
Sementara Samuel kini dia kehilangan segalanya yaitu kebahagiaan, kebebasan, dan masa depan semuanya hilang bersama dengan api penyiksaan yang setiap hari dia alami sampai pada disaat dia bertemu dengan Sofia, saat itu dia juga ditangkap oleh mawar hitam karena ikut dalam sebuah organisasi baru yang mencoba untuk melawan Nikolaus, namun siapa yang akan menyangka kalau penyerangannya tidak membuahkan hasil justru malah membawa mereka kedalam maut
Tidak hanya Samuel tapi Sofia juga hampir serupa yaitu setiap harinya mengalami penyiksaan yang tak berujung, mereka melakukan itu supaya anggota tidak ada yang berani untuk memberontak sekaligus melatih fisik mereka agar terbiasa dalam menghadapi lawannya, namun mereka terlalu gegabah dalam membuat keputusan justru kini orang yang mereka siksa malah memiliki niat untuk memberontak.
****
Dihalaman desa yang telah habis terbakar oleh api dan hanya menyisakan puing-puing bangunan terlihat tentara berbaju oren yang sedang berbaris dalam suatu barisan dengan dikomandani oleh 6 orang yang berasal dari pemberontak mawar hitam karena cuaca yang tidak mendukung membuat mereka terpaksa bertanya-tanya bagaimana caranya agar bisa keluar dari pulau
Sementara mereka sudah terkepung oleh tentara negara dan perairan laut dan danau semua itu membuat mereka kehabisan akal untuk berfikir karena situasi menjadi serba salah, Samuel ingin sekali mengeluarkan tentara dari sana tapi semuanya tidak semudah yang dipikirkan
Rudi segera membisikkan kepada Samuel untuk menggunakan kemampuan mereka untuk membuat alat transportasi untuk melintasi lautan yaitu dengan cara membuatnya dari kayu mengundang kayu dari pohon yang ada di hutan belantara, namun sebelum disetujui oleh Samuel dia sempat membuka mulutnya dengan berkata, "Apa kita masih sempat dengan waktunya?" tanya Samuel dengan temannya yang ada di sana
Namun tidak ada respons dari temannya tidak ada yang berani menjawab karena mereka tahu, kalau membuat kapal dalam waktu sangat mendesak sangat tidak memungkinkan mereka bisa menyelesaikannya tepat waktu, apalagi sekian banyak orang dari mereka sama sekali belum mempunyai pengalaman dalam membuat kapal
Hingga dengan lantang Samuel berteriak kepada tentaranya, "Bagi kalian yang bisa membuat kapal dipersilahkan untuk maju ke depan" untuk beberapa saat akhirnya ada dua orang tentara yang maju ke hadapan Samuel dan temannya, dirinya maju dan memberi hormat dibawah rintik hujan dan langit malam yang kian mendingin
"Lapor, Saya memiliki pengalaman dengan apa yang Anda suruh" ucapnya dengan tegas sambil memberi hormat kepada Samuel dan teman-temannya
"Saya juga, tuan" temannya yang ikut membantu memberi hormat dengan wajah kotor dan baju telah kusut dan robek
"Baguslah kalau begitu, aku akan bertanya kepada kalian, menurut kalian apa kita masih sempat untuk membuat kapal di waktu yang mendesak ini?" tanya Samuel kepada dua tentara yang ada dihadapannya
"Saya tidak bisa menjamin tuan karena kita membutuhkan papan kualitas tinggi, paku, kain kapal dan yang terpenting adalah jumlah orang yang membantu pembuatannya" ucap tentaranya
"Kalau begitu bagus, sina dan Rudi apa kalian berdua mau membantuku" tanya Samuel sambil melirik kearah mereka yang kebetulan mereka ada di sana
"Tentu saja" jawab serentak Rudi dan Sina
"Kita bagi tugas, suruh tentara menjadi tiga regu yaitu untuk mencari kain bekas, paku bekas dan membantu mengumpulkan kayu bersama Rudi" ucap Samuel
"Baik tuan" yang kini meninggalkan Komandannya dengan memberikan hormat terkahir sebelum dia pergi
Karena waktu mendesak akhirnya terpaksa mereka membuat regu, Rudi dan Lian akan mencari kayu, Miya dan sina mencari kain lalu mengumpulkannya menjadi satu dengan paku yang dikumpulkan oleh Samuel dan Sofia hingga pembagian regu telah selesai akhirnya mereka bergegas
