Fantasyum

Fantasyum
Bab 19.3


__ADS_3

Melepas status pelayan yang mengikat diri para pelayan mansion dan membebaskan jiwa mereka yang terikat terhadap alam dunia, tangis air mata mulai keluar dari tubuh golem yang Cila gunakan sebelum jalan cahaya membawanya pergi ke alam selanjutnya.


" [Nh, ya. Aku tidak mengira bahwa Cila adalah salah satu anak dari pemilik mansion sebelumya dan menghabiskan hari-hari penuh derita sebagai pemuas nafsu generasi selanjutnya. ] " ucapnya menahan tangis air mata setelah mengetahui bahwa alasan dari jiwa Cila yang tertahan adalah keinginan kecil dari Cila yang ingin diperlakukan penuh kasih sayang seperti Vira maupun anak kecil yang sebaya.


Membersihkan kembali makam dari Fuma dan Ody yang kehilangan nyawa terlebih dahulu sebelum dirinya mampu memberikan kelayakan hidup yang lebih baik seperti yang dirasakan oleh Sasya maupun pelayan lainnya, Rose kembali menggenggam erat kedua tangannya penuh kesal sebelum melepasnya bersama ucapan lembut dari Alruene dan Merry yang memanggil dirinya.


" Benar, Vira. Selain dari bekerja sebagai pelayan di rumah makan kita yang sederhana. Mereka juga bekerja keras seperti Alruene dan Merry sebagai anggota party-. " ucapnya mengusap kepala Vira yang mencoba menenangkan dirinya di saat rasa sesak mulai terasa dalam dada.


Mempererat pelukan diantara Vira, Alruene dan Merry yang ikut merasakan kesedihan yang sama, Sasya hanya bisa menahan dirinya untuk membiarkan mereka menenangkan diri sebelum mengingat ucapan tuannya mengenai beberapa pelayan yang pernah menemani dirinya untuk bertualang di waktu pertama dirinya datang ke rumah singgah sebelumnya.


" Masuklah. " ucap Rose pada seorang yang mengetuk pintu dengan sebuah dugaan bahwa salah satu dari Alruene, Merry ataupun Sasya ingin menagih janji yang diminta sebelumnya.


Menyalakan lampu ruang yang berdasar pada artefak sederhana sembari mempersilahkan masuk sosok itu tanpa melihatnya terlebih dahulu, kehadiran dari ketiga sosok yang sempat difikirkan itu membuatnya tersenyum senang sebelum menggelengkan kepala dan mengucap bahwa dirinya tidak mempermasalahkan kehadiran dua dari mereka yang mengingkari apa yang telah diucap dalam janji.


" Mungkin ini pertama kali bagi kalian melihat hal semacam ini. " ucap Rose sembari menunjukkan sebuah ukiran energy mana berbentuk lingkaran yang terukir di dalamnya sudah perisai prisma di sertai dengan tangkai mawar yang timbul diantara rantai besi pengikat dua pedang bergerigi maupun dua pasang sayap yang masing-masing dari sayap itu memiliki ukiran tambahan serupa meriam alteri.

__ADS_1


Menjelaskan kepada mereka berdua untuk mengetahui bahwa lambang yang ada merupakan lambang kepemilikan sejati dari kontrak darah yang pernah di singgung olehnya, berbagai ucapan mulai terlontar dari keduanya yang enggan percaya bahwa Sasya adalah sosok pelayan yang selama ini bermain peran sebagai seorang petualang.


" Maaf. " ucap Sasya sembari menundukkan kepala sebelum cacimaki dari Alruene menghujani dirinya.


Bersama dengan amukan mengerikan dari Alruene yang terus menghujani Sasya dengan caci maki maupun serangan verbal lainnya, ucap permintaan sederhana dari Merry yang meminta penjelasan di balik alasan Sasya menyembunyikan identitasnya membuat Rose kembali memberinya usapan kepala sebelum menjelaskan apa yang dirinya minta.


" Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, Merry. Status pelayan adalah status yang di berikan sebagai hukuman atas kekesalan fatal yang tidak dapat dimaafkan. " jelasnya dengan menyebut beberapa tindak kejahatan seperti penggelapan dana, pembunuhan, perampokan atau hal yang dapat mengancam nyawa banyak orang.


