
Mengalihkan pandangan ke sisi lain jalan untuk mencari satu jalan memutar, beberapa prajurit lain mulai datang dan memblokir setiap sisi yang hendak dirinya lalui.
" [ Dalam satu pengetahuan umum mengenai aturan yang ada dalam kota, mereka yang di anggap berbahaya akan langsung di singkirkan oleh prajurit rahasia yang bergerak cepat tanpa meninggalkan jejak. ] " pikirnya sesaat sebelum bersiap pada kemungkinan terburuk atas satu pertarungan.
* grataktaktaktak, scleshs, Sdrums * Beberapa genting dari satu satu atap rumah yang menjadi tempat dirinya tertahan mulai menimbulkan suara gesekan sebelum sebuah bayangan hitam menampakkan diri diantara debu yang berhamburan.
" Yo, tuan. Aku dengar kamu berhasil melukai salah seorang putri dari penjaga territory. " sapa sosok misterius itu sebelum tubuh serupa Alan terlihat jelas di hadapan.
Mengucap salam seperti yang biasa Alan lakukan sebelum melemparkan satu pertanyaan mengenai rahasia yang di sembunyikan membuat Rose begitu yakin bahwa sosok serupa Alan, merupakan seorang yang pandai salam sihir perubahan.
* Clisingszz, Gregeztsz * Kilat cahaya terang muncul dianantara mereka sebelum percikan cahaya serupa listrik statis memenuhi setiap tubuh dari prajurit yang menghalangi jalannya.
" Anggap saja bahwa keberuntungan ada di pihak kalian, untuk saat ini. " ucapnya pada seorang demi human dengan ras hyena yang tergeletak di dekat tempatnya berada sebelum beberapa demi human nampak menutup rapat jendela rumah mereka.
" Dan untuk lain kali, akan aku pastikan. Bahwa aku, akan membinasakan kalian. " tambahnya sebelum meninggalkan tubuh penuh luka itu dan mencoba pergi sebelum para prajurit yang asli mendatangi.
Menyapa para petualang maupun pegawai guild layaknya teman sebelum mengambil beberapa misi dan melangkah pergi melewati gerbang besar perbatasan kota dengan sebuah keramaian dimana nampak puluhan kereta kuda tengah mengantri.
" Oh, maaf, Ze. Seperti yang kamu lihat, beberapa dari mereka yang ahli dalam hal ini masih sibuk mengurus para pelancong dari luar teritori maupun para prajurit penjaga territory yang membawa para pengungsi. " ucap penjaga gerbang itu sembari meminta maaf atas keterbatasan yang mereka miliki.
__ADS_1
Menerima ijin dari Terry untuk kembali menyelesaikan misi, sebuah nasehat kembali terucap pada Rose yang perlu membenahi diri terkait masalah yang sempat terjadi.
* stampts * Tatapan mata penuh haru sempat terlihat di wajah seorang demi human yang serupa dryad sebelum menyapa Rose dengan panggilan Ize yang akrab didengar sewaktu tinggal di desa.
" Ize, ize, ize! Aku mohon! Selamatkan aku! " rengek dryad itu sebelum seorang pria menarik rantai pengikat lehernya dengan paksa.
Enggan memulai keributan baru meski dirinya tidak yakin keributan sebelumnya telah selesai dengan damai ataupun keterkaitannya dentan dryad itu, Rose mencoba meminta bantuan Terry untuk melakukan sedikit perbincangan dengan pria garang yang nampak serupa dengan pedagang para pelayan.
" 5000 koin emas atau lupakan! " ucap pria garang itu dengan lantang meski sepatah kata belum terdengar dari Rose yang baru menutup pintu ruangan.
Terkejut dengan pemberian satu kantong besar berisi uang simpanan, wajah pria garang itu menjadi girang dan segera memberikan ikatan rantai pengekang itu disertai sebuah tawaran yang diajukan.
" Dan untuk selebihnya, anggap saja sebagai imbalan untuk tidak mengatakan bahwa kita pernah melakukan hal ilegal. " lanjutnya sembari berbisik setelah ritual pemberian status pelayan dilakukan.