Berangkat dengan misinya masing-masing dalam waktu 1 jam lebih akhirnya mereka selesai mengumpulkan bahan yang di butuhkan dan segera memasuki tahap pembuatan dengan di pandu oleh ahlinya menggunakan paku bekas dan kain robekan namun semua itu bisa diatasi oleh Sina karena kekuatannya adalah mengcopy benda dengan syarat menyentuh target
Ketika sina kehabisan tenaga Sofia rela menjadi donor energi untuknya karena kemampuan Sofia adalah pemulihan atau bisa dibilang masuk ke golongan medis, Rudi dan Lian masih terus menyetok suplai kayu dari hutan dengan menggunakan kemampuan milik Rudi
Sedangkan Samuel dan Miya sudah berada di lapangan pinggir pantai untuk membuat kapal berukuran besar berjumlah 3 agar bisa membawa jumlah pasukan yang ada, dengan bantuan tentara tentu saja mereka bisa melakukannya karena gergaji, palu dan paku sudah tersedia di rumah desa yang masih tersisa dari kebakaran
Bahkan ada sebagai dari mereka yang berinisiatif untuk menebus dosa dengan cara menguburkan mayat dari orang yang mereka bunuh di lahan desa yang menurut mereka cukup luas, untuk penerangan mereka menggunakan obor yang telah tercampur oleh minyak bensin dari kapal tempur yang masih ada walaupun tidak bertahan lama tapi mereka berusaha untuk melakukannya dengan secepat mungkin
__ADS_1
Agar bisa selesai sebelum matahari terbit karena mereka takut tentara negara menemukan mereka, sementara dilain tempat Putra dan timnya sudah berjalan cukup jauh dan merasa sudah hampir sampai karena dari kejauhan sudah terdengar suara tank dan mobil besi yang bergerak mendekat
Vera yang melihat Putra kini semakin khawatir karena terlihat jelas dari keringat yang bercucur membasahi tubuh dan langkah kaki yang kini sudah sedikit gemetar yang menandakan dia sudah hampir ambruk karena kelelahan, "Putra, aku bisa menggantikan mu untuk menggendongnya kok" usul Vera
Namun putra menolak dengan nada gemetar di berkata, "Tidak perlu, karena kamu perempuan aku yakin mengangkat saja sudah tidak kuat apalagi menggendongnya" bantah putra yang kini langkahnya semakin berat, karena kasihan Vera menyusul untuk beristirahat kepada putra
"Tidaklah kalau kita pakai istirahat nanti bisa bahaya kalau fajar menyingsing" sambung putra dengan mulut gemetar
"Tapi kalau seperti ini terus bisa bahaya jika kamu pingsan"
"Benar apa yang dikatakan vera, jadi lebih baik kita istirahat saja dulu, sebentar saja" bantu Maya yang ikut khawatir dengan keadaan putra yang kini berjalan sedikit sempoyongan
Putra hanya mengangguk setuju akhirnya mereka berteduh di bawah pohon yang lumayan besar, mereka tidak tahu itu pohon apa karena situasi gelap menghalangi pandangan, tidak lama beristirahat tiba-tiba ada orang yang berlari dari jalur setapak bekas yang telah dilewati putra dan teman-temannya
Orang itu tampak ketakutan dan hingga berlari dengan terburu-buru namun langkahnya berhenti ketika dia melihat putra dan yang lain sedang dibawah pohon awalnya dia pikir putra adalah hantu namun setelah dia menyipitkan mata ternyata mereka bukan hantu sedangkan putra sembari tadi melihat orang itu tidak gerak dari posisinya
Tiba-tiba datang mendekat dengan menghela nafas akhirnya putra menguatkan kakinya untuk berdiri di ikuti oleh tamannya, awalnya Vera dan Maya berfikir kalau orang itu adalah andrian namun tebakan mereka salah karena orang yang datang adalah anggota mawar hitam
Terlihat dengan jelas jas dan logo mawar di dadanya yang saat itu sedang terengah-engah Walaupun gelap tapi putra masih menyempatkan diri untuk menghidupi api di tangannya yang membuat mereka dapat melihat jelas orang tersebut
Dengan serentak Vera dan Maya bertanya dengan nada tinggi, "Siapa kamu?" hingga membuat pria berjas tersebut terkejut
Awalnya pria mawar hitam ingin berdamai namun niatnya berubah ketika melihat pria Es yang diincar bosnya, apalagi saat itu dia melihat orangnya sedang terkapar, "Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kalian membawa pria itu!!" tunjuk john ke arah Ari dengan wajah serius
"Heh,. sebenarnya bukan aku tapi bos aku" jawab john
"Lalu?"
