
Dimalam yang gelap tepatnya di belakang gedung di saat itu terlihat Putra dan dua orang antara lainnya yaitu Kevin yang merupakan anggota mawar hitam dan pria dengan menggunakan jaket berwarna biru, ketika itu Putra hendak melancarkan serangan untuk kedua kalinya, namun disaat detik-detik terakhir datang orang yang tidak di kenal
Awalnya Putra merasa kalau dia merupakan teman dari kevin, namun dirinya berubah pikiran ketika melihat kemampuan orang itu, Pria tersebut memiliki kemampuan petir atau element Guntur, karena hal itulah Putra merasa ragu kalau dia itu kawan atau lawan
Sementara itu Ari yang baru sampai sempat terkejut akibat ledakan dari Putra dan pria berjaket, karena penasaran Putra berkata, "Apa maksudmu?" tanya Putra sambil diamati oleh Ari yang jauhnya hanya beberapa langkah
"Aku tidak bermaksud jahat, aku hanya menghindari mu dari masalah saja" jawabnya dengan wajah santai namun masih melindungi kevin
"Masalah?, bukannya kamu adalah masalahnya dan aku ingatkan kamu agar tidak ikut campur dengan masalah ini karena aku sedang ada masalah dengan orang yang ada di belakangmu itu!!"
Setelah mendengar perkataan Putra, pria jaket biru merasa akan susah untuk menjelaskannya kepada Putra untuk itu lebih baik menyuruh kevin pergi ke tempat aman
"Cih,.. Menyebalkan, hey kamu mawar hitam pergi dari sini kalau tidak ingin mati!!" ucap pria tersebut kepada kevin dengan nada meremehkan
"Apa maksudmu?" tanya kevin sambil memegang dadanya
"Kamu tau kalau Putra sedang marah dan yang di incar itu kamu, di tambah lagi dengan kondisimu yang sekarang hanya bisa membebani aku jika kamu tetap di sini, jadi lebih baik kamu pergi, dari pada mati konyol"
"Kamu memang benar, tapi aku masih tidak yakin denganmu sebenarnya apa tujuanmu?"
"Memangnya ada waktu untuk menjelaskannya?" balas pria jaket hingga kevin merasa sudah tidak bisa bertanya hanya bisa menurut dan pergi meninggalkan tempat kejadian untuk mencari tempat aman
Disisi lain akhirnya Ari ingat dengan pria penguna element guntur dan tenyata beberapa hari yang lalu dirinya pernah bertemu dengannya bahkan ngobrol layaknya seorang teman, karena merasa bahaya Ari langsung berdiri di samping Putra sambil memasang posisi siaga, Sementara Putra kaget karena tidak menyangka kalau Ari mengikutinya
"Ari, sejak kapan kamu ada disini?" tanya Putra kepada ari karena kaget dengan kedatangannya
"Sejak awal, tapi Putra orang itu sangat berbahaya dan aku pernah berhadapan dengannya sekali dan aku akui dia cukup kuat, jadi oleh karena itu mari kita melawannya bersama-sama"
"Oke,. Aku tau kamu pasti tidak berbohong tapi aku benar-benar kesal dengannya, karena dia sudah melepaskan orang yang sudah membuat ibuku celaka" ucap Putra dengan memasang kuda-kuda
Disaat itu juga pria berjaket merasa terpojok, karena tindakannya malah membuatnya berujung kepada maut, "Hah, menjadi orang baik ternyata susah" keluh pria tersebut dengan mengambil posisi siaga
Hingga sampai dimana Putra dan Ari maju secara bersamaan, sebenarnya Ari merasa ragu untuk menyerang namun setelah melihat kejadian itu akhirnya Ari berfikir kalau pria tersebut adalah orang jahat dan merupakan satu komplotan dengan mawar hitam
πΏπͺππ§...
πΏπͺππ§....
πΏπͺππ§.....
