Fantasyum

Fantasyum
Bab 9


__ADS_3

" Jika saja dia tidak menyebutkan hal asing itu, aku tidak akan membuang waktuku untuk hal semacam ini. " gumam Fei sembari membaca buku mengenai rune setelah mengingat sejenak ucapan Rose mengenai Vi yang kehilangan aksara rune ke 6.


Mengamati setiap isi buku dari satu halaman ke halaman lain hingga buku itu mencapai bagian akhir, Fei meremas gemas buku bacaan itu karena apa yang ingin dirinya ketahui tidak ada dalam buku itu maupun beberapa buku serupa yang berkaitan dengan rune maupun sihir kuno.


" Ibu~, maaf jika aku menganggu waktu istirahatmu. " ucap Fei menyapa Regina yang bersiap membaringkan tubuh lelahnya.


Menyisihkan sedikit waktu untuk memperbaiki hubungan diantara keduanya, Regina begitu terkejut ketika putri kecilnya yang enggan mengetahui hal-hal mengenai sihir maupun artefak kuno mulai menanyakan apa itu rune ke 6.


" Maafkan ibu, sayang. Untuk apa yang kamu tanyakan itupun, ibu tidak terlalu memahaminya karena itu berbeda dengan penguasaan yang ibu punya. " Balas Regina sebelum menjelaskan bahwa rune bukanlah sesuatu yang dapat dijelaskan begitu saja dalam tenpo singkat sekejap mata.


Berjalan menuju ruang penyimpanan arsip kuno dengan tujuan untuk mendapat satu petunjuk mengenai rune dari masa lalu, Regina ingat betul bahwa sebuah instrumen sihir atau rune sempat disinggung dalam kisah panjang yang selalu ibunya ceritakan dikala senggang.


" Seharusnya dalam satu arsip ini, kita bisa menemukan apa yang kamu cari. " ucapnya sembari menarik sebuah peti kecil yang nampak lapuk dimakan usia.


" [ Dalam satu penjelajahan panjang untuk memperoleh kejayaan, aku mengingat seorang petualang yang mengajarkanku mengenai apa itu instrumen dasar dari sihir yang di sebut aksara cahaya atau runera. ] " ucap mereka dalam hati sembari membaca satu memo dalam kertas parkmen yang nampak kusam.


" [ Runera terbagi menjadi beberapa instrumen yang di sebut dengan Ulfa, Nefla, Arca, Mecha, Regen, Nebula, Kacaca, dan Iveral. Runera Ulfa berisikan instrumen sihir pengendalian elemen dasar seperti api, tanah, air maupun udara. ] " Lanjut mereka sembari memahami setiap kata rumit untuk satu kegunaan berbeda.


Mencapai kalimat akhir dari penjelasan Runera Nebula, keduanya di buat kagum karena dalam penjelasan itu menyebutkan bahwa Runera nebula merupakan instrumen sihir cahaya yang mempu menciptakan sesuatu dengan mengabaikan hukum dunia seperti perubahan wujud dari seorang manusia menjadi wujud hewan ataupun sebaliknya.

__ADS_1


" Runera Nebula sendiri merupakan instrumen sihir yang amat langka karena instrumen ini terlahir bagaikan tanda berkat. " ucap Fei dengan wajah yang memucat setelah menyadari bahwa beberapa Runera tidak tercipta oleh goresan tinta maupun tempaan sihir semata.


Mengambil satu kesimpulan pasti mengenai rune ke 6 atau yang di kenal dengan Instrumen sihir Runera Nebula, Regina mengatakan bahwa rune ke 6 ini merupakan rune berkat dari para dewa pada sesuatu yang dikehendaki oleh mereka.


" Baik pemberian untuk mereka yang hidup [ Manusia, iblis, demi, tumbuhan, hewan ataupun sesuatu yang hidup lainnya. ] ataupun sesuatu yang serupa benda [ Baik benda tempaan ataupun setiap benda di penjuru alam semesta ] " tambahnya menjelaskan.


Terdiam tanpa kata sembari mencoba menerima keyataan yang ada, renungan atas kesalahan yang dirinya buat kala itu membuatnya amat terpukul.


