
Malam itu bagaikan neraka yang sudah menelan banyak korban bahkan orang-orang terdekat Ari kini sudah tidak tersisa yang ada hanya Ari yang saat itu sudah dikepung tentara Mawar hitam di sebuh pulau New island yang dibangun oleh Ari dengan susah payah bersama warga dan orang terdekatnya namun semuanya telah habis terbakar oleh kobaran api atau ledakan boom dengan perasaan sedih Ari
Akan kepergian nenek yang pernah dia anggap seperti keluarganya sendiri bahkan semua harapan, Cita-cita dan impian kini bagaikan kertas yang dibakar menjadi abu hingga hilang tak tersisa akan tetapi dirinya tidak ingin terpuruk terus-menerus melihat situasinya yang kini sedang terancam bahaya membuatnya bangkit dari tanah dan membuka bajunya untuk ia berikan kepada tubuh nenek yang sudah tewas
Dengan badan yang telanjang dada dirinya segera menghentakkan kakinya ke tanah hingga dalam radius 100 Meter mereka langsung berubah menjadi setumpuk Es akhirnya dengan santai Ari mengontrol naga miliknya untuk menghabisi pasukan yang mengepung dirinya, tentara mawar hitam yang melihat kini dengan sontak menembaki Ari akan tetapi sebelum peluru menyentuh tubuh dirinya telah lebih dulu menciptakan Zirah Es
Hingga peluru tidak dapat menembusnya sampai salah satu dari tentara ada yang mengumpat ari dengan berkata kalau Ari adalah monster akan sesekali mereka menembaki Naga Es yang masih berterbangan di langit malam dengan penuh kekuatan mereka tanpa mengharapkan Tentara yang telah menjadi Es kembali karena Naga Es telah lebih dulu menghancurkan mereka tanpa tersisa
Awalnya Gatot membawa tentara dalam jumlah banyak akan tetapi semuanya berupa yaitu rencana, harapan bahkan mereka tidak membawa keberhasilan sedikitpun tapi yang membuatnya frustasi hanya dirinya susah menggugurkan tentara dalam jumlah banyak, dan dirinya yakin kalau dia tidak akan mendapat ampun dari bos Nikolaus
Saat itu Gatot mulai bangkit berdiri dengan tubuh penuh memar akibat terjatuh dan terbanting ke tanah beberapa kali dengan nada jengkel di mengeluarkan kata-kata kesal, "Sial, kenapa bisa begini apa benar ini rencana matang tapi kenapa semuanya malah gagal total" dengan kesal Gatot mulai berfikir ke arah samuel dan teman-temannya
Karena sepanjang peperangan mereka tidak beraksi ataupun bertindak jadi Gatot berfikir kalau penyebab semuanya adalah mereka dalam lamunannya tiba-tiba datang bawahannya sambil memanggil namanya, "Tuan Gatot, Tuan" wajah penuh seri terpancar dari mukanya yang kian berlari menghampirinya
"Tuan Gatot anda tidak apa-apa? maafkan saya yang tidak bisa melindungi anda?!" ucapnya sambil membungkuk memberi hormat
"Baguslah kalau kamu sudah datang, sekarang beri tahu aku situasi di medan perang?" tanya Gatot dengan tangan memegang punggungnya karena efek benturan membuatnya merasakan nyeri tulang
"Situasinya sangat gawat tuan, tentara kita sudah sebagian besar telah tewas dan kapal kita sudah di hancurkan tanpa tersisa jika perang terus berlanjut saya tidak yakin kalau kita bisa menang" Lion saat mencoba untuk membantu Gurunya dengan cara memapah tubuhnya
"Terimakasih, lalu bagaimana dengan adikmu bukannya kalian selalu bersama?"
