Fantasyum

Fantasyum
Bab 13.3


__ADS_3

" Dari yang aku dengar dari mereka yang pernah mengerjakan satu misi serupa, hewan jenis ini sangat lah sensitif terhadap suara maupun perubahan energi sihir yang ada di lingkungan mereka berada. Maka dari itu, aku sengaja melemparkan sihir tingkat tinggi, agar mereka tidak bisa mendengar langkahku yang mencari satu posisi terbaik sekaligus memberi jarak aman bagi kalian jika mereka benar-benar menyerang secara brutal. " lanjutnya sepanjang perjalanan sebelum kembali ke pos pemeriksaan untuk masuk ke dalam Kota Grelia.


Mendapati satu fakta baru mengenai pelayan yang tidak masuk dalam satu hitungan harga masuk perorangan membuatnya merasa lega atas satu kehawatiran dari biaya yang mungkin berkali lipat dari harga pembayaran atas dirinya sendiri di waktu sebelumnya.


" Alruene, Fuma, Ody dan Merry adalah nama baru kalian yang berarti nama dan status lama dalam catatan akan di perbaharui secara otomatis setelah 14 hari." ucap Terry sebagai penegasan untuk satu keputusan final yang akan menghapus identitas maupun status sosial dan kehormatan mereka di masa lampau atas satu pembaruan.


Mempersilahkan mereka untuk memutuskan perubahan apa saja yang perlu di ubah ataupun di sesuaikan sebelum masa perubahan berakhir, satu ucapan mengenai permohonan untuk satu dokumen cetak sebagai tanda pengingat terdengar begitu jelas dari Alruene.


" Apakah hanya itu dan tidak ada hal lain setelahnya? " ucapnya sebelum membawa mereka ke tempat tinggal barunya.


Dengan koneksi yang dirinya punya dan simpanan uang yang tersembunyi dalam status player miliknya, dia membeli satu rumah sederhana untuk di tinggali mereka sebelum dirinya siap mempertemukan mereka dengan Rola maupun Vira.


* Skrings * " Ano, permisi. Kami datang kemari untuk melamar pekerjaan sebagai pelayan tambahan atas saran dari seorang petualang. " ucap Fuma pada Vira yang nampak sibuk membersihkan meja pelanggan setelah masuk ke dalam rumah makan itu bersama Ody, Merry, dan Alruene.


Dalam kondisi kebingungan tanpa dua orang dewasa yang dapat diandalkan karena tengah keluar membeli persediaan, Vira mempersilahkan mereka untuk duduk di meja pelanggan sembari menyajikan sedikit kudapan serta minuman yang cukup menyegarkan dengan tetap berusaha bersikap tenang.


" Nh, jadi begitu. Hehe, maaf. Saya tidak pernah mendengar bahwa Ka Ize, telah mengundang beberapa temannya untuk bekerja di sini. " ucap Vira setelah mengambil nafas panjang serta memantabkan tekad untuk menghadapi mereka.

__ADS_1


" Oh, kalian benar-benar datang di hari ini juga? " Ucap Rose dari dinding dapur yang terbuka setelah Vira nampak kehabisan kata untuk menanggapi mereka.


Mengucap beberapa patah kata sebelum mengenalkan mereka pada Vira dan Rola, raut wajah masam nampak terlihat dikala Rose mengenalkan Alruene pada Rola.


" Apakah kamu yakin atas ucapanmu itu! " ucap Rola setelah meminta sedikit ruang pribadi untuk berbicara empat mata dengan Rose.


Mengetahui hal tidak terduga bahwa Alruene dulunya seorang putri pembawa masalah di desa tempat tinggal mereka sebelumnya, Rose berusaha mencari cara untuk membujuk Rola agar Alruene bisa ikut bekerja bersamanya.


" Apakah kamu bercanda? Cobalah ingat kembali semua masalah yang pernah dia bawa! " respon kasar dari Rola sembari menyebutkan bahwa Alruene pernah membuat dirinya [ Izera ] hampir kehilangan nyawa.


Menceritakan kembali beberapa kejadian mengerikan yang menimpa Izera di masa lalu membuat Rose terdiam tanpa kata karena tidak ada satu ingatan dari sosok Alruene dari masa lalunya.


