
Dilain sisi, terlihat Azarya yang berlari sambil menggendong anak kecil yaitu bukan lain adalah Krise, walaupun anak yang digendongnya menangis kencang tapi dirinya tidak menggubris karena keselamatan anak dari ketua jauh lebih penting dari perasaannya apalagi sebentar lagi mereka akan sampai ke jalan besar yang di sana sudah terdapat mobil tim yang digunakan untuk transportasi ke daerah pegunungan
"Paman,... Lepasin aku!!" teriak Krise dengan air mata mengalir membasahi Wajahnya
"Maafkan paman, ini semua karena mau ayahmu!!" jawab Azarya dengan ekspresi bersalah
"Hiks...Hiks... Lepasin paman, krise gak mau berpisah dari ayah" pinta dari seorang anak kecil
"Sialan,.. kenapa aku begitu lemah, coba saja aku lebih kuat mungkin aku bisa membantunya" batin Azarya yang merasa bersalah dengan Firdaus
Ketika sudah mencapai jalan besar, dengan cepat Azarya mencari mobilnya dan memasukan Krise kedalam mobil lalu disusul olehnya ketika sudah berada didalam mobil, Azarya langsung ragu untuk menginjak gasnya, dikarenakan Firdaus sedang dalam bahaya, jadinya ia ragu untuk melajukan mobilnya
Sementara Krise, dia masih sibuk menangis didalam mobil yang membuatnya menjadi bimbang untuk meninggalkan sahabatnya, namun karena perintah ia harus mengorbankan perasaannya untuk bergerak mencari pertolongan sehingga dengan segera Azarya menginjak gasnya dan mobilnya pun melaju ke arah jalur kota
Sedangkan dilain tempat terlihat dua manusia yang saling menatap satu sama lain, antara lain Firdaus dan Nicolaus yang sampai saat ini masih dikendalikan oleh roh orang lain, Firdaus mengeluarkan api biru sedangkan lawannya mengunakan api hitam, mereka berdua memiliki element yang berlawanan
Sehingga jika mereka saling bertarung tentunya akan membuat kerusakan yang amat dahsyat, tapi menurut mereka itu bukanlah masalah karena masalah mereka adalah salah satu dari mereka adalah ancaman bagi mereka dimasa depan, itulah yang membuat mereka saling bertarung satu sama lain karena menurut mereka salah satu dari mereka harus ada yang mati
Ditengah keseriusan mereka Firdaus langsung maju tanpa memberi aba-aba lagi, karena lawannya bukanlah ancaman biasa, karena itulah ia harus lebih serius dalam bertarung
𝘿𝙪𝙖𝙧...
𝘿𝙪𝙖𝙧...
𝘿𝙪𝙖𝙧....
Suara ledakan dari adu tinju maupun menangkis membuat kehancuran dimana-mana, tentu saja semenjak kehadiran api biru milik Firdaus, kini ia sudah memasuki tahap baru jadi bisa dibilang kecepatannya hampir sama dengan milik Nicolaus Versi Dewa kematian
Saat itu Firdaus terus menerus melancarkan serangan berupa tinjuan dari teknik boxing, yang membuat lawan hanya bisa menangkis tanpa melakukan penyerangan, namun ketik sudah waktunya dengan cepat Nicolaus menendang dada Firdaus dengan tendang teknik T sehingga dengan berdampak Firdaus harus mundur beberapa langkah
Walaupun sebenarnya dia sudah berusaha menangkis mengunakan kedua tangannya, "Cih,.. Dia kuat" kupat Firdaus sambil mempertahankan kuda-kudanya
"Sekarang gantian aku yang menyerang" ujar Nicolaus dengan cepat menghilang dari posisinya dan muncul tepat didepan Firdaus, sampai-sampai Firdaus terkejut dengan kekuatan milik musuhnya namun yang membuatnya terkejut adalah teknik yang dimainkan adalah teknik kungfu jaman dulu jadinya ia harus terkena serangan dari lawan karena tidak mengenal teknik milik lawannya
"Argh..." jeritan terus menerus terdengar di kuping Nicolaus karena posisinya yang jauh lebih unggul membuat lawan tak mampu berkutik bahkan tanpa sadar kini lawannya telah babak belur dibuatnya tapi serangannya harus terhenti ketika melihat Firdaus menyemburkan api biru ke arahnya hingga dengan cepat ia kembali menghilang dari posisi dan mundur beberapa langkah
Ketika situasi mendesak dengan cepat Firdaus melepas jubahnya yang sudah compang-camping akibat terbakar maupun robek, hingga terlihat baju militernya yang berwarna putih polos namun kini sudah penuh dengan tanah akibat keseringan terbanting ke tanah
