
Diruang kecil dengan meja persegi yang kini telah di penuhi dengan manusia berjumlah 8 orang, dua diantaranya jendral dan Samuel yang ikut dalam pertemuan mendadak karena perang yang di selenggarakan dimalam itu juga, supaya dihari esok mereka tidak panik ketika bala bantuan datang setelah semua berkumpul, mulailah jendral berkata kepada anggota rapat yang ada dengan berkata
"Selamat sore semuanya, saya meminta kalian untuk hadir karena ada hal yang perlu aku sampaikan mengenai perang ini, dan alasan aku mengumpulkan kalian juga karena kalian adalah pasukan khusus yang memiliki talenta dan bakat di atas rekan-rekan kalian, jadi aku mohon untuk kerja sama ke depannya" jelas sang Jendral yang duduk diantara mereka
"Sebelum itu, aku yakin dari kalian belum ada yang tahu dengan aku" potongan Samuel yang membuat dirinya menjadi bahan sorotan anggota rapat hingga ada salah satu dari mereka mengangkat tangan dan berkata
"Apa kamu juga merupakan anggota tentara yang ada disini?" tanya seorang tentara dengan nada menyelidiki
"Saya bukan tentara maupun jendral kalian tapi aku adalah aset penting kalian yang akan membawa kalian menuju kemenangan"
"Maksudnya?" bingung tentara tersebut dengan wajah terheran-heran
"Jendral, bisa kamu jelaskan kepada mereka!!" ucap Samuel yang menyerahkan tanggung jawabnya
"Ekhm,.. Baiklah akan aku jelaskan kepada kalian mengenai dia, jadi dia adalah salah satu dari musuh namannya Rian, dan dialah orang yang membantu kita dalam penyerangan kali ini"
"Tapi jendral, apa dia bisa dipercaya?!"
"Apa kamu meragukan aku!!" ucap jendral dengan nada tinggi
"Tidak jendral" jawab singkat dari tentara tersebut dengan menunduk
Singkat waktu akhirnya tiba dimana penyerangan tersebut di jalankan yang mana kapal tempur sudah menyiapkan meriam dan helikopter tempur yang ada di atas kapal sudah ready diterbangkan diterbangkan hanya menunggu persiapan tentara yang masih menguatkan mental dan tekat
Sedangkan Samuel dan jendral sudah menunggu di atas kapal sambil mengamati tentara yang sudah mulai berjalan memasuki hutan belantara, dengan diikuti oleh anggota rapat yang jumlahnya 6 orang dengan membawa 6 grup yang yang dipimpin oleh setiap orang dari mereka
Karena bingung jendral bertanya kepada Samuel dengan berkata, "Kenapa kamu menyuruh mereka untuk mengabari kita ketika mereka sudah siap untuk bertempur?" tanya jendral yang saat itu berada di samping Samuel
Disaat mereka ada di atas kapal mereka tidak berdua karena di sana ada dua tentara berjaga yang berada di pojok kanan dan kiri antara lain adalah dika dan temannya karena dari sekian banyak prajurit hanya mereka berdua lah yang ada tidak bisa diandalkan
"Karena jika mereka sudah siap untuk bertempur kita tinggal meluncurkan meriam kapal" balas Samuel dengan santai
"Kenapa?" bingung jendral
"Supaya nanti disaat mereka mendapat serangan dadakan dari meriam kapal mereka akan kacau dan kebingungan akibat kurang persiapan yang akhirnya banyak peluang untuk pasukan mu menghancurkan formasi musuh"
"Hmm,.. Kamu benar"
Setelah sekian lama menunggu akhirnya sang Jendral mendapat kabar dari tentara garda depan yang berkata mereka sudah siap, hingga sesegera mungkin memerintahkan meriam kapal untuk ditembakkan, dalam waktu singkat terdengar suara meriam dari setiap kapal yang dilepaskan
πΏππΌπ...
πΏππΌπ..
