Fire And Water

Fire And Water
Cp 51# Scarlett


__ADS_3

Sesampainya Putra dan Vera di rumah, hal pertama yang mereka cari hanya beberapa helai baju untuk mereka bawa pergi keluar negeri, "Kamu ingin bawa berapa setel?" tanya Putra sambil menggeledah lemari


"Tidak banyak mungkin hanya 10 saja" balas Vera


"10!!, menurutku itu terlalu banyak, kamu ingatkan kalau kita ke sana bukan untuk Berwisata"


"Tentu saja aku tahu, tapi apakah wanita tidak boleh sedikit bersantai di sana" bantah Vera dengan cemberut


"Ehh,.." mendengar perkataan Vera, Putra hanya bisa bengong dan mengambil dau setel baju dan 1 jas untuk ia gunakan disidang pertemuan


Setelah selesai mengemas akhirnya putra menyusul ke ruang tamu yang di sana Vera sudah menunggu, namun disaat diambang pintu Vera kembali bertanya kepada putra


"Sebelum itu aku ingin bertanya kepadamu, kita keluar negeri pakai apa, untuk sekarang aku tidak memiliki uang dan untuk keluar negeri pastinya membutuhkan dana besar?!" tanya Vera kepada putra yang saat itu baru duduk di sofa


"Kalau masalah itu kamu tidak perlu khawatir, soalnya aku masih memiliki simpanan uang jadi kita berangkat menggunakan pesawat terbang" jawab Putra


"Wah,. Jadi enggak sabar untuk berangkat" ucapnya dengan mata berbinar


"Vera, kok aku jadi ragu untuk mengajakmu"


"Kenapa? lagian kita paling sampai subuh nanti sedangkan rapatnya masih 2 hari lagi, kalau bukan untuk liburan untuk apalagi waktu yang ada"


"Terserah kamu deh" ketus putra yang merasa sudah kalah dari Vera


Setelah mereka siap Vera segera memesan mobil untuk mengantar mereka ke bandara terdekat agar bisa pergi lebih cepat, karena ia sudah tidak sabar untuk menikmati suasana alam yang jarang ia lihat di negara mars walaupun pada ujung-ujungnya mereka harus menunggu jadwal penerbangan


Ditempat tunggu Vera sering sekali mengeluh karena dirinya harus menunggu salama berjam-jam lamanya, "Putra aku bosan, apa tidak bisa kita percepat saja penerbangannya!!" keluh Vera yang saat itu duduk di samping putra


"Mana bisa" ketus putra karena pertanyaan Vera cukup tidak masuk akal


"Hmm" bunyi Vera dengan memasang muka cemberut hingga putra yang melihat sedikit terpesona karena melihat keimutannya


Disaat suasana hening putra kembali membuka mulutnya dengan berkata, "Vera, menurutmu apa keputusanku benar, tentang memberi tahu mereka tentang rencana ku" tanya putra sambil mencairkan suasana


"Memangnya kenapa?" tanya balik Vera


"Entah kenapa, aku yang sekarang malah terlihat egois dan lebih mementingkan diri sendiri ketimbang orang lain"


"Tapi memang benar, sebelum itu aku ingin bertanya kepadamu yaitu tentang kenapa kamu begitu berambisi untuk menyerang mawar hitam dalam waktu dekat padahal waktu itu kamu bilang terlalu cepat dalam waktu 3 bulan?"


"Pertama untuk mencari kakakku, kedua untuk meneruskan perjalanan ayahku dan yang ketiga untuk menyelamatkan orang terdekatku" balas putra


"Kalau kamu sudah punya keputusan seperti itu kami bisa apa, tugas kami hanya untuk membantu semaksimal mungkin untuk menolong mu"


"Apa kamu membenciku" tanya putra


"Tidak"


"Beneran?"


"Iya aku beneran, bahkan aku tidak punya sama sekali mempunyai niat untuk membencimu" balas vera


"Kenapa?"


"Karena kita saling suka" ucap Vera


"Itukan kejadian masa lalu untuk apa kamu terlalu mengingatnya"


"Untuk apa!!" ucap Vera sambil melotot kearah putra


"Kamu kenapa?"


