
Ruang bawah kapal terlihat Jendral dan Samuel yang sedang bersembunyi, Samuel yang tergeletak tidak berdaya dan jendral menggenggam satu pucuk pistol ditangan sambil mengintip kearah pintu masuk yaitu untuk berjaga-jaga jika pasukan musuh masuk maka ia sudah siap untuk menembak
Mereka bersembunyi dibalik mesin kapal yang ada di ruang bawah, dengan wajah berkeringat membasahi seluruh wajah Samuel hanya bisa mengumpulkan tenaga secepatnya karena akan sangat berbahaya jika posisinya ketahuan, apalagi dalam kondisi seperti itu
"Sial, aku sungguh tidak berguna" kupat Samuel dengan menyalakan diri sendiri
"Berhenti berkata seperti itu, lebih baik kita pikirkan jalan keluarnya karena cepat atau lambat kapal ini akan dihancurkan"
"Aku saja tidak bisa berdiri, apalagi mencari jalan keluar" ucap Samuel dengan nada lemas
"Kalau begitu, lebih baik kamu diam aja, karena prajurit ku masih berperang diluar, aku sebagai jendral seharusnya ada disisi mereka tapi sekarang apa aku justru lebih buruk dari seorang pengecut"
"Haha,.. Kita sama saja kawan, kalau begitu tidak ada gunanya kita diam disini" seru Samuel mencoba untuk bangkit
"Kamu ingin ngapain?" tanya jendral
"Pergi dari tempat ini" jawaban singkat yang diberikan Samuel setelah kembali berdiri
"Bodoh kamu tahu, diluar sana keadaan masih kacau jika kamu keluar maka nyawa taruhannya" bantah jendral dengan wajah emosi
"Kalau begitu, apa kita hanya menunggu disini sampai ajal menjemput?"
Perkataan Samuel membuat jendral tak habis pikir dengan pola pikir dari pria remaja satu ini,
"Kalau begitu aku akan melindungi mu" ucap jendral kemudian menepuk pundak Samuel dan pergi berjalan lebih dulu darinya
Samuel hanya bisa mengikutinya dari belakang tanpa bisa membantu semua itu karena keadaan masih belum stabil, dan tujuan dia keluar hanya untuk bertemu dengan Sofia karena ada kemungkinan Sofia bisa membantu memulihkan kekuatannya
Jendral berjalan bagaimana maling yang sedang beraksi, karena setiap langkah tidak menimbulkan suara bahkan di setiap perempatan dia sempat sekali mengintip sekitar sambil terus memasang posisi siaga dalam keterampilan militer
Sampai-sampai samuel yang melihat sedikit takjub dengan kemampuan seorang petinggi yang selalu dihormati oleh banyak
Tidak lama akhirnya mereka kembali ke ruang rapat dimana di sana hanya terlihat mayat tentara yang sudah tergeletak tak bernyawa, "Apa yang akan kamu lakukan terhadap mayat-mayat ini?" tanya Samuel karena melihat jendral meratapi mayat rekannya
"Mereka akan selalu ku kenang" jawab jendral dengan wajah datar
"Heh,. Kalau gitu bagaimana dengan anggota tentara yang mati disaat kamu tidak ada di sana?"
