Fantasyum

Fantasyum
Bab 17.3


__ADS_3

Mengikuti upacara pelantikan diri dengan berbagai perasaan dalam hati, Rose hanya bisa diam sembari memaksakan senyum palsunya tidak lama setelah gunungan kertas dari aturan yang perlu di revisi mulai datang silih berganti.


" [ M~, apa yang bisa aku lakukan mengenai ini? ] " gumamnya dengan ekspresi wajah datar sembari melihat satu dari sekian banyak aturan yang nampak mustahil untuk di selesaikan dalam hitungan jam.


Membaringkan tubuh dengan lemas di atas tumpukan kertas, ingatan kecil mengenai tawaran sekolah di masa lalu membuatnya ingin mengeluarkan tawa.


" [ Selama aku bisa membaca dan memahami apa yang ada di depan mata, aku tidak perlu mengenyam pendidikan seraya membebankan tanggungan kepada mereka. ] " pikirnya di saat masa muda dan enggan memasuki satu jenjang pendidikan paling mendasar.


Menyesali pemikiran bodohnya yang berakibat pada masa dewasa yang menjadikannya korban dari tipu daya mereka yang lebih pintar darinya, membawa satu trauma mendalam sebelum terjerumus dalam ruang kesendirian dari satu iklan media masa yang menyebutkan bahwa beberapa jenis game dapat menghasilkan beberapa keping koin electronic yang bergantung pada pihak pengembangnya.


" Dan semua yang aku lalui saat ini hanyalah buah dari informasi semenjak beta version sampai batas versi 9.53.1 [ atau lebih tepatnya capter ke 90 dari garis kisah utama sebelum aku hidup sebatang kara dan kembali setelah terbaring lemah dengan tubuh yang di tompang besi dan baja.] " Renungnya dengan melihat tubuhnya saat ini sembari membayangkan tubuh menyedihkan dari dunia asalnya.


Menumpuk semua kertas yang ada sebelum membakar habis semuanya tanpa sisa, Rose menuliskan kata dalam opsi chat layaknya memo sebagai dasar dari aturan baru mengenai sistem keamanan kota.

__ADS_1


" Mengambil dasar dari apa yang tercantum dalam blurb game ini, aku harap aturan baru ini bisa sedikit memperbaiki keadaan kota. " ucapnya sebelum memejamkan mata dengan beberapa poin penting yang selesai di tulis dalam urutan dasar hukum pertama sampai point akhir yang serupa dalam buku catatan dari tubuh sebelumnya.


Membuka kamar kakaknya dengan niatan untuk meringankan tugas setelah mengurung diri dalam waktu yang lama, Vira merasa sangat terkejut atas tumpukan kertas yang menghilang tanpa jejak dan menemukan satu kertas kecil berisikan aturan baru untuk keamanan Kota Regain.


" Mengakui kebebasan individu mengenai keyakinan yang di percaya serta menghormati pilihan yang ditetapkan itu tanpa menimbulkan sara, adalah poin pertama untuk mengakhiri semua gesekan dari mereka yang selalu mempermasalahkan satu keyakinan yang di anggap benar. [ Meski aku sendiri merasa bahwa ada eksistensi lain yang melebihi sosok dewa yang mengatur dunia ] " ucapnya membacakan poin pertama dari aturan baru keamanan kota.


Melanjutkan beberapa poin lain sampai poin akhir yang menyatakan untuk penetral perbedaan kasta maupun status antara human, demi human maupun iblis pada pandangan hukum dalam kota, sampai pada poin yang membahas mengenai masalah yang harus di selesaikan dalam dialog bersama untuk mencapai satu tindakan baik atas kesepakatan bersama, sorak senang dari mereka yang berkumpul dalam alun-alun kota membuatnya senang terhadap respon luar biasa yang tidak terprediksi olehnya.


Melempar canda dalam kebersamaan dengan tiga pilar utama maupun para bangsawan baru yang di lantik berdasar penilaian kelayakan dari Vi, Nevira dan dirinya, senyum senang terhadap suasana perjamuan mulai berubah menjadi tatapan tajam penuh keseriusan.