Terdengar suara ledakan dari setiap pukulan yang dilancarkan Putra kepada pria tersebut, sedangkan Ari hanya menembaki mengunakan panah dari jarak sedikit jauh, tak lama akhirnya Putra berhasil membuka peluang untuk menyerang dan itu tepat di perut pria tersebut hingga pria tersebut terkenal beberapa meter dan mencoba untuk memadamkan api yang hampir membakar bajunya
Dengan tatapan serius pria tersebut berkata sambil menepuk-nepuk bajunya, "Sebenarnya aku tidak ingin melawan kalian dengan serius, tetapi setelah dilihat lagi seperti tidak ada peluang untuk bernegosiasi dengan kalian, jadinya aku terpaksa untuk menggunakan cara kekerasan agar bisa membuka peluang negosiasi" setelah mengatakan itu dengan tiba-tiba badan Putra dan Ari merasa merinding ketakutan
Tapi putra tidak menghiraukannya dan terus melancarkan serangan, namun sebelum tinjunya mengenai target, pria tersebut secara mengejutkan menghilang dari posisinya dan meninju putra dari berbagai arah, Ari saat itu sudah tidak bisa berbicara ataupun membantu karena yang menyerang putra hanya sebuah kilat kuning dengan kecepatan tidak terlihat
Hanya perlu beberapa detik saja, pria tersebut sampai di saat serangan terakhirnya yaitu meninju ulu hati putra, hingga putra memuntahkan darah dari mulutnya dan terpental beberapa meter disaat itu juga putra tidak sadarkan diri
Ari yang melihat sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi dan tersungkur tak berdaya melihat betapa kuat lawan yang di hadapinya, "Aku menghargai mu bukan karena aku kasihan atau apapun itu, aku hanya tidak ingin banyak orang yang terluka lagi biarkan putra yang terluka dan aku harap setelah kejadian ini dia mau ngerti dengan keadaan dunia"
__ADS_1
Setelah mendengar kata-katanya, Ari bisa tau kalau pria yang ada dihadapannya terus melalui hari-hari dengan tangan penuh darah, dan terkejutnya dia seketika melihat air mata mengalir dari mata pria petir dengan menangis ia berkata, "Mungkin hanya kamu yang bisa mengerti tentang aku, Ari" ucapnya dengan mengepalkan tangannya
Sebelum ari berkata dirinya mengambil nafas lalu membuangnya secara perlahan, kemudian kembali berdiri dan berkata, "Sebenarnya apa yang bisa aku bantu untukmu!!" ucap Ari dengan wajah datar Walaupun hatinya masih takut
"Bertambah kuatlah agar kalian bisa ikut denganku, karena lawan yang akan kalian hadapi di masa depan bukanlah seperti ini melainkan orang-orang dengan berkemampuan sangat kuat"
"Baiklah, aku berjanji denganmu kalau aku akan bertambah kuat dalam waktu dekat ini" ucap Ari dengan lantang
Namun pria tersebut hanya membalasnya dengan senyuman sambil berkata, "Sebelum itu terjadi aku akan terus memantau kalian sepanjang waktu" ucapnya kemudian pergi meninggalkan putra dan Ari dengan menggunakan kekuatannya
Setelah pergi akhirnya Ari bisa menghembuskan nafas lega akibat tekanan dari aura yang dahsyat sudah tidak menekannya lagi, dan segera membawa Putra ke rumah sakit agar bisa mendapat pertolongan pertama namun sebelum sampai dirinya sempat berfikir bagaimana cara agar ia bisa mengatakan kepada Maya dan Vera mengenai masalah ini
Tidak lama kemudian akhirnya Putra dapat di selamatkan dan segera di tangani oleh para ahli, awalnya Ari ragu untuk menghubungi Vera dan Maya, namun setelah di pikir lagi akhirnya dia memutuskan menghubunginya karena ia takut membuat mereka khawatir
Sampat menunggu akhirnya Vera dan Maya datang dengan jalan terburu-buru karena khawatir mereka segera berkata, "Apa benar, Putra kritis?" tanya Vera dengan nada panik
"Benar, untuk saat ini dia sedang dalam penanganan khusus" jawab Ari
