Fire And Water

Fire And Water
Cp 27# Es Yang Akan Meleleh


__ADS_3

Sesampainya Ari di rumah sakit, kini dirinya menjadi bahan sorotan untuk orang maupun suster yang ada rumah sakit, itu dikarenakan luka di bagian lengan, karena luka di lengan membuat darah terus menetes di sepanjang jalan, hingga ada seorang suster yang datang menghampiri Ari sambil berkata


"Halo, apa tuan baik-baik saja saya lihat lengan anda terluka, kalau anda berkenan bisa kok saya bentu mengobatinya"


"Baiklah" balas Ari dengan mengikuti suster kesebuah ruangan untuk mengobati lukanya, sebenarnya ari juga sudah hampir pingsan karena memaksa diri untuk bergerak mengunakan kecepatan maksimal


Tidak lama setelah di obati, dirinya mencoba untuk tidur di atas ranjang untuk beristirahat hingga akhirnya ketiduran, sementara suster yang ada di sana cukup heran dengan pria yang di hadapannya karena baru kali ini ia melihat seorang mahasiswa dengan luka parah namun masih terlihat kuat


Sebelum suster tersebut pergi, dirinya mendengar suara dering di saku ari, awalnya ia tidak ingin ikut campur karena ia takut kalau yang menghubunginya adalah musuh namun setelah dipikir-pikir lagi dirinya juga takut kalau yang menghubungi adalah orang tuanya


Hingga dirinya terpaksa mengambil telpon ari dari sakunya dan melihat kalau nama dari penghubung adalah Maya, jadi suster beranggapan kalau yang menelpon bukan musuh ataupun orang tua dari korban melainkan pacarnya, hingga ia berani mengangkat telpon tersebut


"Halo, apa anda dari keluarga korban?"


(𝙉𝙚𝙭𝙩 𝙏𝙞𝙢𝙚)


Waktu terus berlalu hingga datang Maya keruangan Ari sambil ditemani oleh Vera, saat itu Maya dengan ekspresi khawatir segera berkata, "Ari, Kamu tidak apa-apa" tanya Maya yang langsung memeriksa keadaan ari dan melihat sebuah balutan perban di bagian lengan


"Ari, lengan kamu kenapa?" sambung Maya sambil memeriksa lengan yang dibalut


"Aww,.. Aku baik-baik saja, dan ini hanya luka gores jadi kamu tidak perlu khawatir tentang ini" jawab ari dengan nada kesakitan


"Luka gores, apa maksudmu suster bilang luka yang kamu terima seperti goresan peluru"


"Haha,.. Masa sih" balas ari dengan ekspresi dari wajah yang aneh


"Hmm" maya dengan ekspresi cemberut karena ari berbohong padanya


"Tapi untungnya kamu dan putra berada di satu rumah sakit jadinya kami berdua bisa memantau dua orang sekaligus tanpa harus memakan waktu yang banyak" sambung vera yang mencairkan suasana


"Iya, itu juga merupakan hal yang bagus" balas ari dengan wajah merah


"Tunggu dulu kak vera, sepertinya dari kejadian ini ada sesuatu hal yang janggal deh" potong maya sambil memperhatikan ari dengan teliti


"Hal apa itu?" bingung vera melihat maya yang terlalu fokus kepada ari


"Hah!!, sudahlah mungkin hanya perasaanku saja" maya yang menghela nafas karena memang tidak ada gunanya untuk dibahas


Vera dengan mengerutkan alisnya segera berkata kepada maya, "Kalau begitu, sebaiknya kamu antar dulu Ari supaya dia bisa istirahat di rumah, aku tidak apa-apa kok tinggal disini lagian disini juga ramai dengan pengunjung"


"Tidak, biarkan saja aku disini lagian kalau hanya luka seperti ini tidak akan membuatku mati" balas ari


Namun di satu sisi Vera segera memberi kode kepada ari, karena melihat wajah maya yang cemberut tercampur amarah, terpaksa ari tidak bisa berkata apapun, dan segera mengiyakan usulan dari Vera yaitu untuk pulang ke rumah


Diperjalanan ari tidak bisa berkata apa-apa, karena melihat ekspresi wajah maya yang masih marah kepadanya, karena terpaksa ari berkata "Maya apa kamu masih marah denganku?" namun sama sekali tidak dapat respon dari maya hingga kedua kalinya ari berkata

__ADS_1


"Maafkan aku jika sudah membuatmu marah tapi sejujurnya aku tidak ingin sampai itu terjadi, tapi kamu bisa memberiku pertanyaan aku janji akan menjawabnya dengan jujur karena aku tidak ingin di abadikan olehmu" saat itu ari sudah merasa kalau dirinya kebingungan dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya


Tapi untuk kedua kalinya sama sekali tidak ada respon dari maya sampai ari merasa sedih dengan keadaannya, saat itu mereka berada diantara orang ramai di tengah kota hingga tidak sengaja ari melihat sepasang kekasih yang sedang bermesraan dan terlihat jelas kalau wanitanya sangat bahagia ketika bersama pasangannya


