Fire And Water

Fire And Water
Cp 102# Selamat


__ADS_3

Pertarungan kali ini sangat berbeda dimana hari sudah mulai sore dengan gemuruh langit yang pelan membuat suasana tidak asing diantara mereka, ternyata hujan mulai turun secara perlahan kemudian deras, sehingga orang-orang yang ada dipermukaan telah basah oleh hujan, khususnya putra sendiri dengan sensasi mencekam dan gejolak hati begitu terpacu akan ketakutan, membuatnya tidak bisa menembak hasil yang diperoleh dimasa depan


Tetapi Putra sudah terlanjur optimis sehingga tak ada ucapan untuk menarik kata-katanya, walau didalam hati sangat amat ketakutan


Awalan dibuka dengan pria berjubah menyuruh Ke-4 klonnya untuk mengalahkan kroco-kroco di pihak lawan, sampai tidak butuh waktu lama mereka langsung nyerang diantaranya sehingga menyisakan Putra dan Samuel sedangkan yang lain bertarung dengan sang klon, walaupun dari segi kekuatan mereka kalah jauh


Tapi diantara mereka ada yang memiliki otak jenius seperti Miya sehingga tidak mudah mengalahkannya dengan telak. Sedangkan dilain tempat telah menyisakan Putra dan Samuel berhadapan dengan sang tuannya


"Huh... Benar-benar diluar nalar" gumam Putra dengan tatapan lekat ke arah lawan. "Jangan terlalu gugup, karena kita sudah tahu lawan kita kuat maka semaksimal mungkin jangan terlihat gugup karena dengan psikologis tersebut kita bisa kalahkan dengan mudah"


"Kamu benar tidak ada gunanya untuk gugup, mungkin karena aku terlalu berpikir negatif akan kedepannya" balasan untuk untuk Samuel. "Itu bagus, dan lagi memangnya kamu bisa meramal masa depan" ketus Samuel


Ditengah suasana yang damai kini berubah dengan serangan dari musuh karena merasa Putra dan Samuel lama sekali menyerang akhirnya Zhang Xuan memutuskan untuk menyerang lebih dulu dengan kecepatan yang tak terlihat hingga susah untuk Putra membaca pola serang, kecuali Samuel yang memiliki kekuatan angin tentu bisa membaca gerakan lawan dari gerakan angin


Akan tetapi semua itu tidak bisa dipastikan secara menyeluruh karena tiba-tiba lawan mengubah pola serangan dengan kecepatan sehingga hanya tampak seperti kilatan cahaya yang bergerak dengan sangat cepat, tentu saja Samuel tidak bisa membaca gerakan tersebut karena hujan cukup deras membuat susah untuk mengaktifkan skill radar angin sampai akhirnya terdengar suara cukup keras dan nyaring


Bugh...


Dentuman keras seperti palu yang menghancurkan benda begitu juga keadaan perut Samuel ketika terkena tinjuan lawan dengan kecepatan yang tak bisa dilihat. Karena kekuatan musuh cukup kuat membuat Samuel terpental dengan darah keluar dari mulut


Syuuut... Darrrt...


Luncurkan angin dan tabrakan tubuh dengan batang pohon membuat Samuel tak sadarkan diri, tentu Putra tercengang akibat melihat aksi lawan yang melumpuhkan musuh dengan satu serangan


"Gila... Ini benar-benar gila" gerutu Putra dengan menggertak gigi. "Kenapa dia sekuat ini!!" lanjut Putra dengan keringat dingin mengalir dari wajahnya


"One shot, one kill" ujar Zhang Xuan dengan senyum sinis nya. "Sial" umpat Putra


"Kamu anak dari Firdaus kan?" pertanyaan tersebut membuat Putra tertegun sejenak seperti petir di siang bolong. "Kamu kenal dengannya?" bukannya membalas pertanyaan dari lawan bicara justru Putra malah berbalik untuk bertanya dengan sang musuh


"Aku kenal dengannya tetapi sesaat, sebelum aku bunuhnya" jawab Zhang Xuan dengan senyum sumringah tapi lebih berkesan ke psikopat. "Biad*p, ternyata benar dia pelakunya" umpat Putra dalam hati sambil mengepalkan kedua telapak tangannya serasa ingin membunuh orang tersebut ditempat


Syuutt...