"Hmm,.. Apa baru sekarang kamu akan serius?" tanya Nicolaus dengan sinis
"Tentu saja sudah dari tadi cuman saja jubah ini terlalu mengganggu" balas Firdaus dengan cepat melesat kembali menyerang lawannya
"Kalau begitu marilah" ajaknya yang kemudian ikut melesat kearah lawan sehingga terjadi ledakan dari adu tinju kedua pihak tersebut yang membuat kawah disekitarnya dan Nico menghilang dari satu tempat ke tempat lain, dengan diikuti oleh Firdaus yang bisa perpindahan tempat dengan mengandalkan kecepatan, sampailah mereka menyerang satu sama lain dengan kecepatan yang tak terlihat
Namun membuat kerusakan yang amat dahsyat sehingga tadinya hutan tersebut hijau dan subur kini sudah terkena dampaknya hingga dalam waktu singkat seluruh pepohonan menjadi terbakar mau itu api biru ataupun hitam karena keduanya memiliki unsur yang sama yaitu saling menghanguskan
Mereka bertarung kurang lebih 1 menit lamanya sampai mereka menghentikan pertarungan akibat kelelahan sambil mengambil nafas terlebih dahulu sebelum lanjut ke ronde 3, di sana terlihat Firdaus maupun Nicolaus sudah berada di batasnya terlebih lagi Nicolaus yang kekuatannya tidak bisa generasi tentunya akan sulit baginya untuk bertarung sambil menghemat tenaga
"Ha,.. Hah.. Ternyata dia jauh lebih kuat dari perkiraan ku, dan sekarang kekuatan ku hampir mencapai batas, sekarang aku harus bagaimana" batin Firdaus dengan keadaan tubuh sudah lelah
"Kau tahu awalnya, kekuatan ini akan aku gunakan untuk melenyapkan seluruh kekuatan element, tapi siapa sangka ternyata kamu jauh lebih kuat dari perkiraan ku, tapi setidaknya mengalahkan mu sudah mengurangi kekuatan dimasa depan" ujar Nicolaus dengan nada tak teratur akibat tubuhnya sudah kelelahan
"Kamu salah sebenarnya kekuatan api telah aku wariskan kepada seseorang yang telah aku percaya" jawaban dari Firdaus membuat kaget Nico (dewa) akibat perjuangannya akan terbayarkan oleh yang namanya sia-sia
__ADS_1
"Apa!!, bagaimana bisa kamu mewariskannya ketika sedang dalam keadaan fit"
"Ada hal yang perlu kamu tahu, sebenarnya kekuatan api adalah pecahan roh paling inti dalam tubuh sang manusia legendaris yaitu Tang san, dan dia akan berpindah tempat dengan sendirinya jika sudah menemukan pemegang yang tepat, dan kebetulan yang menerimanya adalah anakku jadi aku tidak perlu lagi mempermasalahkannya" jelas Firdaus yang membuat musuhnya frustasi
"Jadi yang didalam jiwamu?" tanya Nico yang masih tak percaya dengan kenyataan
"Yah, didalam inti jiwaku hanya ada api yang sudah kosong dan itu tidak akan bertahan lama, jadi posisi kita saat ini sama" mendengar ucapan dari Firdaus membuat Nicolaus tak habis pikir dengan kenyataan maupun keadaan saat itu
Nicolaus tak bisa generasi karena inti jiwa tubuh yang kosong, tapi berbeda dengan Firdaus dia memiliki inti jiwanya namun tidak memiliki inti kemampuannya, jadi bisa dibilang mereka berada di posisi yang sama, dimana salah satu dari mereka harus bersiap ketika kekuatan mereka habis dan lawannya tersisa
Namun dari segi kekuatan, jelas Firdaus yang akan kalah lebih dulu dari Nico, karena muatan tenaga manusia jauh lebih rendah dari roh setengah dewa
Seharusnya kamu tahukan kalau kamu akan mati, jika melawanku" sahut Nico dengan tatapan sinis
"Tentu saja, aku tahu"
"Lalu kamu masih ingin bertarung melawanku, disaat keadaanmu sudah memungkinkan kalau kamu akan mati"
"Tentu saja, aku tidak ingin mati karena keluargaku masih menunggu kepulangan ku, tapi di satu sisi aku juga tidak ingin dunia ini dihancurkan olehmu"
"Apa kamu lupa, kalau ini hanya pembibitan dan masalah kedatanganku, itu akan terjadi dimasa depan"
"Aku tahu dan aku mengerti tapi aku sudah berjanji akan menyelesaikan misi ku hingga akhir, masalah masa depan akan aku serahkan kepada penerus ku, karena kekuatan api telah memilih penerusnya, jadi aku harus percaya kepada anakku sendiri"
