Fantasyum

Fantasyum
Bab 10


__ADS_3

* krapts kpyarss * " Hehe. Ya, benar. Kegelapan yang sama kembali menyelimuti untuk kedua kalinya] " Gumamnya dalam diam setelah retakan dalam inti orb yang tertanam dalam diri memadamkan cahaya dari ukiran mana sebelum hancur seutuhnya.


Bersama dengan hawa dingin yang mulai menyelimuti diri dalam kegelapan abadi, sesuatu yang menarik diri dalam perasaan jatuh ke dasar bumi membuatnya teringat pada satu masa dimana dirinya hampir tiada akibat satu kecelakaan kerja.


Sebuah rintihan tangis air mata mulai terdengar begitu nyata setelah keyakinan dalam diri menerima kenyataan bahwa keajaiban yang sama tidak akan terulang untuk kedua kalinya.


......................


* Swungsssss * Hembusan angin yang menderu di atas menara itu membuat parkmen sihir yang tertahan dalam pelukan Airin terlepas dan membuatnya terbang jauh melintasi penjuru negri.


Tertahan oleh sebuah bangunan besar hingga terinjak injak oleh beberapa orang dalam medan pertempuran, tidak menghentikan langkahnya dalam menjejaki penjuru langit dan bumi meski angin lalu yang membawanya terus merubah latar ruang dan waktu.


* Gsraapsss * " Cepatlah! Cepat! Kita tinggalkan saja tubuh itu di sini dengan segera pergi menyelamatkan diri. " ucap seorang pria setelah menutupi tubuh seorang pemuda penuh luka dengan kertas kusam yang ada di dekatnya.


* stiiiimpls stiiiimpls stiiiimpls stratatapasss sdraaaamsaash Ghaks " [ Oah, astaga. Apa-apaan itu tadi?" Gumam Rose ketika bayangan sosok serupa dewi membawanya melintasi satu gerbang Torii sebelum cahaya terang menyadarkan diri.


" [Gelar : Kekasih sang dewi.]" ucapnya dalam diam ketika sebuah barisan kode perintah yang semula terdiri dari huruf maupun angka berwarna hijau muda mulai menyatu menjadi sebuah kata.


Bersama dengan sebuah cahaya biru yang mulai memenuhi seluruh tubuh pria penuh luka itu, Rose yang kembali bangkit dari kematian belum menyadari satu perubahan besar dalam diei.


Berjalan melintasi hutan hingga menemukan sumber mata air nan jernih bagai air pegunungan, Rose begitu terkejut ketika pantulan diri dari aliran air itu menampakkan sosok pemuda berrambut perak kehitaman yang terbalut oleh pakaian kain coklat kusam dengan corak darah dari luka yang berregenerasi.

__ADS_1


* Gsriiimmmpls * Sebuah lubang besar yang menembus hingga bagian belakang tengkoraknya mulai tertutup sempurna bersama dengan simbol runera berbentuk lingkaran target berwarna ungu menyala nampak jelas di bagian mata kanannya.


" Symbol rune ke tiga, Arcana. [ Instrumen dasar sihir pencipta yang langsung diberikan oleh sistem dunia setelah mengaktifkan sihir kebangkitan atau kembali dari kematian, melalui satu fase kehidupan ] " ucapnya dalam keadaan bingung setelah sistem game kembali menyapanya dengan sebuah tutorial sederhana mengenai gerakan tubuh maupun aktifasi pada profil diri.


* Dgrabs, Dgrabs, Dgrabs, Graawlaahaaa * Langkah kaki dari sesosok monster ber bentuk serigala dengan bulu tubuh berselimut api terdengar begitu jelas dalam telinga sebelum sosok itu menampakkan diri dengan taring besar serta gigi bergerigi.


* Striiiimpsss, stuings, stuings stuings * Aliran waktu kembali terhenti bersama dengan beberapa opsi yang menuntunnya untuk melakukan sebuah aksi dalam tutorial yang kembali menampakkan diri.


* Scrings, sbruumshs* Sebuah kilatan cahaya muncul dengan tiba-tiba dan menjatuhkan tubuh dari sosok serigala itu dengan bagian tubuh yang terbelah menjadi dua.


" Belati Century [ Satu dari beberapa senjata tingkat legendary yang tersimpan rapi dalam gudang liga dengan satu opsi akses pembuka.] " ucapnya dalam keraguan ketika satu dari senjata yang dibawanya menuju pertarungan terakhir, kembali berada dalam genggaman tangannya.