Suara bergemuruh yang terus dilepaskan dari meriam kapal secara serempak membuat terjadi ledakan dari letak benteng musuh berada, tidak hanya ledakan tapi api besar terus membakar daerah setempat hingga api merambat menuju hutan belantara
"Bahaya kalau ini terus terjadi maka api akan melahap pulau ini" panik jendral dengan memandang api dari kejauhan
"Kalau masalah itu kamu tenang saja lagian tentara kita tidak mungkin berperang dalam keadaan ini" balas Samuel sebelum ia terbang ke langit hingga dengan sontak mereka semua terkejut karena baru pertama kalinya melihat manusia terbang dalam sejarah hidup mereka
__ADS_1
Di langit Samuel bergumam dengan berkata, "Rudi, aku pinjam kekuatanmu" hanya dengan satu ayunan tangan angin mengumpulkan seluruh awan yang ada di langit hingga terkumpul menjadi satu kemudian ia mengombinasikan kekuatan gravitasi dan angin untuk menaikan air laut, walaupun mustahil tapi ia terus-menerus mengeluarkan seluruh kekuatannya agar bisa mengumpulkan air
Bahkan jendral dan tentara yang melihat kejadian itu hanya bisa berfikir kalau dia adalah sesosok monster yang memiliki kekuatan super, menit demi menit berlalu tanpa sadar langit sudah tertutup awan yang kini sudah terkumpul oleh air
Namun sebelum Samuel menjatuhkan air kearah api Samuel berkata dari atas dengan nada pelan namun suaranya terbawa oleh angin
"Jendral, suruh pasukan mu jangan mundur tetap di posisi karena sebentar lagi api akan padam"
"Baiklah" jawab jendral dengan cepat membuat sambungan ke pasukan garda depan menggunakan telepon khusus
"Pasukan garda depan apa kalian masih diposisi?" tanya jendral mengunakan alat komunikasi
"M-masih jen-dral kami mazih diposisi, ha-nya saja ka-mi tidak ber-ani bergerak karena api sangat besar" balasan dari mereka walaupun sedikit patah-patah
"Bagus, tetap diposisi dan bersiaplah kalian akan maju setelah air turun dari langit, jangan biarkan satu tentara musuh yang mundur"
"Tap-i jendral" belum selesai perkataannya sang jendral telah lebih dulu mematikan sambungan dan berkata kepada Samuel
"Semua sudah siap"
"Baiklah" jawab singkat Samuel yang mulai mengarahkan awan menuju lokasi kebakaran hingga dalam waktu singkat air turun dengan sangat deras sampai-sampai dalam waktu detik api mulai padam
Sementara tentara negara yang ada didepan langsung kehujanan, karena lokasi mereka tidak jauh dari area benteng, dengan bingung tentara mulai bertanya satu dengan yang lain karena bingung akibat hujan yang tiba-tiba turun, walaupun langit terlihat gelap namun sudah seharusnya mereka tahu kalau langit akan turun hujan atau tidak
Tapi disaat mereka masih berfikir maju salah satu tentara yang merupakan komandan mereka dengan lantang dia berkata, "Ini perintah dari jendral, jangan biarkan tentara musuh kabur, semuanya maju!!!" perintah sang komandan hingga seluruh tentara maju dengan serentak
Di benteng pertahanan yang awalnya kokoh dan bagus kini telah berubah menjadi kawah berapi bahkan pertahanannya telah berubah drastis, tank yang jumlahnya puluhan kini hanya tersisa bangkai dan puing-puing baja, sedangkan anti-tank yang digunakan untuk melawan musuh kini hancur tanpa ada satu peluru yang di lontarkan dari senjata tersebut
Sementara Samuel yang mengunakan seluruh kekuatannya langsung terjatuh keatas kapal akibat kehabisan energi, karena kejadian itu dika dan rekannya langsung menghampiri Samuel untuk memastikan keadaannya
Sedangkan langkah kaki jendral terhenti karena mendapat telepon dari tentaranya, "Bagaimana keadaan di sana?" tanya jendral mengunakan alat komunikasinya
"Keadaan disini sangat kacau, bahkan kami sudah tidak melihat tentara musuh yang masih hidup"
"Telusuri tempat itu, ingat jika ada sesuatu yang mencurigakan bunuh saja"
"Baik, jendral" jawab Komandan tersebut yang setelah itu mematikan komunikasinya
Setelah sambungan komunikasi mati sang jendral langsung menghampiri Samuel dan menyuruh tentaranya untuk membawanya ketempat istirahat sementara di tempat lain yaitu di camp tentara Mawar hitam terlihat squad Lian yang berada didalam tenda dengan ditemani Miya, Sina, dan Sofia
Dalam satu tenda mereka kebingungan dengan kepergian Samuel yang secara mendadak tanpa memberi kabar, disaat mereka sedang mempersiapkan diri karena mereka akan berangkat di pagi-pagi buta agar tentara Mara tidak menyadarinya
Namun disaat mereka sedang mempersiapkan diri, dengan tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah timur yaitu dimana benteng berada, hingga dengan sontak seluruh tentara keluar dari tenda dan melihat kearah asal suara tersebut walaupun seluruh tempat mereka di halang oleh pepohonan tapi suara tersebut terdengar menggema di hutan
"Apa yang terjadi?" tanya salah satu tentara yang ada di samping lian
"Aku juga tidak tahu!!" jawab temannya
Sementara Lian, Miya, dan sina yang ikut keluar hanya bisa berbisik dengan berkata, "Apa itu perbuatan Samuel?" gumam Lian dengan pelan
__ADS_1
"Aku juga curiga kalau semua ini adalah perbuatannya" balas Miya
Disaat semua tentara masih kebingungan terlihat dari kejauhan, yaitu di atas atap istana dengan tatapan santai dan senyum puas terlihat dari wajah seorang pria misterius, "Sepertinya sudah dimulai" gumam pria tersebut
Hingga datang joko dihadapan pria berjubah sambil berlutut dengan berkata, "Tuan, saya sudah melakukan hingga sejauh ini, apa kita akan melakukan rencana kita"
"Tentu saja"
"Tapi tuan, kenapa kita harus melakukan hal serumit ini, padahal kamu bisa menghabisinya dengan mudah"
"Memang sih, tapi aku ingin melihat kekuatan Putra yang sejatinya, karena didalam tubuhnya ada seseorang legendaris"
"Legendaris?!" bingung joko
"Nanti kamu akan tahu dengan sendirinya, jadi jangan biarkan putra mati terlebih dulu apalagi dia harus berurusan dengan Nikolaus yang tidak punya otak itu, biarkan aku yang mengurusnya nanti, kamu cukup menahannya saja"
"Kenapa anda tidak disini, bersama saya untuk menunggu momen itu datang?"
