
Di Sepanjang perjalanan pulang putra, ari dan vera hanya berdiam diri, terkhusus untuk putra kini pikirannya semakin terbebani dengan rencana yang ingin di lakukan oleh andrian, karena waktu 2 bulan bukanlah waktu yang lama, jika di bandingkan dengan kekuatan dan anggota kemungkinan mereka masih harus mengejar itu semua dan tidak akan sempat dalam mengurus hal yang lain,
"Ari, vera.. aku ada urusan lain di suatu tempat jadi aku pergi dulu ya, mungkin aku akan pulang larut malam jadi tidak usah mencari aku" ucap putra yang meninggal vera dan ari
"Sepertinya dia mengalami banyak tekanan apa kamu tidak ingin menemaninya" tanya ari
Mungkin dia membutuhkan waktu sendiri, jadi aku tidak perlu mengganggunya untuk saat ini"
Justru itu karena dia ingin sendiri bukan berarti dia memang menginginkannya, mungkin dia membutuhkan teman di sampingnya saat ini" balas Ari
Lalu bagaimana denganmu?
Tentu saja aku akan pulang, aku lagi malas untuk berbicara dengannya saat ini, jadi aku serahkan dia padamu ya!! Jawab Ari yang meninggalkan vera
Sementara itu vera kini mengejar putra, mungkin yang dikatakan Ari memang benar, putra sudah sering sendiri tapi bukan berarti dia tidak membutuhkan teman,
Sebenarnya ari bermaksud untuk vera pergi meninggalkannya karena dirinya tidak mau memperlihatkan sisi lemahnya karena disaat yang sama dirinya juga merasakan frustasi dan sedih, kerena dirinya yang lemah, karena lemah dirinya harus kehilangan kehidupan yang bahagia, bahkan saat ini, dirinya harus bimbang karena melihat kenyataan tentang lawan yang akan dia hadapi di 2 bulan yang akan datang
Tapi menurutnya, Ari memang tidak bisa menjalani ini sendirian jadi dia memutuskan untuk menyuruh vera agar bisa membuat putra tidak putus asa, apa lagi dirinya saat ini sudah menjadi menjadi salah satu pemimpin mereka
"Putra,. aku berharap kamu tidak putus asa karena aku akan selalu ada di sampingmu, bukan hanya aku tapi kami semua akan terus melangkah bersamamu, karena bukan kami yang membantumu tapi kamulah yang membantu kami" batin Ari, Walaupun hatinya sedih tapi dirinya masih memikirkan perasaan orang lain karena Es juga berasal dari air
Saat itu putra sedang merenung di tepi irigasi, dengan perasaan yang tercampur aduk dan pikiran yang kemana "kenapa, kamu ada disini? Tanya vera yang membuat putra terkejut dengan kedatangannya
Namun putra tak membalas pertanyaan vera, karena menurutnya tidak ada gunanya jika dia harus menceritakan kemampuan, yang dirinya saja tidak tau, "jika kamu tidak ingin menceritakan masalahnya, mana aku tau apa penyebab yang membuat kamu putus asa!!" sambung vera yang saat itu duduk di samping putra
"Aku hanya sedikit bingung, kenapa kak andrian menunjukku sebagai pemimpin, sedangkan aku saja tidak tau aku ini punya kemampuan atau tidak" jawab putra dengan nada pelan
"Tentu saja kamu mempunyai nya hanya saja kemampuan itu masih terpendam, jadi aku akan membantumu untuk mengeluarkan kemampuan itu" balas vera dengan pandangan yang meyakinkan