Putra langsung melesat dengan kecepatan yang amat cepat sambil dikombinasikan oleh element api, walau sudah sangat cepat, tetapi masih bisa dijangkau oleh Zhang Xuan sehingga tinjunya dapat ditahan oleh musuh dengan satu tangan tentu saja, Putra langsung tercengang akibat kekuatannya bisa ditahan dengan begitu mudah


"Kenapa bisa?" tanya Putra dengan membulatkan mata dengan sempurna. "Tentu saja, kamu yang terlalu lemah" ujar Zhang dengan senyum sinis, sehingga dengan muka masam Putra melangkah mundur untuk memasang kusa-kudanya


"Sialan" umpat Putra dalam hati. "Ternyata kekuatan mu, hampir sama dengan milik ayah mu, tapi aku sedikit kecewa karena pemegang kekuatan ini terlalu kekanak-kanakan"


"Ck.. Aku tidak butuh, komentar mu!!" cibir putra dengan mengerutkan kening


Dughhh...


Serangan Zhang Xuan dengan begitu keras langsung dilancarkan ke wajah Putra, ketika dirinya sedang lengah sampai Putra cuman bisa menahan tinju tersebut karena tidak sempat menghindar tapi nahas tangannya tidak bisa menahan dengan optimal sehingga dalam satu tinju Putra langsung terpental ke belakang dengan begitu cepat ketika mendapat serangan walaupun sudah mengunakan dua tangan untuk defense


"Argh...." rintih Putra yang terbanting ke tanah dan terpental beberapa meter. "Dia kuat" gumamnya dengan menggertak gigi sambil mengusap darah yang mengalir di sela bibir


"Ternyata,.. kamu masih cukup lemah untuk manjadi lawan ku" seru Zhang dengan senyum sinis, putra yang melihat teman-temannya cukup terkejut dimana hampir seluruh orang terluka terutama kakaknya yang secara tidak langsung melawan tiga supaya meringankan kawan untuk melawan satu musuh, tetapi semua itu diluar dugaan karena Rian, Sonia, Rico harus kalah dengan tubuh penuh luka untuk miya sendiri hanya bisa sembunyi dibalik semak tanpa berani menarik pelatuk sniper


Sampai Krise juga terkapar karena tidak sanggup melawan 4 orang sekaligus. "Sial, kenapa End jadi seperti ini!!" gerutu Putra dengan menyalahkan diri sendiri tetapi di sela ke khawatirannya datang harapan dimana sebuah sambaran petir datang menghantam tanah tepat di tengah-tengah mereka


Duar...


Suaranya telah membuat seluruh orang tercengang apalagi ditambah datangnya sepasang remaja, yaitu pria petir dan Gadis cantik yang belum diketahui oleh putra dan teman-teman


"Mereka?" gumam putra dengan senyum tipis dan mencoba untuk bangkit kembali tetapi seluruh tubuhnya sudah remuk bersama dengan tulang


"Tidak usah bergerak" sahut seorang gadis yang berdiri di hadapan putra yang telah terkapar di tanah, karena dalam waktu singkat Putra mendapat pertolongan dari gadis tersebut dengan kekuatannya, tapi tetap saja terkejut, karena gadis tersebut bisa menyembuhkannya dalam waktu sesingkat mungkin


"Kamu tidak apa-apa?" tanya gadis tersebut. "Aku sudah baikkan" ujar Putra yang kembali bangkit dan memutar sendi peluru di lengan, dan mengucapkan kata-kata kepada gadis tersebut. "Terimakasih karena sudah menolong ku, tapi bisakah kamu juga tolong teman-teman ku yang lain" ujar Putra

__ADS_1


"Tentu" jawab Gadis tersebut yang berjalan kearah yang lain, sedangkan Zhang dan klonnya hanya bisa melongo tanpa sepatah kata pun, karena mereka masih bingung dengan kehadiran musuh baru, terutama Zhang Xuan, yang pertama kali melihat langsung merasa aneh dengan gadis dibawa oleh pria petir yang pernah dia kalahkan