"Hmm,.. Kamu adalah orang yang tidak egois walaupun kamu memilih untuk tidak bertemu keluarga namun kamu adalah sesosok pahlawan dibalik bayangan, justru aku senang bisa mengenalmu menurutku kamu adalah orang baik setelah Tang san" balas Nico (dewa) dengan tersenyum tipis
"Akhirnya aku bisa melihatmu tersenyum" sahut Firdaus sambil menyuguhkan senyuman saat itu mereka berdiri di tanah yang sudah hancur karena hampir sebagian besar telah menjadi kawah maupun kubang Api
"Heh,.. Bisa kamu ceritakan sedikit masa lalu mu" pinta Firdaus
"Tidak" ketus Zhang Xuan dengan memasang ekspresi datarnya
"Eh,.. Lagian inikan sudah jadi hari kematian ku setidaknya beri tahu sedikit saja walaupun cuman sekilas" bujuk Firdaus dengan memelas
"Tetap saja, tidak" tolaknya tampa berfikir panjang
"Yasudah kalau begitu kita barter saja kamu ceritakan masa lalu mu, aku juga akan beri tahu kamu tentang kisah masa lalu ku" ajuan Firdaus tentunya langsung ditolak olehnya
"Aku tidak tertarik dengan ceritamu, lagian kamu juga akan mati setelah ini" tolak Nico (dewa) tanpa berfikir panjang
"Cih,.. Kalau begitu bagaimana jika aku ceritakan tentang gadis cahaya, yang pernah aku temui" ujar Firdaus yang membuat Zhang Xuan langsung terkejut dengan apa yang dirinya dengar
"Jangan bercanda kamu!!" ketus Nicolaus dengan memasang wajah sinis nya
"Tentu saja aku tidak berbohong lagian, aku sudah berjanji"
"Baiklah aku sedikit tertarik dengan gadis cahaya itu, jadi akan aku mulai tentang masa lalu ku" jawab Nicolaus atau cerita Zhang Xuan dimasa ketika ia masih hidup
Dirinya bercerita kalau ia dan Tang san dulunya hidup dalam satu klan hanya saja drajat mereka berbeda dimana Tang san adalah seorang putra bangsawan sedangkan dirinya hanya anak dari ibu seorang budak, oleh karena itu Zhang Xuan selalu dipandang sebelah mata dan tidak pernah mendapatkan teman, namun semua itu tidak berkesudahan karena disaat kesedihanku melanda
Datang seorang teman yang berani mengulurkan tangannya untukku, yaitu Tang san dan Lin Yue mereka berdua bagaimana malaikat yang diutus Tuhan untukku, tapi suatu hari Zhang Xuan harus menerima kenyataan kalau ia tidak bisa memiliki Lin Yue karena statusnya yang sangat rendah walaupun saat itu ia memiliki rasa kepadanya
Namun itu bukanlah, masalah bagiku karena yang membuatku sakit adalah ketika melihat Ibuku harus mati di tangan para bangsawan lain yang memperlakukan ibuku layaknya budak pemuas nafsu, tentu saja itu membuat luka di hati tapi karena dendam ku yang amat besar membuatku membunuh salah satu dari mereka
__ADS_1
Tentu saja dalam waktu aku langsung menjadi borongan kaisar sehingga aku melarikan diri dari klan Tang untuk pergi ke tempat yang aku saja tidak tahu akan kemana langkahku berhenti namun disaat keterpurukan sedang menguasai diriku, datang kekuatan yang menyelimuti hatiku, yaitu kekuatan hitam yang sudah melarutkan aku dalam kebencian
Hingga selama 10 tahun lamanya aku berlatih untuk mengembangkan kemampuanku sampai pada waktunya aku telah berdiri dipuncak namun ketika pembantaian klan terjadi selama beberapa waktu dan menyisakan satu klan yang aku buat khusus yaitu klan Tang tempat diriku dilarikan
Aku juga tidak tahu kenapa tapi hanya Tang san dan Lin Yue, lah yang bisa mengenaliku dari balik topeng yang aku kenakan, mereka tahu kalau aku adalah teman mereka yang pernah hilang selama 10 tahun lamanya dan dihari itulah aku dan Tang san bertarung untuk satu sama lain, semua itu seakan-akan kami tidak pernah kenal dan menjadi teman
Sampai hari kematian ku tiba, itu bukan karena Tang san melainkan Lin Yue yang merupakan gadis yang paling aku cintai, dia membunuhku seusai pertarungan ku melawan Tang san, sesuai bercerita tanpa disadari air mata Nicolaus yang dikendalikan oleh Zhang Xuan mengalir membasahi pipi namun hanya satu mata saja, dan itu semua karena kesedihan yang disembunyikan dari balik kejahatannya
