Fantasyum

Fantasyum
Bab 4.5


__ADS_3

Dalam pagi yang diawali dengan tragedi, Rose masih mencoba untuk memenangkan Vi yang masih saja memeluknya dengan erat sembari berkata bahwa dirinya enggan untuk menjauh darinya


Berbeda dengan Vi yang masih saja menangisi Rose atas kejadian membingungkan itu, Lilis nampak terdiam tanpa kata untuk sejenak sebelum melakukan sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan saat itu.


" Vi~ tenangkanlah dirimu. Seperti yang kamu lihat saat ini, aku sudah merasa lebih baik dari sebelumnya. Jadi tenangkanlah dirimu, ya... " Ucap Rose untuk yang terakhir kalinya mencoba menenangkan Vi sembari mengusap lembut kepalanya sebelum memandang secara dekat wajah Vi dan membuatnya larut dalam kenikmatan dari bibir yang saling disatukan


Merasa bahwa sudah saatnya untuk membantu keduanya, Lilis mulai menyelimuti tubuh dari Vi yang tanpa busana itu sembari memintanya Rose untuk kembali ke wujud asalnya


" [ Meskipun ini nampak hal yang baru untukku. Aku tidak pernah membayangkan bagaimana cara Vi untuk terus mempertahankan kesetiaannya disaat Rose berubah ke wujud iblis seperti itu dan terus memberikan banyak luka fatal seperti tadi] " pikir Lilis sembari membantu Vi untuk merapikan diri sembari mengingat beberapa sayap hitam yang menyerupai lengan itu memberikan serangan yang cukup mengerikan


" Tidak, Lili. Sama halnya dengan apa yang kamu katakan sebelumnya. Hal semacam ini pun merupakan hal pertama bagiku, sama seperti dirimu. " balas Vi sembari memeriksa bagian dari tubuhnya yang sebelumnya nampak mengeluarkan banyak darah di bagian pinggang, perut dan dada.


" Sedangkan mengenai bagaimana caraku melakukan hal itu, aku hanya mengikuti apa yang pernah seorang pesankan kepadaku. Jikalau tuan berubah bentuk menjadi sesuatu yang mengerikan seperti yang kamu lihat tadi. " lanjutnya sembari mengenakan beberapa pakaian yang diberikan oleh Lilis untuk menggantikan pakaian buatan Rose yang rusak sebelumnya.


Merasakan bahwa ada banyak hal misterius yang ada diantara keduanya, Lilis hanya bisa menarik nafas panjangnya sembari berharap bahwa semua akan baik-baik saja.


* Sbragh * " Vi~ Lilis~ aku benar-benar sangat menyesal atas apa yang telah terjadi " ucap Rose sembari memeluk keduanya dengan perasaan bersalah setelah sebelumnya melihat banyak bercak darah yang menandakan bahwa dirinya sempat mengaktifkan ultimate dan menyerang keduanya.


Dengan sebuah tarikan nafas panjang yang disertai dengan beberapa balasan sederhana, Lilis dan Vi mengucapkan bahwa Rose tidak perlu menghawatirkan keduanya karena bagaimanapun juga hal mengerikan itu bukanlah hal yang bisa dikendalikan oleh Rose sendiri.


" Baiklah, jika memang seperti itu kebenarannya. Sekali lagi aku meminta maaf kepada kalian, ya... " lanjutnya sembari mempererat pelukan diantara keduanya sebelum mulai melahap makanan pagi yang dirinya buat sendiri

__ADS_1


" Hm~ ini adalah makanan terlezat yang pernah aku makan selama ini!! " teriak semang dari Lilis sembari melahap makanan yang ada di hadapannya dengan lahap


Melihat bahwa Lilis nampak menyukai masakan buatannya, Rose kembali memberikan bagian dari miliknya sebagai tanda permintaan maaf sekaligus tanda terimakasih nya kepada Lilis atas pujian terhadap makanannya.


" Hehe... pelan-pelan saja Lili. Masih ada banyak makan lagi untukmu di sini... " ucap Vi sembari ikut menawarkan bagiannya disaat Lilis nampak menyukai makanan itu.


Larut dalam tawa bahagia diantara ketiganya, Lilis merasa sangat malu atas apa yang dirinya lakukan sebelumnya.


