Fantasyum

Fantasyum
Bab 17.4


__ADS_3

Kembali duduk penuh rasa kedamaian di atas kursi goyang dari gubuk sederhana yang dibuat membelakangi mansion megah nan indah merupakan keseharian barunya untuk mengistirahatkan diri setelah melatih mereka yang singgah sementara dengan berbagai hal pelatihan memasak maupun uji keterampilan diri dari masing-masing individu agar menemukan satu potensi dasar menjalani kehidupan barunya.


" Nh, Mina. Bukankah sudah saya ucap berulang kali untuk berhenti menyandang kata itu ketika memanggilku. " ucapnya sebelum mengalihkan pandangannya ke arah perempuan muda yang datang menyapa.


Menggunakan pakaian casual sederhana dengan dasar kuning dan coklat pada bagian clemek yang di pakai serupa pedagang jalanan, Mina menepuk mulutnya sendiri sebelum mengucap maaf dan mengatakan apa keperluannya.


" Baiklah, Mina. Terima kasih atas informasinya. Aku akan menemui mereka dengan segera. " balasnya bangkit dari duduk dan membuat Mina menutup malu wajahnya ketika melihat tubuh Rose yang hanya memakai kain sederhana untuk menutup bagian bawah tubuhnya.


Keluar dari dalam gubuk itu dengan seragam abu-abu dengan ukiran perisai serupa pada mark aura milik Vi sebagai seragam wajib untuk satu pertemuan resmi, salam hormat dari mereka yang masih melatih diri di area dapur mansion maupun aula terbuka di dalamnya memberikan sedikit kesenangan dalam hati ketika mereka bisa beradaptasi.


* sdududududumpts * Decitan pintu ruang tamu terdengar jelas dalam ruang sunyi dengan Airin serta Viro yang duduk diam di temani beberapa sajian makanan dan minuman.


" Maaf atas keterlambatannya, Nona Airina, Nona Viola. " Salam hormat dari rose sembari membungukukkan tubuhnya sebelum mengucap maafnya.


Duduk di kursi mewah sebelum memberikan isyarat pada pelayan mansion untuk meninggalkan mereka dalam satu pembicaraan serius, wajah kaku dan tegang dari Airina maupun Rose mulai berubah menjadi tawa seakan mereka menghargai sandiwara diantara mereka.


" Hya~ah. Sepertinya yang kamu lihat saat ini, Airi. Semua sudah mulai membaik setelah beberapa tugas terbagi rata pada Rola, Alruene, Merry dan Sasya. " Balasnya dengan lega setelah Airina menyinggung mereka yang disebutkan sebelumnya terus melekat di setiap sisi Rose dan enggan kehilangan perhatiannya meski beberapa tamu datang mengunjungi kediamannya.

__ADS_1


Terdiam penuh tanya mengenai sikap ramah dari Airina yang dianggap sebagai Ibu kedua baginya nampak berbeda dari sikap tegasnya yang biasa, canda tawa nampak terhenti beberapa saat bersama permintaan dari Rose untuk kembali mengenalkan diri Viro layaknya seorang putri mahkota.


" Hehe, Bola bulu yang sangat mengganggu waktu itu. Ternyata bisa berlaku anggun layaknya putri sesungguhnya. " Tawanya menyindir sikap Viro yang selalu memaksanya untuk menjadi pelatih khususnya.


Terkejut dengan sikap mereka yang nampak lebih dekat dari yang dia kira, sebuah tawa kembali muncul diantara mereka ketika Rose mengatakan hal buruk yang dilakukan Viro sewaktu masih mengganggunya.


" Tapi yah. Aku turut senang bahwa putri kecilku tumbuh menjadi pribadi yang unik meski tidak jarang kecerobohannya membuatku ingin ******* tubuhnya. Hehe. " ucapnya memotong kekesalan yang Viro ucapkan sembari mengusap kepalanya dengan pelan.


" Eh?! Apa? Apa yang dia bilang? Eh?! E!! Ei~!!! " Teriaknya penuh kebingungan dengan beberapa kali melihat sosok Airina yang hanya tersenyum menganggukkan kepala bersama Izera yang tersenyum senang dihadapannya.