"Kenapa bisa, padahal tadi kalian pergi dalam keadaan baik-baik saja, lalu kenapa sekarang secara mendadak putra jadi kritis?!" sambung Maya
Karena sudah terpojokkan akhirnya Ari menjelaskan cerita secara detail kepada mereka, mengenai kenapa Putra bisa mengalami luka berat di bagian organ dalam, Vera yang mendengar cerita tersebut seketika langsung lemas tak berdaya karena di tempat lain masih ada penguna element yang mengambil jalan sesat
Saat itu Ari tidak menceritakan tentang pria berjaket, karena dirinya tidak mengetahui apapun tentang dia selain tujuan yang baik dan mulia, bahkan untuk kedua kalinya dia juga melupakan hal penting yaitu menanyakan nama pria tersebut akan tetapi dia sama sekali tidak menyesalinya karena itu bukan hal yang penting
Waktu terlalui dengan cepat Vera dan Maya masih tetap tidak menyangka dengan apa yang terjadi kepada Putra karena menurutnya itu adalah hal yang sudah di luar nalar, yang mana seorang penguna element berada di organisasi mawar hitam tapi semua dugaan itu tidak untuk ari, karena dia merasa kalau ada tujuan di balik itu semua
Hingga tak lama keluar dokter bersama dengan susternya dari dalam ruangan putra, karena Vera khawatir ia segera bertanya kepada dokter mengenai keadaannya dan dokter itu hanya bilang kalau keadaan putra sudah mulai membaik
Setelah mendengar itu seketika Vera tersenyum seri dan segera berkata, "Apa saya boleh menjenguk pasien?" tanya Vera kepada dokter hingga dokter memperbolehkannya asal mereka memenuhi syarat, dan syaratnya adalah membatasi Penjenguk dengan jumlah maksimal sebanyak 2 orang dan sisanya harus menunggu diluar
Karena itu semua demi kebaikan pasien yang saat ini sedang terbaring KoMa, tanpa pikir panjang Vera justru mengiyakan ajuan dokter dan segera dan segera mengajak Maya untuk ikut menjenguk putra di dalam, namun sebelum Maya ikut ia berkata kepada ari, "Ari, aku tidak apa-apakan masuk duluan?" tanya Maya kepada ari
"Iya, tidak apa-apa kok, lagian kamu dan vera pasti mencemaskan putra" balas ari dengan wajah santai namun sebenarnya dia juga sangat mencemaskan putra, karena Maya sudah mendapat persetujuan dari ari dengan segera ia mengikuti Vera ke ruang ganti, supaya ia bisa mengganti baju dengan baju yang telah di khususkan
Sedangkan Ari, dirinya langsung pergi dari rumah sakit untuk mencari pria yang telah meninju putra dengan harapan dia bisa mengetahui tujuan dan penjelasan kenapa dia membuat putra sekarat, walaupun di dalam hati dia masih sangat ragu untuk menemuinya
Di luar Ari sedikit bingung dengan cara agar dia bisa memanggil orang itu, karena sangat tidak mungkin ia mencari tanpa tau tujuan hingga Ari memutuskan untuk kembali ke gedung yang menjadi tempat pertarungannya, karena firasatnya menunjukkan kalau hanya tempat itu jalan keluarnya
Sesampainya di sana Ari semakin bingung ingin berbuat apa, karena areanya sudah di batasi polisi hingga dirinya tidak bisa berjalan lebih jauh dari ini "Bagaimana caranya aku bisa keatas gedung jika jalan masuk sudah ditutup, apa aku terobos saja garis polisi ini, tapi aku takut kalau nanti aksiku terlihat oleh polisi yang berjaga di daerah ini" Gumam Ari sambil memperhatikan sekeliling
Hingga tak lama Ari melihat sesosok pria yang sedang berlari ke arah sela-sela gedung, dengan sensitif ia segera berlari mengejarnya dengan harapan kalau orang itu adalah pria Guntur, selama berlari Ari tidak tahu dengan orang yang dikejarnya sebaliknya juga merasakan hal yang sama mereka sama-sama tidak mengenal dengan pria yang saling kejar-mengejar namun pria tersebut menghentikan langkahnya dan segera bertanya kepada ari
