Fantasyum

Fantasyum
Bab 9.4


__ADS_3

" Hehe, sudah lama sekali ya. Semenja aku memijakkan kakiku kembali ke tempat ini. " gumamnya sembari menepuk sebuah pilar berbentuk sayap dengan keterangan dalam sistem yang menampilkan nama tempat.


" [ Kenapa tuan membawa kami ke atas menara kehidupan para malaikat? Bukankah tadi, dewi itu berkata bahwa menara liga dalam bahaya?] " pikir Airin disaat mengingat kembali tempatnya berada dengan mengabaikan tanaman menjalar yang melahap setiap sisi bangunan


* puings * " Hm?! " gumam Vi terkejut ketika tempatnya berada terasa sangat tinggi setelah sebuah batu kecil yang dijatuhkannya tidak kunjung memantulkan suara benturan


* krtksss * " Hyups, berhati-hatilah Vi. " ucap Airi setelah menarik tubuh Vi tidak lama sebelum sisi lain dari batuan yang mereka tempati mulai runtuh.


* Dbruuumsssh * Suara benturan yang terdengar sangat samar mulai terdengar beberapa saat setelah Rose berbalik mendekati Vi dan Airi.


Mengabaikan sebuah suara dentuman kecil yang mungkin hanya perasaannya saja, Rose mulai duduk sembari mengatakan sebuah keadaan berbahaya yang mungkin akan merenggut nyawanya untuk yang kesekian kalinya


" [ Dari apa yang aku lihat sebelumnya, beberapa boss tingkat tinggi seperti Minathour dari reruntuhan tanduk selatan, Mihrilas Mamoth dari tebing angin barat, Lamia dan Great skeleton dari penjara bumi utara serta sosok mengesalkan Sage Necroma dari reruntuhan kota Bilantra di bumi tengah tengah bergerak menuju menara liga. ] " ucapnya dalam diam setelah melihat batuan hitam yang kembali bercahaya di atas menara yang kembali menunjukkan pilar putih dengan garis emas yang serupa pada masa jayanya.


Bangkit dari duduknya setelah memberikan beberapa kata sebelum menuju area peperangan yang sesungguhnya, Airi maupun Vi sempat menahan tubuhnya dengan tangis air mata sebelum dirinya benar - benar meninggalkan mereka.


* Stratatapasss sdraaaamsaash * Membenci ucapan tuannya yang menyatakan bahwa kematian adalah hal biasa baginya membuat Airin geram dan menghantamkan lengan meca miliknya hingga membuat Rose terdiam tanpa kata


" Tuan!! Aku mohon! Tetaplah hidup bersama kami!! " ucap Vi sembari menahan tubuh tuannya agar tidak mendekati batuan inti diantara dua sayap menara itu.

__ADS_1


" Tuan!! Kami mohon! Tetaplah disini bersama kami!! " Ucap Airin sembari mengikatkan puluhan rantai besi untuk menahan diri agar Rose berhenti melangkahkan kaki.


Dengan sebuah usapan dan ucapan lembut pada keduanya mengenai saudara yang masih beradu nyawa di menara liga, Airi maupun Vi kembali terdiam tanpa kata sebelum membulatkan tekad bahwa mereka siap kehilangan nyawa bersama dengan dirinya jikalau kematian benar-benar merenggut kehidupannya


" Baiklah, baik. Jika kalian memang sudah memutuskannya. [ Namun pada nyatanya, keberadaan kalian akan di tarik oleh sistem dan meninggalkanku dalam pertarungan hebat seperti versi sebelumnya ] " ucapnya sebelum membawa mereka ke atas menara liga.


* stings sting sting stings * benturan pedang yang saling diadukan nampak terdengar di segala sisi tanah hitam yang berlumur darah.


" Huuuhmsss, [ Pertarungan kalih ini mungkin akan menjadi pertarungan terbesar yang pernah ada ] " ucapnya memandang lautan manusia yang saling mengadu kekuatan dengan ribuan pasukan monster dari enam reruntuhan berbeda.


* swuuuuungsss swungsssss swungsssss strasasasasapssss scrisssiiiingssss sdurumssss sdurumssss sdurumssss * berbagai macam pertarungan udara dari mereka yang memiliki berkah sihir, sayap cahaya, maupun perubahan pada tubuh serupa mecha tidak kalah sengit dengan mereka yang mengandalkan kemampuan sihir pencipta serupa alat sihir maupun alkimia.


