
Menerima sinyal bahaya dari beberapa familia yang ada dalam hutan tidak lama setelah mereka mulai berlomba untuk mencapai pintu belakang dari bagian sekolah yang menjadi kelas baru yang akan di tempati siswa tahun pertama, guru pengawas yang sedari awal mengawasi lautan hutan dihadapannya mulai mengambil tindakan untuk melindungi para siswa tahun pertama.
* Dbruuuummmmsss * Seekor domba coklat nampak keluar diantara lautan hutan dengan ditemani seekor iblis kera dari coklat batangan yang masing-masing dari mereka membawa para siswa tahun pertama bersama murid tingkat lima yang terluka.
" Dilihat dari jalur serangan yang ada, sepertinya ada lebih dari satu makhluk yang menyerang mereka. " gumamnya di atas langit sembari memandang luasnya hutan sekolah yang terhubung langsung dengan hutan rimba yang menjadi dasar dari area utama sekolah tinggi platina.
Mendekatkan diri pada para siswa yang terluka untuk mendengar apa yang terjadi pada mereka, jawaban penuh tanya kembali muncul dalam benak diri ketika mendengar bahwasanya dua ekor ular raksasa menyerang mereka membuat dirinya segera memerintahkan dua familia sebelumnya untuk segera membawa dua regu yang terluka menuju bangunan utama.
" Aku tidak yakin atas apa yang terjadi. Tapi jika benar adanya, Ular naga batu dua kepala dan Naga tanah merah delima tidak seharusnya bisa melewati pengaman zona yang ada. " ucapnya penuh kekesalan ketika melihat lajur zona batuan terjal mulai menjulang bersama dentuman keras di sisi lain hutan.
Mencoba bersikap tenang terhadap semua ketegangan yang berasal dari beberapa suara dentuman dan getaran tanah yang mengoyahkan langkah, Viro yang menjadi pengawas dari regu yang dipimpin seorang siswa tahun pertama tidak pernah menduga bahwa mereka akan bertemu dengan dua regu lain yang sebelumnya sempat berpisah di awal perjalanan memasuki hutan.
" Maaf harus mengatakannya kepada kalian. Namun berita buruk baru saja kami dengar dari Ibu Senia, bahwasanya sistem pertahanan sekolah berhasil di tembus oleh dua monster penguasa tempat ini sebelum sekolah Platina ada. " ucap salah satu murid tingkat lima yang kehilangan satu lengannya.
Menambahkan penjelasan lain bagaimana dirinya berhasil menyelamatkan anggota regu yang di jaga olehnya dengan mengorbankan famili milik guru pengawas Senia, perintah darurat untuk menyatukan kekuatan mereka demi mempertahankan keselamatan bersama mulai terucap dari siswa tingkat lima yang sibuk menyembuhkan siswa tingkat lima yang terluka.
__ADS_1
" Ingatlah, bahwa kakak akan selalu melindungimu dimanapun kamu berada " ucap lembut kakaknya kembali terlintas dalam keputusasaan ketika melihat situasi tidak terduga benar-benar mengancam nyawa.
Menyusun strategi pertahanan yang terdiri dari familia milik guru pengawas dan wakil kepala sekolah untuk menjadi perisai terakhir bagi 30 murid tingkat pertama yang masing masing dari mereka menempatkan diri sebagai pendukung tim penyerang dan tim penyembuhan yang dibagi berdasar kemampuan dalam diri membuat dua siswa tingkat lima tersenyum senang pada mereka dan percaya bahwa mereka mampu mengulur waktu sampai bantuan benar-benar datang.
" Nh, Vira. Bukanlah sudah saatnya kamu menggunakan belati itu? " saran Viro yang bersebelahan dengan Vira yang masih berusaha menahan rasa takut dalam diri sembari menggenggam erat dua pisau jagal.