" Oh iya, Vi~. Kamu nampak sangat cantik dengan pakaian barumu itu... " lanjut Rose sembari memuji pakai yang Vi kenakan walupun nampak sangat jelas bahwa beberapa bagian dari pakaian itu nampak terlalu ketat


Dengan tawa senang yang di barengi pujian kepada Lilis, kehangatan yang terjadi pada saat itu membuat Rose berharap bahwa hal itu dapat menghapus tragedi sebelumnya.


* sdraps sdraps sdraps * Langkah cepat dari Vi yang kembali merubah wujudnya menjadi sosok srigala dengan god mark di setiap sisi tubuhnya, menimbulkan suara gemuruh layaknya badai disaat dirinya berlari menuju gerbang sekolah yang hampir tertutup dengan sempurna itu


* sdraaaaaaapssssss * " Wou~uu.... " Lolong Vi yang nampak senang setelah berhasil masuk kedalam area sekolah itu beberapa saat sebelum gerbang tertutup


" Ka Sera~!! " Teriak Fei sembari berlari menuju Rose yang nampak membicarakan sesuatu dengan Vi yang masih berada dalam bentuk serigala besar itu


* Grrrrrrr * Geram kesal Vi disaat Fei nampak memeluk Rose dengan erat sembari bersikap akrab dengan dirinya.


" Hehe... tenanglah Vi. Fei tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepadamu... " ucap Rose sembari mengusap hidup dari Vi sebelum meminta Fei untuk melepaskan pelukannya

__ADS_1


" Hihi... Selamat pagi Vi!! " Salam Fei kembali sembari mencoba memeluk tubuh Vi yang kembali berubah menjadi anak serigala.


* Grawksss * Merasa tidak nyaman dengan keberadaan dari Fei, Vi kembali bersikap kasar dan berusaha menahan diri untuk tidak menggigit Fei.


" Oush... Fei~ Tolong ingatlah ucapan yang aku katakan di malam itu dan menjauh dari Vi untuk sementara waktu. " Nasehat Rose setelah menghalangi gigitan tajam dari Vi yang hendak menerkam telapak tangan dari Fei.


Melihat bahwa tuannya dengan sengaja melindungi tubuh dari Fei yang sangat dirinya benci, membuat Vi sangat marah dan hendak melakukan sesuatu yang lebih buruk dari sebelumnya


" Dan untuk Vi~ Tolong bersikap lebih ramah lah sedikit... " lanjut Rose sembari membalut lengannya yang terluka itu dengan sebuah kain yang diambil dari tas punggungnya.


Merasa bersalah atas apa yang dirinya lakukan, Fei mencoba membantu Rose dan memberikannya sedikit mantra penyembuhan.


Dengan melihat kondisi sekitar yang membuatnya kembali menjadi pusat perhatian, Rose dengan hati-hati menolak pertolongan itu dan setelahnya dia menggendong kembali tubuh dari Vi sebelum pergi meninggalkan Fei yang nampak merasa bersalah.


Melihat keramaian yang ada mulai terurai, Regina yang sedari awal memperhatikan tingkah dari putrinya sempat menahan tawanya sembari berkata bahwa Rose mungkin akan mengubah Fei menjadi sosok yang lebih baik daripada saat dirinya mendidik Fei sendiri.


Lambat laut, Rose yang sengaja bersembunyi di sebuah ruangan di dekat area taman dari sekolah itu mulai menunjukkan dirinya kembali.


Sembari mencoba bersikap normal dan tidak menjadi pusat perhatian, Rose mulai mencari papan informasi yang dapat menuntunnya ke dalam kelas seperti apa yang akan dirinya masuki.


" Kelas Petarung A, B dan C.... Kelas Sihir A, B dan C.... " gumamnya dalam kesendirian dikala dia tidak kunjung menemukan namanya diantara papan informasi yang terpajang jelas nama dari setiap siswa dan kelas khusus yang tersedia.

__ADS_1


" Hm~ yah... Mungkin hal ini adalah hal yang baik jikalau aku ingin menghindari pertemuanku dengan Fei kembali. " tambahnya sembari melangkah pergi dari papan informasi yang tersedia setelah menyerah atas ketiadaan dari namanya dalam setiap kertas yang ada.


__ADS_2