Melihat perubahan hebat pada tubuh kedua pelayannya setelah cahaya pelangi menyelimuti, Airin berubah menjadi sosok ai dengan tubuh ramping berbalut mecha suit super yang nampak jelas menunjukkan beberapa drone tambahan dengan kemampuan sepesial serta beberapa senjata tambahan serupa kampak merah darah maupun air soft gun dari segala bentuk dan ukuran.


Sementara pada perubahan Vi yang semula nampak lemah gemulai lagi menggemaskan, kini berubah menjadi sosok beast seperti sebelumnya namun dengan taring dan kuku yang lebih besar hingga nampak begitu gara serta mark aura perisai yang berubah menjadi god mark aura berwarna merah serta sebuah ukiran wajah serigala sebagai pusat aura itu.


" [ Spesial item yang sudah aku simpan sejak lama untuk satu sosok paling hebat sebagai partner ku kelak. ] " ucapnya dalam diam sembari melihat dua sosok hebat di hadapannya setelah bayangan masa lalu.


* Swuuuuungsss Graaaaawhs!!! * Raung Vi dengan keras setelah melesat jauh dari atas menara liga dan menerjang sosok lamia raksaksa yang melilit beberapa tubuh golem raksaksa.

__ADS_1


Di waktu yang hampir sama dengan raungan hebat dari Vi yang menyebabkan efek kaku pada monster yang ada, Airin nampak terbang dengan garis cahaya sebelum mempersiapkan puluhan mecha canon yang ada di setiap bagian tubuhnya dan menghujani seluruh barisan monster yang ada di depan mata.


* Gbruuuumsssss gbruuuumsssss gbruuuumsssss * Berbagai ledakan hebat dengan damage area yang begitu luas seakan tidak berdampak untuk mereka yang terus berdatangan dan mengisi kembali barisan


" Apakah dia benar-benar Airina?" ucap Victoria ketika melihat sosok perempuan berselimut mecha suit tengah bertarung sengit dengan great skeleton menggunakan kampak plasma merah membara.


-------------------------------


Berjalan masuk ke dalam ruang rahasia diantara beberapa bangunan dari Liga Nebula Cottega, Rose menjatuhkan seluruh muatan dari tas pinggangnya sebelum memasukan seluruh senjata legenda maupun senjata warisan para dewa sebagai persiapan dalam pertempuran terakhirnya


" Terima kasih atas semua perlindungan yang kamu berikan hingga sekarang " ucapnya pelan setelah melipat set dark repaer yang selalu di kenakannya.


* Gcrapssss Srasaaaaaaaaaaaaaapssss, Greeeewssss, sssssrraaaaghssss * Kombinasi hebat dari Vi maupun Elen dalam mode liar yang serupa membuat tubuh Lamia raksaksa itu tumbang setelah beberapa luka fatal di berikan dari dalam tubuhnya beberapa saat setelah keduanya menyusup masuk melalui luka sayatan besar dari beberapa bagian


* Sraaaaahs * Desis Lamia raksaksa itu setelah dibangkitkan kembali oleh Sega Necroma hingga membuat Vi maupun Elen yang ada dalam tubuhnya terhempas jauh menghantam bangunan liga


" Beraninya kau!!! " Teriak beberapa saudara dengan mecha suit sembari melepaskan seluruh isi dari meriam yang ada dalam tubuh dengan begitu brutalnya hingga menjatuhkan Sega Necroma.


Melihat lawan yang teramat merepotkan jatuh dari udara, membuat mereka yang di panggil sebagai saudara kembali menerjang ribuan monster yang berdatangan dengan semangat yang berkobar.

__ADS_1


" Hehe, yah. Memang, Sega Necroma merupakan sosok penghuni lantai terdalam dari reruntuhan kota Bilantra. Meski terdengar garang lagi menakutkan, maximal levelnya jauh lebih rendah dari semua bos monster yang ada " gumam Rose dengan tawa dalam set pakaian mecha berbalut warna serupa bangunan Liga Nebula Cottega dengan seluruh lambang runera lengkap di bagian sabuk pengikat sembari memegang sebuah senjata berselimut aura di tangan kanannya.


__ADS_2