"Hey Bocah, apa maksudmu mengejar aku?" tanya pria tersebut dengan lantang, hingga ari yang melihat cukup merinding karena badan kekar dan mata kanan buta itu membuatnya terlihat seperti seorang penguasa pasar
"Maaf bang, aku kira abang adalah orang yang aku kenal" ucap Ari dengan badan membungkuk namun sebelum Ari pergi dirinya dipanggil oleh pria kekar dengan nada besar dia berkata
"Apa nama kamu Ari, temannya Putra?" tanya pria tersebut dengan wajah serius
Karena mendengar itu langkah Ari terhenti dan segera bertanya balik, "Apa hubunganmu dangan Putra?" Tanya Ari dengan cepat berbalik badan dan menatap pria tersebut dengan tatapan intimidasi
__ADS_1
Karena sudah yakin pria tersebut segera menyerang Ari dengan kemampuannya akan tetapi sebelum tinjunya mengenai Ari, Ari telah lebih dulu menciptakan perisai Es untuk menahan tinjunya namun karena tinjunya sudah di lipat gandakan akhirnya tinju tersebut dapat menghancurkan perisai es tanpa tersisa yang akhirnya membuat Ari terkena serangan dan terpental beberapa langkah
"πΌππππ"
Jerit Ari akibat tubuhnya yang terhantam keras ke tanah, sementara pria tersebut berfikir kalau Ari hanya pengguna kemampuan Es bukan pengguna kemampuan salah satu dari element semesta, karena yang ada di benaknya cuman balas dendam kepada Putra, anggota keluarga dan teman yang disayanginya
"Hahaha,.. Aku tidak menyangka kalau kamu datang dengan sendirinya" tawa pria tersebut dengan suara lantang hingga dirinya kembali menyerang Ari tanpa basa-basi, terlihat jelas dari tatapan matanya kalau pria buta itu memiliki dendam terhadap Putra
Akan tetapi Ari tidak ingin mati konyol hingga dia menguatkan diri untuk bangkit dan mencoba menciptakan perisai Es dengan ketebalan 3 lapis, akan tetapi usahanya sia-sia karena hanya mengunakan satu tinjunya sampai membuat perisai Es milik Ari hancur berkeping-keping
Dan untuk kedua kalinya ia terpental beberapa langkah, disaat itu badan Ari sudah merasa berat sekaligus sakit yang menggerogoti tubuhnya, namun semua pikiran menyerah Ari buang karena semua itu tidak ada gunanya
Sebelum dia kembali bangkit, dirinya mulai mengingat dimana Putra maju sendirian melawan pria petir bahkan setelah tau kekuatannya dia tidak mundur sedikitpun dan terus mengobarkan api semangat yang membuatnya terus bangkit, karena hal itu juga membuat Ari malu dengan Putra yang bisa dibilang merupakan sahabatnya
"Sial, dia terlalu kuat, tapi aku tidak boleh kalah karena aku bisa di hina olehnya" Gumam Ari dengan badan kembali tegak dan mulai mengaktifkan mode badas kemudian membuat zirah Es, karena hal tersebut pria buta itu terkejut karena menurut ia sangat tidak mungkin seorang manusia berkemampuan biasa dapat menggunakan jurus pamungkas sedangkan jurus itu hanya bisa digunakan pada orang-orang pengguna element
"Sebenarnya kau siapa?" tanya pria tersebut dengan wajah panik, namun pertanyaannya tidak di respon oleh Ari, justru Ari malah melesat menyerang pria tersebut
Karena terpaksa dirinya mencoba untuk melawan balik hingga akhirnya menyebabkan ledakan dahsyat dari kekuatan fisik, awalnya mereka bertarung di belakang gedung karena malam itu sangat sepi hingga membuat mereka dapat bertarung tanpa ada orang lain yang ikut terlibat
Akan tetapi setelah kejadian ini membuatnya kacau ledakan demi ledakan terus terjadi hingga bangunan yang ada di sekitar mereka hancur dan menyebabkan orang lain ikut terkena dampaknya hanya sebagian dari mereka yang pingsan setelah melihat pertarungan Ari dan pria buta
Tapi sebagian lagi ada yang mencoba menghubungi polisi dan ambulan karena kejadian itu menelan korban tak bersalah, dilain tempat Ari dan pria buta terus bertarung tanpa memikirkan tempatnya namun yang lebih parah adalah dimana mereka bergerak keberbagai tempat sampai tempat itu hancur
