Fire And Water

Fire And Water
Cp 95# Janji


__ADS_3

Dibawah terpaan sinar matahari sore mereka mulai berjalan-jalan mengitari pinggir danau tentunya dengan canda tawa dari setiap individunya karena bagi josua itu merupakan momen untuk melupakan masa lalu yang terus menerus menghantui hidupnya akan tetapi perasaan itu tidak akan bisa hilang tanpa ada seseorang yang mengobatinya oleh sebab itu


Semenjak kedatangan angel dalam hidupnya kini ia mulai memberanikan diri untuk keluar dari lubang tak berdasar tersebut Apapun resikonya, hanya saja pandangan tersebut tidak untuk sudut pandang Angel, karena baginya semua ini adalah taruhan dimana jawaban tidak atau maunya josua adalah hasil dari bibit yang ia tanam dalam 3 hari lepas


"Bagaimana menurutmu tentang pemandangan di sore hari seperti ini?" tanya Angel dengan antusias terlihat dari lekukan bibir yang tersenyum lebar seraya memandang Josua dengan penuh cinta


"Bagus,.. Aku suka" jawab singkat josua dengan senyum tipis


"Kalau begitu, apa kamu mau melihat pemandangan seperti ini lagi bersama ku?!"


Seketika langkah Josua terhenti dengan sendirinya sambilan menatap punggung Angel dengan begitu intens sampai-sampai Angel yang sudah tidak mendengar langkah kaki dari josua pun ikut menghentikan langkah kaki sambil menatap pemandangan danau di sore hari


"Kenapa?" gumam Josua dengan tatapan sayu seperti orang ingin menangis


"Hmm..." gumam balik Angel sambil memalingkan pandangannya ke arah belakang tepat menatap josua yang sudah berkaca-kaca


"Kenapa kamu berkata seperti ingin pergi dariku?!"


"Sebenarnya aku ingin berkata seperti ini tapi tidak ada waktu untuk menceritakannya"


"Maksudmu!!"


"Kamu tahu kan kalau aku bukan manusia!?" tanya angel untuk memastikan jawaban dari Josua


"Tolong jelaskan!!" balasan dari pria yang sudah memasang wajah cemas sekaligus kenaikan nadanya


"Tugas awal ku, adalah membawamu untuk turut membantu umat manusia dari kepunahannya, akibat ancaman besar yang sebentar lagi akan terjadi!!"


"Jadi kamu ingin memanfaatkan ku"


"Tentu saja tidak, karena setelah melihat sosok aslimu aku tahu kalau kamu belum sembuh dari penderitaan yang sudah kamu alami selama ini jadi aku berjanji akan membantu mu untuk mengobatinya tapi aku tidak yakin dengan hasil dari perbuatan ku"


"Hah?" bingung josua yang kini telah meneteskan darai air mata dari lensa matanya


"Maaf tapi waktu ku telah habis, jadi mau tak mau aku harus pergi"


"Kenapa?" tanya Josua


"Karena kita berbeda, dimana aku malaikat dan kamu manusia"


Tentu jawaban dari Angel membuat Josua mengalami shock berat karena jika bukan di situasi sekarang dirinya akan menganggapnya sebagai candaan tapi setelah melihat semua yang ada didepan mata, akhirnya ia harus menelan pahit dari ideologinya yang naif


"Aku yakin semua ini pasti hanya bercanda!!.. Ayo katakan kalau ini hanya candaan!!" seru josua dengan berteriak dan memukul dadanya sendiri hingga tersungkur ke tanah


Angel yang melihat, bisa tahu perasaan josua akibat dari perbuatannya, sebenarnya ingin sekali Angel tinggal di dunia manusia lebih lama lagi tapi dirinya tak bisa karena sudah aturan di atas yang telah memintanya untuk pulang sehingga terlihat rambut hitam pekatnya yang terombang-ambing oleh angin dan gaun putih yang ikut bergerak mendekati josua yang sudah menangis sambil tersungkur di tanah


Sehingga tanpa diduga Angel memeluk Josua dengan erat sambil membelai rambutnya dengan pelan dan lembut, dirinya mulai berkata dengan pelan sambil mendekati bibirnya di kuping josua


"Aku tahu kamu adalah pria yang kuat, oleh sebab itu aku percaya kalau kamu pasti bisa melewati ini semua" tapi tanpa diduga juga josua merespon sambil tercampur nada isak tangis


"Hiks.. Tahu dari mana kamu, kalau aku orang yang kuat!!, kamu tahu kalau selama ini aku selalu terbayang oleh rasa ketakutan"


"Tentu saja aku tahu, bahkan aku lebih tahu siapa kamu dari pada dirimu sendiri oleh sebab itu tunggu aku karena aku akan datang yang ke tiga kalinya dan aku berharap ketika kedatangan ku maka semua kekacauan di dunia telah beres"


"Kenapa kamu sangat memperdulikan dunia manusia?, padahal aku saja yang manusia tidak suka dengan dunia ini!!"