"Huh.. Ternyata kamu membawa teman yah" ucap Zhang dengan senyum sinis sambil mengerutkan dahi, tentu Josua masih menatap dengan datar kearah lawannya, karena dendam yang menumpuk telah membuatnya Ingin membunuh lawan tetapi ia harus sadar kalau lawannya bukanlah manusia tetapi monster


"Hehe.. Aku tidak membawanya, tapi dia sendiri yang ingin ikut bersama ku" balasan Zhang dengan senyum kecil. "Hei... Siapa namamu?" tanya Putra yang berjalan mendekati kawannya walaupun sudah dibuat terbaring di rumah sakit


"Heh... Memangnya namaku penting?" tanya balik Josua dengan acuh tak acuh. "Ada pepatah yang bilang jika tak kenal maka tak sayang" jawab Putra dengan merenggangkan otot


"Hoh.. Sayangnya aku tidak perduli"


"Dasar, cowok jutek" umpat Putra dihadapan orangnya langsung. "Kalau kamu berani berkata seperti itu lagi, aku bisa jamin kalau kamu akan ku bunuh di tempat" kecam Josua dengan menggerak


"Oke-oke" sahut Putra dengan cengengesan. "Jadi apa kita akan melawannya?" ucap Putra dengan serius


"Tentu saja, walaupun aku sudah pernah dibuat sekarat olehnya"


"Hah!, Kalau gitu apakah ada yang berubah kalau 2 lawan 1"


"Kemungkinan tidak" jawab Josua. "Tapi kita masih memiliki kartu As" lanjutnya dengan wajah meyakinkan


"Benarkah?"


"Tentu"


"Aku jadi tidak sabar ingin melihat kartu As, mu!!" seru Putra dengan optimis. "Tentu bukan aku yang harus mengeluarkannya"


"Maksudmu?" bingung Putra. "Bukannya didalam tubuh mu masih satu roh lagi!!"


"Tang san?"


"Benar, aku akan mengunakannya sebagai kartu As kita, apakah kamu siap?" ucap Josua. "Baiklah" balas Putra dengan singkat


"Apa anda sudah bosan menunggu?" tanya Josua dengan sinis


"Heh... Tenyata setelah kamu lepas dariku kamu sudah berani lancang yah"


"Tenang saja, karena sekarang aku sudah siap untuk membunuh mu"


Karena kesal Zhang Xuan langsung menghilang dari posisinya dan muncul lagi didepan antara Beni dan Josua lalu melancarkan satu tinju dengan kekuatan yang berupa aura hitam pekat


Duar...


Ledakan dari adu tinju yang dilakukan oleh Putra membuat Zhang tertegun akibat ada seseorang yang bisa menandingi kekuatannya. "Heh.. Boleh juga" ucap Zhang dengan senyuman tipis. "Terimakasih untuk pujiannya" ternyata Putra telah lebih serius dari sebelumnya karena dia mengaktifkan mode badas dan mencoba untuk menyerang lawan tetapi keburu musuh telah menghilang dan kembali ke posisi awal


"Sepertinya akan seru" gumamnya dengan nada meremehkan tapi setelah di teliti tenyata josua telah hilang dari posisi dan muncul di belakang persis dengan katana petir. "Yah.. Pasti seru" gumam josua dengan mencoba untuk menghunuskan pedang tepat di punggung musuh tapi sayangnya musuh menghilang dari posisi dan maju beberapa meteran


"Huh.. Kamu cepat juga?" gumam Zhang Xuan dengan ekspresi datar tapi dari arah sebaliknya Putra telah melancarkan satu serangan tepat di udara dengan bara api menyelimuti tubuh


Duar....


Berkali-kali terdengar ledakan dari serangan tapi kali ini berbeda dari biasanya, karena Zhang Xuan menahan tinju Putra dengan telapak tangan hingga membentuk kawah di sisi target serangan. "Sial.. Dia terlalu kuat" gumam Putra dengan mengumpat lawan, akan tetapi ketika masih menahan tiba-tiba Josua kembali melesat dengan kecepatan kilat dan berhenti dibelakang lawan


Lagi-lagi josua yang menghunuskan pedang bisa di hidari dengan cepat, hanya dengan satu kedipan mata lawan langsung menghilang dari posisinya dan muncul dibelakang punggung Josua. "Dari tadi kamu mengganggu saja" sahutnya dengan melancarkan satu kepalan tinju tepat di kepala sehingga dengan kecepatan tersebut Josua hanya bisa tercengang tanpa berkata-kata


Tapi lagi dan lagi, Samuel datang membantu dengan menyerang dari sisi buta sehingga Zhang tidak dapat menghindari serangan, yang ujung-ujungnya terkena tepat di lengan dengan sebuah serangan berupa jump-kick


Dughh...