Firdaus yang mendengar sempat terharu sehingga ia menangisi nasib lawannya itu, "Huhu.. Aku tidak menyangka kalau kamu memiliki masa lalu yang kelam, aku tahu kamu pasti hanya merasakan kebahagiaan untuk sesaat" tangis Firdaus sambil mengelap air matanya dengan sapu tangan yang ia bawa dalam bertarung
"Bangs*t, masa laluku bukan dongeng!!" emosi Zhang Xuan dengan mengepalkan tangan kanan yang diarahkan secara horizontal kearah Firdaus, dengan tangan kirinya yang digunakan untuk mengusap air matanya
"Maafkan aku yang sudah lancang menangisi ceritamu, tapi apakah kamu tidak memiliki niat untuk berkumpul bersama orang-orang yang kamu sayangi waktu itu"
"Orang yang aku sayangi, jangan membuatku tertawa kamu, Tang san anak bangsawan dan dia memiliki bakat yang luar biasa, tentu saja dia disukai oleh Lin Yue dan semua orang, jelas dia tidak akan pernah perduli denganku, jadi untuk apa aku perduli dengannya"
"Apa kamu yakin?" tanya Firdaus dengan tatapan penuh selidik, Nicolaus yang menatap matanya langsung terdiam dan tak bisa berkata-kata, karena memang dulu dia sempat bercakap-cakap dengan Tang san dan Lin Yue namun itu tidak bisa diingatnya karena semua ingatnya telah hilang dengan seiringnya waktu
Note : "(Author akan membuat cerita Versi Tang san, Zhang Xuan, dan Lin Yue di versi yang berbeda namun untuk sekarang Author akan fokus dulu ke cerita Putra dan yang lainnya)"
"Sudah, aku tidak ingin memperpanjang cerita, sekarang kamu ceritakan juga padaku tentang gadis cahaya itu" sahut Zhang Xuan dengan wajah yang terlihat kesal
"Baiklah" balas Firdaus yang ingin bercerita tentang pertemuannya dengan gadis cahaya tersebut namun ketika ingin memulai cerita, seketika Firdaus langsung muntah darah yang membuatnya harus menunda ceritanya
"Argh.." rintis Firdaus dengan mulut keluar darah dan dadanya sesak sehingga dalam waktu singkat ia tersungkur ketanah tantu saja Zhang Xuan yang melihat tampak bingung dan bertanya dengan wajah cemas
"Hey,.. Kamu kenapa?" tanya Zhang Xuan dalam tubuh Nicolaus
"Aku juga tidak tahu, tapi dadaku sangat sakit untuk sekarang" jawabnya dengan rintisan air mata akibat rasa sakit yang terus menggerogoti tubuhnya secara perlahan
"Jangan bilang, organ dalam mu terluka akibat pertarungan kita tadi?"
"Mungkin saja begitu"
"Yang benar saja, kamu tidak mengunakan energi kekuatanmu untuk memulihkan tubuhmu sendiri" ketus Nicolaus dengan wajah emosi karena di satu sisi dirinya tidak sempat mendapat informasi yang berguna untuk di masa depan
"Haha,.. Bagaimana bisa, kekuatanku saja sudah tidak pulih mana mungkin aku mengunakannya untuk mengobati tubuhku yang kemungkinan kekuatan sisa akan habis dalam satu pemakaian" balas Firdaus dengan nada yang tak teratur
"Lagian tidak akan seru jika kita tidak bertarung hingga akhir, bukan" sambung Firdaus
"Hmm... Baiklah, kalau itu mau mu" jawab Nicolaus yang tersenyum melihat kegigihan Firdaus saat itu hingga dirinya maju dengan kekuatan penuh, sampai sore pun datang dan Firdaus telah dinyatakan tewas akibat luka di sekujur tubuhnya
Melihat Lawannya terbaring tak berdaya, bukannya senang justru Zhang Xuan terlihat sedih dengan teman ketiganya yang mati ditangannya sendiri, semua itu mengingatkan dia pada Tang san yang ia bunuh dimasa lalu
"Aku senang bisa mengenalmu teman, jika suatu saat nanti aku melihat anak mu mengunakan api yang sama denganmu, pasti akan aku jadikan dia sebagai teman ke empat ku dimasa depan" gumam Zhang Xuan yang meninggalkan jasat firdaus yang sudah tak bernyawa tergeletak di tanah.
*******
𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖
𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..
𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋
__ADS_1