
" Maafkan aku, semuanya. Lagi - lagi, Bibi enggan mengatakan penilaian itu kepadaku. " ucap Fei setelah beberapa kali mencoba berbicara pada Nana yang masih berada dalam zona reruntuhan.
Sembari mempersilahkan Fei untuk duduk diantara mereka yang masih berniat untuk melanjutkan ujiannya, salah seorang murid memberikan seporsi makanan yang terbuat dari jamur dengan porsi yang bahkan lebih sedikit dari porsi yang diambil Nana sebelumnya.
" Dan lagi, apa yang dikatakan oleh Bibi Nana waktu itupun adalah kebenarannya. Kita masih terlalu lemah dan bodoh hingga harus membuat Bibi mengambil pilihan untuk membatalkan ujian ini. " lanjutnya setelah menjelaskan beberapa maksud tersembunyi dari ucapan bibinya waktu itu.
" Alasan pertama yang mendasari hal itu adalah salah kita sendiri. Kita terlalu bodoh disaat kita bersaing menaiki kereta dari pada mementingkan kesiapan kita dan membuat bibi tidak habis fikir atas hal itu. " lanjutnya mengatakan alasan pertama dari kegagalan mereka.
Merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Fei adalah kebenaran, beberapa murid mulai memikirkan satu maksud tersembunyi didalamya dan menemukan kebenaran bahwa Nana akan menunggu mereka di depan reruntuhan itu meskipun harus memakan banyak waktu sampai mereka benar-benar berkumpul dihadapannya.
" Lalu dalam alasan ke dua ini, aku tidak terlalu bisa menemukan apa yang bibi maksudkan karena dalam hal ini, bibi hanya mengatakan bahwa dirinya sangat muak dengan kita yang manja. " lanjutnya menyebutkan alasan kedua.
Kembali terdiam untuk memahami maksud tersembunyi didalamya, seorang murid yang menyiapkan makanan sebelumnya mulai menyadari bahwa mereka benar-benar sangat manja dengan rengekan dan permintaan yang berlebih pula.
" Apakah kalian tidak merasakan hal yang aneh ketika, Bu Nana mengambil satu porsi yang sangat sedikit waktu itu? " ucapnya memberikan kunci untuk memahami maksud tersembunyi itu.
" Kamu benar, Noil. Kita benar-benar sangat manja. " ucap Fei setelah memahami bahwa maksud tersembunyi dari hal itu merupakan kesalahan mereka yang terlalu sering mengandalkan bantuan orang lain dan selalu mencari kenyamanan tanpa melihat situasi dan kondisi di sekitar terlebih dahulu.
" Dan dari apa yang Bibi tunjukkan waktu itu. Bibi hanya berniat menyampaikan kepada kita bahwa kita harus bertahan dengan kondisi seadanya. Karena bagaimanapun juga, dalam kondisi tanpa tenaga. Kita harus kembali mencari makanan lain untuk esok hari atau memakan makanan sisa di hari sebelumnya. " lanjutnya menjelaskan apa yang dirinya pikir sejalan dengan apa yang dimaksudkan oleh Bibinya.
Sembari merenungi apa yang telah terjadi sebelumnya, 8 dari 40 siswa unggul yang masih bertahan disana terus mencoba berbagai hal untuk membuat Nana melanjutkan ujiannya.
__ADS_1
" [Hm~? Ya ampun! Sepertinya hit poin yang selalu aku hindari benar-benar ada di hadapanku saat in.i ] " ucapnya dalam diam sembari melihat sekelompok pelajar yang nampak familiar baginya.
* dbuks * Vi yang semula terus memikirkan sebuah rencana untuk bermanja dengan tuannya, secara tidak sadar membuat dirinya menabrak Rose yang sedang mengawasi kelompok siswa itu dan membuatnya terpaksa menunjukkan diri lagi mengikuti alur kisah yang amat di bencinya.
" Siapa disana! " ucap salah seorang murid unggul ketika menyadari adanya sosok lain selain mereka menggunakan kekuatannya.
" Dengar, Vi. Kamu harus kembali berubah ke bentuk itu lagi dan mempertahankannya sampai aku memberikan perintah untuk kembali ke wujud semula. " ucap Rose sembari meminta kepada Vi agar berubah ke bentuk anak serigala dan mengikuti rencananya.
