Fire And Water

Fire And Water
Cp 79# Misi Gagal


__ADS_3

Tentu saja ucapan tersebut telah membangkitkan semangat dari para prajurit yang lain, bahkan jenderal bisa tersenyum dengan lega akibat keraguannya telah sirna bersama dengan semangat tentara yang lain, "Kamu benar, sudah seharusnya mereka mati dengan kesalahan mereka sendiri" ujar jenderal tersebut dengan hela nafas yang cukup berat


"Kalau begitu, apa kita maju tanpa rencana?" tanya tentara tersebut dengan sedikit bingung karena mereka tidak akan maju tanpa adanya rencana dari pimpinan


"Kalau untuk sekarang aku tidak tahu, karena posisi kita saat ini sangat membingungkan untuk bertindak, apalagi lawan kita bukan manusia biasa"


"Anda benar, tapi bukan berarti kita akan maju tanpa rencana, bukan?"


"Kalau begitu kita kembali saja, untuk kedepannya kita pantau dari jauh, dari pada bertindak tanpa rencana" ujar jenderal sehingga mereka mulai berputar arah untuk keluar dari lorong tersebut setelah itu. Ditempat Samuel, akhirnya pasukan Sekutu telah berhasil membobol pertahanan terakhir yang ada di tenda tentara organisasi Mawar Hitam


Tapi ketika hendak menggeledah tenda tiba-tiba mereka mendapat serangan dari dua pembunuh sisa milik Nico, pembunuh tersebut menembakkan pistol secara beruntun sehingga banyak tentara yang tewas dari segala arah, karena pembunuh tersebut selalu berpindah tempat


Dor.. Dor.. Dor...


Suara tembakan yang terus terlepas ke arah tentara yang ada di sana, sehingga ada kira-kira 12 dari 40 orang tewas dalam waktu singkat, "Ada apa ini, dari mana mereka menyerang?" bingung pimpinan mereka dengan mata melirik ke berbagai arah, tapi sayangnya pemimpin mereka tidak menemukan secara pasti di mana musuh berada


"Maaf Pak, saya tidak bisa menemukannya karena situasinya berbeda dari sebelumnya, yaitu dimana mereka menggunakan tenda sebagai tempat bersembunyi"


"Sial, kalau begitu tembak saja yang terdengar stepnya" ucap komandan tersebut yang tampak kebingungan


"Kami tidak bisa menembak jika tidak menentukan target, takutnya didalam tenda ada manusia yang terluka" jawab tentara itu dengan ragu


"Sialan" gerutu komandan tersebut dengan menggerakkan gigi


Tembakan demi tembakan tersebut terus terdengar di kuping para tentara yang satu demi satu pula mereka ikut tertembak dan tewas pada saat itu juga, komandan yang tampak bingung hanya bisa menyuruh tentaranya untuk mundur ke garis belakang untuk menyusun rencana lagi, sebelum mereka semakin banyak korban yang berjatuhan


Ketika mereka sudah bergerak mundur, terlihat para pembunuh organisasi memperlihatkan diri di antara tenda-tenda sambil memegang pistol ditangan


"Haha.. Ternyata, mereka hanya sekelompok binatang yang tidak tahu situasi yah"


"Kamu benar, kawan" jawab rekannya sambil memperlihatkan senyuman sadis yang susah untuk dibayangkan, walaupun ditutup menggunakan kain tapi tetap saja akan terlihat seram dari sorot matanya


Sedangkan dilain tempat akhirnya Samuel kini sudah terbangun dari ko'ma nya, walaupun sempat bingung dengan keadaannya tapi dirinya tenang karena Sofia sudah menemaninya, walaupun Sofia sempat cemas karena deru tembakan tidak usai sejak beberapa saat yang lalu sehingga ia tidak tahan untuk menahan air matanya


