Fantasyum

Fantasyum
Bab 12.2


__ADS_3

Mencengkram erat sebuah pisau belati dengan tatapan tajam penuh intimidasi sebelum mempertajam mata belati dengan bagian sarung tangan besi, membuat Viro semakin bersemangat mengenai sosok misteri yang terbalut dalam pakaian serupa petani serta syal hitam yang memperkuat aura intimidasi.


" [ Apakah dia benar-benar seorang ahli! ] " pikir Viro seketika dalam diri disaat melihat gerakan luwes dari belati yang dimainkan diantara sela jari-jemari.


Melangkah maju melewati garis pembatas berwarna biru dari tempatnya berada, sebuah lambang runera tiba-tiba muncul dan membongkar bentuk tubuh dari Rose.


" Ujian pertama, Narvia Netaral [ Penguji pertama yang mempunyai kemampuan unik dari Runera Iveral atau intatrumen dasar penetralan sihir yang lebih di kenal dengan An-MA ( Anti materil Magic Area) ] " gumamnya sembari melihat bentuk lain yang tersembunyi setelah bentuk Izeral di netralkan.


Beberapa gerigi yang melengkung tajam nampak muncul di lengan kananya yang menghitam.


" [Blade of Caron, Mark for Alue mana, Demitor Demikas, Arcana eyes dan Elemental tail lizard.] " ucapnya dalam diam setelah melihat perubahan wujud dari Rose yang secara jelas menunjukkan separuh tubuh manusia yang berubah menjadi tubuh ras gremlins berwana ungu pucat dengan balutan corak mana secara acak dalam satuan garis hitam pengikat hingga ujung ekor yang menggeliat serta bagian mata dengan simbol runera yanh terukir di atas tengkorak yang retak.


* scrumpts, Grooolokkkss * Muntahan darah mulai keluar dari mulut sang penguji, sebagai ganti kemampuan unik yang berdasar pada ketahanan diri.


Mengusap kepala sang penguji dengan lembut sembari merapalkan beberapa mantra penyembuhan yang telah teruji.


" Ilusi? tidak. [ sepertinya lebih ke aura intimidasi dalam tingkat yang lebih tinggi ] " gumam penguji sebelumnya ketika hentakan energi itu menggambarkan kehancuran di seluruh area.


Memandang mata satu sama lain antara satu penguji dengan penguji lainnya, sebuah kode sederhana nampak di lemparkan oleh penguji pertama untuk mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


* gheks * " Nh, *aghms * Izeral Elise. Seperti yang kamu lihat Beberapa saat tadi. Kemampuan dalam dirimu begitu menakutkan sampai memaksaku pada batasan diri. " ucap penguji pertama sebelum memberikan satu nasehat mengenai amarah dalam diri yang perlu di awasi sebelum amarah itu meledak dan mengambil kendali atas diri.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari penguji yang terkesan menyinggung hukum karma yang pernah mengikat diri sebelum mempersilahkan dirinya bertemu penguji selanjutnya, sebuah nama yang begitu rahasia sempat terdengar sesaat sebelum Rose melanjutkan langkahnya.


" Salam, anak muda. Namaku Grongga. Aku tidak memiliki kekuatan lebih semacam Narvia maupun Leoned yang ada di sana. Oleh karena itu, aku hanya akan menilai batasan mana yang ada dalam tubuhmu saja. " ucap penguji kedua yang seorang manusia sembari mengarahkan Rose pada satu lingkar kosong di atas ladam batu sederhana setelah melihat elf perempuan yang menjadi penguji pertama dan sosok Hybrid yang tidak lain merupakan penguji setelah Grongga.


Menapakkan kedua tangannya sembari mengucapkan sebuah mantra yang di lafalkan grongga sebelumnya, sebuah cahaya biru menyala menampilkan batas mana yang terlihat normal layaknya batas mana pada remaja seusianya.


" [ Ternyata benar dugaanku. Dalam tubuh baru ini, Hp dan Mp yang ada. Telah dipangkas sampai batas normal manusia biasa. ] " pikirnya sesaat sebelum melihat beberapa glich yang menampakkan batas murni yang jauh melebihi nilai ukur di depannya saat ini.