Melanjutkan kembali pengamatan atas belati panjang serupa taring pedang dari monster purba dengan ukiran pohon diantara pelindung tangan yang berlapis emas bercahanya.


" Oiy, oiy, oiy. Senapan Runduk " Apex 975 ", Kampak Api " Naga Plasma " , Cakar Hitam " Penghancur Dimensi " , Palu penghancur waktu " Gridlock ", Alteri pemusnah " G3N-05 " dan Trisula suci. [ " Collega Nebula" , seharusnya tidak ada di sini!] " ucapnya menyebutkan nama dari semua senjata yang ada tanpa terkecuali satu senjata khusus dari liga miliknya.


Duduk diam sembari merenungi kembali apa yang telah terjadi pada dirinya, sebuah cahaya kuning serupa cahaya pemanggilan sosok dewi menerangi tempatnya berada sebelum sosok sang dewi benar-benar muncul di hadapannya.


" [ Apakah dia benar-benar mengatakan bahwa aku akan menjadi sosok pengganti dari dewa petaka itu setelah perang besar waktu lalu? ] " ucapnya dalam diam sembari mencoba mendengarkan dengan seksama mengenai apa yang Dewi Vexilis minta darinya.


Terdiam tanpa kata untuk satu waktu yang cukup lama, Dewi Vexilis pergi dari hadapan Rose setelah sela waktu yang di berikan tidak dapat membuatnya mengambil satu jawaban.

__ADS_1


" Maaf saja, Vexilis. Dari pada mengurus sebuah tugas rumit terhadap dunia yang bahkan GM-nya sendiri sudah mengatur semua sistem kompleks di luar akal sehat manusia, setidaknya akan lebih baik jika aku kembali menikmati kedamaian abadi ini dan menjauhi segala sesuatu yang bisa mengancam nyawa kembali. " gumamnya dengan tawa sebelum memejamkan mata di bawah naungan pohon cemara.


Angin dingin menerpa tubuh dan meninggalkan kesan ngilu pada beberapa bagian luka yang terbuka.


Menyerahkan diri pada kaki yang menapak ke setiap sisi terdalam hutan hingga menemukan gubuk kecil dengan lahan pertanian, membuat beberapa bayangan muncul bagai mimpi dalam mata terbuka membuat dirinya penasaran mengenai pesan macam apa yang ingin di sampaikan kepadanya.


" [ Seharusnya aku tidak datang ke tempat ini. ] " ucapnya dalam hati sembari menutup tatapan kosong dari sosok wanita tanpa busana yang tergeletak lemas di sudut ruangan dengan banyak luka bekas kekerasan.


Mengamati dengan seksama ruangan tempatnya berada sembari memikirkan mengenai kejadian buruk yang menimpanya, sebuah bayangan seperti sebelumnya kembali menampakkan diri dan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat tidak lama setelahnya.


......................


* Gbras * Sebuah hantaman keras dari botol minuman keras membuat kepala dari sosok wanita sebelumnya mengeluarkan banyak darah.


" [ Nh!! Jadi ini yang terjadi kepada mereka!!] " ucapnya dengan amarah yang membara ketika melihat beberapa sosok pria yang tidak lain adalah teman dari pemilik tubuhnya saat ini tengah melakukan hal menyimpang akibat pengaruh minuman keras yang mereka curi dari bar tempat mereka bekerja.


Dengan tubuh kurus kering yang nampak tidak berdaya, pemilik tubuhnya berada nampak berusaha keras melindungi sosok wanita sebelumnya hingga satu perkelahian membuat pemilik tubuh itu kehilangan nyawanya.


Merapal sebuah mantra pemulihan sebagai media uji coba atas kemampuan yang ada dalam dirinya membuahkan sebuah hasil memuaskan ketika tubuh penuh luka itu menampakkan kembali denyut nadinya.


" [ Silahkan masukan nama dari wanita tanpa nama ] " ucapnya yang kembali di kejutkan oleh sistem setelah waktu kembali berhenti.

__ADS_1


Menyebut sebuah nama yang diambil dari gabungan nama panggilan kedua pelayannya dengan lembut sebelum mengkonfirmasi perintah dalam opsi membuat wanita yang ada dihadapannya mulai membuka mata sembari menyebut nama dari tubuh baru atas jiwanya berada.


__ADS_2