Fantasyum

Fantasyum
Bab 18


__ADS_3

Dalam area seluas 16x16m² yang terbagi menjadi 2 bagian utama dari tempat tinggalnya saat ini, separuh dari bagian utama itu merupakan area teras dan bangunan mansion dengan taman bunga kecil, air mancur dan beberapa ornamen penghias diri serupa ukiran diri sebagai pilar ke empat maupun beberapa tanaman yang di bentuk sedemikian rupa menjadi bentuk hewan, sementara sisa dari area itu merupakan bagian pinggiran hutan yang di batasi dengan dinding batuan marmer yang dilapisi sihir agar hewan buas maupun hewan sihir tidak mengusik kediaman.


" Dari 53 keluarga yang terdampak eksekusi, 38 dari mereka memilih untuk pergi meninggalkan kota dan sisanya memilih tinggal bersama. " ucapnya di atas bangunan mansion sembari melihat mereka yang di maksudkan nampak bersemangat memulai hari barunya.


Sebuah portal misterius tiba-tiba terbuka bersama seorang wanita berbalut pakaian putih serta garis biru muda yang memenuhi ukiran akar dan lambang runera.


" Maaf, tuanku. Sudah saatnya anda kembali sebelum kehadiran anda membuat beberapa masalah pada dirin anda dalam masa ini ataupun masalah lain yang berkenaan dengan sistem koreksi dunia. " ucap sosok itu sembari mengajak lawan bicaranya untuk kembali ke satu tempatnya berasal.


Mengucap beberapa kata pada sosok serupa dirinya yang nampak berjalan menemani Vira menuju area taman bunga, senyum senang dari wajah yang terbalut luka serta tubuh iblis dengan mode sempurnanya.


" Jika benar seperti itu kebenarannya, maka bisa di simpulkan bahwa mereka yang hadir diantara kediaman sosok yang kamu suka. Merupakan sosok serupa dengan Dewi Amora yang menghilang diantara celah dunia sebagai hukuman atas terlahirnya seorang keturunan antara kita [ Para Dewa] dengan mereka [ Ras Void ] yang berasal dari dimensi yang berbeda. " ucap seorang dewi dengan kedudukan yang lebih tinggi disaat Dewi Vexilis bersembah sujud meminta pengampunan.


Dalam tempat serupa altar para dewa dengan pusaran galaxy di belakang singgasana tiga dewa yang hanya diduduki seorang dewi cantik dihadapannya, sebuah perintah untuk kembali mengawasi eksistensi lain dari dimensi berbeda mulai terucap bersama perintah lain untuk terus menghasut Rose agar Rose bisa melepaskan semua belenggu hasrat atas dunia dan menjadikannya sebagai seorang dewa petaka.

__ADS_1


" Hormat kami, pada dewi. " salam hormat dari Rose dan Airina yang kembali ke atas menara jiwa untuk meminta satu berkah sebelum pertarungan melawan Apex nomer 45 benar-benar dilakukan oleh mereka.


Bersikap baik dalam etika para dewa yang selalu memberikan berkah atas nilai sembah yang setara, Vexilis mengusap kepala dari Rose dan Airina sebelum kembali menghilang bersama pemberian berkah seperti yang mereka minta.


" Berkah dewi; perisai ilahi. [ Mengurangi dampak serangan fisik dan fikis sebesar 45% dari total damage yang diberikan dengan tambahan nilai ketahanan dan stamina yang bergantung pada sisa Hp dan Mp. ] " gumamnya membaca status dari sistem yang menampakkan diri.


Menggandeng tangan Airina dengan erat selagi memintanya pergi ke satu tempat sebelum kembali ke tempat asal mereka berada, Airina sempat menahan air matanya ketika Rose mengucap bahwa Altaira bisa kembali di bangkitkan.