Seketika putra kembali bersemangat ketika melihat tatapan vera yang banyak berharap padanya, "benar, juga kenapa aku harus memikirkan hal sepele seperti ini, masalah keluarga akan aku selesaikan nanti yang penting saat ini adalah membantu mereka yang membutuhkan pertolongannya" Batin putra
Putra kemudian kembali berdiri dengan mengulurkan tangan kepada vera, sambil berkata "Terimakasih, karena sudah membuat aku sadar, kalau begitu mohon bantuan mu untuk kedepannya" ujar putra dengan senyum lebarnya
Seketika wajah Vera langsung merona, karena melihat putra tersenyum "Ada apa dengan aku kenapa aku baru merasakan, deg-degan seperti ini" batin vera, yang langsung menerima sambutan putra dengan berkata "Baiklah aku akan membantumu untuk kedepannya"
Saat itu sore menjelang malam, hanya meninggalkan keheningan untuk mereka berdua, putra juga merasa kalau waktu itu adalah waktu yang tepat untuk berduaan dengan vera, walaupun tempat dan waktu yang tidak mendukung, tapi itu semua tidak buruk dimata putra
Loh.. Vera, Kenapa wajahmu memerah? Tanya putra karena merasa ada yang aneh dengan Vera
Putra,.. sepertinya aku sudah mulai menyukaimu" ketus Vera dengan malu-malu
Namun reaksi putra malah terkejut dan langsung bertanya, "kenapa? Kenapa kamu menyukaiku yang jelas-jelas aku hanya orang misk-" sebelum melanjutkan perkataannya, vera telah lebih dulu menutup mulut putra dengan jarinya
"Aku tidak perduli siapa kamu, dan dari mana kamu berasal, tapi hanya satu yang perlu kamu tau kalau perasaan tidak bisa di samakan dengan derajat maupun harta, menurutku aku menyukaimu karena kamu itu keren!!" balas vera
Disaat itu putra dan vera untuk pertama kalinya berpelukan di tepi sungai dan merasa kalau mereka adalah orang yang saling menyukai satu sama lain, tapi mereka tidak bisa memulai hubungan mereka karena putra sudah berjanji akan menyelesaikan masalah mereka terlebih dahulu, dan vera tidak menolak karena menyukai bukan berarti harus memiliki
Dari kejauhan Ari hanya mengamati putra dan vera yang sedang berduaan di tepi sungai sambil berkata "akhirnya kamu mau bangkit lagi putra, sekarang kamu sudah memiliki tujuan yang harus kamu lalui dan aku juga akan bersamamu" gumam Ari sambil menatap temannya yang sudah mulai bangkit lagi
Namun tak terduga terdengar suara asing yang mengejutkan Ari dari belakang "Sepertinya mereka cukup bahagia" saat itu Ari sangat amat terkejut karena dirinya melihat seseorang pria yang menggunakan jasa hitam dengan logo mawar di dadanya
"Kau" seketika badan Ari langsung bergetar ketakutan
Aku ingin lihat, bagaimana reaksinya jika dia harus melihat ibunya yang sekarat di rumah sakit "πππ©π", apakah suasana hatinya saat ini akan bertahan" ketus pria tersebut dengan senyum jahat
"Brengsek", jawab Ari sambil menyerang orang tersebut dengan Esnya namun sebelum mengenainya tiba-tiba pria tersebut menghilang dari hadapannya
Sial, dimana dia apa itu kemampuannya? Gumam Ari yang tidak bisa melihat keberadaan musuhnya
__ADS_1
πΏππΌπ....
