Fire And Water

Fire And Water
Cp 10# Es Abadi


__ADS_3

Diruang tamu maya menjelaskan semua tentang kemampuannya yang bisa mengendalikan tumbuh dan tanah, Ari, Putra dan Vera secara serentak langsung terkejut dengan kemampuannya yang termasuk golongan elemen Bumi, dan dirinya juga menjelaskan kalau ia sudah memiliki sebuah Skill kemampuan dari elemen bumi


Tentu saja ari amat terkejut dengan apa yang dikatakan maya, namun putra dan Vera kini malah bingung dengan maksud skill elemen, karena menurut putra bisa mengendalikan kemampuan saja sudah termasuk skill


Biasanya hanya orang-orang yang sudah bisa menggunakan mode badas saja, dan itu sudah termasuk sesuatu hal istimewa walaupun levelnya masih dibawah rata-rata


"Ari, Bisa kamu jelaskan tentang maksudmu?" Tanya putra yang masih bingung dengan pembahasan saat itu


Ari pun menjelaskan kalau kekuatan elemen sebenarnya memiliki keistimewaan tersendiri, misalnya bisa mengendalikan serangan dasar seperti bola api, tinjuan api dan dll, tapi ada sesuatu khas tersendiri dibalik kekuatan itu, yaitu bisa memasuki mode badas/serius, saat itu kekuatan dan jumlah energi mu akan meningkatkan secara drastis, tidak hanya itu kamu juga bisa mengeluarkan jurus yang bersifat permanen


Akhirnya putra mulai sedikit paham dengan penjelasan yang diberikan ari kepadanya, walaupun masih ada beberapa pertanyaan yang mengganjal di hatinya


"Jadi jurus permanen itu yang kalian sebut skill? Lalu seperti apa jurusnya?! Tanya putra yang masih bingung


"Misalnya aku yang bisa membuat apa saja menjadi beku hanya dengan memegang objeknya, nama skillnya 𝙀𝙨 π˜Όπ™—π™–π™™π™ž', jika hanya di aktifkan ketika mode biasa maka kekuatannya hanya sebatas level 1, berbeda dengan kita saat memasuki mode badas, Seketika kekuatan kita bisa naik dengan drastis bisa sampai membuat kekuatan kita langsung memasuki Level 5" jelas ari


Kekuatan yang mengerikan sekali, untung saja yang bisa memakai kekuatan itu hanya orang tertentu, kalau saja kekuatan itu sampai jatuh ke tangan orang jahat pasti dunia akan mengalami kekacauan"


Aku lupa memberi tau mu, kalau mode itu pada dasarnya memiliki waktu untuk mempertahankan modenya, dan semua itu tergantung dengan kemampuan penggunanya, jika pengguna itu bisa menahan sakit maka kekuatan itu akan terus bertambah sampai ia pingsan" sambung ari


Putra pun mulai sedikit paham dengan penjelasan dan bayarnya saat mengunakan mode tersebut, tidak hanya membuat tubuhnya tersakiti tapi juga staminanya akan mengalami penurunan drastis, hingga membuat penggunanya tidak bisa bertahan lama, dalam mengunakan mode tersebut


"Lalu kalau boleh tau, skill mu memiliki jenis seperti apa? Tanya ari kepada maya


Sebenarnya tidak terlalu berguna saat pertempuran tapi sangat amat diperlukan oleh orang-orang, karena skill ku berupa penyembuhan" balas maya


Memang benar kemampuan itu sangat tidak berguna jika dipakai untuk bertarung, tapi terkadang kemampuan itu sangat diperlukan oleh orang-orang sekitar kita, jadi tidak perlu merasa berbeda dengan yang lain, karena kemampuanmu itu spesial dari semua orang" ujar ari yang mulai memegang kepala maya sambil memberikan semangat kepadanya


Putra dan Vera yang melihat tingkah mereka, mulai merasa kalau kehadiran maya membuat ari kini lebih terbuka dari sebelumnya walaupun tidak bisa membuatnya tersenyum tapi bisa membuatnya memahami orang lain sudah merupakan kemajuan


Sepertinya kalian serasi ya!! Kejut Vera yang membuat ari dan maya merona secara bersamaan


Haha.. Kalau serasi Jangan diganggu toh, biarkan mereka seperti itu saja" sambung putra


Dasar pria gak peka" Gumam Vera


\*\*\*


Disisi lain tempatnya di aula Osis terlihat sudah terkumpul semua anggota OSIS walaupun kini hanya tinggal 4 orang yang membuat tempat itu menjadi sunyi tanpa ada seseorang meramaikan suasana


Hah... Benar-benar sepi ya, ketua rasanya seperti kuburan padahal dulu ramai karena ada rio" keluh Zeref