" Tidak, tidak,tidak! Aku tidak bisa mengijinkan ibu untuk menikah lagi!!!" Teriak Viro sembari menarik paksa tubuh Airina untuk pergi menjauh dari Izera yang sempat meninggalkan kesan pada hatinya.


" Cukupkan sampai di situ, Airin. Dia tidak akan faham jika kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya dan lagi, bukankah kamu kemari untuk membahas hal itu kembali? " ucapnya dengan lembut setelah duduk menyeruput minuman yang telah tersaji.


Melepaskan tawa terakhir sebelum menarik paksa Viro untuk kembali duduk diantara mereka dengan tenang sampai pembicaraan yang di maksudkan selesai.


" Sama seperti yang Vi katakan sebelumnya, tuan. Sosok yang dikenal dengan Apex nomer 45 berhasil di konfirmasi oleh tim ekspedisi melalui pesan media dalam kristal komunikasi. " Jelas Airina sembari mengaktifkan kristal ungu yang terbalut berbagai kombinasi unik pola sihir dan runera.

__ADS_1


Menampilkan sebuah hologram dari kota yang hancur bersama sosom hitam besar dengan dua kepala nampak berjalan menggunakan dua kami dam tangan besar yang terangkat menampakkan beberapa tonjolan serupa duri, Rose menganggukkan kepala sebagai tanda konfirmasi bahwa sosok itu merupakan sosok Apex yang dimaksudkan.


" Jika benar dalam hitung waktu dan jarak yang di tempuh pasukan ekspedisi beberapa waktu lalu, kemungkinan besar kota ini akan menjadi medan pertempuran selanjutnya. " ucap Airina dengan menunjuk satu kota penyangga bagian selatan dari pusat kota saat ini


Mengucapkan kembali berbagai hal berat yang tidak mampu di ikuti, Viro mengalihkan pandangannya ke sisi lain dari ruang itu dan melihat beberapa anak-anak nampak bermain riang di balik jendela.


" Aku akan datang dan menepati janjiku waktu itu. Dan karena itu juga, meski mungkin akan terlambat nantinya. Aku ingin kalian tetap bertahan hidup apapun situasinya. " balasnya dengan nada puas lagi gembira setelah mendengar kesiapan mereka untuk bertarung sengit melawan Apex nomer 45.


Mengakhiri pembicaraan itu dengan salam kedua telapak tangan, Airina meminta Viro untuk kembali bebas mengucap kata sebelum membisikkan bahwa dalam tubuh pria muda yang ada dihadapannya terdapat jiwa dari tubuh kaku milik ayahnya.


* Sclisinssss, sgrgs, sgrgs, spuiiiiiiingggssssss* Tatapan tajam dari simbol Runera Arcana yang memancarkan cahaya dan membawa alam bawah sadar milik mereka ke dalam altar di atas awan, wujud sejati dari Rose yang digambarkan serupa pangeran ber rambut pirang dengan warna mata yang berbeda membuat tangis air mata mulai membasahi pipi bersama kembalinya kesadaran dalam diri.


" Ghyah. Aku masih tidak menduga, bahwa kemampuan khusus itu masih bisa berfungsi meski tubuhku telah berganti. " ucapnya memuji Airina bersama dengan di usapnya punggung dari Viro yang masih menangis haru dalam pelukannya.


Mengucap sumpah janji sikap kesatria setelah menghabiskan waktu untuk mengakrabkan diri bersama sebelum pergi penuh sukacita, perasaan lega mulai terasa meringankan diri bersama dilepasnya satu keinginan untuk menyebutkan siapa sosoknya pada putri kecilnya.


" Nah, sekarang. Sudah saatnya aku menyiapkan makanan untuk dinikmati bersama-sama. " gumamnya di bawah langit senja bersama kembalinya Alruene, Merry dan Sasya dengan tubuh yang dipenuhi luka dan noda.

__ADS_1


Duduk dalam aula mansion sebelum meminta beberapa pelayan mansion ikut duduk bersama untuk menikmati makan malam sebelum berganti giliran jaga di beberapa cabang restoran yang di miliki, canda tawa penuh suka nampak jelas diantara mereka yang menikmati hidangannya dan menimbulkan kesan baru di setiap acara makan malam itu.


__ADS_2