
Setelah merenung dibawah pohon tiba-tiba Joko disusul oleh seorang tentara yang kebetulan ingin melapor
"Lapor, tuan!, saya ingin melaporkan kalau seluruh anggota staf istana telah bersembunyi diruang bawah tanah" laporan dari tentara tersebut sambil memberi hormat
"Bagus, sekarang kamu bisa kembali!!" ucap Joko dengan tatapan tajam
"Baik" jawabnya dengan tegas sambil pergi dari sana dengan wajah ketakutan akibat melihat tatapan intimidasi dari tuannya
Setelah prajurit tersebut pergi meninggalkannya sendiri tibalah Nicolaus dengan jalan yang cukup santai menghampiri joko, sehingga dengan cepat ia menyambutnya dengan hormat
"Selamat malam, tuan besar" sapa dari Joko dengan senyuman yang dipaksakan
"Tidak usah basa-basi, sekarang kamu perintah manusia berkemampuan untuk berkumpul di aula bersama dengan tentara yang tersisa" ucap Nicolaus dengan nada memerintah
"Oke, tuan" jawab Joko dengan wajah sedikit kesal, hingga dengan terpaksa ia meninggalkan tuan besar seorang diri di sana sementara Nicolaus hanya bisa melihat punggung Joko yang perlahan menjauh dari tempatnya
Dan ketika Nicolaus sedang sendiri dibawah pohon , tiba-tiba terlihat sekilas kabut hitam yeng mengelilingi tubuhnya walaupun sedikit tipis namun itu adalah kejadian yang membuatnya tidak bisa mengendalikan diri, karena ketika kabut itu muncul maka tubuhnya akan susah untuk dikontrol
"Kenapa harus sekarang!!" gumam Nicolaus dengan menahan sakit di dadanya, dan ketika ia masih merintis terdengar suara yang berasal dari kepalanya dengan berkata
"Sudah saatnya, tubuhmu akan diambil olehku, Nicolaus!!" suara tanpa berujud telah masuk kedalam otaknya sehingga dengan sangat jelas suara tersebut diketahui olehnya
"Tidak akan pernah!!!, kamu sudah mengendalikan tubuhku selama sepuluh tahun, dan sekarangpun kamu sudah memakan sebagian kewarasan ku jadi sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberi tubuh ini kepadamu!!" jawab Nicolaus pada dirinya sendiri
"Hahaha.. Percuma saja, karena sebentar lagi tidak hanya aku yang akan bangkit namun era manusia juga akan berakhir" tawa dari dalam tubuh Nicolaus semakin membuatnya menggila
"Berhenti!!!.... Aku bilang berhenti berkata-kata lagi" teriak dengan histeris sambil menahan sakit dari dadanya membuat Nicolaus tersungkur ke tanah
Dari balik pohon dengan kejauhan kira-kira 10 meter terlihat Joko mengamati Nicolaus yang sedang kesakitan dibawah pohon sebelumnya, karena adegan tersebut joko dapat tersenyum dengan sendirinya, sebelum ia pergi dari tempat itu
\*10 Tahun yang lalu....
