
Menampar keras pipi dari tuannya untuk mengembalikan kesadaran yang dirasa ikut menghilang dalam perpindahan area asing yang diselimuti kegelapan dengan sedikit cahaya dari aksara asing yang terkadang menampakkan diri tidak lama setelah tuannya mengucap sebuah mantra.
" Eh? " ucapnya bingung setelah melihat keadaan sekitarnya yang nampak serupa dengan apa yang selalu dilihatnya dalam kesendirian namun tetap merasa aneh atas bagian lantai teratas Liga Nebula yang masih menampakkan diri bersama Gaia yang cemas terhadapnya.
Memikirkan kemungkinan bahwa sistem dunia telah membuang jauh eksistensi diri dan Gaia, perasaan dalam diri mulai merasa familiar atas munculnya eksistensi asing yang terasa hadir dalam pertempuran terakhirnya.
" Nh, Terima kasih. Elisa. " ucapnya sembari membelai wajah seorang perempuan yang terbentuk dari barisan code dan data yang tersenyum kepadanya di waktu tubuh Gaia kembali ke wujud asalnya dalam keadaan layu sebelum pusaran badai membawa mereka jatuh kembali ke atas Liga Nebula.
Terbangun dari tidurnya dengan perasaan sakit yang teramat sangat di bagian kepala, Rose yang merasa bahwa tiada hal janggal di sekitar area liga maupun tubuh Gaia mulai bangkit dari tempatnya berada sembari menganggap bahwa apa yang terjadi hanyalah mimpi semata.
" [ Jadi Aia pun mengalami mimpi buruk yang sama seperti yang aku alami siang tadi. ] " ucap Rose dalam hati setelah menanyakan apa yang terakhir kali mereka lakukan sampai mereka tertidur cukup lama di atas menara liga.
Menyebutkan perlakuan manja dari tuannya yang menjejakkan jari-jemari ke area dadanya, Rose mulai menutup mulut dari Gaia sembari menyesali bahwa sikap menyimpangnya belum juga menghilang darinya.
" Itu benar tuan! Tuan sendiri yang mengatakan bahwa tuan sangat menyukai buah dada yang besar! dan lagi, tuan juga mengatakan bahwa bagian inti yang tersembunyi diantara kulit yang sensitif itu membuat tuan semakin gemas untuk memainkannya! " Teriaknya dengan sengaja ketika Rose semakin menyesali diri atas apa yang terjadi.
" Tapi, yah. Saya sendiri tidak peduli atas apa yang barusan terjadi karena mulai dari detik ini, saya bisa melihat anda lebih jujur dari sebelumnya. " tambahnya sebelum membandingkan wajah ceria nan lega dari Rose yang kini dengan Rose yang semula nampak masam penuh keseriusan lagi penuh kebohongan yang nampak jelas dari pandangannya.
__ADS_1
Mengangguk setuju atas perubahan dirinya yang tidak terduga membuatnya sempat terkejut sendiri dibuatnya.
" Dan ya. Meski begitupun juga aku sendiri merasa bahwa aku terlalu memaksakan diri untuk menjadi sesuatu yang bukan diriku sendiri. " ucapnya yang kembali mengulang kalimat serupa sebelum membenturkan kepalanya sendiri atas apa yang sebenarnya ingin dirinya sampaikan pada Gaia.
Menggoda Rose dengan buah dada miliknya yang nampak begitu menggoda, ucap penolakan dari tuannya membuatnya kembali tertawa karena jari-jemari kembali menjajakan diri dan membuktikan bahwa tuannya benar-benar penyuka buah dada.
" A!! Tidak, Aia!! Tolong kembalilah seperti dirimu yang biasa!! dan berhentilah menggodaku dengan buah dada!! " ucap Rose yang kembali mencoba menahan hasrat dalam dirinya dengan mengalihkan pandangan ke berbagai sudut ruangan di kala Gaia terus memamerkan komolekan tubuhnya dengan tawa.
Menyesali diri disaat terus mengucap penolakan atas apa yang ditawarkan Gaia yang bersikap seolah bukan dirinya membawa ingatan lalu terhadap Vi yang juga sempat bermain bersama seperti Gaia sebelum kebakaran rumah tempat tinggalnya membuatnya harus hidup dalam jalan kisahnya sendiri untuk menghindarkan diri atas hit poin kisah utama fantasyum ini.