"Karena aku sangat suka dengan dunia ini dan penghuninya termasuk kamu" jawab angel dengan senyum tulus sumringah dibalik punggung josua

__ADS_1


"Tapi aku tidak suka dengan dunia ini!!" bantah Josua akan pendapat Angel


"Aku tahu, kalau permintaan ku cukup egois tapi hanya itu yang bisa aku harapkan, aku berharap kalau kamu mau membantu ku untuk menyelamatkan umat manusia" balasannya tetapi tidak mendapat respon dari josua karena sesaat dirinya termenung dalam lamunan


Karena menyadari sesuatu akhirnya Angel melepas pelukan lalu menatap mata Josua dalam-dalam, seperti seseorang sedang menginterogasi walaupun tatapan josua berkata lain, karena pada saat itu air matanya sudah tidak dapat dibendung lagi sehingga tak heran jika pria menangis


"Kalau begitu berjanjilah untuk terus hidup demi aku, karena suatu saat nanti orang yang akan kutemui adalah kamu" ucapan tersebut membuat pukulan telak bagi josua karena baru pertama kali dalam hidupnya ia dipedulikan oleh orang lain, tidak sampai disitu tenyata Angel kembali menyambung perkataannya dengan senyum tipis


"Aku bertaruh kalau kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan tersendiri dari usaha mu, jadi tolong jangan membenci dirimu karena dibalik usaha pasti ada imbalan"


Sesudah kalimat terakhir selesai akhirnya Angel mulai menghilang dari hadapan Josua dibarengi oleh tenggelamnya matahari dari arahnya sehingga tanpa disadari Josua telah kehilangan sesuatu yang paling penting dalam hidupnya tanpa ia sadari


"Angel..... Aku pasti akan merindukanmu dan itu pasti" gumam josua sambil mencoba untuk bangkit dari keterpurukannya dengan menguatkan lututnya hingga akhirnya kembali berdiri sambil mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan


Josua menatap bulan yang begitu cantik sambil bergumam untuk dirinya sendiri, "Dasar bodoh!!, Sudah jelas kalau kamu sangat dipercayai oleh orang yang penting bagi hidupmu lantas kenapa aku masih terpuruk, sekarang aku berjanji akan bangkit lalu menyingkirkan kerikil yang mungkin akan menggangu pertemuan ku dengan dia"


Begitulah tekat dari josua di akhir pertemuannya dengan Angel, walaupun singkat tapi itu sudah sangat tergambar didalam hati, tentu saja kini josua telah memiliki alasan untuk bertarung tidak seperti sebelumnya yang ibaratkan robot koin


Setelah kejadian tersebut Josua mulai mengubah penampilannya menjadi lebih bersih dengan memakai jaket dan kaos klasik tapi tidak kumuh seperti dulu, tentu saja dia juga berlatih 2x dari sebelumnya dan banyak belajar dari segala bidang walau dia bukan seorang pelajar tapi kepandaian josua setara dengan anak sekolah berprestasi


Awalnya josua memakai jaket biru hanya saja tidak cocok bagi element nya sehingga mau tak mau harus ganti walaupun hati sangat suka warna biru, dan seterusnya seperti bertemu langsung dengan Putra dan Ari hingga membantu merusak gerbang sampai dirinya dikalahkan oleh Zhang Xuan kemudian diselamatkan orang desa


\*\*Flashback (Off)\*\*


Disebuah Area dengan cagak terukir (AREA AMAN) memperlihatkan seluruh rakyat sipil berhamburan sambil membawa barang-barang pribadi mereka, seperti koper sampai gumpalan pakaian yang diikat lalu dibawa dipunggung


"Tolong bawa kami keluar dari sini!!!" Salah seorang yang berteriak dengan histeris. "Mohon bersabarlah, karena mobil pengangkut masih berada diperjalanan" jawab Serdadu dengan seragam tertutup


Pada saat itu suasananya sangat ricuh karena banyak warga yang berdesak-desakan hanya untuk diantar ke kota pusat, karena hanya di sana mereka akan aman terlebih lagi kekhawatiran mereka terhadap bangsa Jupiter yang sudah mendapat invasi dadakan dari Blok poros membuat mereka tak bosan-bosannya berteriak minta tolong


"Aduh.. Kalau seperti ini terus, kita akan susah mengatur mereka semua" keluh kesah dari serdadu yang mengamati rakyat berdesak-desakan dari jauh sehingga rekannya ikut membuka mulutnya,