* Wouf, Wouf * Seekor anak serigala tiba-tiba muncul dari sumber suara asing sebelumnya dan membuat mereka yang nampak siaga, mulai kembali ke sikap biasanya.
" Vi~ Bukankah sudah aku bilang untuk tidak pergi terlalu jauh dariku? " ucap Rose sembari mendekati Vi dan membuat para siswa yang ada nampak terkejut ketika Fei menyapanya kedua sosok yang hadir itu dengan senangnya.
" He, em. Secara gari besar aku sudah memahami masalah kalian. Namun seharusnya ada satu hal lain yang belum kalian pahami mengenai ucapannya yang ketiga itu. " balasnya sembari bangkit dari duduknya dan melihat ke arah reruntuhan itu.
Beberapa murid unggul itu sempat merasa ragu ketika Rose bersikap seolah dirinya lebih memahami situasi kala itu dibandingkan mereka yang memiliki keunggulan lebih di bidang tertentu.
" Terserah pada pendapat kalian. Namun yang pasti, sosok yang kalian sebut Nana itu masih menunggu kalian untuk lanjut atau kembali. " ucapnya secara tegas setelah menjelaskan bahwasanya ketiadaan monster di sekitar mereka berada merupakan bentuk ketersediaan Nama untuk menunggu pilihan mereka.
" Dengan kata lain. Nana tengah berjuang untuk mencegah para monster dari reruntuhan itu, agar kalian bisa selamat. Meskipun aku sendiri tidak terlalu yakin bahwa dirinya mau melakukan hal semacam itu. " lanjutnya setelah mengingat ucapan mereka yang lebih dari empat hari enggan meninggalkan tempat itu.
Dengan sebuah ucapan akhir yang menyatakan bahwa Nana telah berada dalam batasan kekuatannya, Fei dan sisa dari murid yang bertahan itu berniat untuk membantu Nana dalam penaklukan reruntuhan itu.
__ADS_1
" Apakah kalian yakin akan hal itu? " ucapnya sembari melihat kondisi mereka saat ini.
" Emh, ya itu~ " balas Fei yang kehilangan tekadnya setelah Rose menyindir mengenai kekuatan mereka yang tersisa dengan modal tekad tanpa adanya persiapan yang matang.
" Jika aku berada di posisi kalian, menyerah adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Karena dengan menyerah di hari pertama itu, mungkin sosok Nana tidak akan berada dalam kondisi seperti saat ini. " ucapnya mengungkit masalah mengenai ujian sebelumnya.
Beberapa murid itu nampak terdiam sembari menundukkan kepalanya seakan sependapat akan hal itu.
" Meskipun aku sendiri enggan mengakuinya. " gumam Fei yang nampak tertekan
" Atau~, Jika kalian memang menginginkan penyelamatan itu. Bukankah akan lebih baik jika kalian memanggil bantuan dari orang - orang yang lebih mampu dari kalian? Seperti Prajurit keamanan khusus, Kesatria, Petualang maupun sosok kuat yang mampu menolong kalian. " lanjutnya memberikan sedikit semangat agara mereka lebih bisa menggunakan pemikiran unggul itu dari pada menyerah dalam keadaan
Berbagai tanggapan lain muncul dan menyatakan bahwa dalam kondisi mereka saat ini, mereka tidak mungkin merepotkan orang lain karena itu bisa membuat mereka celaka.
" Kalau begitu, bagaimana dengan ku? Kalian bisa menyewa jasaku untuk menolong sosok bernama Nana itu dan kalian pun tidak akan mengalami masalah terkait status bangsawan atau apapun itu. " balasnya menawarkan.
Dengan penampilan yang hampir mirip seperti petualang itu, mereka sempat ragu bahwa Rose mampu menolong mereka dalam kondisi saat ini.
" Hm~ ya. Pepatah pernah berkata bahwa " Jangan lihat buku dari sampulnya". Maka dari itu, meskipun penampilanku nampak lebih muda dari kalian. Aku adalah sosok yang unggul di bidang semacam ini. " balasnya sembari menunjukkan tanda bukti dari petualang tingkat atas yang tersembunyi di balik jubah hitamnya.
" Jadi~ bagaimana keputusan kalian? " lanjutnya setelah melihat mereka terdiam tanpa kata bahwa sosok Rose adalah sosok yang luar biasa melebihi merka.
__ADS_1