Fantasyum

Fantasyum
Bab 20


__ADS_3

Mengalihkan pandangan ke arah dua pelayan mansion itu dengan mengunjukkan apa yang telah berubah dari Vira, salah seorang pelayan itu mulai mendekati Vira dan menyentil keras bagian dahinya.


" Nh! Ka Dela! " Teriak Vira dengan keras sebelum mengomel panjang pada seorang pelayan dengan ras manusia yang terbalut dalam busana pelayan gaya abad pertengahan.


Menyampaikan ucapan dari Rose sebagai tuannya pada Vira sebelum pelayan yang satunya mendekati keduanya, suara dari pintu yang kembali terkunci terdengar jelas diantara keheningan setelah kedua pelayan itu meninggalkan Vira sesuai permintaannya.


* glupts * " [Aku pasti akan dimarahi lagi oleh kaka ]" ucap Vira dalam hati setelah melihat wajah garang dari kakaknya kembali nampak dan menghapus wajah mansi yang disukainya.


Mengusap pelan kepala Vira yang nampak jelas tengah memejamkan mata dengan gemetaran, ucap lembut mulai terdengar bersama penjelasan mengenai hal dewasa yang salah diartikan oleh Vira yang hanya membanggakan kemolekan tubuhnya.


" Kedewasaan seorang perempuan pun dapat dilihat dari sikap mandirinya yang tidak bergantung pada orang lain. " ucapnya menyinggung sikap dari Vira yang masih suka bermanja dengan dirinya.


Menutupi rasa malunya disaat kakaknya mengucap beberapa hal memalukan terkait dirinya yang selalu membuat masalah ataupun dirinya yang suka menyelinap masuk ke dalam kamar tidur Alruene, Merry, ataupun Sasya setelah mendapat mimpi buruk, Vira buru-buru menyumpal mulut kakaknya dan membuat keduanya jatuh dalam posisi saling tindih.


" Dan dililihat secara emosi pun, kamu belum bisa menyentuh maksud dari kedewasaan itu. " lanjutnya menambahkan mengenai sikap dan etitut baik yahh harus dimiliki seorang wanita jikalau Vira beranggapan bahwa dirinya sudah dewasa.

__ADS_1


Menulis kalimat berisi kesadaran dirinya yang belum dewasa secara berulang sebagai hukuman atas tindakannya yang dirasa menyimpang, Rose kembali mengalihkan pandangan ke arah luar ruangan dengan tetap menahan keinginan untuk memainkan jari-jemarinya ke dada Vira yang duduk dalam pangkuannya.


" [Dalam satu sisi, Vira memang sudah dewasa berdasar pada pandangan sekilas mata. Namun di sisi lain, Vira masih nampak lebih muda dari seorang remaja dalam sudut pandang milik Ezra. ] " pikirnya sembari memandang tubuh Vira dalam dua pandangan berbeda setelah salah satu dari kedua matanya di pejamkan untuk melihat seperti apa sosok Vira di matanya ataupun di mata Ezra yang lama tiada.


Mengikatkan kedua tangannya pada Vira yang dilanjutkan dengan sandaran kepala pads bahu setelahnya, keinginan dari Ezra kembali teringat dan membuatnya tanpa sadar mengucap bahwa dirinya akan selalu ada di sisi Vira sampai ketukan pintu terdengar dan mengakhiri canda tawa keduanya.


" Nh, sekarang. Kaka mau kamu kembali memperbaiki diri dengan apa yang kaka ucapkan tadi. " ucapnya pada Vira sebelum berjalan bersama menuju pintu.


Bersama dengan keluarnya Vira dari ruang itu, beberapa pelayan mansion serta mereka yang singgah sementara mulai masuk ke dalam ruang kerjanya untuk membahas hal serius mengenai masa tinggal mereka.


" Seperti yang pernah kalian sepakati. Aku sudah menyediakan semua aspek pendukung kehidupan kalian, setelah kalian meninggalkan mansion ini. " tegasnya setelah menjelaskan beberapa opsi terkait kelanjutan hidup dari mereka.


" [Hm, ya. Aku bersyukur bahwa Altaira dan lainnya tidak ada di sini dan mendengarkan ucapan buruk mereka. ] " pikirnya sembari menampakkan senyum atas sikap mereka yang terkesan melupakan bantuan darinya.