Melanjutkan langkah menuju penguji ketiga yang tidak lain merupakan sosok yang hampir sama seperti penguji yang menawarkan senjata di awal zona.


" Kamu tidak perlu waspada sampai seperti itu di hadapanku, Izera. Aku sudah meluluskanmu semenjak awal kita bertemu, kau tahu. " ucap Leon dengan sebuah tawa sebelum menepuk bahu Rose dan mengubah wujud hybridnya menjadi sosok manusia yang begitu di kenalnya.


Terkejut dengan wajah singa garang yang berubah menjadi wajah dari ketua prajurit sebelumnya membuatnya melempar canda hingga membuat beberapa calon petualang yang menunggu merasa iri melihatnya.


Menarik nafas panjang sembari memainkan belati diantara kedua tangan sementara Leon memasang sihir bariarel pengaman sebelum memulai satu pertarungan.


Narvia, Grongga dan sosok adik dari Leondard nampak menjaga jarak aman dari bariarel yang terpasang sebelum cahaya aura mulai terlihat dari kedua sosok yang ada dalam area


" Sigi! " ucap Leon merapal sebuah mantra sembari merubah bentuk tubuhnya menjadi sosok hybrid dari demi human ras singa dengan demi human ras naga.


* Rooooaaaaarrrrssssss!!!! * Raungan keras dari Leonard dalam tubuh naga platina dengan tangan, kaki dan kepala yang menyatu dalam bentuk singa.

__ADS_1


Mencoba mengikuti hal yang sama disaat gelombang suara itu menghantam dirinya dan membuat retakkan pada arena sempat membuatnya kembali menahan tawa atas satu pasif khusus yang ada dalam base datanya.


" Saighin, Ro~ * Ghaaaaaaaaarrrrrrsssss!!!! " Bersama dengan rapalan mantra yang terucap itu, hentakan energi kembali muncul dan menyebabkan gesekan hebat diantara keduanya


* slicpt sclits slicpts * Diantara badai energi yang tercipta diantara keduanya, beberapa percikan cahaya mulai nampak diantara tubuh Izera yang nampak berdiri tegak seolah tidak terjadi apapun pada dirinya.


" Bone picking. " gumamnya lirih sebelum menundukkan wajahnya dengan tatapan tajam ke arah Leonard sebelum memberikan satu serangan.


" [ Seperti yang diharapkan darinya!! ] " pikirnya sesaat sebelum kembali menghentakkan kekuatan dalam dirinya dengan harapan bahwa satu hal akan berbeda jika dia melakukannya.


* Swusungsss * Semua orang yang ada di luar area perlindungan, nampak begitu terkejut ketika Rose bergerak sangat cepat dari tempatnya berada dan sampai di hadapan Leon dalam posisi melompat dengan kedua tangan yang bersiap memberikan serangan


" Graa!!!!!! " Hentakkan energi yang keluar dari Leonard mulai berkurang bersamaan dengan teriakan rasa sakit ketika bagian persendian dari tulangnya, dihancurkan dengan beberapa gerakan sederhana.


Menyimpan kedua belati itu kembali diantara ikat pinggang sebelumnya sebelum mendekat ke arah Leonard, bayangan mata besar lagi menakutkan nampak terlihat begitu jelas di belakang tubuh Izera yang mengeluarkan aura hingga membuat Nirvana sempat kehilangan kesadarannya.


* dbaks, dbaks, dbaks, dbaks* Beberapa pukulan keras kembali mendarat diatas tubuh Leonard yang terluka dan membuatnya semakin merasa tersiksa.


* swuuuumpss * Melihat satu gerakan yang nampak serupa dengan satu serangan penghabisan, adik dari Leonard buru-buru menghilangkan bariarel penghalang sebelum menyerang Rose dengan serangan kejutan.


" Maaf, Alan. Tapi aku tidak ada niatan untuk membinasakan. " ucap Rose dengan lirih, ketika mata kanannya kembali menampakkan tanda runera.

__ADS_1


* grtks, grtks, grtks, Gbruuuuuummmmssss* Retak rambut mulai bermunculan di dinding area pelatihan sebelum menjatuhkan beberapa bongkahan besar bebatuan dari gedung guild yang berdasar pada menara tua.


__ADS_2