"Hmm.. Lalu bagaimana dengan kita? Tanya rekan tersebut dengan lirih


"Entahlah" jawaban singkat dari rakan seperjuangan sebelum mereka kedatangan seorang gadis membawa anak yang berlari dan menggendongnya


"Tuan tolong kami..!!" serunya yang berteriak dengan nada tinggi sehingga menarik perhatian dua tentara tersebut sebelum ikut berlari menyusul wanita paruh baya itu


"Nona, ada apa?" tanya dua serdadu itu dengan bersamaan


"To-long ka-mi, di-di sana masih a-da s-seorang pe-muda ya-ng tertinggal" jawabnya dengan terbata-bata akibat detak jantung yang berdetak dengan cepat sehingga menghasilkan nafas yang tak teratur


"Nona tolong tenang dulu, kami tidak bisa mendengarnya dengan jelas!!" ujar salah satu tentara dengan memegang punggung wanita itu seraya mencoba untuk menenangkan


Beberapa waktu setelah menenangkan diri akhirnya wanita itu bisa kembali tenang dengan sangat rileks kemudian kembali berbicara untuk memperjelas ucapannya barusan


"Tadi di desa sebelumnya saya melihat sekumpulan tentara berseragam beda, tidak hanya sampai disitu ternyata mereka membawa alutsista seperti tank dan mobil armor!!!" penjelasannya secara singkat namun jelas sampai-sampai dua serdadu itu saling menatap sebelum menjawab penjelasan singkat dari sang wanita paruh baya tersebut


"Jangan bilang!!, mereka adalah tentara dari negara Scarlett" gumamnya dengan keringat dingin


"Bisa dibilang seperti itu, tapi kalau gitu bukankah mereka telah menginvasi kita lebih dulu"


"Kalau begitu sangat gawat!!, kita telah kalah langkah untuk mengevakuasi warga!!" serunya dengan langkah seribu berlari menghampiri rombongan tentara yang masih menyusun warga supaya teratur


Sedangkan satunya lagi segera mengambil tindakan untuk wanita tersebut, "Kalau begitu mari saya antar nona, untuk ke tempat pengungsian!!" ajaknya namun sebelum melangkah wanita itu memegang seragam tentara itu sambil mengucapkan ucapan yang lirih


"Tolong,.. di sana masih ada satu orang lagi!!"

__ADS_1


"Maksud nona?" tanya prajurit itu dengan kebingungan


"Seorang pria muda yang telah mengulur waktu untuk saya agar bisa lari ke sini, jadi kumohon tolong dia!!"


"Tapi.."


Terlihat ada keraguan di dalam hati prajurit itu sehingga kesan mulut yang berat mulai berusaha untuk menjawab dari pertolongan gadis malang tersebut yang kian menangis dengan seduh, "Maaf nona, tapi kami tidak bisa bergerak tanpa adanya perintah" jawaban Prajurit tersebut yang kini melangkah meninggalkan gadis paruh baya itu


Namun sebelum melangkah jauh lagi-lagi wanita itu menarik seragam tentara sambil menatapnya dengan rasa memelas, "Kumohon!!" ujarnya sambil tersungkur ke tanah dengan memegang kaki tentara tersebut sehingga dirinya yang melihat tampak iba terutama terhadap anaknya yang tiba-tiba merengek


"Baiklah Nona, saya akan segera menyusul orang itu sekarang kamu bisa gabung ke rombongan itu" tunjuk tentara tersebut sambil rangkul wanita itu untuk segera berdiri


"Terimakasih banyak tuan" jawabnya sambil membungkuk memberi hormat kepadanya yang kemudian meninggalkan tentara tersebut seorang diri


"Kenapa aku malah menjawab, seharusnya aku tidak boleh terlihat lembek dihadapan rakyat, apalagi soal menyangkut misi legal ini" batin tentara tersebut yang mau tak mau pergi menantang maut walaupun dibenaknya sudah terbesit kalau tidak dia maka pria muda itu yang mati.