"Berhentilah berbicara omong kosong, Rian" ketus jendral
"Baik-baik, kalau begitu kita sebaiknya segera keluar dari tempat ini" ujar Samuel membuat sang jendral melanjutkan perjalanannya untuk keluar dari kapal
Sedangkan diluar terlihat Dika terus-menerus mengarahkan pistolnya ke kapal yang bisa dibilang akan dihancurkan dalam beberapa saat lagi
"Sebenarnya apa yang membuat kapal-kapal itu hancur" gumam dika sambil mengerutkan alisnya
Karena seluruh mata fokuskan kearah kapal sampai tidak sadar dirinya sudah dijumpai oleh tentara musuh berjumlah delapan orang, dengan tujuan untuk membunuh sang jendral dan awak kapal yang masih selamat di kapal perang
"Berhenti, jangan bergerak atau kami akan menembak mu!!" ancam salah satu tentara tersebut sambil menodongkan pucuk senjata kearah dika
Sedangkan dika sudah mati langkah karena posisi dibelakang sangat susah untuk menjangkau hingga dia menjatuhkan pistolnya dan mengangkat tangan secara perlahan sebagai simbol menyerah
"Mundur!!" perintah prajurit Mawar hitam hingga dengan menurut Dika berjalan mundur dengan perlahan
"Sekarang jongkok!!" sambung perintah dengan tujuan menjauhkan musuh dari senjatanya
Setelah semua dituruti mendekat lah tentara dari mawar hitam secara perlahan dalam posisi siaga, akan tetapi kali ini yang mendekat hanya 4 orang sisanya masuk kedalam kepal untuk mengecek keadaan didalam
Namun disaat tentara Mawar hitam baru masuk mereka langsung terkena tembakan tepat di dadanya hingga dalam waktu singkat orang tersebut langsung mati, karena salah satu teman mereka ada yang mati dengan segera tentara tesebut berlari keluar dari kapal menuju rekan yang menjaga sandera
Sedangkan didalam kapal Samuel hanya bertanya kepada sang Jendral karena tindakannya membuat mereka ketahuan sampai Samuel berkata dengan nada tinggi, "Kenapa kamu gegabah!!" ucap Samuel
"Justru dengan beginilah kita bisa selamat?" balas jendral
"Selamat?" bingung Samuel
__ADS_1
"Aku tidak bilang kalau kita bisa selamat 100%!!"
"Lalu?"
"Kau pikir saja, bagaimana jika mereka menemukan kita dari jarak dekat"
"Hmm,.. Memang benar sih" gumam Samuel
Dor,.. Dor,.. Dor
Tembakan yang dilepas oleh Jendral mengarah tepat pada tentara yang bersembunyi dibalik pintu masuk
"Sial, mereka terus bersembunyi di sana" Gerutu jendral karena kesal
"Aku tidak bisa diam disini terus-menerus, jendral bisa kamu tahan mereka beberapa menit saja?" tanya Samuel
"Kamu ingin kemana?"
"Ingan mengumpulkan tenaga dalam"
"Baiklah" jawab jendral sambil mengintip kearah pintu luar
Dengan menarik nafas dalam-dalam kini Samuel mulai meditasi untuk mengumpulkan tenaga dalamnya sehingga dalam waktu singkat dirinya terlihat aura angin tipis yang terus memutari tubuhnya
"Luar biasa" gumam jendral kagum
Dreeet... Dreeet...
Suara senapan mesin yang dilepaskan kearah jendral, membuat dia hanya berada diposisi bertahan
Diluar kapal, dika terus bertanya-tanya siapa yang sedang ditembak oleh tentara mawar hitam, namun setelah dia mengunakan logika maka semua tebakannya tertuju pada jendral, karena waktu diruang rapat jendral tidak ada di sana dan bisa saja jendral waktu itu sedang bersembunyi dilain ruangan tujuan bersembunyi untuk menghindari serangan musuh
Walaupun logika dika sangat sempit namun tebakan dika tidak salah, karena memang didalam kapal adalah jendral mereka
"Sial, aku harus bagaimana ini" batin Dika sambil melirik kebelakang dan disekitarnya ada 2 tentara sisanya sudah menunggu diluar pintu masuk kapal karena didalam ada musuh mereka
Kecuali pisau karena disaku armor nya masih ada pisau tentara, yang tajamnya bisa membunuh lawan tepat pada bagian lemahnya yaitu leher, ulu hati, dan dada namun tepat pada jantung jika dipikirkan oleh dika peluang untuk menang hanya berada dileher karena jika dada atau bagian lainnya bisa dijamin kalau tentara masih bisa teriak untuk memanggil rekannya
Secara perlahan Dika mengambil pisau dan memperkirakan tentang keberadaan musuh, dalam hitungan ketiga dika langsung bergerak dalam satu gerakan
"1... 2....3" batin Dika dalam waktu singkat dia langsung bergerak disaat pasukan yang menyanderanya sedang lengah akibat memfokuskan seluruh kewaspadaannya kepada temannya yang sedang baku tembak
Dalam waktu singkat Dika menyayat leher tentara musuh namun dalam waktu cepat juga ia menusuk dada musuh satunya ketika sudah menyadarinya
