
Membuka kedua mata sembari melakukan sedikit perenggangan setelah bangkit dari tidur dan menapakkan kaki ke lantai kuning kecoklatan akibat debu yang lama tidak dibersihkan, Rose berjalan dengan malas ke sisa menara liga di bagian atas sebelum memanggil Gaia untuk duduk dan menemani sarapan paginya.
" He,em. Keberadaanmu saja sudah cukup untukku, Aia. " ucap Rose menyanggah ucapan Gaia mengenai ketenangan yang ada setelah Queenela pergi ke luar area liga.
Mengambil makanan ringan dari dalam kantung item yang diletakan dalam pengaturan ruang inventori, Angin sejuk nan menyegarkan mulai menerpa diri bersama pemandangan tanah perbukitan hijau sejauh mata memandang dengan beberapa awan putih yang berjalan pelan diantara langit biru nan indah.
" [ Nh, sudah berapa lama aku tidak merasakan kedamaian semacam ini, yah? ] " pikirnya sebelum memakan kudapan kecil itu sembari melihat dasar dari menara liga yang membuatnya mengenang masa indah sebelum melawan dewa petaka.
Mempererat pelukannya terhadap Gaia yang duduk nyaman dalam pangkuannya, ucap kata sederhana dari Rose mulai membuat Gaia merasa bahagia dalam hatinya.
" He,em. Selain dari menikmati ketenangan semacam ini selagi memandang indah alam yang mengajukan hati, aku memilih untuk tinggal di sini karena akupun ingin membuang jauh kelakuan menyimpang itu dan menjadi sosok baik yang jauh lebih baik dari saat ini. " balasnya menyebutkan alasannya tetap memilih tinggal dalam area reruntuhan meski dirinya memiliki pilihan lain untuk hidup dalam kemewahan bersama anak dan istrinya.
Membaringkan diri dengan memandang wajah Gaia dengan latar langit biru tanpa awan membuat Gaia nampak begitu menawan dengan bentuk tubuh Ai dari Vi.
" Hehe. Kau tahu, Aia. Merasakan kepuasan batin tanpa perlu melakukan hal semacam hubungan intim, tidaklah terlalu buruk. [ Dan hal semacam inilah yang membuatku ingin terus hidup.] " ucapnya mengungkapkan isi hatinya sembari membelai pelan wajah besi dari Gaia dan sesekali mencubit gemas kulit silikon yang tercipta dari campuran serat beberapa akar tumbuhan dalam diri Gaia.
Dengan ucapan disertai usapan lembut yang di berikan oleh Gaia sebagai balasan atas pujian tuannya, pemikiran atas dunia tempatnya berada adalah dunia game yang menjadi nyata tidak meluluhkan hati dalam diri untuk mengakui peran sebagai karakter utama .
__ADS_1
" He,em. [ yah. Tapi aku tidak boleh lengah. Aku harus melatih diri kembali agar kejadian buruk sebelumnya tidak terulang kembali.] " ucapnya lirih sebelum melepaskan pelukan hangat dari Gaia dan bangkit menatap ujung langit dan bumi yang terkesan menyatu.
* Sclisingsss * cahaya kuning keemasan mulai muncul di belakang Rose tidak lama setelah dirinya berniat melakukan perubahan besar pada area luar dari Liga Nebula
" [ Nh, kan. Benar. ] " ucapnya dalam senyum sebelum menyapa sosok familia yang tidak lain adalah Dewi Vexilis yang sudah dianggap sebagai Dewi pelindungnya.
Mengalihkan pandangan ke arah Vexilis yang tidak disangka justru memberikan hormat pada Gaia membuat Rose dipenuhi dengan tanya atas apa yang telah terjadi diantara mereka di waktu dirinya berada dalam tubuh Izera.
" He,em. Nak Ilis adalah putri semata wayang dari Naria dengan Deruma. Hehe, yah. Bisa dikatakan bahwa Nak Ilis adalah kerabatku sewaktu dirinya masih menjadi penganut kepercayaan Dewi Altera. Namun semenjak satu tragedi, beberapa dari mereka yang terpilih diangkat menjadi sosok pelayan para dewa dengan separuh kemampuan yang diturunkan kepadanya dan begitupun penerusnya hingga di satu titik jiwanya kembali bangkit dari alam baka dan menjadi sosok dewi sepenuhnya. " Jelas Gaia sembari menatap bekas cahaya yang dilewati Vexilis dengan bagian mata yang menampakkan cahaya biru toska serta sebuah lambang misterius di bagian tengahnya.
