
Terbangun dari mimpi buruknya yang kembali menunjukkan satu sosok iblis tengah bertarung sengit dengan sebuah bola putih bercahaya, dia yang dalam keadaan bingung tidak percaya kembali di kejutkan dengan satu bentuk perubahan pada lengan kanannya.
" Kaka? Apakah kaka baik-baik saja? " ucap Vira yang entah bagaimana bisa berada dalam pelukan Rose yang masih tanpa busana.
Tersenyum senang sebelum meninggalkan Rose penuh tanya membuatnya merasa lega karena Vira tidak menyadari satu bentuk perubahan yang ada pada tubuhnya.
" Hari kenaikan rank akhirnya tiba!! " sorak semangat beberapa petualang disaat pegawai guild tempatnya berada telah selesai menempelkan beberapa kertas misi yang di perbarui serta satu kertas besar berisi informasi acara penaikkan status rank.
Tersenyum menanggapi keramaian yang lebih ramai dari biasanya sebelum memilih abai untuk menemui beberapa pelayannya yang nampak gugup atas ujian kelulusan sebagai petualang.
" Lakukanlah hal terbaik dalam setiap uji coba dan yang terpenting dari semua itu, jaga diri kalian agar kalian tidak sampai terluka. Mengeti? " nasehatnya setelah memberikan gambaran sederhana mengenai ujian pertamanya yang diakhiri dengan keruntuhan bangunan guild petualang.
Melepas tawa bersama apa yang Rose katakan layaknya canda, ketegangan dan kehawatiran berlebih atas ujian itu mulai mereda meski Rose berulang kali menegaskan bahwa itu bukanlah canda.
" Tuan Zeral, kan ya? " Sapa seorang dengan tiba-tiba disaat dirinya sibuk memperhatikan setiap kemampuan setiap individu yang ada.
" A~[Argh! ] " balasnya yang membatalkan niat buruknya ketika melihat sosok pria berpakaian mecha datang bersama beberapa pelayan yang cantik jelita serta Vi maupun Viro yang juga termasuk didalamnya.
__ADS_1
Mengenalkan Viro yang tidak lain adalah adik kesayangannya maupun Vi yang di anggap ibu olehnya, Rose hanya menahan rasa aneh dalam dirinya tidak lama setelah mereka pergi ke tempat lain bersama pendapat pribadi atas rendahnya kualitas petualang di masa sekarang ini.
" *Tch* [ yah, mungkin selama lebih dari 20 tahu waktu yang berlalu itu, dia bertemu dengan seorang yang dapat menggerakkan hatinya. ] " pikirnya kesal sembari meremas baju yang dia kenakan.
" [ Tapi, yah. Perilaku sopan dan sikap elegan itu mungkin di turunkan oleh Vi yang selalu membiasakan diri untuk sempurna ketika aku masih ada di sampingnya. Dan lagi dia sudah cukup bagus dalam beberapa aspek penilaian pribadi maupun sosok berwibawa jika nantinya dia bertugas mengantikan posisi Vi sebagai penjaga territory. ] " lanjutnya yang mulai merasa lebih baik meski sempat meneteskan air mata untuk melepaskan sosok Vi yang gagal dirinya jaga.
Mengalihkan pandangan kembali ke tempat pengujian yang nampak cukup berantakan tidak lama setelah renungan dalam yang dirinya lakukan, beberapa suara riang mulai terdengar bersama satu kehangatan dari sebuah pelukan.
" Djaguaran Fuyumuar, Beast, D rank class. " ucapnya membaca satu kertas kelulusan sari Fuma dengan rincian status yang menunjukkan bahwa kecepatan, kekuatan, kelincahan serta stamina, lebih tinggi dari statistik pertahanan.
" Alruene Faithfully, Elementary fairy, A rank class. " lanjutnya membaca bagian dari Alruene yang begitu mengejutkan karena pertahanan, sihir dan kecepatannya jauh melebihi nilai rata-rata petualang tingkat menengah, meski stamina dan kelincahannya berbanding terbalik dengan statistik sebelumnya.