"Kalau dia sudah berada di medan perang tapi aku ragu kalau sebenarnya tim samuel itu penghianat atau bukan, karena dari gerak-gerik mereka sangat terlihat jelas kalau mereka mencurigakan" Lion memiliki Adik yang bernama Jon awalnya lion menyuruh jon untuk memata-matai pergerakan Samuel akan tetapi dia tidak mendapatkan informasi apapun
karena setiap kali dia menguping rudi selalu tau dan setiap jon gabung untuk mendengar pembicaraan mereka justru mereka seperti orang asing, jadinya dia tidak bisa mendapatkan informasi sama sekali hingga pada akhirnya terjadi insiden tersebut membuatnya terpisah oleh tim samuel dan terpaksa menghentikan mata-mata dan lebih mengutamakan perang
Gatot yang tidak mengerti maksud Lion berusaha menanyakannya dan tanpa pikir panjang dijelaskan secara jelas akan adiknya yang berusaha untuk memata-matai samuel, setelah mendengar itu kini Gatot semakin geram dan mencoba untuk meluruskan badannya dengan paksa walaupun dia sering merintis kesakitan
"Tuan, badan anda tidak boleh banyak gerak dulu" panik Lion akibat melihat sesekali tuannya merintis kesakitan
"Tidak apa-apa, jangan pedulikan aku sekarang kamu fokus saja untuk melindungi adikmu karena dia sedang dalam bahaya" balas Gatot dengan perlahan berjalan mendekati pertempuran dengan bunyi tembakan dan jeritan tentara yang kian terdengar jelas membuat lion merinding ketakutan
__ADS_1
Di lain tempat kini putra telah sampai di perbatasan yang memisahkan kota dan Pulau yaitu di perairan danau dengan kedalam belum di ketahui karena keadaan gelap membuat jarak pandang terbatas walaupun putra sudah memperkirakan tapi dia masih sangat ragu untuk menerobos Air
Hingga ia berfikir sambil mengamati sekitar dan dirinya tidak menemukan perahu kecil di pesisir danau kecuali Kapal polisi yang waktu itu didiamkan di tepi danau hanya saja di sana ada 2 polisi yang memasang garis polisi dari ujung ke ujung untuk persiapan jika asal wartawan yang nekat ke pulau mengunakan perahu ataupun kapal karena sepanjang kota ataupun danau kini sudah di jaga
Dengan ketat jumlah tentara yang tak terhitung jumlahnya mulai menjaga perbatasan kota dengan bermodal senjata di tangan, helikopter tempur yang terus berterbangan di langit untuk menjaga keamanan warga tentara yang jumlahnya banyak mulai menjaga jalur jembatan dari jarak 50 hingga 100 meter kini sudah penuh dengan keamanan
Berupa Tank, pengangkut personil dan Rudal balistik untuk berjaga-jaga jika Naga tersebut mulai memasuki kawasan kota, karena sembari tadi mereka hanya memantau dan berjaga tanpa ada gerakan karena mereka takut akan Naga Es yang mendadak menyerang mereka
Saat itu putra sedikit kebingungan dengan cara agar dia bisa pergi ke sana tapi tidak lama berfikir akhirnya dia menemukan ide yaitu membakar rumput hijau yang ada sana mengunakan Api milik putra setelah terbakar diri sendiri segera berlari dan dengan berlawanan arah dia melihat polisi tersebut juga berlari menuju arah api
Namun di sana masih ada satu orang lagi hingga terpaksa dia membuat polisi tersebut pingsan dengan cara mengendap-endap dan menyerangnya dari belakang dalam aksinya saat itu belum ada petugas yang menyadarinya karena mereka hanya mengalihkan pandangannya ke arah api
Yang putra buat sebesar mungkin agar mereka menyangka kalau api tersebut berasal dari serangan musuh dan sampai pada tahap akhir yaitu putra meletakkan pria polisi kedalam kapal agar suatu saat jika dia pergi perahu tersebut bisa dibawa pulang supaya dia tidak disangka mencuri
Akan tetapi setelah mengaktifkan kapal suaranya membuat tentara yang saat itu berada di atas permukaan permukaan tau karena posisi mereka saat itu hanya terhalang tebing pendek dengan rumput kehijauan, karena ketahuan putra dengan cepat menyemburkan api ke tanah agar konsentrasi mereka terpecah
Disaat api mulai berkobar dengan cepat kapal tersebut mulai berjalan dengan kecepatan tinggi dan membuat rute Zig-zag supaya menghindari dari penembak jitu walaupun putra mendapat tembakan dari tentara akan tetapi dia berhasil selamat karena tembakan tidak sampai mengenainya atau kapalnya