Suara yang berasal dari musuh akibat terpental dengan keadaan terbanting ketanah tentu membuat dirinya meringis kesakitan. "Argh.. Sialan" umpatnya dengan mata sinis menatap tiga pria yang kini menjadi lawan


"Pria petir, sepertinya ini akan menjadi pertempuran yang panjang" ujar Samuel dengan mengunggah senyum tipis. "Yah,.. Kamu benar" jawab Josua yang masih menyembunyikan identitasnya

__ADS_1


"Kalau kamu disini bagaimana dengan klon-klon nya?" tanya Putra yang menyela pembicaraan


"Kan ada gadis itu" jawab Samuel. "Memangnya dia bisa bertarung, kalau gak salah kemampuannya medis deh" timpal Putra


"Jangan meremehkan gadis tersebut" sahut Josua dengan ketus. "Kenapa kamu percaya dengannya?" tanya Putra dengan bingung


"Dia merupakan makhluk terkuat dimuka bumi"


"Hah?" bingung Putra dan Samuel secara bersamaan dengan memasang ekspresi tercengang karena bingung dengan kalimat josua. "Hehe... Sepertinya aku harus percaya penuh terhadap mu" ucap Putra dengan terkekeh


"Aku tidak butuh komentar mu!!" ketus Josua dengan sinis. "Baiklah" balas Putra dengan jengah


Tidak lama setelah itu Musuh mereka kembali bangkit namun dengan kekuatan yang lebih besar, seperti selama ini kekuatannya masih tersegel. "Kalian benar-benar membuat ku muak!!" umpatnya dengan sorot mata penuh emosi sehingga ketiga pria ini cukup bergidik ngeri


"Ha-ha-hah.. Benar-benar hari yang buruk" gumam Putra dengan keringat dingin, karena setelah itu Zhang Xuan langsung melesat dengan kecepatan penuh dan menyerang salah satu diantara mereka yaitu Josua


Duaghhkkk....


Serangan itu berupa tinjuan yang telah dikombinasi oleh kekuatan hitam sehingga efeknya bukan main-main, buktinya ketika mengenai katana josua, katana itu langsung patah yang secara tidak langsung tinju tersebut mengenai tubuh josua hingga dalam waktu singkat dirinya terpental


"Argh.." josua langsung meringis kesakitan ketika sudah terkena tinjuan musuh sampai-sampai ia harus terpental beberapa meter menabrak pohon, tentu Samuel dan Putra sangat terkejut karena kecepatannya bukan main-main dengan tegak Zhang Xuan berdiri diantara mereka untuk mengantikan posisi josua


Karena posisinya ditengah membuat Samuel dan Putra melancarkan tinjuan dari samping secara bersamaan akan tetapi sang musuh telah menghilang dari posisi ke lain tempat sehingga tinju Samuel dan Putra harus meleset dan hampir mengenai wajah temannya tetapi untung mereka dapat menghentikan tangan masing-masing sehingga tinjuan berhenti di depan wajah dengan jarak 3 cm.


Sedangkan dilain tempat Angel dan ke-4 klon Zhang Xuan harus berhadapan satu sama lain, karena Krise masih terlalu lemah untuk bertarung. "Siapa kamu?" tanya klon musuh dengan tatapan intimidasi akan tetapi efek tersebut tidak pengaruh untuk Angel, karena intimidasi dari sang agung jauh lebih dahsyat dari pada mereka


"Tidak ada gunanya aku bercerita kepada kalian, karena kalian harus aku lenyapkan dengan cepat" ketus Angel yang sifatnya tidak sama, seperti dirinya ketika bersama dengan teman-temannya


