Fantasyum

Fantasyum
Bab 14.2


__ADS_3

" Selamat pagi, Nona Agile. " Sapa para pekerja kebun ketika melihat sosok dryad cantik yang sesekali datang bersama tuan tanah sebagai penjaga.


Berlari kesana-kemari sembari menjahili beberapa petani sebagai bagian dari kesibukan diri hingga tuan tanah pun tidak luput dari kejahilannya sendiri.


" Wah, Nona Agil sudah kembali. Hehe, senang rasanya melihat anda kembali. " Balas Ezra pada Agile dengan senyuman setelah sempat tersungkur ke ke dalam tumpukan kotoran disaat Agile melakukan kejahilan.


Melihat pekerja itu dengan tatapan merendahkan ketika mencoba mendekat dengannya, rasa jengkel dan memuakkan akibat tumpukkan kotoran membuat Agile mendaratkan satu hantaman keras ember kayu berisi batu sebelum melangkah pergi meninggalkan pekerja penuh luka itu.


" Terima kasih atas kerja kerasnya! " ucap tuan tanah sembari menyerahkan kantung koin berisi upah dari hasil keuntungan tanaman hasil panen bulan lalu.


Tawa kecil sempat di tunjukkan oleh Agie ketika melihat para pekerja yang penuh harap itu menerima pembagian hasil panen yang sebenarnya hanya berisikan batu.


" Bersyukurlah atas batu itu kau tahu! Orang kotor dan bau sepertimu tidak akan dapat hal lebih dari batu itu dariku!! " Teriak senang Agile disaat Ezra meminta penjelasan atas candaan yang terasa tidak lucu.


Terdiam tanpa kata dengan rasa berbagai rasa kekesalan dalam dada, Ezra hanya membungkuk hormat sebelum pergi meninggalkan tempat itu bersama kantung batu yang dikembalikan pada pemilik tanah itu.


" Tch, Dasar manusia bau! " teriaknya berulang dengan mengolok-olok sosok pekerja yang pergi itu.


Tuan tanah yang ada saat itu hanya bisa mengusap dada dan membiarkan putri dari bosnya melakukan apapun dengan bebas sebelum meminta Ezra mencari pekerjaan lain agar terhindar dari kelakuan buruk Agile.


" Sekali lagi, terima kasih atas kerja kerasmu selama ini, Ize. " balas tuan tanah itu ketika Ezra memohon untuk tetap bekerja seperti biasanya.


Tidak lama setelah tuan tanah mengatakan apa yang menjadi alasan pengunduran diri dari Ezra pada para pekerja yang ada, beberapa dari mereka mulai mengangkat tangannya sembari berkata bahwa mereka akan mengikuti langkah Ezra dan memilih pekerjaan lain demi kedamaian mereka.

__ADS_1


" Hey, hey! Kakek gedut! Kemana perginya para manusia bau itu? Apakah mereka terlalu bau sampai malu untuk bertemu denganku? " ucap Agile setelah berkeliling tanah pertanian yang nampak sunyi meski mentari telah meninggi.


Mengucap lirih pemberhentian mereka yang begitu tiba-tiba bersama dengan datangnya para beast yang dipindah tugaskan ke tanah pertanian itu membuat wajah ceria yang ada pada Agile menjadi muram ketika menatap para beast yang nampak garang.


* stumpts * " Tch, dasar manusia bau. Karena mereka pergi, aku jadi terjebak bersama para beast mengerikan itu " gumam Agie sepanjang jalan dengan wajah penuh kekesalan.


Melewati satu papan tanda bahaya yang dituliskan secara jelas bahwa area itu merupakan tempat tinggal kawanan serigala maupun hewan buas lainnya, Agile yang masih kesal itu justru menghancurkan papan tanda bahaya sebagai pelampiasan atas puncak amarahnya.


" Bukankah dia Agile? " bisik beberapa penduduk setempat yang melihat Agile menerobos masuk area terlarang.


Melihat sosok mengesalkan itu telah pergi dari tempatnya berada, beberapa ucapan mengenai hal buruk maupun hal mengerikan yang mendekati kematian mulai ditujukan pada Agile sebelum mereka pergi bersama tawa setelah memperbaiki papan tanda bahaya.