Akan tetapi dibalik itu semua terlihat seorang pria telah bersandar dibalik dinding dengan nafas yang terengah-engah akibat detak jantung yang tak kunjung stabil, "Huh.. Kenapa mereka terus mencari ku sih, kalau gini aku tidak boleh terus menerus berada disini, tapi kalau aku tidak disini mereka akan melanjutkan perjalanannya dan itu akan sangat berbahaya bagi tentara perbatasan!!" gumamnya dengan keringat dingin sambil bersembunyi dibalik tembok rumah


"Cepat!!.. Cari pria tersebut, karena aku yakin dia masih bersembunyi di tempat ini, dan kalau bisa temukan wanita itu juga!!" perintah dari atasan serdadu yang sudah menggeledah setiap rumah dengan cara paksa, sedangkan untuk alutsista, telah melaju ke lokasi berikutnya


"Haduh.. Mampus kalau begini terus, tapi aku tidak ingin mengeluarkan kekuatanku karena sangat berbahaya dengan orang awam seperti mereka, apalagi mereka bukan orang jahat karena mau gimanapun mereka hanya manusia yang menjalankan perintah" batin josua yang kini mulai kalang kabut dengan pikirannya sendiri


Karena penasaran akhirnya josua memutuskan untuk mengintip dari balik tembok dan benar saja situasi desa benar-benar parah karena banyak rumah warga yang di hancurkan, dan dibakar akan tetapi sebelum itu mereka merampas apa yang diperlukan bagi perlengkapan dari setiap rumahnya


"Dasar, manusia berhati iblis" gumam Josua sambil mengepalkan telapak tangannya bahkan dihatinya memiliki rancangan untuk membantai semua manusia berseragam itu akibat rasa marahnya telah memuncak tetapi sebelum bertindak dirinya disadarkan oleh seseorang yang memegang pundaknya secara tiba-tiba sampai Josua memalingkan padangan akibat terkejut


"Shhh...." bising pelan dengan meletakkan telunjuk di bibir, akan tetapi yang lebih mengejutkan lagi adalah dimana orang yang ada di hadapannya merupakan seorang tentara negara Jupiter


"Anda?" bingung josua dengan mata membulat sempurna


"Jangan membuat suara keras karena mereka ada didekat kita, sekarang kita harus pergi dari sini sebelum ketahuan!!"


"Tapi kalau kita pergi dari sini mereka pasti akan bergerak menuju rakyat berkumpul"


"Kamu memang benar, tapi aku yakin pasti ada cara untuk mengatasi masalah ini, lagian sebagian dari pasukan sudah bergerak lebih dulu ke berbatasan jadi mari kita pergi juga sebelum mereka lebih dulu sampai ke lokasi!!"


Tetapi balasan josua hanya anggukan kepala lalu pergi bersama tentara tersebut yang tujuannya untuk ke area pengungsian karena hal paling utama adalah mengamankan masyarakat dari pada harus menyingkirkan sesama manusia


Singkat waktu akhirnya mereka sampai di area dengan cagak yang tertulis area aman, "Disini tempatnya?" tanya Josua kepada prajurit yang membawa senjata berbasis mesin. "Iya.. Untuk sekarang kami masih mengumpulkan masyarakat disini karena setiap jamnya mereka akan dibawa oleh bus ke kota pusat supaya aman di sana"


Bahkan setalah memasuki area tersebut terlihat banyak tentara yang menjaga dari balik pagar kayu, tidak sampai disitu ternyata didalam area terdapat banyak tenda dan dua menara yang mengawasi area sekitar, tapi setelah masuk lebih dalam lagi josua menemui tentara yang berbaris sambil membawa senjata setiap individunya


"Mereka ingin ngapain?" tanya Josua kepada tentara yang ada di sebelahnya


"Jangan bilang mereka akan memukul musuh dengan segelintir orang!!" gumamnya dengan keringat dingin bercucuran


"Walaupun weapon kalian mewadahi tapi tetap saja jika hanya satu kompi akan sangat susah untuk memukul mundur musuh terutama untuk mengulur waktu sampai bantuan tiba" jawab Josua dengan tatapan tak menyangka


"Kamu benar kalau gitu aku akan melaporkan hasil observasi, kamu tunggu disini sampai aku kembali!!" ucap prajurit tersebut yang kemudian pergi meninggalkan josua dengan berlari


Akibatnya josua terpaksa harus menunggu di tepat para pengungsi menunggu karena mereka semua sedang menunggu kendaraan bus yang di tugaskan mengantarkan rakyat ke kota tiba akan tetapi di sela menunggu josua dikejutkan dengan seorang wanita paruh baya yang berlari menghampiri josua sambil membawa bayi balita.


*******


Halo teman-teman sekali lagi author ingin minta maaf karena suka telat upload chapter karena sungguh author sibuk banget dengan urusan sekolah tapi author patut bersyukur untuk kesetiaan kalian dalam menunggu author jadi author akan beri bocoran sedikit tentang cerita ini, yaitu dimana akhir cerita adalah (Happy end)


Haha.. Sudah dulu ceritanya kalau gitu author pamit dulu ya, mohon teman-teman dukung karya kecil saya karena author sudah menulis menggunakan panca indra sampai-sampai harus lembur 3 hari 3 malam.

__ADS_1


Kalau begitu dah😆👋


( 𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!! )


__ADS_2