"Yasudah lah kalau seperti itu lagian aku juga tidak akan bisa menang melawan kalian semua" balasnya dengan pasrah
"Bagus" jawab Putra yang sebenarnya sudah sangat lelah karena habis menggendong Ari beribu-ribu meter
"Tapi Putra kita tidak bisa percaya begitu saja dengan dia?" sambung Vera yang menyela pembicaraan Putra dan John
"Tidak aku percaya, karena posisinya sangat lemah untuk saat ini jadi sangat tidak mungkin untuk dia agar bisa memberontak, terlebih lagi dia sedang di kepung tentara maupun polisi" jelas Putra
"Benar apa yang dikatakan kamu, pemimpinku dan tentara sudah mati dan lagi aku harus kabur dari sini, jadi semua yang aku lakukan hanya membuang waktu apalagi jika aku bertarung nanti bisa gawat kalau aku tidak bisa jalan yang jaraknya ratusan kilometer" balas John
"Loh, Kenapa kalian bisa kompak" benak Vera yang mempertanyakan dengan apa yang dipikirkan Putra dan John hingga mereka memiliki pemikiran yang sama
"Jadi tidak ada untungnya kamu membunuh aku, bukan? Tanya Putra
__ADS_1
"Benar, pertama aku tidak ingin terluka, kedua aku harus kembali ke markas jadi aku tidak ingin buang-buang waktu disini, dan ketiga aku tidak ingin karena pertarungan ini aku harus mengalami luka cidera yang pada akhirnya akan repot untuk membawa pria es itu"
"Hmm" bunyi Putra tanpa berkata karena dirinya sedang memikirkan sesuatu
"Kalau begitu aku akan pergi dulu" ucap john yang langsung berlari kembali kearah ibu kota
"Tunggu!!" teriak Putra untuk menghentikan langkah john namun suaranya tidak bisa di dengar hingga membuat dirinya terabaikan
Setelah Putra kembali duduk datang kembali dua orang yang berlari kearahnya, yaitu Andrian dan Rico yang baru saja pulang dari medan pertempuran, hingga dengan nafas tak teratur rian berkata, "Kenapa kamu meninggalkan ku?" tanya rian dengan nafas tak teratur
Hingga dengan datar Putra tidak berkata melainkan hanya menunjuk jarinya ke arah atas langit, dengan isyarat sebentar lagi akan turun hujan, andrian akhirnya merasakan kalau rintik hujan akan semakin deras dengan seiringnya waktu
"Maafkan aku, karena aku sampai membuatmu menunggu lama tapi aku beneran lupa kalau kamu sedang menungguku di tengah hutan"
"Tidak apa-apa, sekarang bagaimana keadaan di sana?" tanya putra
"Kamu tenang saja, karena tentara musuh telah diringkus dan dijinakkan oleh kakakku" balas Rian
"Syukurlah kalau begitu, bantu aku untuk membawa Ari ke ibu kota"
"Baik" jawab singkat andrian yang langsung mengangkat tubuh Ari ke punggungnya dengan dibantu oleh putra dan Maya, sementara putra istirahat dulu untuk beberapa saat saja yaitu berjalan dengan tangan kosong
Tidak terasa sudah setengah jam terlalui andrian yang awalnya fit kini langsung sempoyongan karena sudah mencapai batasnya, putra yang merasa iba kini menggantikannya dengan menggendongnya atau meneruskannya hingga bisa mencapai lokasi tanpa istirahat karena waktu akan fajar
Sementara itu kelompok samuel dan teman-temannya akhirnya mereka hampir selesai dalam membuat kapal walaupun belum jadi sepenuhnya atau 80% jadi masih banyak untuk di perbaiki agar tidak terjadi kesalahan yang pada akhirnya akan tenggelam di tengah laut