Mengatakan dengan segera bahwasanya dirinya tidak ingin kembali kehilangan kendali membuat mereka yang ada dalam baris terdepan menelan ludah dengan susah payah ketika Viro mengatakan bahwa dirinya tidak akan segan menghancurkan lengan dari Vira jika Vira kembali kehilangan kesadarannya.
" Ba---baiklah Ka Lia! Aku akan menggunakannya! Tapi nanti, jangan salahkan aku jika Kakak kembali terluka! " balasnya dengan segera ketika guncangan hebat dari tanah yang mereka pijak menandakan bahwa ancaman yang di maksudkan semakin mendekat.
" Apa apaan lonjakan energi itu? " ucap siswa peringkat lima yang terlindung dalam membran khusus dari familia milik wakil kepala sekolah yang serupa drone dengan empat baling-baling besar yang mampu memberikan dukungan ruang pemulihan serta senjata penyerangan menggunakan dua gutling gun di waktu bersamaan.
Menanyakan kembali kesadaran dalam diri Vira untuk memastikan, tawa mengerikan mulai terdengar bersama jawaban atas rasa ledakan energi dalam diri yang serupa dengan apa yang Viro katakan sebelumnya.
" Bagus! Dengan ini, aku tidak perlu lagi melindungi keberadaanmu yang mengganggu! " teriaknya penuh hina sebelum memberikan salam kesepakatan untuk berjuang bersama menggunakan pukulan sederhana.
__ADS_1
* splendumsss!!! * Sebuah ledakan hebat terjadi tidak jauh dari mereka dan menerbangkan sebuah kepala raksasa.
" Oah? Vira kan ya? " Sapa Queenela yang tiba tidak lama di dekat kepala naga itu dengan mecha suit ketat berwarna hitam dengan garis kemerahan yang mengikat beberapa bagian serupa belang pada seekor lebah dan sayap febratic yang melekat di belakang tubuhnya.
Memandang satu sama lain sebelum menyapa balik sosok yang di anggap sebagi teman barunya, Queenela yang masih disibukkan dengan pembedahan kepala naga sebelumnya mulai merespon ucapan Vira dengan sederhana yang menyatakan bahwa naga yang dirinya lawan tidak lah terlalu kuat dan sosok naga yang memiliki dua kepala masih di urus oleh para siswa peringkat 9 maupun para guru yang bertugas dalam gedung utama.
" Oh iya. Tolong sampaikan pada Bu Senia bahwa kalian yang mengalahkan naga rubi merah delima ya? " tambahnya setelah memeberikan beberapa luka fatal pada tubuh Vira dan Viro sebelum meninggalkan mereka begitu saja.
Menolak kenyataan bahwasanya sosok yang dihadapannya merupakan sosok yang sama seperti yang menemani pagi sebelumnya, pandangan mata yang mulai memburam menunjukan sosok lain yang menyapa perempuan bertopeng itu sebelum terpejam sepenuhnya.
" [ Aku harap, ayah tidak datang dan menasehatiku di waktu seperti ini ] " ucapnya dalam diam sembari mengubah kembali bentuk dari mecha suit yang dikenakan sebelum pergi memberikan laporan mengenai lokasi keberadaan dari murid tahun pertama yang terjebak dalam hutan.
* Kroooaaaangsss!! * suara melengking yang keluar dari salah satu kepala naga batu yang menyerang membuat beberapa siswa dan guru mengalami gangguan energi sihir dalam diri sebelum sebuah sihir area berbentuk cahaya kuning serupa pemanggilan sosok dewa muncul hingga menghapuskan eksistensi naga batu dua kepala itu tanpa sisa.
" *brepfss* Padahal aku berniat mengambil beberapa bagian penting dari jasadnya. Tapi ya, sudahlah. Aku harap ayah senang dengan hadiah kecil ini di hari pertemuan orang tua tiba. hehe. " ucap Queenela dengan rasa kecewa dalam dada sebelum suara keras dari kepala sekolah terdengar jelas dari pengeras suara yang meminta seluruh siswa yang selamat untuk berkumpul di halaman utama dari bangunan utama sekolah.
__ADS_1