Aku sebenarnya benar-benar kesal dengan anggota mawar hitam, yang selalu saja merebut orang-orang berharga milik orang lain, sebenarnya apa yang membuat mereka sampai Se'bengis itu" Ketus andrian dengan kesal


Sebenarnya aku paham dengan perasaanmu, ian tapi bukan saatnya kita untuk putus asa, untuk sekarang kita harus fokus dengan tujuan yang sudah kita rencana, untuk dua bulan yang akan datang" sambung Sonia


Kamu memang benar, tapi apakah kita mampu melawan mereka dengan kekuatan kita"


Kalian ini terlalu bertele-tele lebih baik kita mencari anggota tambahan, untuk pasukan kita setelah itu kita akan berlatih dengan waktu yang tersisa" sambung Lia dengan nada penuh semangat


Haha.. Kamu benar, baiklah seperti biasa kita akan kembali melakukan aktivitas sekolah kita dan semaksimal mungkin untuk memperluas koneksi kepada beberapa sekolah yang bertetanggaan" ucap andrian yang mulai penuh dengan semangat


Sebenarnya dina merupakan sahabat dekat lia yang sudah jelas kematiannya akan membuatnya sedih, namun dirinya tak ingin membebani pikiran andrian karena ia sudah kehilangan anggotanya


Terkadang kesedihan akan selalu ada di hati kita, tapi bukan berarti kita harus terlarut ke dalamnya karena dunia ini adalah pilihan, yaitu melangkah ke depan dengan melupakan masa lalu atau berdiam diri yang selalu melihat masa lalu " batin Lia


Keesokan harinya di tempat putra, terlihat putra yang baru bangun dari tidurnya dan melihat Vera yang sedang sibuk di dapur, membuatnya penasaran dengan apa yang di lakuin di pagi hari


"Selamat pagi, kenapa kau masak di pagi-pagi sekali? Tanya putra yang masih menguap


Selamat pagi,.. Sebenarnya tadi aku tidak ingin bangun sepagi ini, tapi karena maya bangun pagi-pagi jadinya aku ikut bangun deh" jawab Vera


Lalu kemana maya dan ari?


Kalau maya dia pulang lebih awal karena dia ada kelas pagi berbeda dengan ari sebenarnya dia masuk siang, tapi karena terlalu khawatiran jadinya dia mengantar maya pulang" balas Vera


Begitu ya, hari ini aku sebenarnya tidak tau ingin kemana, mungkin kalau ada waktu luang aku akan berziarah ke makam paman dan teman-teman" keluh putra yang tidak merasakan semangat sama sekali

__ADS_1


Kalau begitu, mau gak kamu menemaniku jalan-jalan ke taman? Ajak Vera


Eh.. Boleh saja sih, tapi apa gak apa-apa kita jalan berdua? Atau aku ajak ari dan maya"


Tidak perlu aku hanya ingin berdua saja, lagian kan saat ini pasti mereka sedang sibuk" balas Vera


Seketika wajah putra langsung merona saat mendengar kata berdua tapi memang benar, dirinya tidak bisa mengajak ari atau maya karena mereka sedang ada jadwal pelajaran hingga tidak akan ada waktu untuk jalan-jalan


Sebenarnya tidak buruk jalan berduaan dengan Vera tapi apakah itu tidak disebut dengan kencan" batin putra


Akhirnya putra pun tak bisa menolak Walaupun mereka sama-sama suka, namun rasa canggung selalu ada ketika mereka berduaan, dijalan Vera sangat menikmati waktunya hingga putra yang melihat Vera bahagia pun ikut senang, terkadang dirinya juga merasa sedikit kesal ketika menunggu vera berbelanja walaupun yang dibelinya tidak banyak


"Maaf ya, sudah membuatmu menunggu" ucap Vera


Tidak kok, kamu tidak lama sama sekali jadi tidak perlu merasa seperti aku marah denganmu" balas putra walaupun hatinya tidak enak kalau berbicara terus terang


Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita makan dulu di restoran sepertinya kamu juga sudah lapar" sambung Vera


Hingga Vera dan putra menghabiskan waktunya berduaan, walaupun putra jarang mengunakan kartu banknya karena itu bukan uangnya, sampai menyempatkan dirinya untuk menjenguk ibunya yang ada di rumah sakit


Putra yang melihat keadaan ibunya mulai merasa baikan karena kondisinya saat ini sudah mulai membaik walaupun masih dirawat di rumah sakit, terkadang putra juga merasa bersalah karena menutup-nutupi tentang kematian paman Azarya, karena takut membebani pikiran ibunya


"Ibu,. Bagaimana keadaanmu saat ini? tanya Putra


Aku tidak apa-apa kok, tapi kemana saja kamu beberapa hari ini?