" Dalam satu waktu yang hampir bersamaan, beberapa tindakan tegas dari tindak kejahatan yang ada semakin terperinci dan memberikan dampak lain pada aturan pelayan dalam arti yang sesungguhnya. " lanjutnya dengan menyinggung bahwa seorang dengan status pelayan yang dulunya hanya ditugaskan sebagai pelayan masyarakat seperti pekerja paksa, mulai disisipi dengan pekerjaan kotor seperti pemuas nafsu ataupun hal hina lainnya.


" Sama seperti kontrak yang diberikan pada mereka sebelumnya. Kontrak darah pengikat jiwa sendiri memiliki aturan dasar semacam itu. " jelasnya yang berulang kali menyinggung alasan dari pemberian status hina serupa pelayan yang berdasar pada tindak kejahatan.


" Namun bedanya, kontrak ini dilakukan secara khusus dengan menyetarakan posisi dari individu yang di maksud sebelum memintanya untuk kembali meyakinkan diri dari apa yang akan terjadi selanjutnya. " lanjutnya menggambarkan hal serupa pengujian diri dalam tempat persembunyian yang menyebabkan Alruene menangis histeris maupun Merry yang sempat berniat bunuh diri.


Menggelengkan kepala bahwa hal itu adalah hal yang sebenarnya, Rose kembali meyakinkan Merry dengan ucapannya yang mengatakan bahwa kepercayaan adalah dasar dari itu semua dan keraguan dari mereka yang berniat menjalin kontrak akan membawa dampak buruk seperti yang terjadi sebelumnya.

__ADS_1


" Jika kamu menerima opsi yang di berikan waktu itu dengan anggukan kepala ataupun kesediaan untuk melangkah maju ke inti cahaya, kamu mungkin bisa menjadi sosok pelayan sejati seperti Sasya saat ini. " tambahnya setelah mengatakan bahwa keraguan Merry dalam memutuskan opsi yang di beri membawa dampak buruk yang dirasa serupa mimpi.


Ucap penyesalan mulai terdengar diantara Merry dan Alruene yang merasa bahwa mereka gagal mendapatkan status abadi dari kontrak darah pengikat jiwa yang tidak lama berlalu semenjak Rose memberikan luka pada tubuh Sasya dan Sasya hanya terdiam tanpa kata sebelum luka yang ada dalam dirinya mulai berregenerasi.


" Dan, ya. Hehe. Entah kalian percaya atau tidak dengan hal ini. Namun setiap kali kami melakukan hal intim seperti yang kalian harapkan, kesucian dari Sasya akan kembali seperti luka sebelumnya. " lanjutnya dengan meminta Merry untuk memastikan apa yang terucap sebelumnya.


Menunjukkan permainan liarnya pada tubuh Sasya yang begitu pasrah di atas tempat tidurnya bersama suara menggelikan yang membuat cairan lengket keluar dari tubuh Alruene dan Merry meski keduanya menutup mata dan telinga di balik pintu ruang tempatnya berada, ucapan menggoda pada Alruene dan Merry untuk melepaskan hasrat nafsu bersama dalam hubungan intim yang dilakukan keduanya membuat teriakan Sasya yang terdengar kesakitan mulai terdengar semakin menggairahkan.


Meski berbagai penolakan terus terucap, Alruene yang sudah mencapai batasan diri memilih mendekat dan meminta ijin untuk bergabung bersama mereka.


Memberikan sebuah pijatan di area dada sembari tetap menggerakkan pinggul dari Sasya yang mencapai batasnya, Alruene yang sedari awal hanya menerima kecupan di bibirnya mulai mendorong paksa tubuh Sasya sebelum memaksakan diri untuk melepas kesucian dirinya bersama Rose yang dimatanya adalah sosok Izera.


Merobek paksa busana yang membalut tubuh Merry menggunakan akar berduri sebelum memberi kenikmatan serupa dengan apa yang dirinya rasakan bersama Izera, teriakan keras dari ketiganya mulai terdengar jelas bersama bagian vital yang mencapai batas ketahanan.


" Nh, dan pada puncaknya nanti, aku akan memainkan bagian dada kalian yang mengeras itu hingga air latcta itu membasahi tubuh kalian yang penuh noda. " ucapannya dengan akhiran tawa setelah mengucapkan keinginan terbesar dari dirinya untuk menikmati setiap kemolekan tubuh dari mereka bertiga sebelum mereka lari menyelamatkan diri.

__ADS_1


__ADS_2