknik rahasia, Rose tidak menduga bahwa tempatnya berada adalah ruang yang serupa dengan altar pemujaan para dewa.
" Izeral Elis. Maaf atas kelakuan tidak pantas yang kami lakukan ini. Namun setelah adanya satu perintah mutlak dari beliau, ratu kami. Kami berniat untuk memastikan seberapa besar kekuatan yang anda miliki. " ucap Altair yang keluar dari balik ruang tersembunyi diantara dua patung dewa dan dewi dengan full mecha suit miliknya.
Melihat penampilan Altair yang nampak begitu berbeda dengan beberapa meriam panjang maupun pedang aura yang tersembunyi diantara pelindung baja di kedua lengannya, Rose merasa bahwa tidak ada alasan lain untuk membohongi mereka.
__ADS_1
" Valhalla Areas " ucap seorang wanita dari pembatas lantai kedua altar itu sebelum mengubah area itu menjadi arena tempur layaknya arena para gladiator menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Mengambil sikap normal tanpa peduli ancaman atas serangan yang akan datang kepadanya, Altair yang begitu percaya diri mengacungkan senjatanya mulai merasa ragu atas hal bodoh yang Rose lakukan.
" Nh, baiklah jika memang itu kemauan anda. Terima kasih dan sampai jumpa. " ucap Altair dengan nada kecewa sebelum menebas tubuh Rose dengan satu pedang besar yang berasal dari penyatuan dua pedang baja yang tersembunyi sebelumnya.
* Gbraammmmmsssss * Kekuatan dasyat yang timbul dalam satu serangan itu berhasil mengguncang seluruh Arena Valhalla dan meremukkan sisi dinding berbentuk kepala naga.
" Ibu! Kekuatannya tidak sama seperti yang kita kira. " teriak Altair lantangnya sebelum membongkar kembali penyatuan pedang besarnya.
* ghaks * Muntahan darah tiba-tiba keluar dari mulut Vi yang merapal mantra Valhalla area dan membuat para pengamat yang ada di balik dinding Valhalla dibuat panik olehnya.
" Valhalla area adalah area khusus yang akan meningkatkan kemampuan bidak yang dipercaya sebagai tombak perapal mantra yang sekaligus juga melemahkan bidak lain yang dianggap musuhnya. " ucap Rose dengan santainya ketika Altair merasa bahwa itu adalah kemenangan mutlak miliknya.
Merasa bingung atas kehadiran Rose yang seharusnya telah kehilangan nyawa dalam satu serangan fatal sebelumnya membuat Altair tersenyum senang karena Rose mampu menjadi lawan yang setara.
* Gsriiiiiinggggsssss * Suara melengking dari dua senjata tajam yang saling bergesekan terdengar jelas diantara kabut debu yang menghalangi pandangan mata sebelum benturan keras kembali terdengar bersama tubuh Altair yang terlempar jauh ke sisi lain arena dengan mecha suit yang hampir hancur sepenuhnya.
" Hehe, maaf Nak Alta. Sepertinya cukup sampai disini saja, ya. hehe " ucap Rose dengan tawa sebelum melesat cepat ke sisi lain area dan menghantamkan pukulan penuh tenaga kepada Altair yang tidak mampu lagi mengangkat senjata
__ADS_1
" Vanrir Marks Aura!!! " Teriak Vi dengan segera dan mengubah bentuk tubuhnya menjadi sosok manusia serigala dengan mark aura berbentuk perisai hasil evolusi sebelum menahan serangan fatal yang Rose lakukan.
* Gbruuuuuuummmmmmmmsss * Benturan keras dari serangan mematikan itu membuat area khusus itu hancur bersamaan dengan runtuhnya ruang serupa altar yang menjadi tempat awal pertarungan itu diadakan.