Rudi yang saat itu berada di atas langit sambil memperhatikan dari jalur hutan, dirinya mendengar ada suara seperti bunyi tank besi dan mobil dengan lampu yang tersorot sampai langit, dengan cepat Rudi turun ke tanah dan berlari sambil berkata, "Tentara telah datang percepat pembuatan kapal" teriak Rudi hingga membuat tentara bersemangat
Dengan mempercepat pembuatan tanpa ada kata teliti karena yang ada di benak kalian hanya rasa takut akan ditangkap polisi karena mereka masih memiliki keluarga di desa maupun di kota, oleh karena itu semua orang tidak ada yang ingin masuk penjara jadinya mereka membuat pekerja massa untuk membantu pembuatan kapal
Akhirnya setelah menghabiskan waktu dan tenaga kini membuahkan hasil yaitu kapal besar siap pakai tapi karena yang lainnya masih berkerja untuk rekannya yang belum kebagian alat transportasi membuat kepergian mereka ditunda karena seorang teman tidak akan meninggalkan temannya disaat susah
Samuel dan yang lainnya segera membuat kapal lagi untuk orang yang belum mendapatkan tumpangan apalagi jumlah orangnya sudah mencapai 300 orang yang memaksa mereka membuat kapal lebih dari satu
Hingga waktu sudah tidak terasa ingin fajar setelah melihat jam, kini jam sudah menunjukkan jam 3 pagi yang sebentar lagi angin laut akan meniup kapal ke laut dan disaat itu juga akhirnya sepanjang malam membuat mereka dapat membuat 2 kapal lagi yang sudah siap pakai dan segera masuk ke kapal sesuai dengan regunya dan angin laut telah mendorong kapal ketengah laut, walaupun dari mereka semua masih ada yang ragu untuk berlayar
Namun setelah beberapa saat kapal berlayar akhirnya mereka bersorak merayakan keberhasilan mereka dan dimalam itu juga akhirnya mereka pulang ke markas mawar hitam, Samuel dari kapal melihat kearah pulau dengan perasaan sedih dia hanya bisa berkata, "Suatu saat nanti, kita pasti bisa melewati ini semua, rian" gumam Samuel sambil melambaikan tangan kearah pulau
Teman-temannya yang melihat tersebut hanya bisa tersenyum dan segera merangkul Samuel dan mengajaknya untuk merayakan keberhasilan mereka yang sudah menghabiskan waktu di pulau untuk membuat kapal pertama mereka, sedangkan Sofia, sina dan miya hanya bisa tertawa kecil melihat para pria begitu akrab
Untuk dilain tempat yaitu di mana rian, putra dan yang lainnya sedangkan berjalan menuju ibu kota dan sempat beberapa kali berganti-gantian untuk menggendong Ari yang sampai sekarang belum sadarkan diri, tapi kali ini entah apa yang terjadi rian mengeluarkan air matanya padahal dia tidak merasakan kesedihan ataupun kebahagiaan namun hanya merasakan rindu yang berat kepada kakaknya
__ADS_1
Karena selama pertemuannya dia tidak sempat ngobrol ataupun berpelukan kepadanya hingga sesekali dia menoleh ke arah laut walaupun tertutup oleh pepohonan sambil berkata, "Haha,.. Aku berharap semua ini akan berlalu dengan cepat dan mempersatukan kita lagi, kakak" gumam rian dengan mengusap air matanya sedangkan putra yang melihat rian diam ditempat hanya bisa memanggilnya dengan berjalan pelan-pelan.