Tentu saja aksinya disadari oleh tentara yang ada di pintu hingga dalam waktu singkat Dika mendapat tembakan dari arah cukup jauh karena jaraknya jauh jadi Dika tidak bisa menjangkau yang mengharuskan dia berlari untuk mencari tempat berlindung di baling meriam kapal
"Kenapa, kamu melepaskan tembakan kearah situ?" bentak tentara musuh akibat melihat rekannya menembak bukan di arah yang seharusnya
"Lihat" ucap rekannya yang membuat semua orang terkejut akibat mereka melihat dua temannya mati dalam satu tempat
"Brengsek,.. Kamu cari dia cepat!!" Perintah tentara kepada sang pelapor
"Baik" hingga tentara tersebut berjalan menghampiri dimana Dika bersembunyi
Dalam setiap langkahnya dia terus mengamati dimana Dika bersembunyi hingga tidak satu kesempatan pun dia melirik kearah lain
Hingga dika yang waktu itu masih bersembunyi tidak mendapat cela untuk mengintip ataupun menyerang musuhnya
"Apa sampai disini?" Gumam Dika sambil memejamkan mata karena pisau yang ada sudah tertancap di dada lawan bahkan belum sempat dia ambil kembali musuh sudah menyadarinya
Namun sebelum sampai mungkin beberapa langkah lagi terdengar suara tembakan dari dalam ruangan hingga membuat orang tersebut melirik kebelakang karena lengah dengan cepat Dika bergerak kearah tentara tersebut dengan meninjunya hingga tersungkur jatuh
Setelah jatuh belum sempat menembak Dika telah menindih tentara tersebut dan memegang pucuk senjata milik musuhnya hingga tentara tersebut tidak bisa bertindak ataupun melancarkan tembakan namun bukan berarti diam diam saja justru disaat Dika lengah dia ingin berteriak memanggil temannya
Tapi karena Dika ceroboh bukan berarti dia bodoh sehingga dalam waktu singkat dia segera mencekik musuhnya lalu mematahkan lehernya dalam satu cengkraman setelah mati dia segera mengambil senjatanya dan berlari kembali ke tempatnya namun belum sempat dia sampai dirinya sudah disadari oleh lawan di depan pintu
__ADS_1
Sampai mereka melepaskan tembakan dalam waktu singkat dan mengenai punggung dan lengan dika, tapi dirinya belum mati karena sebelum kena tembakan ke-3 dirinya telah menggulingkan tubuhnya ketempat berlindung yaitu dibalik meriam kapal
"Bangs*t,.." teriak dika dengan menahan sakit karena lengan kiri sudah terluka karena belati kini harus ditambah lengan kanan dan punggung
Dalam waktu singkat pandangnya mulai memudar namun sebelum dirinya mati dia ingin berguna bagi negerinya dengan cara menyeret tubuhnya dalam posisi tiarap hingga dia berhasil keluar dari persembunyiannya dan melancarkan tembakan tiarap kearah musuh
Dreet..
Suara tembakan dari Dika yang dilepaskan secara membabi buta tanpa arah membuat sebagian meleset namun 2 diantaranya mati akan terapi tembakannya bukan berarti berhasil begitu saja karena kejadian itu dia menjadi incaran para tentara
Jendral yang mendengar tembakan dari luar kapal namun bukan kearahnya mulai berfikir kalau bantuan sudah tiba hingga dalam waktu singkat dia bergegas keluar dan menemukan para tentara yang menjaga didepan pintu sedang menembaki tentara negera yang entah dimana
Karena ada kesempatan dirinya segera menembaki tentara musuh dalam satu tempat hingga 1 diantaranya mati namun sebelum tembakan kedua ternyata amunisinya sudah habis sehingga dirinya mendapat serangan dari orang kedua dengan cara memukul mengunakan senjatanya kearah kepala jendral
Namun dengan mudah dia mundur menghindari serangan tersebut dan membalasnya mengunakan tinju hingga tentara musuh tersungkur dan menindihnya namun disaat dia hendak menusuk mengunakan pisau tangannya di genggam erat oleh kedua tangan musuh hingga tusukan tersebut tidak langsung menancap ke dadanya
Kejadian tersebut adalah kejadian penentu antara mati atau tidaknya tentara musuh karena pisau di depan dadanya namun sebelum tertancap Samuel baru keluar dari kapal setelah ia bermeditasi hingga pandang jendral beralih kearah Samuel
Akan tetapi karena lengah sang jendral mendapat serangan mengunakan tinju tangan kanan hingga sang jendral langsung tergeletak di samping musuh dan kejadian tersebut justru membuat sarangan balik bagi jendral karena pisau yang ditangan malah diarahkan di dadanya sendiri
Sedangkan Samuel hanya melihat tanpa berbuat apapun karena dia sembari tadi kebingungan dengan apa yang dia lihat
Namun yang menyelamatkan jendral adalah Dika karena senjatanya masih memiliki amunisi
Dor,..