Suara pukulan yang tiba-tiba menghantam perut Ari hingga terpental sejauh 4 meter,
" Argh... Sial, dari mana asalnya" keluh ari yang mulai memegangi perutnya
Namun secara tiba-tiba lagi, dirinya menerima tendang yang membuatnya terpental lagi, ari saat itu sudah amat bingung karena sudah tidak bisa lagi membaca perlawanan musuh, dengan membabi buta dirinya melancarkan serangan yang membuat areanya kini membeku
Sial aku tidak bisa bergerak" Gumam pria tersebut kerena kini kakinya sudah ikut membeku
Oh.. Sepertinya kamu hanya bisa menghilangkan wujud saja, tapi tidak bisa dengan keberadaan mu" ketus ari yang mulai paham dengan kemampuan musuhnya
Karena musuhnya yang sudah tidak bisa bergerak, dengan cepat ari mengepalkan tangannya yang telah diselimuti gumpalan es, dan berlari menujunya Walaupun musuh sudah berkata menyerah namun ari tidak pernah memaafkan perbuatannya, dengan tinju yang telah disertai Es, membuatnya tak sadarkan diri dengan wajah penuh luka
Disisi lain kini putra dan vera justru semakin canggung karena perkataan mereka yang baru saja dikatakan putra kepada vera, " Duh, sial kenapa jadi gini, mau berbicara pun sekarang susah" Gumam putra yang merasa tidak beres dengannya, namun berbeda dengan vera dia terlihat biasa saja
Putra, maaf kalau aku bilang begitu dengan kamu, tapi memang ini perasaan yang pertama kali aku rasakan ketika dekat denganmu" ucap vera
Ah.. Tidak kok, justru aku yang salah karena bertanya yang aneh-aneh, tapi mungkin dengan terungkapnya perasaan ini kita bisa lebih dekat lagi"
Tapikan kamu menolak aku" ketus vera yang mulai menatap putra dengan tatapan tajam
Ah.. Aku tidak menolak mu aku hanya merasa kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk, kita menjalin hubungan apa lagi saat ini kamu sedang terancam jadi kemungkinan kita tidak akan ada waktu untuk hal lain" jelas putra karena takut vera salah paham
Vera yang mendengar alasan itu mulai mengerti dengan maksud yang di katakan putra, dan mulai tidak bisa menahan tawanya
Kenapa kamu tertawa? Tanya putra
Tidak ada, baiklah besok kita akan pergi ke rumah paman komat, sambil menanyakan kemampuanmu dan uang yang sedang dia urus" jawab Vera yang mengalihkan pembicaraan
Iya kamu benar, besok setelah pulang sekolah kita akan, pergi ke sana"
Eh.... Aku kok bisa tidak tau ya!!!
Ya, karena waktu itu kamu di ruang osis jadi kamu tidak tau dengan pengumumannya" jawab Vera
Waktu terus berlalu hingga larut malam, putra yang tidak ingin kejadian itu, terulang lagi segera menyuruh Vera untuk tidur di kamarnya, hingga mereka tak sadar kalau mereka sedang dipantau oleh seseorang yang menggunakan jas yang berlogo mawar di dadanya
"Sudah waktunya kita untuk beraksi bos? "
Tunggu dulu, jangan terlalu terburu-buru, nanti kita tidak bisa melihat kemampuan pria tersebut jadi kita akan kembali lagi besok, yang terpenting sekarang kita harus menghabiskan mantan anggota dari merpati putih itu" balas pemimpin mereka dengan berbadan kekar yang layaknya preman
Tapi bos, kalau masalah itu sudah bukan urusan kita lagi"
Hehehe... Kalau menangkap gadis tersebut kamu tidak usah sampai terbawa mimpi, lagian aku ingin lihat siapa sebenarnya pria yang bersama dengan princess kita"
***
Keesokan harinya Vera yang melihat putra sedang berolahraga di depan halaman segera menyusulnya,
"Kenapa kamu berolahraga pagi sekali" tanya Vera
Haha.. Tidak juga sih, tapi kalau berolahraga di pagi hari itu lebih sehat dari pada di sore hari menurutku" balas putra dengan senyum tipisnya
Hah.. Terserah kamu saja, sekarang berhentilah sebentar, aku sudah menyiapkan teh hangat"
Baiklah" putra saat itu merasakan kalau suasana di rumahnya sudah berbeda dari yang dulu, dan mungkin mulai sekarang putra akan menjaga keharmonisan yang ada di rumah hingga ibunya pulang dari rumah sakit
"Oh.. Iya Vera boleh aku menanyakan sesuatu? Tanya putra
__ADS_1
"Silakan"