Karena khawatir kalau Samuel tidak akan sadar dari ko'ma nya tapi ditengah tangis yang seduh tersebut akhirnya Samuel menggerakkan jarinya secara perlahan, Sofia yang melihat sontak langsung terkejut dan mulai mengalirkan kekuatannya untuk memberikan pemulihan bagi Samuel secara perlahan, berharap setelah kekuatannya mengalir maka Samuel akan tersadar


Dan benar saja baru beberapa saat memulihkan keadaan Samuel, kini ia sudah benar-benar sadar dari Ko'ma nya, walaupun pada saat itu tampak kalau kondisi Samuel masih lemah, sehingga tidak ada satu kata pun, yang bisa diucap oleh Samuel kecuali rasa terkejutnya, karena di detik-detik kesadarannya, dia masih sempat melihat wajah Sofia walaupun sedikit sedih dan mata yang berkaca-kaca


Dengan nada lemah yang tak bertenaga, Samuel mulai berkata, "Fia, jangan paksakan dirimu" ucap Samuel yang tahu kalau Sofia sedang kecapean namun dirinya tetap memaksa untuk memulihkan kondisinya


"Aku tidak kenapa-kenapa kok, sebaiknya kamu istirahat saja soalnya tubuh dan lukamu belum benar-benar pulih" senyum Sofia yang digunakan sebagai kedok atas kelelahannya walaupun terpaksa melakukan hal tersebut, tapi sayang usahanya tidak berhasil karena Samuel tahu kalau Sofia sudah lelah terlihat dari mukanya sudah mulai pucat


Walaupun sudah lelah, bukannya berhenti Sofia justru malah memaksakan diri untuk tetap memberikan kekuatannya untuk memulihkan Samuel yang kondisinya sangat lemah sampai-sampai tidak sanggup untuk berdiri


"Aku benar-benar tidak berguna" batin Samuel dengan mengeluh akan keadaannya


Karena tidak ingin menjadi hambatan Samuel menyingkirkan tangan Sofia yang saat itu sedang memegangi lengannya untuk memberikan kekuatan untuk memulihkan tubuhnya, "Ada apa?!" bingung Sofia karena tangannya ditolak oleh Samuel


"Biarkan aku mengobati lukamu dulu karena kondisi mu sangat lemah" sambung Sofia yang berusaha untuk meraih kembali lengan Samuel tapi gagal karena Samuel telah mengambil tindakan yaitu menolak bantuan dan mencoba untuk duduk walaupun saat itu seluruh badannya sangat sakit


"Jangan bergerak!!" panik Sofia yang mencegah Samuel untuk duduk dihadapannya

__ADS_1


"Tidak usah khawatir, untuk sekarang bantu aku saja untuk duduk dulu, karena seluruh tubuh pegal akibat seharian tidur" alasan Samuel agar tidak membuat Sofia cemas, sehingga di waktu yang bersama Sofia membantu Samuel untuk duduk di ranjang medis


"Kenapa kamu bangun, Sam?" tanya Sofia dengan tatapan dalam


"Tidak apa-apa, kamu tenang saja, aku duduk karena aku memang pegal" alasan Samuel untuk berbohong pada sofia, karena kenyataannya tubuh Samuel memang sangat lemah dan sakit jika dipaksa untuk bergerak tapi karena dirinya sudah menerima banyak sekali kebaikan, tentunya Samuel tidak akan membahayakan nyawa Sofia


"Kamu yakin?, atau perlu aku bantu biar kamu dapat pemulihan dari kekuatanku" ujar Sofia


"Tidak perlu, aku sudah baik-baik saja" ucap Samuel


"Entah kenapa, aku melihatmu seperti sedang memaksakan diri" batin Sofia dengan cemas tapi tidak berani untuk bertanya karena takut akan menyinggung perasaan Samuel


Setelah duduk, Samuel kembali bertanya kepada Sofia dengan tatapan penuh selidik, "Fia, selama aku tertidur apa yang terjadi?" tanya Samuel