"Heh.." gumam klon tersebut dengan cepat maju tanpa aba-aba menyerang Angel tetapi dengan hentakan kaki angel dapat menekan gravitasi sehingga musuh tergeletak tak berdaya dihadapannya. "Argh.. Tekanan apa ini" gumam klon yang tersungkur dengan sekuat tenaga harus bangkit dari posisinya


"Heh... Dasar keras kepala" timpal Angel dengan mengangkat tangan kanan ke langit dan seketika tercipta sebagai pedang berwarna putih. "Sepertinya kamu harus lenyap" ujar gadis tersebut dengan mengayunkan tangannya kebawah sehingga pedang yang ada di langit melesat menembus tubuh sang klon


Jeleeeb...


Suara pedang yang menembus tubuh musuh sehingga dalam waktu singkat dirinya menghilang bersama dengan debu halus, melihat kejadian tersebut sontak ketiga klon yang lain merasa cemas dan ketakutan akibat musuh mereka sangat amat kuat


"Sial,.. siapa gadis itu sebenarnya" batin salah satu dari seorang klon kemudian maju bersama-sama tapi dari titik buta dimana musuh menyerang dari tiga arah yaitu depan, kanan, dan kiri tentu bagi angel itu bukan masalah karena ketika mereka maju bersama-sama


Angel langsung mengepakkan kedua sayap dan terbang keatas permukaan, sehingga menghindari serangan musuh yang menyerang secara bersama-sama, tentu seluruh klon langsung terkejut termasuk Krise yang masih terbaring lemah di rumput


"Jangan-jangan kau" ujar salah satu klon dengan terbata-bata sambil tercengang melihat gadis itu terbang. "Kamu tidak memiliki hak untuk berbicara dengan ku, dasar makhluk menjijikkan" umpat angel dengan melancarkan tiga pedang dengan kecepatan secepat cahaya sehingga dalam waktu detik pedang itu berhasil ditembus ke perut lawan


Dan mereka menghilang secara bersamaan tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka karena gerakan pedang sama sekali tidak terlihat. "Jadi ini perbedaan kekuatan manusia dan malaikat yah" batin dari klon yang berbicara sebelum menghilang menjadi butiran debu


Setelah mengalahkan mereka angel kembali kepermukaan dengan diikuti oleh sayapnya yang menghilang secara perlahan. "Duh.. Mereka benar-benar membuat ku kesusahan, kalau begini bagaimana aku harus menjelaskan kepada sang agung, coba" gerutunya kemudian berlari kearah Krise yang membutuhkan pertolongan


Tentu kejadian tersebut disaksikan oleh Miya yang letaknya sedikit jauh dari tempat pertempuran tetapi masih bisa dipantau oleh scope sniper karena ia bersembunyi dibalik semak-semak dengan posisi jongkok dengan pucuk senja diselipkan diantara rerumputan


"Apa dia malaikat!!" gumam miya dengan tertegun karena melihat kekuatan dari gadis tersebut sambil mencoba untuk mencerna semua isi kepalanya yang terkumpul dengan rasa penasaran.


********


Halo teman-teman, saya author pribadi ingin sekali mengucapkan banyak Terimakasih karena sudah mau setia menunggu update Chapter dari cerita Fire and water tapi ada beberapa hal yang ingin author beri tahu diantaranya adalah karya ini benar-benar membuat saya mengerti akan persahabatan dan tentunya didalam cerita author sering berkhayal akan masa pertemanan saya, walaupun author sendiri seorang introvert


Tapi author juga ingin menciptakan rasa solidaritas tinggi walaupun hanya dunia cerita, karena perdamaian itu indah. Hehe...


Oleh karena itu author sudah merangkai cerita baru tentang persahabatan hanya saja temanya sedikit bertolak belakang dengan perdamaian karena cerita ini mengandung survival yang berpacu kepada insting seorang manusia dalam keadaan akhir zaman dan cerita selanjutnya telah author beri nama dengan judul


"𝕋ℍ𝔼 𝔻𝔸𝕐 ℀𝕆𝕄𝔹𝕀𝔼"


Informasi lebih lanjut akan author beri tahu kepada kalian setelah cerita Fire and Water tamat.. Yah:)

__ADS_1


__ADS_2