Disebuah hutan dengan semak belukar yang tingginya mencapai lutut, dengan kesunyian tiada kara, karena di lokasi tersebut tidak ada manusia seperti penduduk kecuali serangga kecil dan hewan liar selagi nya, namun ketika kesunyian tersebut mendominasi tiba-tiba terlihat anak kecil berumur 12 tahun berlari dari balik semak dengan tergesa-gesa dirinya berlari dibawah bulan yang memberikan cahaya remang-remang
Walaupun sering kesandung atau selainnya yang membuat bocah tersebut terjatuh ketanah, tapi karena tekadnya yang begitu kuat dengan terpaksa ia terus berlari tanpa tujuan yang pasti
Bocah tersebut bernama Nicolaus, dirinya berlari karena kejaran dari anggota organisasi Mawar merah yang kebetulan mendapat perintah dari atasannya yang baru, nama pemimpin baru tersebut adalah Alex dan ia juga merupakan asal muasal terjadinya perang negara
Alex dengan cara diam-diam membunuh ayah Nicolaus disaat dirinya lengah, tapi beruntungnya Nico dapat kabur dengan cepat dari markas milik ayahnya karena ibunya telah berkorban nyawa untuk dia
Markas Mawar merah waktu itu berada di pegunungan dekat lembah gunung, karena ayah Nico, lebih suka dengan keindahan alam oleh sebab itu dia memutuskan untuk membuat markas di sana, akan tetapi keindahan tersebut sirna ketika Alex kawan kerja ayah Nico membunuh pemimpinnya sendiri beserta rekan-rekan yang menentangnya
Alex tidak hanya haus kekuasaan tapi juga sangat sadis karena anak-anak dari rekannya, yang jelas-jelas tidak memiliki hubungan dengannya harus terlibat dalam perselisihan politik milik dirinya dengan cara mengkudeta keluarga mereka
Padahal ayah Nico adalah orang yang baik dan ramah terhadap rekan maupun keluarga namun siapa sangka, kebaikannya justru harus dibalas dengan rasa sakit yang tidak ia sangka-sangka
Ditengah pelarian Nicolaus dirinya dikejar oleh beberapa orang berbaju tentara sambil memegangi senjata api berupa pistol genggam ditangan, karena hari sedang dalam fase gelap, jadinya Nicolaus berumur 12 tahun hanya bisa bersembunyi didalam gua yang letaknya di pedalaman hutan
Dengan tangan terus menutup mulutnya, ia mendengar suara langkah kaki yang masuk kedalam gua secara perlahan sambil memegangi senter tangan, Nicolaus yang dari tadi diam bersembunyi didalamnya hanya bisa berharap kalau mereka tidak menemukannya dibalik batu besar
Sehingga salah satu dari tentara Mawar Merah berkata kepada rekannya, "Sepertinya Bocah itu tidak ada disini!!" ucap salah satu dari mereka kepada pemimpin mereka
"Kamu benar, tapi tidak ada salahnya jika kita menelusuri gua ini dulu sebelum kembali ke markas" jawabnya sambil berjalan pelan kedalam gua dengan senter yang di arahkan ke setiap sudutnya
"Tapi apa, kamu yakin kalau tadi kamu lihat bocah itu datang kemari?"
"Beneran aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, bahkan kamu tahukan kalau tadi diluar gua tampak dengan jelas jejaknya!!"
"Kamu benar juga, tapi masa sih dia langsung hilang begitu saja" bingung dengan wajah terus terlihat masam karena takut dengan kegelapan
"Hoy,... Sebaiknya kita pergi saja dari sini, dari pada nanti ada hewan buas menerkam!!" seru orang ketiga dengan keringat dingin bercucur deras
__ADS_1
"Jangan takut, jika pun ada hewan buas tapi kita membawa senjata jadi kita masih unggul dari mereka" jawab orang pertama
"Sudahlah, sebaiknya kira fokus untuk mencari bocah tersebut" perintah orang keempat yang secara tiba-tiba memerintah mereka
𝙏𝙖𝙠... 𝙏𝙖𝙠... 𝙏𝙖𝙠....