Menahan diri untuk tidak terpancing emosi selagi membahas keinginan berlebih atas apa yang mereka ucap, Roxy yang saat ini menjadi kepala pelayan pengganti dari Cila yang telah tenang di alam selanjutnya mulai bergabung dalam diskusi sembari membawa serta beberapa kertas yang Rose minta sebelumya.

__ADS_1


" Kalian memang boleh tetap tinggal di mansion ini. Namun perlakuan yang aku berikan pun akan jauh berbeda dari sebelumya. " jelasnya selagi menunjukkan daftar harga dari setiap kamar yang mereka tinggali, penyediaan makanan 3x sehari dan beberapa fasilitas penunjang lain yang semula tidak dihargai.


" 963.248 koin emas untuk harga sewa setiap kamar yang ada beserta fasilitas penunjang yang ada dalam kamar. 64 koin putih untuk penggunaan fasilitas penunjang lain di luar kamar sewa yang termasuk di dalamnya adalah onsen, dapur, ruang botani, ruang uji coba dan ruang bermain untuk anak-anak yang tidak bisa aku jelaskan secara rinci. " tambahnya sebelum menyinggung masalah sistem keamanan maupun perlindungan atas diri mereka terhadap serangan dari orang yang tidak dikenal.


Mengulangi kembali penegasannya sebelumya, Rose menambahkan bahwa situasi dalam kota masih dipenuhi dengan pesta meriah atas dikalahkannya Apex nomer 45 yang hanya menyisakan seperempat wilayah territory yang harus Vi jaga.


Menengahi perdebatan antara mereka yang pro dan kontra atas apa yang lebih baik mereka lakukan, Roxy meminta pada Rose untuk memperpanjang jangka waktu mereka tinggal sampai wilayah yang hancur bisa kembali dipulihkan.


" Jika memang begitu alasannya, kalian bisa mengatakan alasan yang sama pada Nona Vi dan Nona Altaira sebagai penjaga territory untuk memutuskan perpanjangan masa tinggal kalian. " lanjutnya menambahkan hal rumit yang harus dirinya lakukan untuk membiarkan mereka tinggal dalam mansion miliknya dan tawaran harga itupun merupakan harga yang harus Rose bayarkan setiap hari sebagai ganti rugi atas hutang yang tidak mereka sadari.


Memberikan detail lain mengenai hutang yang harus di bayarkan oleh mereka secara terperinci, mereka yang semula bersitegang atas keinginan untuk tetap tinggal mulai terdiam tanpa kata dengan wajah tidak percaya bahwa bagian keluarga mereka yang di eksekusi telah meninggalkan hutang yang amat besar bagi mereka.


" Bulatkan saja jumlah kalian menjadi 30 kepala keluarga dan masing-masing dari kalian memiliki hutang sebesar 1.000.000 koin emas dan 15 keping koin putih dengan nilai saat ini setara dengan 6400 koin emas untuk satu koinnya. " ucapnya memberikan gambaran kasar mengenai jumlah hutang yang berada di luar nalar mereka.


Merasa tidak enak hati atas apa yang terucap dari mulutnya, Roxy yang ada dalam ruangan itu mulai menahan bahu dari Rose sebelum menggelengkan kepala bahwa keputusannya telah benar untuk dilakukan.

__ADS_1


Mengucap dengan gemetaran mengenai bagaimana cara Rose menutupi hutang mereka yang setelah di total jumlahnya hampir tidak menyamai hasil penjualan makanan yang selama ini mereka jual, tawa kecil kembali terdengar sesaat sebelum penjelasan panjang kembali mendominasi pembicaraan yang ada dalam ruangan itu.


" [ Jadi selama ini, benar dugaanku! Tuan Izeral selalu pergi berburu di tengah malam dan melakukan hal itu sendirian! ] " ucap Mina yang sebelumnya sempat mencuri kesempatan untuk kabur dari lari halang rintang dan menguping hal mencurigakan setelah melihat bibinya pergi menuju ruang kerja milik Izeral bersama beberapa kepala keluarga yang lainnya.


__ADS_2