Apa kamu bisa bela diri? Pertanyaan yang dilontarkan kepada vera
"Tidak"
Seketika putra kaget dengan jawaban yang di berikan oleh vera, karena bagaimana dirinya mau menggunakan kemampuannya jika dirinya saja tidak bisa bela diri
Lalu bagaimana kamu di jahati oleh orang asing? Tanya putra
Biasanya aku hanya perlu menggunakan satu tendang atau satu tamparan sudah cukup" jawab vera
Walaupun masuk akal, tapi tetap saja jika dia harus berhadapan dengan lawan yang tangguh kemungkinan dirinya, harus bisa bela diri apa lagi yang akan di lawannya nanti sama-sama berkemampuan spesial
Lalu bagaimana dengan kamu? Tanya vera
Aku tidak jago bela diri tapi aku sudah pernah masuk dua aliran bela diri, yaitu karate dan kick-boxing, dan sebenarnya aku juga tidak yakin tapi mungkin dengan kemampuan ini aku pasti bisa melawan musuh-musuhku nanti" jawab putra dengan wajah tidak yakin
"Dasar, apa yang kau ragukan, aku saja yang tidak bisa bela diri tapi tetap melangkah ke depan, jika kamu ingin diakui oleh aku, maka kamu harus melindungi aku dengan tangan dan badan besar mu itu tau" ucap vera dengan wajah sedikit malu-malu
Putra yang melihat wajah vera, sudah tidak bisa menahan tawanya dan mulai berjanji dengannya, kalau dirinya akan selalu ada, dan menjaganya apapun masalahnya, vera yang mendengar kata-kata putra tidak bisa menahan malunya dan langsung meninggalkan putra dengan wajah yang merona
Diperjalanan ke rumah paman komat, putra masih asik berbicara kepada vera hingga mereka mendapat serang dadakan yang tertancapnya sebuah belati yang hampir mengenai kepala putra
"Sial.. Apa maksudnya ini" keluh putra yang hampir terkena belati
Vera saat itu juga, terkejut dengan serangan dadakan yang baru saja terjadi, yang tak lama datang seorang pria dengan jas hitam dengan logo mawar, putra yang melihat logonya langsung mendadak merinding, dirinya tak menyangka akan bertemu dengan lawannya secepat ini
Oh.. Sepertinya kamu bisa menghindarinya ya, tapi aku bisa menjamin yang kali ini kamu pasti tidak akan bisa selamat" ucap pria misterius dengan nada meremehkan
Brengsek apa kamu tidak tau disini banyak orang!!!" ucap putra dengan emosi
Banyak orang, Coba kamu lihat sekelilingmu!!" balas pria tersebut
Saat itu putra sangat amat terkejut dengan apa yang dia lihat, karena sepanjang perjalanan dirinya tak melihat orang lain "apa yang kau lakukan, Kemana pergi orang-orang?!" Tanya putra yang masih bingung dengan keanehan yang ada di jalan raya, karena biasanya jalan raya selalu ramai dengan orang Lalu-lalang
Kemampuanku, adalah menciptakan dimensi lain" jawab pria tersebut yang mulai mengeluarkan belati dari balik jasnya
Membuat dimensi lain?
"Aku paling tak suka dengan orang banyak omong", dengan cepat pria tersebut melemparkan belati dengan mendadak, putra yang tidak sempat mengindari serangan tersebut hanya bisa, mendorong Vera menjauh, agar tidak ikut terkena serangan
πΌπ§ππ.. Putra saat itu terkena belati di bagian tangan dan kakinya, membuatnya kesakitan dengan darah yang mengalir dari kaki dan tangannya, Vera saat itu sangat cemas dengan keadaan putra
Putra kamu tidak apa-apa" tanya Vera yang melihat keadaan putra dengan luka tusukkan
Aku tidak apa-apa, yang terpenting bagaimana cara agar kita bisa kabur dari sani"
Secara tiba-tiba Ari datang dari balik bangunan dan langsung membuat pelindung Es, agar bisa melindungi 3 orang sekaligus, putra dan Vera saat itu terkejut akan kedatangan Ari
Ari!!, bagaimana bisa kau ada disini? Tanya Vera
"Apakah ada waktu untuk aku bercerita" ketus ari
Iya, kamu benar aku akan pergi membawa putra dan dimana jalan keluarnya?
Kamu lurus saja dari arah aku lari tadi, di sana ada retakan dimensi bisa kamu gunakan untuk keluar dari tempat ini" balas ari yang masih fokus mempertahankan pelindung Esnya
"Baiklah, terimakasih" ucap Vera yang langsung pergi meninggalkan ari
__ADS_1
Ck.. Menyusahkan saja kamu ini kapten" keluh ari