Suara langkah kaki mulai terdengar dengan jelas di kuping Nicolaus sehingga dirinya tidak bisa berkata-kata maupun mengeluarkan suaranya karena enemy sudah sangat dekat, walaupun gua tersebut masih sangat dalam tapi Nicolaus masihlah anak-anak, jadinya ia tidak bisa masuk kedalam karena masih memiliki rasa takut didalam hatinya
Bahkan batu yang dijadikan tempat bersembunyi telah diterangi oleh mereka walaupun sekilas, namun ketika mereka sudah sangat dekat tiba-tiba ponsel dari salah seorang diantara mereka berbunyi yang memecah keheningan di gua tersebut
"Ponsel siapa yang berbunyi itu?" tanya pemimpin mereka dengan wajah kaget karena suaranya begitu tiba-tiba
"Saya, ketua!!" jawab orang pertama dengan ekspresi merasa bersalah akibat sudah mengagetkan semua rekannya
"Cepat matikan!!" perintah ketua dengan wajah kesal
"Baik" jawab singkat dirinya sambil merogoh saku celananya, dan setelah ia melihat orang yang melakukan panggilan kepadanya terkejut lah orang tersebut dengan wajah heran
"Siapa?" tanya pemimpin mereka karena aneh melihat wajah rekannya
"Panggilan dari markas" jawab ia dengan menunjukkan layar handphonenya
"Angkat!!!" perintahnya
"Baik" Jawab singkat dari orang pertama sambil mengangkat panggilan dari markas
"Halo... Ada apa?" tanya orang pertama kepada ponselnya
Setelah beberapa saat akhirnya panggilan tersebut ditutup oleh markas dan mengundang pertanyaan orang yang ada di sana
"Ada apa?" tanya pemimpin mereka sembari tadi diam menunggu panggilan markas usai
"Lalu bagaimana dengan anak itu?" tanya pemimpin
"Biarkan saja, mungkin dia juga akan mati kelaparan"
"Yasudah" jawab singkat pemimpin yang segera bergegas untuk kembali ke markas bersama dengan rekanya
Sementara Nico yang tidak ketahuan bisa menghembuskan nafas lega, walaupun hatinya masih sangat sakit atas kematian ayah dan ibunya, dengan bersandar dirinya bergumam kepada diri sendiri
"Tidak berguna, dasar orang-orang jahat!!!" kupat nya dengan pelan
Tapi tidak lama berdiam diri akhirnya terdengar suara besar dari dalam gua yang bergema hingga ke kuping Nico, suara itu juga sangat asing sehingga ia sedikit ketakutan tapi suara tersebut berkata dengannya
"Jangan takut, aku akan memberikanmu kekuatan untuk mengalahkan orang seperti mereka!!" suara tersebut bergema dari dalam gua yang membuat seluruh bulu kuduk berdiri tegak
"Siapa kamu!!!" seru dengan nada kepanikan membuat Nico berdiri sambil mengamati sekelilingnya
"Jika kamu mau mendapatkan kekuatanku, maka harus ada syarat yang telah ditentukan, yaitu mengunakan darah sebagai persembahan!!"
"Darah?" bingung Nico
"Apapun darahnya, itu sudah bisa untuk mendapatkan jiwaku"
"Kamu itu siapa sih!!" tanya Nico dengan wajah kesal
"Aku adalah dewa kematian!!" suara tersebut mengeluarkan aura kematian sehingga dengan cepat Nico berlari keluar dari gua tersebut
Setelah dirinya keluar, ia tidak tahu harus berbuat apa, karena dia yang sekarang sudah tidak memiliki rumah ataupun makanan, hingga saat ini dirinya tidak bisa mengisi perutnya yang lapar, jikapun ia mencari makanan akan sangat susah untuk saat ini itu karena hari sangat gelap dan menakutkan
"Apa yang harus aku lakukan Ayah, Ibu?" gumam Nico sambil mengusap air matanya
__ADS_1
Namun ditengah tangisan anak kecil terlihat seekor kelinci liar yang kebetulan lewat
"Kelinci?" awalnya bingung namun tidak lama dirinya menangkap kelinci tersebut lalu membunuhnya bahkan ketika ingin membunuh pun Nico masih tidak tega melihatnya tapi untuk bertahan hidup dirinya harus melakukan hal ini walaupun hatinya belum kuat
Seusai membunuh kini Nico tampak kebingungan karena tidak tahu harus berbuat apa, karena ia keluar dari markas juga tidak membawa apapun selain sehelai baju, bahkan dirinya tidak berpengalaman untuk menghidupkan api di alam liar jadinya Nico tidak bisa melakukan apapun seusai membunuh kelinci
"Sial, aku tidak bisa menghidupkan api dan sekarang perutku sangat lapar, aku benar-benar takut disini!!" tangisan Nico sambil meratapi kelinci yang ia bunuh