"Ada masalah yang harus aku selesaikan, apalagi satu dari 7 anggota kami ada yang mati, jadi aku akan terus mencari orang itu dan membunuhnya dengan tanganku sendiri"
"Orang itu?" bingung joko
"Untuk identitasnya aku kurang tahu, tapi kalau masalah aura aku tahu, karena kami adalah satu, jadi aku bisa merasakan apa yang teman kami rasakan"
"Begitu ya"
"Aku berharap kalau Putra memiliki kekuatan untuk melampaui ku" gumam pria berjubah yang hilang bersama dengan bayangannya
"Aku sungguh tidak habis pikir kalau waktu sudah semakin dekat, Nikolaus adalah kunci untuk mengakhiri dunia yang kejam ini dan sebenarnya ada apa dengan Putra kenapa dia ingin sekali bertemu dengan anak itu, sayangnya aku tidak tahu apapun tentang dia kecuali kalau dia adalah anak dari Firdaus" gumam joko yang pergi dari tempatnya
Sementara Nikolaus yang ada diruang singgasana hanya duduk melamun sambil menikmati secangkir teh dengan tentara berjumlah 10 orang berbaris menjaganya
"Sebenarnya waktuku sudah tidak lama lagi, tapi aku tidak menyangka kalau kekuatan ini justru berbalik menyerang ku, coba seandainya aku tidak bersetubuh dengan kekuatan hitam mungkin aku masih menjadi orang normal, tapi sekarang apa aku justru malah terlihat seperti monster" gumam Nikolaus dengan mengingat masa lalunya
Yaitu dimana pemimpin Mawar Merah mati akibat penghianatan dari rekannya sendiri disaat itu Nikolaus adalah anak dari orang yang dibunuh karena terlalu lemah akhirnya dia melakukan suatu ritual untuk mendapatkan kekuatan yang amat besar namun kekuatan tersebut malah menggerogotinya sampai ia mati tapi anehnya dia tidak mati justru malah terlihat seperti orang tidur pada umumnya
Setelah dia terbangun tanpa sadar dia sudah melewati 10 tahun ke depan, dimana si penghianat Mawar Merah telah mati dibunuh oleh pemimpin merpati putih tapi disaat dia mengetahui kematiannya dia justru tidak merasa senang bahkan merasa kalau dunia sedang mempermainkannya
Karena kecewa dia mulai membentuk kembali organisasi untuk mengingat kematian ayahnya sekaligus untuk melanjutkan tujuan ayahnya yaitu mempersatukan kembali umat manusia super akan tetapi usahanya tidak dihargai dimana seluruh orang memandang kalau tujuan Nikolaus adalah sesuatu hal yang jahat
Jadi Nikolaus tidak diterima di manapun, kecuali negara Scarlett, hanya merekalah yang ingin membantu Nikolaus dengan memberikan dana hingga organisasi ini berkembang sampai saat ini, tapi disaat dia merekrut joko entah kenapa rencananya melenceng dari tujuannya, bahkan Scarlett pun ikut mendukung rencana joko yaitu untuk mendominasi dunia
Tapi disaat Nikolaus ingin membantah entah kenapa dia merasakan sesuatu seperti bisikan dari dalam hatinya yang akhirinya dia mengikuti apa kata bisikan tersebut hingga kini dirinya bukan seperti manusia melainkan monster yang menjelma manusia
Disaat Nikolaus masih masih melamun tiba-tiba datang joko kehadapan nya dengan berkata, "Tuan, persiapan sudah selesai" ucap joko dengan hormat
"Bagus, gerakan tentara kita di esok hari"
"Baik" jawab joko sebelum pergi meninggalkan Nikolaus diruang singgasana
__ADS_1
Sementara di hutan belantara tentara Mars sudah memastikan area benteng dan dari penelusuran tidak ada tentara musuh yang selamat hingga komandan menyuruh tentaranya kembali menuju markas untuk melaporkan hasil penyelidikan kepada sang Jendral.