Pergi meninggalkan sebuah karavan di luar perbatasan untuk masuk lebih dalam menuju hutan sebelum memberikan penyembuhan serta perkenalan diri sebagai media pengakraban, suara tangis kebahagiaan kembali terdengar dari dryad itu dalam pelukan sementara rasa syukur atas penyembuhan sempat terlihat dari mereka yang mendapatkan kembali kesehatan maupun kelengkapan tubuh seperti sedia kala.
" Tidak apa, tuanku. Meski kami tidak bisa melepaskan satatus merendahkan itu, kami merasa sangat bahagia atas perlakuan anda yang menganggap kami kembali ke status yang setara. " ucap biarawan itu sembari menundukkan kepala.
Merangkai sebuah cerita untuk menjadi latar belakang pertemuan diantara mereka agar Vira maupun Rola tidak curiga disaat pertemuan dengan mereka, anggukan kepala sederhana kembali nampak diantara mereka sebagai bentuk perintah dari Rose yang menjadi tuan mereka.
__ADS_1
" Baiklah, baik. Sedari yang aku tahu dari perkenalan diri kalian tadi. Aku ingin menguji kebenaran kemampuan yang kalian miliki untuk memastikan bahwa harga yang telah aku beri, sesuai dengan apa yang aku dapati. " lanjutnya meminta disaat beberapa hewan liar yang menjadi target misinya tengah bersantai menikmati rerumputan di ujung hutan.
Menelan ludah sembari enggan merasa percaya bahwa sosok yang di buru merupakan hewan liar berbentuk koala setinggi empat kaki lagi memiliki dua tanduk besar dan gigi bergerigi, membuat mereka kembali memastikan kebenaran atas apa yang ada dalam kertas misi.
" Nh, baiklah. Untuk kejelasan misi yang aku ambil adalah ini. " ucapnya menjelaskan satu misi mengenai perburuan hewan liar bernama Moraco Alac yang memiliki level ancaman tingkat menengah.
Mengatakan beberapa bagian khusus yang tidak boleh rusak maupun cidera membuat mereka kembali menggelengkan kepala atas permintaan gila yang Rose ambil sebagai misinya.
" Nh, baiklah jika kalian masih takut untuk memghadapi mereka. " lanjutnya mengambil langkah untuk maju setelah memikirkan kembali poin stamina yang mereka miliki.
Membuka kembali ransel besarnya dan mengeluarkan sebuah baju ganti yang terdiri dari ikatan rerumputan dan jerami sebagai sarana kamuflase diri, sebuah wajah aneh nampak terlihat di wajah mereka yang dirasa menahan tawa atas apa yang melekat padanya.
" Pilih mereka yang masih muda agar kualitas tanduk dan cakar masih terjaga sempurna! Berikan sedikit luka untuk mendapatkan kulit berkualitas tinggi dari tubuh besarnya! Sisihkan bagian otak, cairan empedu maupun kantong racun diantara paru-paru dalam tubuh besar itu untuk menjadi bahan campuran obat berkualitas tinggi! " gumammnya dengan malas stelah memeriksa rincian jelas dalam tiga kertas misi yang menjadikan tubuh Moralco Alac sebagai bahan mentah atas satu ramuan maupun kerajinan tangan.
Merangkak dengan pelan setelah mengaktifkan mantra keheningan dari tempatnya semula berada, Rose berusaha keras mendekati tubuh target buruannya sebelum menyerang dengan satu serangan sederhana.
* Dbuks, Dbuks. * Beberapa tubuh dari Moralco Alac berhasil di bawa kehadapan para pelayannya tanpa satu luka fatal yang membekas diantara tubuh yang ada.
" Melakukan hal semacam ini adalah hal yang mudah, jika kalian bisa mengerti satu trik khususnya. " ucap Rose dengan menunjukkan sebuah luka tersembunyi diantara mulut dan hidung binatang liar itu sebelum mengatakan bahwa sihir sederhana dapat berakibat fatal yang bergantung pada teknik penggunaannya.
__ADS_1
Menjelaskan satu alasan bahwa dirinya yang merapalkan satu sihir tingkat tinggi sebagai langkah pengamanan sebelum yang sihir sederhana di rapalkan kembali membuat mereka terdiam tanpa kata.