"Yah ampun, bagaimana aku harus jelaskan kalau dia tadi bukan pingsan tapi ko'ma" benak Sofia yang hanya bisa tersenyum dengan bibir manisnya


"Tidak terjadi apapun kok, kamu tidak perlu khawatir" sambung Sofia dengan senyum tipisnya


Sehingga Samuel yang mendengar bisa menghendus pelan seakan-akan percaya penuh dengan perkataan Sofia, kompetensi seorang perawat tidak hanya mengobati secara fisik tapi juga terhadap metalnya sehingga sang perawat tidak akan mengatakan sesuatu hal yang melukai metal para pasien karena mental dapat mempengaruhi fisik hingga memperlambat kesembuhannya


"Baguslah kalau gitu" balas Samuel


"Kalau gitu mari kita makan roti dulu, untuk mengisi stamina dan kalori supaya kamu tidak lemas" ajak Sofia dengan berdiri dari kursi dan berjalan beberapa langkah untuk ke meja samping supaya bisa mengambil sebungkus plastik yang berisi roti dan beberapa minuman mineral supaya bisa di konsumsi oleh mereka, dan makanan tersebut yang diambil oleh Lian sebelumnya


Setelah mengisi perut masing-masing, Samuel segera bertanya lagi kepada sofia yang waktu itu sedang mengemas bungkus makanan di sebuah kantong plastik berwarna putih, "Fia, kemana yang lain?" tanya Samuel untuk mencairkan suasana tapi beberapa saat sofia sedikit kesulitan untuk menjawab karena ia tidak mungkin akan memberi tahukan yang sebenarnya kalau mereka sedang pergi bertempur


Sehingga sofia mencari kebohongan dengan berkata, "Untuk sekarang mereka sedang dalam masa pelatihan jadi tidak bisa datang kemari!!" jawab sofia penuh kebohongan


"I-iyah, mereka sedang pelatihan untuk melawan sekutu" jawab sofia yang sedang panik dan gugup menjadi satu dalam perasaannya


"Kenapa mereka harus berlatih di situasi seperti ini?" tanya Samuel dengan lirih sambil menahan rasa sakit


"Aku juga tidak tahu, tapi yang terpenting sekarang kamu istirahat saja, karena kondisimu belum sepenuhnya fit" Sofia meletakkan tangan di bahu Samuel tapi dengan cepat tangannya langsung ditolak oleh Samuel


"Aku tidak apa-apa kok, kamu tak usah khawatir" ucap Samuel dengan menolak tangan sofia yang berada di bahunya


"Bagaimana bisa, aku tidak khawatir dengan kondisimu yang buruk ini" ucap Sofia penuh kekhawatiran


"Tapi aku beneran gak apa-apa"


"Yasudah, aku juga tidak akan memaksa mu terus" jawab sofia yang menghela nafas berat karena lawan bicaranya sangat keras kepala


"Tetapi setidaknya kamu jangan banyak pikiran dulu, Oke" ucap sofia


"Baiklah" ketus Samuel dengan pasrah karena sudah tidak bisa counter ucapan yang keluar dari mulut Sofia.


Disebuah lapangan tempat seluruh pasukan Sekutu berkumpul, yaitu di halaman istana kuno milik Organisasi Mawar Hitam, terlihat di sana mereka tampak tergesa-gesa berlari ke satu tempat yang memperlihatkan kalau mereka sangat ketakutan seusia misi yang diberikan, "Ada apa ini!!" bingung jenderal yang tampak dari raut wajah kebingungan


"Jenderal?" bingung komandan dari serdadu yang ditugaskan untuk melumpuhkan pertahanan akhir camp tentara musuh, ternyata mereka saat itu sama-sama bingung karena tidak menyangka kalau mereka akan dipertemukan kembali di satu tempat namun dengan misi yang belum terselesaikan


"Bagaimana dengan misi kalian!!" tanya jenderal yang kembali tegas untuk mengubah suasana mereka

__ADS_1


"Maaf jenderal misi kami tidak selesai" jawab komandan tersebut dengan gagap


"Kenapa bisa?"