Ari berfikir kalau maya saat itu butuh perhatian, namun di satu sisi ia tidak tahu cara memberikan perhatian kepada seorang wanita karena sudah hampir 10 tahunan ia tidak pernah bersosialisasi dengan seorang wanita


Dengan wajah merona ari mencoba untuk memegang Kepala maya namun tekadnya seketika menghilang ketika maya meliriknya, dengan grogi ari berkata "Anu, tadi aku hanya ingin mengambil, sehelai rumput, hehe" ari yang mengelas dengan membuang muka


Namun ketiga kalinya maya tidak merespon ari, melainkan hanya memegang dan meletakkan tangan ari di kepalanya sambil berkata "Ari bisa kita makan dulu aku sangat lapar malam ini" ujar maya dengan wajah merah


Saat itu ari sangat bingung dengan sikap yang berubah dari maya, ia melihat kalau maya sudah memaafkannya, "Baiklah, tapi kamu ingin makan dimana?" tanya ari


"Terserah kamu saja"


"Kalau gitu kita makan di restoran depan saja, aku pernah dengar kalau ditempat itu menjual makan dengan harga murah dan rasanya juga enak"


Di restoran mereka hanya saling berdiam diri, terutama untuk maya dirinya hanya fokus untuk makan, makanan yang di pesannya untuk beberapa saat ari mulai berbicara kepada maya "Maya, apa kamu sedang marah denganku?" tanya ari sambil memperhatikan tingkah maya


"Tidak, aku tidak marah" balas Maya


"Lalu kenapa kau mengabaikan aku?"


"Aku hanya tidak suka kamu berbohong kepadaku, dan aku juga gak mau kamu menyembunyikan rahasia dariku"


"Hah" bingung ari yang melihat ekspresi Maya sambil berkata seperti itu entah apa namun seketika hatinya berdegup dengan kencang, seakan-akan dirinya sedang di kejar oleh anjing


"Bodoh begitu saja tidak tahu" Gumam maya dengan wajah merona akibat malu


Dengan tiba-tiba ari mulai bersedih akibat melihat kehidupannya yang selalu penuh dengan cobaan, ayahnya mati dibunuh, ibunya yang ditangkap, hingga kini ayah angkatnya yaitu paman Azarya telah meninggal, semua itu hilang bagaikan angin lalu


Tanpa disadari semua telah hilang dari hadapannya dan kini dirinya harus jatuh hati pada maya, ari hanya takut kalau suatu saat nanti orang yang paling disayanginya ikut meninggalkannya di akhir cerita dan untuk itu dirinya belum siap jika hal tersebut terjadi


Secara tiba-tiba maya terkejut, karena melihat ari yang menangis tanpa suara, karena tangisnya bagaikan air yang mengalir dengan tenang disaat itu maya bertanya kepada ari, "Ka-kamu kenapa Ari, apa ada yang salah dalam kata-kataku barusan" panik maya yang melihat Ari meneteskan air mata


Namun Ari hanya menggelengkan kepala sambil mengusap air matanya, "Lalu apa yang membuatmu sedih?" sambung maya dengan memegang tangan Ari


"Aku hanya takut, kehilanganmu" balas Ari dengan mencoba membuang muka


"Kehilanganku, memangnya aku ingin kemana?" bingung maya dengan apa yang dirinya dengar dari Ari


"Sudahlah mari kita pulang karena ini sudah larut malam, kalau bisa kamu lupakan saja kejadian yang terjadi sekarang"


"Eh, Tapi aku belum dengar jawaban darimu, Ari!!" akhirnya Ari dan maya melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke rumah, agar bisa beristirahat karena waktu sudah sangat malam ditambah luka milik ari, sudah dipastikan kalau ari saat itu sudah sangat kelelahan


Sesampainya mereka di rumah, ari segera berkata kepada maya, "Maya, aku sudah sangat ngantuk jadi aku ingin istirahat duluan, kamu juga sana biar besok tidak terlambat sekolah" ujar ari sambil berjalan menuju kamarnya

__ADS_1


Maya yang sedikit kesal karena ari sama sekali tidak menjawab pertanyaan segera berkata, "Baik aku akan tidur tapi besok pagi kamu harus janji kepadaku kalau kamu bakal kasih tahu aku tentang maksud perkataan yang terjadi di restoran" ucap maya dengan lantang


Saat itu ari hanya bisa menghela nafas karena dirinya sudah berkali-kali mendengar ucapan yang sama dari mulut maya mengenai masalah sepele, "Baiklah aku akan memberi tahu jawabannya besok, jadi kamu hari ini sebaiknya istirahat saja dulu" balas ari yang berfikir kalau wanita adalah mahluk yang susah dimengerti