Darat dengan kobaran api membakar pelabuhan putra sempat bingung ingin menepi dimana karena tempatnya melabuhkan kapal habis terbakar oleh api, karena tidak mau ambil pusing dengan cepat Putra meloncat dari kapal dan berenang mendekati daratan
Sesampainya mereka di jembatan ternyata jembatan tersebut kini sudah tertutup oleh garis polisi yang membuat mereka tidak bisa memasuki kawasannya, "Sial, kenapa jadi seperti ini" ketus Andrian sambil meninju stir
Sonia yang waktu itu berada di dekat andrian hanya bisa diam sambil memikirkan bagaimana caranya agar mereka dapat pergi ke sana tanpa ketahuan petugas sedangkan sepanjang jembatan atau lebih beberapa meter sudah penuh dengan tentara dan tank
Hingga tak lama datang orang yang merupakan aliansi andrian, dia berkata kalau dirinya mempunyai kemampuan untuk membuat tubuh orang transparan, disaat itu juga dia segera keluar dari mobil dan memanggil Vera dan maya yang saat itu berbeda mobil untuk berunding akan siapa yang ingin ikut ke medan perang
Disaat itu mereka berkumpul menjadi satu atau bisa dibilang rapat dadakan untuk mengambil vote dan persetujuan dari diskusi disebuah rumah makan sekitar yang letaknya tak jauh dengan mobil terparkir rapi di tempatnya sambil memakan Andrian mulai mengangkat bicara kepada orang-orang yang ada di meja bundar dengan terisi 5 orang antara lain, Andrian, Sonia, Maya, Vera dan pria penguna kemampuan transparan
"Tujuanku mengumpulkan kalian adalah untuk membahas siapa yang akan pergi ke tempat Ari dan siapa yang akan tinggal disini, kita tidak bisa membawa 30 orang banyaknya sekaligus apalagi syarat dari kemampuan tersebut hanya terbatas" ucap andrian sambil melirik teman Aliansi yang masih sibuk makan malam dimeja yang berbeda
"Kalau aku dan Vera otomatis pergi ke sana karena Putra dan Ari sudah berada di sana" jawab Maya
__ADS_1
"Kalau gitu aku putuskan yang pergi ke sana Aku, Maya, Vera, Rico, dan kamu" andrian yang menuju orang yang bisa membuat orang menghilang karena dengan kemampuannya mereka bisa pergi dan kembali tanpa ketahuan oleh orang lain, Sonia yang tidak diajak tau kenapa Andrian tidak mengajaknya
Itu karena kemampuannya tidak berarti bagi perang ini tapi untuk bisa diandalkan dirinya akan mengatur orang-orang Aliansi untuk membantu berjaga di danau agar jika suatu saat nanti andrian meminta bantuan mereka sudah siap, dengan senang hati Andrian membalasnya dengan berkata, "Aku mengandalkan mu, Sonia"
Hingga pada saatnya kelima orang ini segera bergegas memasuki kawasan polisi dan benar saja selama beberapa meter mereka tidak diketahui oleh tentara maupun polisi, sonia yang saat itu berada di kejauhan beberapa meter dari jembatan hanya bisa berdoa agar mereka bisa sampai dan pulang dengan selamat
Ditengah malam itu juga Naga es masih terus terbang di langit malam dan sesekali menabrak tentara mawar hitam yang waktu itu sedang sibuk menembaki Ari akan tetapi tidak membuahkan hasil karena zirah miliknya kebal akan peluru kecil dengan terpaksa mereka mengganti haluannya dan mencoba menembak Naga tersebut akan tetapi semua usahanya sama-sama nihil
Tentara yang memberondongkan tembakan pun tampak putus asa dan mulai mudur selangkah demi selangkah mencoba untuk lari namun tidak tau ingin lari kemana ibaratkan mereka hanya menunggu ajal menjemput
Sedangkan Ari dia tidak bergerak sama sekali karena melangkah pun sangat berat untuk dilakukan tanpa sadar terlihat orang yang berlari menujunya dengan mengunakan logo mawar sambil membawa pedang di tangan, orang itu tak lain adalah Jon merupakan adik dari Lion
Dengan pedang ke emasan dia terus melangkah mendekati ari akan tetapi ari tidak bisa melakukan apapun karena dia memang sudah tidak bisa bergerak tapi untungnya ketika Jon ingin menghunuskan pedangnya, Putra telah datang dengan menerjang dadanya hingga terpental beberapa langkah
πΏπͺππ ..