" Runera Nebula tidak akan kembali kembali terukir dalam wadah yang sama setelah wadah itu menguras habis energi sihir yang dirinya punya. " gumamnya sembari mencoba untuk memahami maksud kata terakhir dalam penjelasan mengenai Runera.


Tidak puas dengan apa yang dirinya ketahui mengenai penjelasan yang ada, Fei menggunakan kekuatannya untuk kembali ke ruang arsip kuno dan mencari siapa sosok yang menjelaskan mengenai runera pada neneknya.


Berjalan dengan perlahan sembari mengawasi sekitar agar tidak diketahui ibunya maupun pelayan yang sangat di benci olehnya, Fei membuka sebuah peta besar yang menggambarkan daratan bumi timur yang serupa paha ayam sembari mencari keberadaan tempat yang dimaksud sebagai Valcara Ategia.


" He, em. Seperti yang anda katakan tuan. Kemungkinan besar kota para penempa telah hilang di telan masa seperti beberapa kota lain yang seharusnya ada di dekat Valcara Vulca. " ucap Airi mendukung pendapat tuannya mengenai satu kota tempat rekan npcnya berada yang kini hanya berupa reruntuhan kota kuno.


* nikuh * Vi yang berada dalam bentuk serigalanya kembali bersin untuk ke tiga kalinya ketika mereka menjelajahi beberapa bangunan utuh yang tersisa.


" Apa yang kamu cari sampai selarut ini, Putri Fei? " ucap Hilda dari balik bayangan satu buku dengan nada geram seperti biasanya.

__ADS_1


Bertemu satu sosok yang sangat mengesalkan baginya, Fei menutup kembali kertas kecil dari arsip ruang kuno yang di curinya sembari bersikap seperti biasanya.


" A--aku hanya~ [m, apa yang harus aku katakan untuk membuatnya percaya! ] " Balasnya sembari melihat sekeliling ruangan itu untuk mencari satu alasan kepada Hilda.


" Hm~ ? " gumam Hilda dengan curiga setelah mendengar ucapan dari Fei yang berniat mencari hal yang berkaitan dengan runera berbentuk sosok kupu-kupu yang hinggap pada sebuah ilalang.


Melihat sesuatu yang nampak familiar baginya, Hilda mulai mendekati Fei dan menorehkan sebuah symbol yang hampir sama namun dengan torehan yang lebih jelas hingga menampakkan sebuah simbol sigma yang menyatu pada tongkat gembala dengan beberapa segitiga kecil sebagai penjelas bahwa segitiga itu adalah cahaya dari tongkat gembala.


" Wah! Sungguh sama persis seperti miliknya *hups* " ucap Fei dengan kekaguman sampai dirinya sadar bahwa janji dalam sikap kesatria hampir dirinya langgar.


Mendengar ucapan mengenai sosok " Dia " yang Fei katakan membuat Hilda nampak penasaran.


" [ Terlebih lagi~, lambang serupa dengan instrumen sihir perubahan itu. Aku rasa ada sesuatu yang terjadi dikala mereka mengunjungi tempat yang disebut " Liga" itu. ] " pikirnya dengan yakin setelah keraguan atas sesuatu yang mengganjalnya hilang begitu saja ketika mengingat perjalanan Fei sebelumnya.


" Jadi, Hilda, jadi. Bagaimana kamu bisa tahu mengenai bentuk ini? dan lagi, kamu juga sempat mengatakan bahwa bentuk ini adalah bentuk kelahira. Jadi, Hilda, jadi. Bisakah kamu mengatakan kepadaku mengenai semua hal yang berhubungan dengan bentuk ini. " ucap Fei membrondong pertanyaan pada Hilda sampai-sampai kekuatannya hampir digunakan ketika Hilda hanya terdiam dalam satu lamunan


* jbrets * " Erghms. " geram Regina setelah membanting keras pintu ruangan tempat Fei berada dengan tatapan tajam serta cambuk hitam yang di genggam.


Mengingat kembali janji yang pernah diucap olehnya sebagai syarat untuk bisa satu kelas dengan Rose, Fei buru-buru menyembunyikan kedua tangannya sembari terus berkata bahwa hal itu bukanlah hal yang disengaja.

__ADS_1


" Tidak ibu!! Aku mohon! apapun selain itu!! " Teriak Fei sembari memohon ketika Regina memainkan cambuk hitam itu.


__ADS_2