"Karena di sana, ada seorang tentara ninja yang bisa mengelabui kita semua"


"Tentara ninja" jenderal tampak sangat kebingungan dengan perkataan Komandan, jelas dibenaknya di masa saat ini tidak ada ninja tapi setelah ia meletakkan tangannya di dagu, dia mulai berfikir kalau misi rekannya ada sangkut pautnya dengan prajurit lincah yang sudah dirinya temui beberapa kali


"Kalau begitu, apa banyak diantara kalian yang mati, kok jumlah kalian tinggal segini" tanya jenderal


"Benar jenderal, sebelum kami tekena serangan dari ninja kami sempat menyerbu pasukan musuh dan jumlahnya tidak kalah jauh dari kita, tapi pasukan tersebut telah kami lumpuhkan hanya saja kami harus kehilangan prajurit yang jumlahnya tidak sedikit dari serangan dadakan" laporan yang begitu jelas dari komandan membuat jenderal menggertak giginya sambil didalam benaknya berulang kali menyebut 'Sial'


"Sebelum itu, dimana Putra?" tanya komandan sambil melirik ke berbagai arah


"Kamu benar, dari-tadi dia belum keluar dari dalam istana, dan aku tidak sempat memastikannya karena aura pembunuh telah membuat kami bergidik ngeri" jawab jenderal dengan diiringi oleh tentara lain yang ikut bergidik


"Kalau begitu kita harus apa sekarang?" tanya komandan yang merasa bingung dengan situasinya


"Jumlah mereka sedikit, tapi kekuatan mereka seperti melebihi kita ingin merebut kota saja" ucap Komandan


"Tapi jenderal, bagaimana kalau kita kalahkan pasukan ninja itu dulu setelah itu kita baru menghabisi orang-orang yang ada didalam istana ini" ucap komandan


"Kamu benar, tapi sayangnya dengan kekuatan kita akan sulit untuk melumpuhkan tentara jenis itu"


"Apa jenderal pernah melawannya?" tanya komandan dengan mengerutkan keningnya


"Pernah, dan itupun dia hampir membunuhku, mungkin jika tidak ada yang datang menyelamatkanku maka aku sudah mati" jawab jenderal


"Lawan yang mengerikan" gumam komandan dengan lirih


Tidak lama berdiam diri terdengar suara jet musuh yang sepertinya sedang mendarat dalam keadaan hancur ke arah mereka, suaranya sangat bising dengan api yang membakar mesin, membuat Jenderal dan rekan yang lain tampak sangat terkejut dan panik sampai-sampai mereka tidak bisa berbuat apapun lagi selain menunduk


"TUNDUK......."


Teriakan jenderal yang diiringi suara jet mendarat membuat suasana sangat mencengkram bahkan rasa ketakutan tidak bisa dielak lagi, sampai masing-masing dari mereka hanya bisa berdoa untuk keselamatan mereka sendiri, sehingga tidak lama jet tempur tersebut mendarat menabrak istana dan dalam waktu singkat hancur berantakan


DUAR....


ledakan pesawat tempur tersebut yang menabrak istana membuat bagaian jalur depan istana tertutup dengan runtuhan balok beton kuno, bahkan gendang telinga tentara dalam sesaat mengalami getaran hebat sehingga mereka tidak bisa mendengar apapun yang ada disekitar mereka, sedangkan pesawat tersebut langsung hancur berkeping-keping


"Sialan, aku tidak bisa mendengar apapun" batin jenderal dengan mata yang berkunang-kunang


"Kalian semua tidak apa-apa!!" teriak jenderal memanggil tentaranya walaupun usahanya tidak bisa didengar pasti oleh orang lain karena suasana di sana penuh dengan debu yang berhamburan bahkan pandangan tidak bisa melihat secara jelas.


********


𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖


𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..


𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋

__ADS_1


__ADS_2