Beberapa hari ini putra banyak sekali tugas dari sekolah jadi tidak sempat untuk menjenguk ibu" balas putra


Begitu ya, kalau gitu bisakah kamu meninggalkan ibu dengan pacarmu disini, karena ada hal yang ingin ibu bicara dengannya"


Putra saat itu meninggalkan ibu dan vera karena ibunya yang meminta, disisi lain vera dan ibunya sudah berduaan walaupun vera sedikit gugup tapi dirinya yakin kalau ibu putra adalah orang yang baik


"Nak.. Bisa ibu mengetahui namamu karena, ibu tidak sempat menanyakan namamu?


Namaku vera dan maafkan vera jika sudah tinggal ditempat bibi tanpa izin bibi" balas vera


Tak terasa obrolan mereka telah berlarut-larut hingga membuat merasa saling tertawa kecil, bahkan mereka sempat membahas tentang putra, hingga Putra yang menunggu sudah merasa cukup bosan


Sebenarnya mereka berbicara tentang apa sih kok bisa selama ini" Gumam Putra yang sudah merasa bosan


Setelah lama menunggu akhirnya vera menyuruh Putra masuk karena ada yang ingin di omong oleh ibunya, terkadang Putra merasa kalau dia tidak akan bisa lagi melihat ibunya tersenyum, tapi untuknya semua itu tidak benar karena sesulit apapun keadaan seorang ibu, dia akan selalu tersenyum di depan anaknya


"ada apa, ibu memanggilku? Apa ibu sudah selesai


Berbicara dengan vera?! Tanya Putra


Sebenarnya tidak ada yang penting, mungkin hanya berbincang tentang wanita, tapi sebelum itu Ibu ingin menanyakan suatu hal penting padamu" ucap ibunya dengan nada serius


Hal penting apa itu ibu?


Sebelumnya ibu ingin bertanya denganmu, apa kamu mencintai Vera?


Seketika wajah putra langsung merona karena pertanyaan ibunya, dan juga putra saat itu yang ditanyakan langsung bergetar karena melihat wajah Vera yang masih menunggu jawabannya


"Ke-kenapa, ibu menanyakan hal itu secara mendadak? Tanya putra dengan nada terbata-bata


Sebenarnya ibu hanya ingin tau tentang hubungan kalian, apa kamu memang tidak bisa jujur dengan ibumu?


Putra yang melihat ibunya dengan tatapan penuh harapan mulai pasrah dan menjelaskan tentang perasaannya, kalau dirinya memang menyukai Vera tapi ia tidak berani memilikinya karena masih belum pantas untuknya, Saat itu Vera yang menyaksikan perkataan putra tidak kuat menahan ketawanya


Haha.. Kamu ada-ada aja padahal ini semua rencana aku dan bibi loh, kupikir kamu langsung nolak ternyata kamu malah bicara dengan jujur" tawa kecil Vera yang sudah tidak bisa menahan tingkah putra


Eh.. Jadi kamu sama ibu sudah merencanakan ini untuk ngerjain aku ya?!!" bingung putra dengan wajah yang amat malu


Saat itu juga Vera dan ibunya kini tertawa bersama ketika melihat tingkah putra, namun dengan cepat putra kini pergi tanpa berbicara apapun karena sudah amat malu


Di suatu taman di dekat rumah sakit, terlihat putra yang sedang kesal karena ibunya yang sudah mau bersekongkol dengan Vera untuk membuatnya mengakui perasaannya, padahal itu merupakan hal yang memalukan

__ADS_1


"Dasar Vera, Berani-beraninya kau membuatku jadi seperti ini, lalu kenapa ibu malah membantunya" Gumam putra, Namun tak lama datang Vera yang mengejutkannya


"Vera kenapa kau bisa tau kalau aku ada di sini? Tanya putra dengan sedikit kaget


"Tentu saja aku mengunakan firasat, lalu kenapa kamu kabur tanpa pamit dulu dengan ibumu??


Sudahlah aku mau pulang saja, lagian yang salah bukan aku tapi kenapa aku yang bersalah" balas putra yang meninggalkan Vera karena masih merasa malu


Hingga di rumah putra dan Vera cukup terkejut ketika melihat ari dan maya yang sudah berkumpul di meja makan, dengan makanan yang telah siap dimakan


"Apa semua ini kalian yang membuatnya? Tanya putra dengan tatapan yang tertuju ke arah makanan


Sebenarnya maya yang membuatnya, aku sih dari tadi cuman duduk saja" balas ari


"Beban" ketus putra dengan mencibirkan mulut


Hah... Memangnya kamu juga bisa memasak, palingan cuman bisa masak air itupun Gosong!! Balas ari dengan nada kesal


akhirnya merekapun berdebat tak karuan, hanya karena masalah sepele, bahkan maya yang baru pertama kali melihatnya cukup kaget, Walaupun dia tau kalau mereka memang elemen yang berlawanan yaitu api dan air