Kelinci tersebut hanya dicekik oleh niko hingga mati, jadi waktu itu darah kelinci belum tumpah ketanah sedikitpun karena kebingungan dan kepanikan yang menguasai dirinya, dengan berfikir pendek Nico memutuskan untuk mengambil kekuatan dari jiwa yang bernama dewa kematian tersebut
"Apa aku harus menyerahkan diriku kepada dewa itu?" bingung Nico sambil mengendong kelinci bahkan sesekali dia melirik kearah gua dengan mata penuh ketakutan
Tapi karena rasa sakit yang dideritanya membuat Nico membulatkan tekat lalu masuk kedalam gua dan berkata kepadanya walaupun tidak berwujud tapi ia yakin kalau dewa tersebut bisa mendengarnya
"Tuan Dewa, apa kamu dengar suaraku!!" tanggapan Nico tidak direspon beberapa saat sampai dia berkata lagi kepada dewa itu
"Aku membawakan kelinci sebagai persembahan yang kau minta, jadi sekarang aku harus apa!!" tanya Nico dengan mengajukan kelinci ditangannya
"Haha,... Aku yakin kamu pasti akan berkerjasama bersamaku" tawa dari seseorang tanpa wujud membuat Nico lagi-lagi merasa merinding
"Sekarang aku harus apa?" tanya lagi Nico
"Gorok lehernya lalu minum darahnya!!" setelah mendapat jawaban dari sang dewa tersebut Nico langsung memasang wajah ketakutan sambil sesekali melihat kelinci yang ditangannya
"Karena jika kamu meminum darah kelinci tersebut maka kamu sudah bukan manusia yang suci lagi" sambung suara tersebut
"Hah!!" rasa terkejut tersebut tidak tertahan lagi karena itu adalah hal yang paling mengerikan dari pada harus berjalan di hutan seorang diri
"Jangan bercanda!!" ucap Nico dengan emosi sambil meletakkan kelinci tersebut ke tanah
"Aku tidak bercanda"
Tatapan kosong mulai terlihat dari sorot mata Nico ingin menangis pun percuma karena saat ini dia sudah berada ditengah hutan dan entah bagaimanapun cepat atau lambat dirinya akan mati dengan keadaan lapar maupun dilahap oleh binatang buas
Jadi dengan perasaan berat Nico mulai merobek leher kelinci tersebut menggunakan baru lancip di sana lalu meminum sedikit, karena baru mencicip Nico telah muntah ditempat
"Hoek... Hoek..." suara Nico muntah disertai dengan tawa dari Dewa kematian sehingga meminta persetujuan kontrak dengannya
"Haha... Sekarang adalah saatnya untuk menjalin kontak denganmu, tapi aku butuh satu kata darimu yaitu Ya atau tidak supaya aku bisa menyatukan jiwaku ke jiwamu"
Dengan badan lemas sehabis muntah Nico mulai berkata dengan pelan, "Iya" hingga dalam waktu singkat dirinya diselimuti oleh kabut hitam tipis dengan disertai rasa sakit di dadanya
"Ayah, ibu apa benar ini adalah keputusan yang tepat, walaupun bukan aku juga sangat takut hidup sendirian disini" suara tangis disertai rintis kesakitan membuat Nico tidak tertahankan dengan keadaannya saat itu
"Aaaahhh...." jeritan dari Nico bocah 12 tersebut secara histeris sehingga dalam waktu detik ia pingsan ditempat karena tidak kuat menahan rasa sakit dan kembali tersadar ketika 3 tahun berikutnya tapi yang mengendalikan tubuh bocah tersebut bukan Nicolaus melainkan dewa kematian yang pernah menjalin kontak dengannya
"Argh,.. Rasa sakit apa ini!!" keluh Nico (dewa) dengan badan sedikit memar
Ketika posisi sudah duduk Nico (dewa) kembali berkata dengan sedikit serak, "3 tahun tertidur membuat perut kelaparan dan tenggorokan kering, tapi Bocah ini sudah berumur 15 tahun jadinya aku sudah bisa mengunakan kekuatanku" gumamnya kemudian berdiri lalu berjalan pelan keluar gua
Ketika keluar dari gua, ternyata dirinya diserang oleh sorot cahaya yang mengenai mata sehingga dengan tatapan silau sang Nico (dewa) pun menutup matanya dengan tangan kanan sambil berkata, "Huh,... Hari yang cerah" Gumamnya sambil berjalan dengan jalan sempoyongan
Walaupun tidak tahu jelas, tapi hal pertama yang dia tahu saat itu adalah keadaannya yang berada ditengah hutan dan kelaparan sehingga dengan cepat Nico (dewa) pergi mencari buah di sekitar gua dengan harapan bisa mengisi perut yang kosong.
**********
𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖
𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..
𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚 👋
__ADS_1