Dalam satu tembakan, peluru tersebut langsung mengenai kepala lawan hingga dalam waktu singkat dia mati ditempat, jendral lagi-lagi dibuat bingung dengan penembak yang membantunya hingga dia berdiri dan melihat tentara yang tiarap tidak jauh darinya hingga dengan segera dia berlari menyusul tentara tersebut
Dengan diikuti Samuel yang tenaganya sudah mulai kembali pulih setelah jendral melihat keadaan tentara tersebut dia segera mengubah posisinya menjadi terlentang
Karena panik jendral berkata, "Kamu sudah berjasa untukku nak, aku ucapan terimakasih banyak untukmu tapi kumohon bertahanlah sebentar lagi aku yakin tim medis akan segera datang"
"Haha,.. Akhirnya tembakan ku berhasil mengenai lawan" tawa Dika dengan senyum
"Kamu ngomong apa nak, sebaiknya kamu diam dulu karena kondisimu akan memburuk" perintah jendral dengan nada cemas
"Aku sudah tidak kuat lagi jendral, walaupun aku takut kematian namun aku senang karena aku bisa berguna bagi jendral dan negara" balas Dika dengan senyum yang tipis
"Kumohon jangan bilang seperti itu, aku yakin kamu masih punya keluarga, jadi jangan buat keluargamu bersedih"
"Tuan Rian" panggil Dika dengan nada lemah
"Ada apa kawan?" tanya Samuel yang dari tadi berdiri
"Tolong sampaikan salam ku untuk, Putra"
"Baiklah, akan aku sampaikan salam mu untuk Putra" balas Samuel dengan senyum
Setelah mendengar perkataan tersebut dika kembali tersenyum dan berkata, "Terimakasih dan tolong kalian segera tinggal kapal ini" perintah terakhir Dika
"Kenapa?" bingung jendral
"Kapal ini akan dihancurkan oleh sesuatu yang aku tidak tahu" ucapan Dika membuat Samuel melirik arah kapal sebelumnya dan di sana hanya tersisa puing dan asap hingga dengan segera dia manarik tangan jendral
"Jendral kita harus berlari dari sini!!!" perintah Samuel
"Apa maksudmu, dan aku tidak akan mungkin meninggalkan rekanku disini" bantah jendral
"Kumohon" minta Samuel dengan mata memohon
"Kalau begitu mari bawa dia keluar dari kapal ini juga"
"Tidak jendral, karena jika kita membawanya justru malah menyiksa badannya dan ujung-ujungnya juga akan mati" balas Samuel yang melihat tubuh Dika semakin lemas
"Tapi"
__ADS_1
"Jendral, bukan begini sifat mu yang sesungguhnya aku yakin kamu pasti akan bersifat tegas untuk menjalankan misi bahkan kamu rela mati demi keberhasilan misi, bukankah begitu yang saat ini dirasakan oleh Dika, biarkan dia mati terhormat dan kita bukan Tuhan yang bisa membangkitkan orang mati" tegas Samuel yang membuat hati sang jendral bergerak hingga tanpa sadar Dika kini sudah mati ditempat
"Aku janji akan mengingat jasamu, nak" gumam jendral kepada tentaranya hingga dia mengikuti apa mau Samuel yaitu keluar dari kapal perang menuju camp tentaranya berada.