Fantasyum

Fantasyum
Bab 17


__ADS_3

Pasrah dengan satu kematian pasti yang akan menimpa dirinya disaat satu serangan area tengah di persiapkan melalui beberapa drone yang mengisi daya serangannya, sebuah lengan yang mencengkram erat leher darinya mulai di tinggikan agar serangan serupa yang terjadi pada Altaira tidak terjadi kepadanya


" Berhati-hatilah disaat sosok itu mulai tersenyum, Airin. " pesan dari Vi sebelum dirinya pergi menghadapi Izera tiba-tiba terlintas di saat tubuh yang dirinya cengkram itu mengangkat kedua tangannya bersama senyum kecil di wajahnya.


" Apapun yang akan kamu lakukan, kamu akan mati dalam satu serangan ataupun terjatuh dari ketinggian. " bisiknya lirih setelah mendekatkan tubuh Izera dan mengganti bagian yang di cengkram olehnya.


* Swumpts!! Swuuuuuunnnggssss!!!!! Scliiimmmmpppttss!! Sbruuuuuuuuuuummmmshms!! * Membanting keras tubuh Izera ke lautan awan di bawahnya sebelum menembakkan seluruh senjata partikel cahaya serta beberapa alteri penghancur tidak lama setelahnya, senyum puas nampak di wajah Airina yang kembali turun di atas menara jiwa sebelumnya.


" Sekarang, sudah saatnya aku kembali dan melakukan introgasi mendalam kepada mereka yang memiliki kedekatan dengannya. " gumamnya sembari bersiap diri melakukan teleportasi setelah melepaskan mecha suit mode evolusi.


* Swungspts! Spyarssss! * Menerima sinyal bahaya yang mendekati dirinya berhasil meminimalkan luka serangan yang datang tiba-tiba dan menghancurkan sisi lain dari bagian atas menara.


Menatap tajam sosok iblis nampak terbang dari tempatnya mendaratkan serangan pada Izera membuatnya yakin bahwa iblis itu merupakan wujud sebenarnya dari sosok Izera.


" Bukankah itu runera ke tiga?? " ucapnya tidak percaya setelah mengaktifkan kemampuan analisis yang dirinya punya untuk menganalisa kemampuan dari Izera dalam bentuk iblisnya.


Mengaktifkan kembali full armor yang dimiliki dari mode evolusi untuk menghadapi Izera yang nampak serius ingin menghadapi dirinya, Airina mencium cincin kecil berbentuk tempurung kura-kura berwarna biru menyala sebelum mengambil dua pedang yang tersembunyi di balik sayap sihirnya.


" [Selain dari Vi, sekarang aku harus menguji seberapa jauh kemampuan Airin dalam mode ini untuk memastikan bahwa kemampuannya tidak jauh berbeda dari kekuatannya sebelumnya. ] " pikirnya sesaat setelah mengingat satu pukulan dasyat yang sengaja di alihkan pada dinding Valhalla area, agar Vi tidak kehilangan nyawa akibat kekuatan dasar yang ikut ditingkatkan oleh pasif Valhalla area.

__ADS_1


Mengeluarkan set zirah sihir hasil uji coba bersama pesawat sihir dan senjata G3N-05 serta Dimension Breaks membuat Airina menyadari bahwa sosok yang dia lawan merupakan ras Void serupa dengan ras dari tuannya.


" [ Maaf, Vi. Sepertinya, aku akan kehilangan nyawa di tempat ini. ] " ucapnya dalam keputusasaan sebelum meyakinkan diri untuk bertarung sengit melawan ras void.


Merasakan kegelisahan dalam ruang utama dari kastel besar yang ditempati, kenangan indah dari Airina bersama tuannya tiba-tiba terlintas dalam ingatannya hingga cahaya dari simbol runera terlihat bercahaya yang menandakan bahwa Airina telah melepaskan kekuatan penuhnya.


* Gbrags * Tubuh rusak dari Airina terjatuh dengan keras di hadapan inti utama dari menara jiwa dengan hanya menyisakan bagian atas tubuhnya bersama beberapa listrik statis yang muncul akibat terpotongnya bagian tangan dan kakinya.


" Re-build armor Air-1n D-cup. " bisiknya lirih di telinga Airina yang berniat meledakkan diri ketika Rose mencengkram erat lehernya dan menempatkannya pada situasi yang sama seperti dirinya yang hendak di bunuh oleh Airina.