Sudah cukup putra, kamu itu sudah besar tapi kok kaya anak kecil sih" ucap Vera dengan menarik kuping putra, berbeda dengan ari dirinya ditahan dengan maya dengan cara dipeluk dari belakang, seketika putra yang menyaksikan kemesraan mereka langsung terpikirkan, kenapa ia bisa menyukai wanita yang berbeda dengan maya


Hingga waktu mereka habis dengan canda tawa, membuat mereka mulai melupakan segala yang telah terjadi, sampai tiba-tiba bunyi ledakan dari luar rumah hingga membuat putra terkejut dengan kedatangan orang asing itu, namun berbeda dengan ari dia sudah tau kalau orang itu adalah Jack, salah satu organisasi mawar hitam


Sepertinya kalian sangat bahagia, sampai-sampai lupa kalau kalian sudah membunuh anak buahku" ucap dari seseorang pria berbadan kekar


Kau,.. Salah satu Pemimpin mawar hitamkan, untuk apa kau datang kemari apa kematian rekanmu, belum cukup membuatmu takut?!" balas ari yang cukup terkejut dengan kedatangan pria tersebut


jadi dia bukan pemimpinnya" Gumam putra, namun disaat yang bersamaan putra, Vera dan maya terkejut dengan pemandangan kota yang telah diselimuti api besar


"Ada apa ini?, kenapa terjadi kebakaran di kota?! Kaget ari dengan wajah pucat


Haha... Bagaimana mahakarya yang sudah aku buat, aku yakin kalian pasti terkejut, lagian aku juga terpaksa melakukan ini agar penduduk disini bisa terfokus dengan kebakaran ini" jawab Jack dengan tertawa lepas


Brengsek, apa yang telah kau perbuat" bentak ari dengan nada marah


Apa yang aku perbuat itu tidak penting yang terpenting sekarang adalah menangkap gadis yang ada di sampingmu" balas Jack dengan menunjuk ke arah vera


Apa maksudmu? Sambung putra yang menghadang Vera


Tentu saja, kematian rekan maupun anak buah itu tidak penting, asalkan aku bisa membawa gadis tersebut ke hadapan bos besar, maka masalah yang terjadi pasti akan dilupakan olehnya" balasnya


"Kau kira kau bisa mengalahkan kami, aturan kau sadar akan posisimu saat ini, bodoh"


Sadar akan posisiku, aturan kalianlah yang harusnya sadar kalau kalian sedang berhadapan dengan siapa, apa kalian belum tau tentang kematian teman-teman kalian yang mati di bengkel mobil" ucap Jack


Seketika emosi ari langsung melonjak naik, yang membuatnya langsung menyerang pria tersebut dengan tobat Esnya


"jadi kamu yang membunuh ayahku, tidak akan aku maafkan perbuatan mu" teriak ari yang langsung menyerang Jack dengan tombaknya


Namun sebelum mengenainya, pria tersebut langsung menghilang dan muncul dibelakang putra dengan posisi mencekik maya


Maaf ya, nona sepertinya kamu akan mati disini" ucap Jack dengan tangan yang masih mencengkram maya


Seketika ari langsung marah, karena maya yang sudah berada di tangan musuh, bahkan putra dan Vera sama sekali tidak melihat gerakan Jack, dan hanya sadar ketika maya yang ada di sampingnya sudah di tangan musuh


"Brengsek.. Lepaskan dia!!" bentak ari, dengan cepat melemparkan tombaknya ke arah jack, namun di hanguskan oleh Putra sebelum mengenainya


Apa maksudmu putra!!!" bentak ari dengan nada marah


Bodoh apa kamu, tidak pernah belajar kalau kamu menyerang dengan cara seperti itu malah akan membahayakan maya"


"Apa masih ada waktu untuk berdebat" sambung Vera yang langsung menyerang Jack dengan tendangnya namun gagal karena sebelum mengenainya dia sudah kembali menghilang dan muncul di depan ari


"Sial, Ini bukan taktik bertarung tapi kemampuannya yang berbahaya" batin ari, yang saat itu sudah tau kemampuan yang di miliki oleh Jack adalah bakat π™π™šπ™‘π™šπ™₯π™€π™§π™©π™–π™¨π™ž


Ditambah lagi ari yang melihat maya semakin lemas membuatnya kini semakin panik dan terus memikirkan bagaimana cara agar bisa menyelamatkan maya, karena situasinya yang tidak memungkinkan untuk menyelamatkannya

__ADS_1


__ADS_2