Mengusap air mata Rola dan merapikan kembali penampilannya sebelum kembali menemui mereka, Vira yang sengaja menguping diantara dinding ruangan itu buru-buru pergi ke tempatnya kembali sembari mencoba untuk bersikap tenang seperti sebelumnya.


" Untuk sekarang, kalian bisa mulai membantu Vira menata meja maupun ikut membantuku merapikan beberapa barang di sana. " ucap Rola setelah Rose memberikan pendapatnya mengenai hal baik yang perlu dilakukan di hari pertama menjelang waktu buka.


Sengaja memberi ruang diantara mereka dengan tetap menyerahkan tanggung jawab pengajaran pada Rola, Rose sempat menahan tawa ketika wajah kesal terus nampak di wajah Rola ketika mereka selalu meminta satu saran kepada Rola di saat yang bersamaan dengan Rola yang hendak mengajak bicara dirinya.

__ADS_1


" Baiklah, baik. Kalian sudah cukup mengesankan di hari pertama ini dan membuat Vira maupun Sera nampak kesal dibuatnya. " ucap Rose mengucap sedikit nasehat sebelum menyinggung beberapa hal buruk yang terjadi sepanjang hari pertama mereka bekerja.


Memberi sedikit bingkisan serta hasil kerja pertama yang dipotong atas kerugian yang cukup untuk mengigit jarinya, senyum senang kembali nampak diantara wajah muram mereka setelah Rose mengedipkan mata kananya sebagai tanda bahwa mereka cukup bagus dalam memenuhi peranannya sesuai dengan apa yang direncanakan beberapa waktu sebelumnya.


" Uang! Uang! Uang! A!! Betapa senangnya memiliki sejumlah uang milikku sendiri!! " teriak senang Ody sepanjang perjalanan menuju tempat tinggal mereka.


" Sungguh, saya sendiri tidak menduga bahwa kita benar-benar mendapatkan tambahan uang dari apa yang tuan perintahkan, kau tahu?! " lanjut Fuma pada Merry yang sempat memanjatkan rasa syukurnya terhadap kebaikan yang mulai mendatangi dirinya.


Menyembunyikan tangis bahagia dengan berusaha tetap bersikap tenang dalam senyuman, Alruene mulai merenungi perbuatannya di masa lalu setelah melihat beberapa pelayan nampak tertidur pulas di samping tempat penginapan.


" Akh, maaf. Itu adalah salahku karena tidak memberitahumu terlebih dahulu. " ucap Rose menanggapi ucapan Rola mengenai satu alasan terkait pelayan tambahan yang datang tanpa pemberitahuan.


" Mereka merupakan para pekerja serabutan yang selalu menerima apapun misi yang aku ambil tanpa satu keluhan maupun protes atas pembagian hasil yang aku lakukan, membuatku percaya dan yakin bahwa mereka cukup mampu menjadi pelayan tambahan di rumah makan. Terlebih lagi, aku sudah enggan melihat Vira kehabisan tenaga sebelum keramaian yang ada mulai mereda. " lanjutnya memberikan satu alasan yang dipenuhi kebohongan untuk membuat Rola percaya pada ucapan nya.


Membicarakan hal lain mengenai ucapan Rola yang masih mengganjal dalam hati dengan senjata rahasia yang tidak lain merupakan minuman fermentasi dengan kadar alkohol tinggi, beberapa hal tersembunyi mulai menampakkan diri dan membuat Rose merasa malu dengan sikapnya selama ini.


" [ Terry benar. Aku memang harus membenahi diri kembali. ] " Renungnya dalam kesunyian sembari mengingat ucapan Rola yang begitu menghawatirkan dirinya.

__ADS_1


Memcoba beberapa perubahan wujud kembali sebelum memejamkan mata, sebuah tawa sempat terlihat bersama satu ucapan sederhana.


" Blade of Caron, ya? Untuk melihat bentuknya sekilas, mungkin akan termihat seperti Plasma Sword yang dia gunakan dalam satu pertarungan. Namun setelah di lihat secara seksama, bentuk dari pedang ini jauh berbeda dengan apa yang dia punya. " gumamnya sembari melihat tanduk besar yang menyatu pada lengan kanannya dengan bentuk perisai lonjong serta guratan tepi di setiap sisi menjadi bentuk hati.


__ADS_2