" Aia! Cukup!! " ucapnya dengan tegas setelah menahan tubuh Gaia yang hampir terjatuh akibat licinnya lantai teratas Liga Nebula yang basah akibat hujan deras yang menerpa.
" Hehehe. [ Begitulah tuanku.] " tawa lirih seorang dari dimensi berbeda ketika melihat canda tawa dari Rose dan Gaia yang sempat membuat rasa sesak di dada.
Merasa sudah waktunya untuk menutup kembali celah dimensi yang terbuka, sosok perempuan sebelumnya sempat mencoba mengucap sesuatu pada mereka berdua membuat Rose mengalihkan pandangan tidak lama celah dimensi benar-benar tertutup sepenuhnya.
" Apakah ada yang salah, tuan ? " ucap Gaia ketika melihat tuannya yang tiba-tiba terdiam memandang beberapa foto kusam yang terpajang diantara dinding liga.
__ADS_1
Mengucap keinginan untuk mempersunting Gaia yang direspon dengan ucapan tegas atas ketersediaannya, ucapan yang nampak serupa canda dari tuannya membuat Gaia sempat berfikir keras kembali mengenai kesungguhan hati dari tuannya.
" Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, [ terutama karma buruk yang mungkin langsung terakumulasikan berat pada timbangan keburukan] maka pilihan itu adalah pilihan terbaik untuk kita. Meskipun demikian, [ masih ada keraguan bahwa status pelayan yang ada, tidak akan mempengaruhi karma meski terus melakukan hal hina pada makhluk kelas atas yang di agungkan sebelumnya. ] aku harus meminta ketersediaan untuk menerima mu sebagai bagian dari keluarga baru dari mereka. " lanjutnya menjelaskan mengenai hal buruk yang dirasa akan terjadi jika dirinya menyembunyikan identitas diri dari Gaia seperti saat dirinya memalsukan identitas Sasya sebagai pelayannya.
Menambahkan keinginan untuk mencoba kembali pengukuran kekuatan dalam diri Gaia tepat setelah Gaia mengangguk paham atas kesediaan waktu tunggu pengakuan diri dari mereka, ucap ketersediaan diri darinya membuat Rose tersenyum setelahnya.
" Nh? [Bukankah itu perempuan yang tadi?] " ucap Vira yang terkejut setelah melihat topeng tengkorak yang dikenakan seorang siswa ketika dirinya tengah sibuk membereskan kamar asrama yang ukurannya hampir sama dengan kamarnya dalam mansion.
Mencoba memperhatikan dengan seksama mengenai apa yang dilakukan olehnya di area belakang dari asrama sembari membaca sebuah mantra, perasaan khawatir memaksanya melompat ke arah perempuan itu dari dalam kamarnya seketika melihat beberapa burung yang beterbangan menjauhi area.
" Ya ampun. Apa yang kamu lakukan ? Nona? " ucap Queenela pada Vira yang terjebak di atas bariarel buatannya dan menampakkan wajah yang bisa membuat dirinya tertawa.
Mengingat kembali ucapan ayahnya mengenai sikap ramah pada setiap orang tanpa menghilangkan rasa kecurigaan, Queenela segera menghilangkan bariarel pelindungnya dan menyembuhkan Vira dengan segera.
" Nh, em [ Seharusnya aku menyadari bahwa ada pelindung semacam ini di sini!] " balasnya menyembunyikan rasa malunya terhadap apa yang baru dilakukan olehnya.
Membantu Vira untuk bangkit sebelum membersihkan noda tanah yang menempel pada seluruh bajunya dengan sikap ramah yang diajarkan oleh ayahnya, Vira yang merasa enggan untuk mengatakan alasan bodoh sebelumnya memilih untuk berbohong dan mengatakan bahwasanya dia terjatuh seperti itu disaat dirinya berniat melihat apa yang Queenela lakukan di waktu senja seperti saat ini.
__ADS_1
" Nh, tidak ada alasan untuk mengatakan apa yang sedang aku lakukan saat ini kepadamu. " ucap dengan acuh setelah merasakan adanya kebohongan dari sikap perempuan yang ada dihadapannya sembari memberikan dua belati yang sempat diambilnya.
Terkejut dengan pemberian dari perempuan bertopeng itu, Vira segera mencari dua belati yang mirip dengan belati miliknya sebelum perempuan itu berkata bahwa belati itu sempat jatuh ketika dirinya bangkit dari duduknya.