" Eh? Kenapa aku bisa berada di sini? " ucapnya setelah tersadar di satu persimpangan hutan dengan satu marka jalan yang berlubang.


" Asteral Eyes " Rapalnya untuk mengaktifkan mantra pendeteksi area demi mengetahui satu lokasi pasti keramaian yang mampu membawanya keluar dari hutan


* Goooarrrksss, Cicipts, cicipts, Glresssslsss, Wuf, wuf, wuf, wuf, * Alih-alih mendapati apa yang ingin dirinya cari, beberapa binatang magis justru terlihat sempurna dari segala sisi sebelum satu mata tajam menatap dirinya dari balik bayangan.


" I---ibu. " rintihnya ketakutan disaat beberapa hewan magis berbentuk kelinci bertanduk besi di serang oleh cakar hitam dari balik bayangan.


Berlari tanpa tujuan pasti dan kembali bersembunyi di kala aura intimidasi mulai terdeteksi, Agile terus berusaha menguatkan tekad dalam diri agar monster yang menggunakan kemampuan sonar resonarsi melalui aura intimidasi tidak dapat mendeteksi keberadaannya.


* Dbruummss * " Ibu!!!!! " Teriaknya dengan sisa tenaganya ketika sesuatu jatuh diantara semak tempatnya berada sebelum sesosok bayangan hitam nampak jelas menemukan dirinya.

__ADS_1


" Na, hm? Apa yang dilakukan dirinya di tempat macam ini? " gumam Ezra yang kebingungan melihat Agie terbaring lemas dihadapannya.


Mencium sesuatu yang terasa begitu bau hingga membuatnya berniat mengeluarkan isi perutnya, Agie terbangun dengan rasa pening di kepala sembari mencoba melihat tempatnya berada maupun asal bau yang memuakkan itu.


" Apa ini kandang kuda? " gumamnya sembari menutupi hidungnya ketika mendapati diri di sebuah ruang sederhana yang nampak bobrok di setiap sisinya.


Berusaha mengingat hal terakhir sebelum mencoba bangkit dari duduknya, sesuatu yang tiba-tiba merangkul dirinya membuatnya terkejut dan segera menyerang balik apapun yang menyentuhnya itu


" Hahahaha! Kaka!! Kaka! Kaka tolong aku ka!! " Teriak Vira yang begitu tiba-tiba membuat Ezra yang ada tidak jauh darinya mulai berusaha menyalakan lentera sederhana untuk melihat yang terjadi pada adiknya.


Dengan teriakan panik lagi ketakutan melihat akar menjalar berusaha mencelakai adiknya, Ezra buru-buru memotong akar menjalar itu dan menjauhkannya dari Vira.


" Sudahlah, sudah. Tenang, ya. Tenang. Kaka sudah ada di sini. Kaka sudah ada di sini. " ucap Ezra berulang kali untuk menenangkan Vira yang terus menangis dalam pelukannya.


Mengalihkan pandangan pada Agile yang menatapnya penuh kebencian dengan air mata yang belinang membuatnya sadar bahwa Agile pun sangat merasa ketakutan.


" Manusia bau!!! Dimana aku!!! Cepat katakan kepadaku!!! Dimana aku berada!!! Cepat katakan!!! " Teriaknya berulang dengan wajah garang ketika sosok yang familiar itu mendekap sesuatu yang menyentuhnya.


Berusaha menjelaskan apa yang terjadi bersama lilitan akar yang terus mencoba mencelakai diri, seorang tiba-tiba datang dan memeluk agile sebelum Ezra kehilangan kesadarannya.


" Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kebaikannya. " ucap seorang berpakaian rapi sembari memeluk erat tubuh Agile.


Mengingat seorang perempuan dengan luka sayat di lengan kanan berbentuk akar tanaman membuat Agile tersadar bahwa sosok yang ada dihadapannya merupakan sosok gadis yang hampir dia celakai ketika Ezra berusaha menolong dirinya.

__ADS_1


" Nho! Nona Alrue! Jangan melamun saja! Ayo bantu Ka Ize dan Ka Sera untuk segera menutup toko! " Teriak Vira dengan kesal ketika Alruene terdiam dalam posisinya setelah melihat satu bekas luka pada beberapa bagian tubuh dari Vira.


__ADS_2