Menepuk pelan kepala mereka yang nampak kecewa pada kemampuan terbaiknya, nasehat baik kembali terucap dari Rose sebelum memberikan mereka setelan baju maupun perlengkapan penunjang sebagai tanda kelulusan.
" Tu---tuan. Kenapa anda selalu baik semacam ini kepada kami? " tanya Merry yang tidak dapat menahan air matanya ketika Rose berulang kali membuat mereka berada lebih tinggi dari status miliknya.
" Em, [ Aku tidak bisa mengatakan bahwa mereka adalah bahan terbaik untuk satu sihir uji coba yang memungkinkan mereka kehilangan nyawa. Jadi~.] tidak ada alasan khusus mengenai apa yang aku lakukan untuk kalian. " Balas Rose yang kembali mengingat satu sihir pelepasan status hina yang hanya dapat dilakukan setelah beberapa aspek khusus terpenuhi.
__ADS_1
" Terlebih lagi, aku hanya ingin melihat kembali senyum di wajah mereka setelah berbagai siksa dunia terus datang dan memberikan banyak luka. " lanjutnya sembari memasangkan cadar penutup wajah pada Merry agar set pakaian biarawati bisa terlihat sempurna membalut tubuh indahnya.
Mengambil sebuah misi sederhana untuk mengetahui perkembangan terbaru mereka, Rose duduk diantara dahan satu pohon dalam hutan sembari menunggu mereka meminta bantuan.
" Tuan, sekali lagi saya meminta maaf atas ketidakmampuan saya memenuhi peran penting untuk memulihkan mereka di saat genting. " ucap Merry yang sangat ketakutan atas kegagalannya untuk menyembuhkan Ody maupun Fuma yang terluka.
" Nh, tidak apa Merry. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan serupa di saat pertama menghadapi pertarungan yang sebernarnya. Oleh karenanya setidaknya ambillah pelajaran berharga dalam kejadian tadi agar kamu bisa lebih baik lagi kedepannya. " Balas Rose sembari menyembuhkan luka Fuma yang cukup parah sementara Ody dan Alruene tengah sibuk mencari tanaman herbal untuk pemenuhan misi lain yang diambilnya.
Merasa ada hal janggal dalam setiap sihir penyembuhan yang selalu menemui kegagalan seolah sihir itu menolak untuk digunakan, membuat Rose mempertanyakan suatu hal yang bersinggungan dengan ruang pribadi dari Merry sendiri.
" Se---seperti yang anda ucapkan, tuan. Saya memang sudah ternoda oleh beberapa tuan sebelum anda yang selalu menjadikan saya layaknya mainan semata. " ucap Merry setelah gagal melarikan diri dari Rose yang nampak kecewa pada aib hina yang disembunyikan olehnya.
" Setelah melahirkan beberapa anak dari mereka, keberadaan saya sudah tidak lagi berguna dan berakhir sama di satu karavan mengerikan yang dipenuhi oleh mereka yang berstatus pelayan hina. " Lanjutnya setelah melepaskan tangis kesedihannya dalam pelukan Rose sebelum Rose kembali menenangkannya.
Menepuk kedua pipi Merry dan membuat pandangannya tetap tertuju pada wajahnya, Rose mengucapkan ketidak peduliannya pada kehidupan Merry yang begitu ngilu jika di bayangkan.
" Masa lalu memang begitu memilukan namun masa depan perlu di siapkan. Buang jauh kehawatiranmu atas hal yang tidak perlu, karena aku adalah tuanmu yang baru dan aku pun bisa mempertahankan keberadaanmu jika kamu mau memperbaiki cara berfikirmu yang terlalu sempit itu! " teriaknya dengan spontan ketika Merry mengatakan agar nyawanya bisa direnggut lebih cepat dari waktu yang seharusnya.
__ADS_1
Meminta Merry untuk membasuh diri lagi mengucapkan beberapa mantra penyucian diri di sebuah sungai kecil yang mereka lalui, tubuh indah dari Merry tidak sengaja membangkitkan naluri terpendam atas hasrat nafsu yang lama hilang.