"kamu bodoh ya, kejadian lama bagaimana bisa, kita saja menyatakannya baru beberapa hari yang lalu mana bisa itu dibilang kejadian lama"

__ADS_1


"Tapikan kita belum berpacaran jadi kamu bisa saja melupakan hal itu" ujar putra


"Mana bisa bodoh, walaupun kita belum resmi pacaran namun aku masih mengingatnya sampai sekarang" bentak Vera


"Kenapa kamu segitunya ingin mengingat hal tersebut?"


"Itu karena kamulah pria yang aku suka sepanjang hidupku, bahkan cuman kamulah teman priaku" balas Vera malu-malu


"Jadi selama ini kamu kemana saja?"


"Baiklah akan aku cerita masa laluku tapi ingat jangan sampai kamu tertawa"


"Kamu tenang saja, lagian aku sedikit penasaran dengan masa lalu mu" jawab putra sambil mendekatkan badannya ke tubuh Vera supaya dirinya tidak kelewatan satu kata pun


***


Vera Oktavia seorang gadis dari keluarga okta yang merupakan keturunan orang miskin sebelum ayahnya mencapai puncak kejayaan, namun bedanya Vera sudah terlahir sejak ayahnya kaya jadi sebelum-sebelumnya Vera tidak pernah merasakan yang namanya hidup susah untuk kelahiran Vera lahir di negara mars


Dan dibesarkan di negara pluto sejak kecil Vera tidak pernah mendapatkan teman maupun sahabat yang sebayanya, karena lokasi rumah dan penduduk desa di negara pluto sangat jauh dan butuh waktu berjam-jam supaya bisa sampai ke lokasi desa


Karena waktu itu ayahnya belum mampu membangun kota di negaranya jadi dia membuat 2 desa di berbagai tempat itupun letaknya terpencil dan susah untuk dicari karena ayahnya membuat desa hanya untuk formalitas negera agar tidak terlihat seperti wilayah terlarang namun terkadang ayahnya seringkali menggunakan jasa orang desa untuk mengangkut barang impor


Ziel melakukan hal tersebut karena dia tidak ingin jika suatu saat nanti negaranya diserang ataupun dalam bahaya membuat warga dalam bahaya untuk itu dia meletakkan penduduk desa di berbagai tempat kamuflase sebagai tanda jika negara di jarah oleh negara lain


Negera pluto bukan kalah ataupun di taklukkan melainkan dijajah oleh bangsa asing yang di beri tanda dengan penduduk negara mars masih hidup walaupun mereka terletak ditempat tersembunyi


Selama bertahun-tahun Vera hidup bersama dengan orang tuanya tanpa adanya teman disisinya, semua itu berlalu sampai dimana ibunya dibunuh setelah kejadian itu Vera dipindahkan ke negera mars karena menurut ziel tempatnya bukan lagi tempat yang aman bagi anaknya


Namun semua itu ada dampak buruk untuk Vera dimana dia lebih cenderung merasa takut, khawatir, dan risih karena selama bertahun-tahun Vera tidak pernah hidup bersama teman seusianya, walaupun bertemu dia sudah berusia 8 tahun dan hidup bersama suster yang disewa ayahnya


Yang pada akhirnya Vera memutuskan untuk bersifat dingin kepada orang lain hingga semua itu berlanjut sampai dirinya bertemu dengan putra di taman malam itu bahkan perasaan sedih dan kesepian seketika lenyap dari hati kecilnya, untuk itu dia tidak ingin pulang kerumahnya karena ia ingin mendapat teman pria yaitu dengan cara menginap di rumah putra


Setelah mendengar perjalanan hidup Vera akhirnya putra paham kenapa Vera selalu memasang raut wajah sedih bahkan disaat mereka pertama kali bertemu namun yang tidak disangka kalau Vera rela menginap dirumahnya hanya untuk mendapatkan seorang teman


"Tentu saja mencari aman, coba kamu pikir waktu itukan aku hampir mati karena dikejar mawar hitam, jika aku pulang ke rumah kemungkinan aku bakal ditangkap, jadinya terpaksa deh aku tinggal di rumah mu"


"Sekaligus mencari teman berkemampuan khusus?" tanya putra penuh selidik


"Iyalah, lagian mencari teman mungkin gampang tapi tidak semua orang mau terlibat dengan hal seperti itu"


"Lalu bagaimana denganku?" ketus putra


"Kalau masalah itu cepat atau lambat kamu pasti akan terlibat dalam masalah ini jadi untuk apa dipikirkan mungkin bedanya hanya pertemuan saja yang terlalu cepat" jelas Vera