" Mengenai apa yang akan terjadi pada mereka yang di tinggalkan akibat peristiwa eksekusi, saya sarankan kepada anda sekalian untuk menyerahkan masalah itu pada saya. [ Karena bagaimanapun juga itu adalah usul dariku dan akulah yang bertanggung jawab untuk masalah setelahnya. ] " balasnya dengan menambahkan penjelasan bahwa para pria dan wanita yang di tinggalkan akan bekerja sebagai pelayan serupa Alruene maupun Merry di beberapa cabang restoran baru di beberapa sudut kota ataupun berdagang secara berkeliling dalam area kota.


Memberikan mereka tempat tinggal nyaman dalam mansion atas pemberian lahan dari Vi dan Airina serta mengajarkan anak muda untuk menjadi petualang hebat ataupun keinginan lain untuk memperbaiki hidup, merupakan alasan lain atas apa yang mendasari pengajuan saran itu setelah canda dari Airin yang terucap seolah Rose berniat membangun harem dengan modus penawaran kerja dan lain sebagainya.

__ADS_1


" Saya pun tidak menyalahkan pendapat semacam itu dari anda. Seperti yang anda lihat, saya masih terlalu muda diantara semua yang ada di pembahasan kalih ini dan bukankah normal bagi pemuda seusia saya memiliki ketertarikan pada wanita dewasa maupun lawan jenis yang memikat diri? " balasnya menanggapi apa yang di anggap menyindir diri.


Mengucap beberapa opsi atas pendapat pribadi dari masing-masing diri sebagai bukti musyawarah untuk satu keputusan pasti, satu persyaratan khusus tiba-tiba terucap dari Vi yang menyebutkan bahwa mereka harus bisa hidup mandiri kembali setelah suasana kota kembali seperti semula dan peristiwa eksekusi menjadi angin lalu yang tiada guan untuk dibahas di kemudian hari.


" Begitulah yang ingin saya sampaikan nanti. Mengingat rasa lara dalam hati setelah mendapat penghinaan dari mereka yang menganggap saya seperti penjahat kota di hari sebelum eksekusi terjadi, saya hanya ingin mereka tidak mengalami luka serupa seperti yang terucap sebelumnya. " tambahnya menegaskan apa yang terpendam dalam diri sembari menyindir sikap Airina yang membuat masalah besar dalam kehidupan barunya.


Sempat ingin mengucap pembelaan diri atas apa yang mendasari tindakan itu pada tuannya yang berada dalam tubuh Izera, pilihan sikap untuk diam tanpa kata menjadi hal pilihan terakhir sebelum keputusan itu berakhir bersama satu kedipan mata yang menandakan bahwa tuannya dapat memahami alasan dari tindakan yang diambilnya.


" Untuk sekarang, biarkan saya yang menjelaskan situasinya pada mereka. " ucap Airina sembari menahan langkah dari Rose yang berniat mengatakan bahwa dia akan menanggung tanggung jawab dari mereka yang terdampak kematian keluarganya yang di eksekusi.


Mengucap beberapa kata pembuka sebelum menegaskan bahwa mereka harusnya merasa beruntung atas keputusan dari Izera yang memilih untuk melindungi masa depan mereka, beberapa dari mereka yang sempat gaduh dalam penjelasan yang belum diucap secara menyeluruh mulai terdiam tanpa kata sembari merenungi opsi terakhir antara hidup dalam perlindungan Izera sebagai pilar ke empat atau hidup dalam kota bersama ucap kasar penuh hina dari mereka yang terus mengungkit kesalahan bodoh dari anggota keluarganya.


" Mungkin ini agak kasar, tapi bagaimanapun juga aku ingin mengatakan bahwa kalian harus bekerja keras sebagai penebus kesalahan dan satu penghianatan dari salah satu dari kalian akan membuatku memilih untuk membiarkan kalian menikmati hidup dalam kehinaan. " ucapnya pada mereka yang memilih untuk tinggal sembari menegaskan bahwa tidak akan ada kesempatan kedua jika mereka berani menghianati kebaikannya.

__ADS_1


__ADS_2