" [ Terutama bagian khusus yang menjadi awal terbentuknya menu akses baru dari peliharaan level 5 dan roda takdir yang mempertaruhkan 100 potongan kristal harapan untuk memperoleh satu guardian yang kini telah terhapus dari sistem akibat pembaruan dan penstabilan. ] " pikirnya yang semula nampak senang sebelum berakhir dengan wajah suram akibat kegagalan diri mendapatkan guardian versi pertama.
Menepuk pelan bahu dari Gaia sembari membisikkan kata untuk meminta siapapun sosok yang mengirim ingatan masa lalu ke pada Gaia, cahaya biru yang semula nampak menyala diantara mata Gaia mulai memudar bersama ditahannya tubuh itu dengan pelukan.
" Aku bisa melihat orang mati dari dinding dimensi demi melindungi diri dan keluarga yang aku sayangi. " ucapanya tanpa sadar mengaktifkan opsi kecurangan dalam game yang mampu mendeteksi hawa keberadaan dari apapun sosok yang dianggap sebagai musuh.
Melihat retakan dimensi yang letaknya tidak jauh dari tempatnya berdiri, wajah familiar nampak jelas menunjukkan diri diantara celah dimensi yang membuatnya kehilangan kesadaran dalam diri.
__ADS_1
" Ah, ya ampun. Apakah sistem pertahanan dunia mencoba mengeluarkan jiwaku secara paksa? " gumamnya dalam ruang gelap penuh kehampaan yang dirasa sama seperti saat terakhir dirinya kehilangan nyawa akibat hukuman sang dewa petaka.
Mencoba mempertahankan kesadaran meski dalam ruang gelap penuh kehampaan, kekosongan dalam profil diri dari sub karakter ketiga yang masih belum terisi membuatnya terpikirkan satu cara untuk kembali ke dunia fantasyum meski dirinya tidak yakin atas keberhasilan dirinya.
* Swiiingsss!! Srasapts! Srasapts! Srasapts! Dwuuungsplst * Bagian transparan dari opsi pengaturan mulai menampakkan diri bersama pemberitahuan akses konfirmasi dime mengalihkan kondisi yang tidak diketahui ke kondisi baru dari peroses penciptaan sub karakter ketiga.
" M~, Baiklah. Aku rasa sudah cukup untuk mengatur bentuk tubuhku yang baru. " ucapnya penuh kepuasan di saat melihat sosok pria dewasa ber rambut putih dengan gaya rambut poni sayap elang, rambut belakang panjang bergelombang serta dua kuncir mini di masing-masing sayap yang menjulang.
Mengatur ulang beberapa statistik data setelah memilih akhir kisah sari rangkaian kisah utama, tanda konfirmasi kembali menampakkan diri sebagai tanda akhir penyelesaian sub karakter ke tiga yang dibuatnya.
Memejamkan mata beberapa kali sembari menunggu keberhasilan atas sistem yang tengah bekerja, wajah cantik dari Gaia yang masih memakai bentuk tubuh Vi versi Ai membuatnya berfikir bahwa sub karakter ketiga gagal menjadi nyata.
" Eh, tunggu sebentar! Bukankah ini adalah bukti dari aktifnya kode kecurangan sebelumnya! " Teriaknya dengan tiba-tiba setelah mendapati banyak sekali titik merah dan putih yang mampu menampilkan secara rinci setiap sosok musuh dalam noda merah ataupun sosok npc dalam noda putih.
Tersenyum puas dengan apa yang telah terjadi, Rose kembali mengucap beberapa kode akses lain yang mampu membuat kemampuan dalam diri ataupun resistensi status buruknya setara para dewa dengan tambahan kode akses khusus yang mampu memberikannya poin kenaikan pada kemampuan khusus ke tingkat tertinggi.
" Akh, jangan lupa juga untuk memasukan kode penghapusan kemampuan untuk mengembalikan seluruh poin khusus pada jumlah awalmya. " ucapnya dengan tawa mengerikan yang membuat Gaia merasa takut untuk menyadarkan dirinya.
__ADS_1