Ari merasa lawannya cukup kuat dia memutuskan untuk menjaga jarak dan menyerang balik dengan panah yang di lontarkan dari busur Es, akan tetapi pria tersebut dapat menghindari semuanya dengan melompat dari satu gedung ke Gedung lainya dengan membuat pola Zig-zag, hingga itu berlangsung sampai pada saat Mereka kembali bertarung dalam jarak dekat
Disaat itu Ari sangat terdesak yang akhirnya segera menciptakan pedang es dan beradu kecepatan dengan pria tersebut, akan tetapi dengan kelebihannya ia dapat mengimbangi kecepatan Ari hingga Ari merasa sudah mencapai batasnya namun semua pikiran menyerah dirinya buang akibat mengingat Putra
Namun kali ini berbeda Ari hanya mudur dan menciptakan tombak Es untuk menyerang dan menjaga jarak itu ia lakukan agar terhindar dari serangan vital milik musuh, tidak selang lama akhirnya tombak Ari hancur lebur akibat selalu dia gunakan sebagai Defense agar tidak terkena serangan langsung karena Ari trauma akibat Semua es pelindungnya dapat di hancurkan dengan satu tinju
Disaat itu juga Ari bingung dengan gerakan musuh karena itu merupakan bela diri tinju, akan tetapi jauh berbeda dari Putra, bisa dibilang 2 tingkat di atasnya dalam hal kecepatan hingga Ari berfikir kalau itu adalah akhir dari pertarungan, tapi lagi-lagi dia salah perkiraan yang membuatnya terkena serangan di bagian perut
Beruntungnya Ari kalau tau zirah nya tidak tembus dan cepat memanfaatkan peluang kosong dengan cara menghentakkan kakinya sampai Es membekukan kaki pria tersebut sampai tidak bisa bergerak
"Sial, aku ceroboh" ketus pria tersebut dengan menggerakkan giginya
"Selamat tinggal" Ucap Ari dengan gumpalan Es di tangannya hingga pria tersebut tidak bisa berkata apapun dan mulai mengunakan kekuatan penuhnya agar bisa lepas dari perangkap Es milik Ari akan tetapi sebelum dia berhasil, dirinya telah lebih dulu terkena tinjuan hingga terpental sampai 10 meter menabrak dinding
"Kalau seperti itu, mana mungkin tinjuku meleset" sambung Ari sebelum dirinya kembali ke mode normal, awalnya Ari takut untuk pingsan karena jika dia pingsan di tempat itu bisa sangat berbahaya nantinya jika dia ketahuan oleh polisi, namun disisi lain dia juga tidak mempunyai tenaga untuk berjalan
Hingga pada akhirnya Ari memaksakan diri untuk berjalan, setidaknya menjauhi zona polisi baru dia pingsan walaupun Ari tidak ada luka yang serius tapi luka lebam masih berbekas di tubuhnya apa lagi setelah terkena tinju di bagian perut itulah sebabnya kenapa Ari tidak memiliki tenaga untuk berdiri
Dengan jalan sempoyongan dia terus berjalan menjauhi lokasi kejadian, namun semua perjuangannya terhenti ketika dia menemui nenek tua yang saat itu sedang bejalan di trotoar
"Nak, kamu kenapa?" tanya nenek tersebut namun sebelum ari menjawab dia telah lebih dulu jatuh ke tanah dengan keadaan tak sadarkan diri, Dilain tempat yaitu di rumah sakit terlihat vera dan Maya, yang masih menunggu Ari akan tetapi sampai fajar menjelang pun tidak ada tanda-tanda Ari akan pulang
"Sebenarnya dimana Ari, kok dari tadi enggak balik-balik?" Gumam Maya dengan ekspresi khawatir namun Vera mencoba menenangkan maya dan mencoba untuk lebih banyak berfikir positif dari pada memikirkan hal yang buruk
Dimalam itu mereka terpecah bela, Ari berada di rumah nenek yang menolongnya, Putra di rumah sakit πΌ bersama dengan Vera dan maya, sedangkan ibunya berada di rumah sakit π½ semua itu terjadi dalam satu malam, apa semua ini adalah petunjuk atas hal yang akan terjadi di masa depan semuanya hanya ada di Novel πππ§π πΌπ£π πππ©ππ§.
__ADS_1