* Spungpungpungpungs!! * Beberapa kubus misterius jatuh dari langit sore kala itu sebelum memecahkan diri menjadi bentuk tubuh yang telah hancur sebelum menyatukan diri bersama pelukan hangat yang Rose beri.


Menahan satu kecupan bibir dari Airina yang hendak melepaskan hasrat kerinduan pada tubuh Ezra dengan alasan bahwa perasaan dirinya seolah menolak bahwa perempuan yang telah dinikahi tengah bercumbu dengan seorang asing membuat Airina tertawa sesaat sebelum mempererat pelukannya sebelum-nya.


" Jadi begitu alasannya. Saya bisa mengerti mengenai beberapa hal yang anda khawatirkan itu dan sayapun tidak yakin bahwa saya bisa menerima kenyataan semacam itu jikalau anda tiba-tiba datang dan mengaku sebagai perwujudan lain dari anda namun dalam tubuh yang berbeda. " balasnya dengan akhiran tawa sembari duduk di pinggiran atap menara bersama.


Mengatakan seluruh hal yang mewarnai kehidupan baru dalam tubuh itu sempat membuat iri Airina yang selama sisa hidupnya hanya terkurung dalam satu ruangan yang di penuhi gunungan kertas dari masalah dalam negri seperti Vi.


" Tapi ya, tuan. Saya turut bahagia dengan kehidupan baru anda dan saya harap, anda bisa mengatakan satu kebenaran itu pada mereka yang mengharapkan kembalinya anda. " tambahnya menyandarkan kepala di saat malam tiba.

__ADS_1


Kembali mengungkit kebersamaan mereka seraya bernostalgia, canda tawa melarutkan diri mereka hingga mentari kembali menunjukkan dirinya.


* sclupts* " Sampai jumpa kembali, Tuan Rose. " bisiknya lirih di menara jiwa stelah mengecup bibir tuannya dan memindahkan kembali posisi mereka ke teras depan dari kediaman miliknya.


Meminta maaf atas perlakuan kasar para prajurit yang menahan Vira, Rola maupun tiga gadis sebelumnya, Airina mulai berjalan pergi meninggalkan tubuh Izera yang masih tertidur pulas berbalut noda darah.


...----------------...


" Apa yang kalian bicarakan!! " Teriak Rose dengan penuh amarah disaat mengetahui mereka yang selama ini ingin dilindungi justru dilecehkan oleg beberapa prajurit selama dirinya menghabiskan waktu bersama Airina.


Memeluk tubuh mereka dengan segera sembari menahan amukan besar dalam diri bersama simbol Runera Arcana yang menyala di mata kanannya, tangis air mata darah mulai keluar sebelum berjanji untuk membalas dendam dengan memusnahkan seluruh prajurit tanpa belas kasihan.


" Maaf, Airin. Mungkin aku akan kembali mengingkari janjiku kembali. " gumamnya dalam malam sunyi setelah beberapa hari melihat mereka yang ada disekitarnya hanya terduduk diam penuh depresi.


Memasangkan senjata alteri pemusnah di tangan kanannya sembari menunggu waktu dimana Airina akan kembali mengunjungi seperti yang terucap dalam janji, Rose menembak mati seluruh prajurit penjaga yang ikut berkunjung bersama Airina setelah meminta Rola dan lainnya untuk tinggal di rumah singgah dengan penjagaan dari Leoned atas misi khusus yang diajukannya.


" Apa!!! Apa yang merasuki tubuhmu!!! " Teriak Airina dengan ketakutan setelah melihat kembali G3N-05 tengah diacungkan pada kepalanya.


Menghancurkan kembali bagian tubuh yang telah di perbaharui dengan satu injakkan kaki yang mengguncang bumi, Rose mengungkapkan ucapan penuh kebenciannya terhadap kelakuan para keparat yang bersembunyi diantara topeng besi pelindung negri.

__ADS_1


" Seperti yang kamu ingat mengenai diriku yang dulu, Airi. Aku tidak akan segan merenggut nyawa seorang yang berani memberikan luka pada anggota keluargaku. " Bisiknya kembali dengan mencengkram erat leher Airina sebelum memintanya mengusut tuntas semua keparat yang bersembunyi dalam kota.


__ADS_2