" Dengan nilai tukar poin sebesar 2.041.647 yang di dapat dari 69 tubuh prajurit demi human ataupun manusia bodoh serta beberapa dari para mentri yang di potong menjadi beberapa bagian pada waktu eksekusi, cukup memberikan opsi lebih pada ketersediaan item tingkat tinggi. " gumamnya dihadapan pengembara malam yang kembali menunjukkan diri setelah Rose melakukan opsi pemanggilan di tempat serupa seperti saat dirinya menawarkan beberapa tubuh bandit yang menyerang diri di tubuh sebelumnya.


" Serah-kan. Cin-cin. For-tuna. Ruby. Pan-dorsa. " ucap pengembara malam itu sembari menunjuk cincin yang di pakai Airina sebagai nilai tukar atas item yang ada dalam kepalan tangannya.


Menggelengkan kepala pada Airina yang berniat memberikan cincin itu demi mendapatkan kembali cara menghidupkan putranya, rasa pahit dalam dada harus dirasakan oleh Rose yang menyerahkan cincin tanda pengikat janji sucinya itu pada satu random item tingkat misteri yang diberikan oleh pengembara malam sebelum menghilang.

__ADS_1


" Kubus investasi? [ Sebuah item tingkat tinggi setara opsi item shop pada fungsi dalam layar informasi saat ini. ] " gumamnya penuh tanya sembari mencari guna dari apa yang ada di genggaman tangannya.


Menekan sebuah tombol tersembunyi dalam kubus hitam dan membuat kubus itu berubah warna menjadi putih dengan warna kemerahan diantara kubus-kubus kecil yang mulai terpisah dari inti utama, nilai poin dari pengembara malam yang tersisa mulai di akumulasikan menjadi 4x nilai asli sebelum opsi serupa penawaran item sepesial kembali menampakkan diri tanpa harus bertemu pengembara malam melalui ritual pemanggilan.


" Baiklah, aku tidak akan melewatkan kesempatan luar biasa semacam ini. " gumamnya dengan senyuman sebelum memilih beberapa item tingkat tinggi yang jauh berbeda dari tingkatan item pada opsi sebelumnya.


Menguburkan satu bagian tubuh dari Altaira yang kembali di satukan menjadi tubuh utuh di tanah tempat mereka berada, Rose memegang erat kedua tangan dari Airina tidak lama setelah memberikannya sebuah buku kebangkitan untuk membangkitkan Altaira sesuai janjinya.


* Gsriiiiiiingggss!!! sclupts! Gbraaammmsssh!!! * Tidak lama setelah buku kebangkitan menghilang bersama cahaya terang yang masuk ke dalam gundukan tanah yang mengubur jasad dari Altaira, ledakan hebat dari energi sihir yang mengguncang area mulai mereda bersama sosok wanita berbalut pakaian mecha yang secara sekilas menampakkan bayangan Altaira.


" Ibu!!!! Sungguh maafkan aku!!! " Teriak tangis sosok itu sembari memeluk tubuh Airina yang kebingungan atas apa yang ada dihadapannya.


Mengambil satu kesimpulan bahwa tubuh Altaira yang kembali hidup meski dalam wujud wanita akibat karma buruk yang dilakukan olehnya mulai terucap dari mulut Rose meski dirinya enggan mengakui bahwa bayangan mengenai kemolekan tubuh Altaira yang menjadi seorang wanita sempat terlintas sebelum Altaira benar-benar bangkit dari kematiannya.

__ADS_1


" He, em. Tidak apa, tuan. Meski dirinya berubah menjadi seperti ini. Saya tetap merasa bahagia, karena Altaira bisa kembali di bangkitkan dari kematiannya. " balas Airina dengan tangis air mata yang mulai mereda.


Menjelaskan beberapa hal mengenai karma sebelumnya melanjutkan penjelasan lain mengenai sosok jiwa dari Rose yang terjebak dalam tubuh Izera seperti yang dijelaskan pada Viro sebelumnya, sebuah canda tawa mulai melarutkan kebersamaan mereka setelah Altaira menyimpulkan bahwa apa yang terjadi pada dirinya merupakan hal yang hampir sama dengan apa yang terjadi pada ayahnya meski dalam prinsip dasar maupun aturan dunia yang jelas berbeda.


__ADS_2