Suara dari hantaman tubuh Jon membuatnya kesakitan sesaat sebelum terpental, ari yang melihat ari datang mengunakan jaket Merah muda dengan tangan telah terpasang bandage berupa kain di pergelangan tangan menunjukkan betapa seriusnya putra saat itu
Dengan sempoyongan Jon berdiri dan mulai menyerang putra dengan pedang akan tetapi dengan cekatan menghindari tebasan pedang dan sesekali meninju musuh mengunakan bela diri tinju namun setiap kali putra melancarkan tinju, musuh terus menghindar dan menangkis mengunakan badan pedang
Beberapa saat mereka bertarung akhirnya mereka sama-sama kelelahan dengan cepat putra menyuburkan api ke arah musuh namun api tersebut dapat dihindari walaupun tangannya terbakar, kerena terdesak Jon menyuruh tentaranya untuk menembak putra
Namun lagi-lagi ari telah lebih dulu menghentakkan kakinya walaupun pelan tapi dirinya berhasil membuat dinding penghalang antara tentara dan Putra, "Thanks, kawan" ucap Putra sambil berjalan memutari lawannya dengan tatapan serius bagian burung hantu kini membuat Jon tercengang sekaligus menggertak giginya karena merasa kalau ia dalam bahaya
Untuk ronde kedua mereka lagi-lagi beradu tanding satu sama lain tanpa ada orang yang mengganggu, sebenarnya ari ingin sekali membantu tapi sekujur tubuhnya telah mati rasa yang menandakan kalau dia sudah mencapai batas namun sebelum jatuh pingsan dirinya mencoba untuk membantai tentara yang ada di sana dengan Naga sebagai senjata
Dalam pertarungan Jon selalu mendapat pukulan dari Putra akibat terlalu memberikan peluang untuknya yang pada ujungnya dia harus mendapat luka memar di wajah, karena terbawa emosi kini dia malah bertarung dengan membabi buta tanpa memikirkan kuda-kudanya yang kini telah berantakan
Moments itulah peluang kemenangan semakin bertambah dengan tinju diselimuti api merah dan mencoba menarik ulur waktu sambil mencari titik kelemahan kini Putra melancarkan serangan tepat di dada Jon hingga ia muntah darah dan terpental tanpa sadarkan diri
"O.K" ketus Putra sambil mencondongkan tangan ke depan sehabis meninju
__ADS_1
Ari yang melihat kini sudah kehabisan tenaga dan kembali ke mode normal dan pingsan ditempat, Putra yang melihat cukup terkejut karena ari telah tergeletak di tanah hingga dalam waktu singkat dinding dan Naga Es kini hancur secara bersamaan
Orang-orang yang melihatnya langsung terkejut melihat kejadian tersebut dan segera memasang posisi siaga karena takut kalau yang bangkit lagi justru malah Ultraman Es.