Dilain tempat Vera masih terus menunggu untuk kebangunan Putra, karena ia sudah di rumah sakit selama sehari penuh dan belum ada tanda-tanda kalau Putra akan bangun dari pingsannya, Vera sempat berfikir kalau kejadian yang di alami oleh Putra merupakan akibat dari Tang san


"Putra, sampai kapan kamu terus seperti ini, aku sudah bosan menunggumu!!" Gumam Vera sambil mengusap-usap rambut Putra yang sedang tertidur


Dengan tiba-tiba Vera mulai mengingat ayahnya yang sekarang sedang tertangkap oleh mawar hitam, dirinya sangat sedih karena di kejadian itu dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan niat untuk menolong pun tidak ada, dirinya merasa kalau dia adalah anak yang tidak berguna


Hingga disaat itu Vera mulai meneteskan air mata, namun karena kejadian itu dengan serentak roh putra tersadar dari tidurnya, dan dia sudah ada di bawah alam sadar, "Dimana aku?" Putra saat itu terkejut akan dirinya yang berada di alam yang berbeda


Hingga tak lama Tang san datang sambil berkata kepada Putra, "Kamu ada di dalam inti jiwa karena kontrak kita, kamu di terbawa ke alam ini tapi aku sangat terkejut denganmu yang bisa bangun sebelum 3 hari"


"Dasar geblek, kenapa kamu tidak memberi tahu aku dulu kalau ada efeknya!!" dengan emosi Putra lontarkan kata-kata kasarnya kepada Tang san


"Baiklah maafkan aku atas kejadian itu, tapi aku beneran lupa akan hal ini"


"Sudahlah aku tidak ingin membahasnya disini, sekarang beri tahu aku, bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari sini"


"Tidak bisa roh mu terlalu lemah untuk saat ini, jadi sebaiknya ditunda saja untuk hari esok atau lusa" jawab Tang san


"Apa!!, bagaimana bisa aku terus berdiam disini sedangkan teman-temanku, dalam bahaya di luar sana"


"Tapi memang seperti itu, jikapun kamu paksa untuk bangun, justru nantinya kamu akan pingsan lagi yang ujung-ujungnya kamu tertidur lagi disini"


"Baiklah akan aku tunggu sampai besok hari" pasrah Putra dengan keadaannya


Tak lama, Putra mulai berkata kepada Tang san yang saat itu sedang duduk disampingnya, " Hey, bisa kamu jelaskan bagaimana kekuatan ini diwariskan dan kamu tahu siapa nama pewaris sebelum aku?"


"Panggil aku master, karena sekarang aku adalah Gurumu!!" bentak Tang san


"Eh, baiklah master tolong beri tahu aku tentang hal itu" sambung putra yang terpaksa


Disaat itu tidak ada siapa-siapa, karena inti jiwa letaknya didalam raga yang tidak bisa dilihat oleh manusia, jadinya putra dan Tang san bisa berbicara dengan bebas tanpa takut akan ada orang luar yang mengganggu ataupun mendengar pembicaraan mereka dan setelah kejadian itu Tang san mulai bercerita tentang kekuatan element kepada putra, dengan catatan putra tidak boleh memberi tahukan hal tersebut ke orang lain selain kepada penguna element


"Kekuatan itu bisa di wariskan dengan cara membuat kontak fisik seperti menyentuh kening atau mencium dengan hati tulus dan yang terpenting adalah memiliki tekad memberikan kekuatannya ke pada orang terpercaya, jika tekadnya kurang maka kekuatan itu tidak akan bisa diwariskan"


"Lalu, apa ada cara lain selain kontak fisik?"


"Ada, tapi ini jarang dilakukan oleh manusia aku saja tidak terlalu yakin dengan metode ini yaitu transfer kekuatan dari jarak jauh, disaat kita berada di ambang kematian, agar kekuatan itu tidak menghilang, orang itu menggunakan metode ini dengan syarat orang yang ingin mewariskan harus memiliki hubungan dengan orang terpercayanya" jelas Tang san


"Cukup sulit untuk di mengerti, tapi apa ada orang yang pernah mengunakan metode ini selama, kekuatan ini ada di dunia?" tanya Putra


"Selama rohku pecah aku belum pernah tau dengan metode ini, dan sepanjang masa baru kali ini bisa hidup di dalam ragamu, jadi selama beberapa dekade aku tidak pernah hidup ataupun terbangun dari tidur panjang jadi aku tidak tau siapa Penerus kekuatan ini"

__ADS_1


Didalam sejarah Tang san, dia hanya memegang 5 element yaitu Api, Air, Bumi, Angin, dan Petir dan selama ia hidup dirinya tidak pernah tau dengan element semesta yang katanya adalah element terkuat yaitu Cahaya, akan tetapi berbeda jika suatu saat nanti kekuatan itu datang bersama dengan kekuatan jahat yang lebih kuat dari apa yang ia lawan dimasa lampau.


__ADS_2