"Benar juga ya"


"Iyalah, aku bukan tipe orang yang berfikir lambat" ucap Vera


"Pantesan saja kamu terus menerus mendapat peringkat satu"


"Tapi sebelum itu apa kamu masih terus kepikiran tentang ayahmu" sambung putra


"Jika aku bisa jujur aku sangat khawatir dengannya bahkan di setiap waktu aku selalu berdoa untuk keselamatannya" balas Vera


"Kamu tidak usah sedih karena sebentar lagi kamu akan bertemu dengannya"


"Maksudmu?"


Kamu tenang saja, aku janji akan menyelamatkan ayahmu untukmu jadi kamu tidak usah sedih terus menerus ya" ujar putra sambil mengelus-elus rambut Vera hingga pipinya memerah


Waktu demi waktu terus berlalu hingga obrolan mereka terlarut sampai jadwal penerbangan mereka di luncurkan tepatnya pukul 19.00 yang saat itu juga meluncur ke negara Scarlet, karena negara pluto sudah rata dan pemimpinnya telah ditangkap membuat aliansi memindahkan ruang rapat di negara tersebut


Penerbangan tidak memakan waktu lama karena mereka sampai pada pukul 21.13, sesampainya di sana putra segera mencari tempat tinggal agar mereka bisa istirahat untuk malam itu dan tidak lama mencari akhirnya mereka menemukan hotel bintang 5, yang juga merupakan hotel terkenal di ibu kota negara Scarlet

__ADS_1


Untuk masalah kamar putra memesan 2 kamar yang bersebelahan supaya putra bisa memantau Vera setiap waktu, dan tidak butuh waktu lama dan pelayanan yang memuaskan mereka mendapat kamar bersebelahan di lantai 7 hingga putra bisa beristirahat untuk semalam namun sebelum putra masuk ke kamar


Vera sedikit berkata kepada putra yang saat itu berada diambang pintu dengan suara nyaring dan malu-malu dirinya berkata, "Putra, terimakasih untuk semuanya" suara malu-malu membuat putra merona


"Sudahlah tidak apa-apa, lagian aku juga tidak masalah tapi aku berharap kamu betah dengan kamarnya, walaupun kurang betah kamu harus bertahan sampai besok" balas putra dengan senyum


"Mana mungkin aku tidak betah, tapi tujuan aku mengucapkan terimakasih karena kamu sudah mau menjadi temanku"


Dengan tertawa putra mendekati Vera, "Tidak usah kamu pikirkan lagian kamu bukan orang asing ataupun sekedar teman biasa"


"Maksudmu?" bingung Vera


"Kamu bukan teman ataupun orang asing, tapi kamu adalah orang spesial untukku" ucap putra sambil mencium kening Vera


Moment tersebut bisa dibilang adalah suatu hal yang spesial untuk Vera karena baru pertama kali di perlakuan secara lembut bahkan tanpa sadar Vera sudah benar-benar jatuh cinta kepada putra, walaupun dia sering bertanya-tanya 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙪𝙠𝙖𝙞𝙣𝙮𝙖 hanya kalimat tersebut yang terus menghantui pikirannya


Beberapa saat setelah kejadian tersebut putra menyentil kening Vera sambil berkata, "Sudah tidur sana, besok kita refreshing bersama" ucap putra sambil berjalan masuk ke kamarnya meninggalkan Vera yang masih memegangi keningnya


"Kenapa kamu susah untuk ditebak sih?" Gumam Vera sambil berjalan masuk ke kamar dengan wajah masih memerah


Ditempat Rian yaitu di rumah sakit dirinya hanya berkumpul bersama sonia, Maya dan Rico yang saat itu baru sampai, ternyata Rico benar-benar meminta bantuan kepada petugas kepolisian yang saat itu berjaga di jembatan namun sayangnya dia harus di isolasi selama sehari dan untuk Diki di waktu itu langsung dilarikan ke ke rumah sakit dan untungnya dia masih bisa diselamatkan


Sementara tentang interogasi, Rico tidak dicurigai mereka hanya beranggapan kalau dia merupakan warga yang masuk secara paksa karena mereka tidak mempunyai bukti yang cukup untuk menjatuhkan Rico sebagai tersangka pemberontakan, semua kejadian yang ia alami diceritakan kepada Rian secara menyeluruh dan detail


Hingga rain mengerti dan memaklumi kalau Rico tidak bisa menemuinya di rumah sakit itu karena dia masih tertahan di pos Isolasi, untuk itu Rian mulai menceritakan apa yang terjadi selama Rico tidak ada hingga dengan spontan dirinya cukup terkejut ketika mendengar Putra ingin melancarkan serangan dalam 4 hari lagi


"Gila tuh anak, mau nyerang gak tanggung-tanggung masa 4 hari, kalau kaya gitu namanya bunuh diri" ketus Rico yang tidak terima dengan keputusan Putra


"Tapi Rico, kita tidak bisa berdiam diri apalagi jika kita tidak hadir dalam perang, bisa gawat kalau Putra celaka" jawab Rian


"Tapi 4 hari terlalu kecepatan rian"


"Mungkin Putra ada alasan tersendiri kenapa dia meminta kita untuk ikut dalam pertempurannya"


"Tidak, aku tidak akan setuju jika harus berangkat dalam 4 hari kamu tahukan pasukan kita ada yang belum berpengalaman dalam bertarung jadi akan sangat bahaya kalau dia harus ikut terlihat dalam masalah ini terlalu cepat dan aku yakin pasti mereka belum siap secara fisik dan mental"


"Benar apa yang dikatakan rico, menurutku jangan terlalu cepat dalam bertindak, karena itu akan menghambat pertumbuhan teman kita" pendapat pro dari sonia untuk Rico


Perdebatan terus terjadi dimana Rico tidak setuju dengan pendapat yang disampaikan Rian kepadanya karena menurut dia perang terlalu cepat akan membawakan malapetaka bagi mereka tidak hanya itu sonia bahkan turut membantu dalam penolakan rencana walaupun dia sudah berjanji dengan vera


Karena yang terpikirkan hanya keselamatan Rian dan teman-temannya, menurutnya vera akan baik-baik saja karena ada Putra di sana yang sangat berambisi dalam penyerangan


Namun Rian masih tidak mau menyerah hingga pada akhirnya ia berkata, "Mungkin dari kalian ada yang tidak setuju namun aku akan tetap datang karena di sana adalah garis finish kita jika bukan sekarang mau kapan lagi kita menghancurkannya"


"Tapi Rian di sana terlalu berbahaya" bantah Rico


"Kalau begitu biarkan aku yang akan pergi sendiri ke sana"


"Apa maksudmu?" tanya sonia


"Sebenarnya semua ini tidak ada hubungannya dengan kalian namun kalian malah ikut terlibat jadi biar aku yang akan menyelesaikannya"


"Tapi kita adalah teman dan tugas seorang teman adalah saling membantu"


"Sudahlah aku lelah, tolong antar aku kembali ke kamar sonia" ucap Rian yang berusaha menjalankan kursi roda


Sonia yang melihat hanya bisa menghela nafas dan segera menyusul Rian, Maya segera meminta izin ke Rico untuk kembali masuk ke kamar Ari, karena mereka ngobrol didepan ruangan Ari jadinya maya bisa ngobrol sekaligus memantau, Rico yang ditinggal sendirian hanya bisa membuang nafas berat dan membuka phone yang dia ambil dari saku celana


Setelah dibuka Rico mulai menghubungi seseorang dengan berkata, "Hallo, tolong kamu bilang ke anak-anak kalau kita akan beraksi dalam 4 hari lagi, jadi suruh mereka bersiap-siap" setelah berkata seperti itu Rico menutup kembali hpnya dan beranjak pergi dari tempat duduknya


Situasi Mawar hitam saat ini sudah terancam yaitu pasukan negara sudah dalam perjalanan menyerang, Putra beserta Aliansi dagang akan ikut membantu menumpas organisasi Mawar hitam, dan pasukan Samuel sudah siap untuk melancarkan serangan namun anehnya Nikolaus tidak menyadari hal tersebut bahkan setelah menerima kabar kematian teman beserta kekuatan besar saja dia masih tenang sebenarnya apa yang direncanakan Joko (Wakil ketua)


Apa dia sudah memanipulasi Nikolaus atau semua itu adalah bagian dalam rencananya?

__ADS_1


__ADS_2