
"Kenapa? kamu berasumsi kalau aku ini adalah orang baik, padahal kamu tidak kenal siapa aku sebenarnya" balasan dari josua yang sembari tadi kebingungan dengan ucapan angel barusan, walaupun begitu ia tidak mau menampakkan rasa ketertarikannya karena itu sudah imagenya, tapi pertanyaan Josua tidak langsung dibalas karena Angel sempat melamun sambil menatap Josua dalam-dalam
"Asal kamu tahu saja, sebenarnya aku bisa menyelidiki mu hingga ke dalam hati, josua" ucap angel dalam hati, akan tetapi yang paling mengejutkan adalah dimana ia bisa mengetahui nama pria dihadapannya tanpa perlu berkenalan secara langsung
Seakan-akan dirinya sudah tahu segalanya tentang josua namun selang beberapa saat dirinya tersadar dari lamunannya akibat josua sudah memanggil namanya sebanyak 3x
"Kenapa kamu bengong?" tanya singkat josua dengan penuh rasa selidik
"Ah... Tidak apa-apa kok, kamu tenang saja"
"Siapa yang cemas?"
"Haha... Aku kirain kamu cemas" tawa angel dengan wajah kecut
Ekspresi yang di tujukan josua sangat bertolak belakang dengan kepribadiannya sehingga susah untuk angel menyimpulkan tentang siapa itu josua akan tetapi ia tidak menyerah begitu saja oleh karenanya ia datang untuk membantu manusia dari ancaman
"Oh iyah.. Aku belum tahu siapa nama-Mu?" tanya angel yang singkat namun memberi kesan bagi josua hingga tampak di wajahnya rasa terkejut dan heran sambil menatapnya begitu intens
"Kamu kenapa?, apa ada kata-kata ku yang menyinggung perasaanmu?!" heran Angel akibat melihat Josua begitu terkejut sampai-sampai tertegun sesaat sebelum dirinya melanjutkan ucapannya
"Tidak ada, hanya sedikit terkejut" balasan Josua yang kembali memasang apresiasi dinginnya
"Memangnya kenapa?"
"Selama ini tidak ada yang menanyakan nama ku secara langsung kecuali kamu, bahkan ibuku sendiri saja suka lupa dengan nama anaknya"
"Kalau begitu ingat ini baik-baik ya!!"
"Untuk apa?" tanya josua secara tak langsung menatap angel sambil memasang tampang bingung
"Kalau aku adalah orang pertama yang menanyakan namamu" jawab angel dengan senyum merekah di bibir
"Hmm... Sepertinya tidak perlu"
"Eh.. Kenapa?"
"Karena aku tidak akan memberi tahu mu tentang namaku"
"Dasar pelit" ketus angel dengan wajah cemberut walaupun dirinya tahu kalau semua itu hanya sandiwara belaka
"Tapi yang lebih penting sekarang adalah bisa kamu beri tahu aku siapa kamu sebenarnya!"
"Aku rasa tidak sekarang"
"Kenapa?" tanya josua dengan ratapan begitu teliti akan gadis di depan matanya
"Karena aku sedang tidak mood"
"Dasar gadis kurang ajar" batin Josua yang beranjak berdiri lalu pergi menjauh dari rumah, akan tetapi sebelum pergi jauh angel berteriak sambil melontarkan satu pertanyaan
"Kamu mau kemana?" tanya angel dengan nada tinggi
"Bukan urusanmu" jawab josua dengan ketus sambil terus melangkah menjauh dari angel
"Dasar" Gumam Angel sambil menatap punggung Josua mulai menjauh
Singkat waktu siang pun berganti sore dimana josua baru pulang dari danau dengan beberapa ikan hasil tangkapannya semua itu karena dirinya sudah puas dengan tangkapnya yang akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah agar bisa memasaknya
Sesampainya di depan teras langkahnya langsung terhenti karena mencium bau sedap yang berasal dari dalam rumah, sehingga dengan senyum tipis dirinya mulai bergumam akan gadis tersebut,
"Sebenarnya mau dia apa sih?!"
Karena tiada pilihan akhirnya josua mau tak mau harus masuk kedalam rumah untuk menemui gadis yang bernama Angel itu walaupun didalam hatinya masih menyimpan rasa was-was terhadapnya
Kreak....
Terdengar suara pintu kayu yang terbuka cukup keras sehingga membuat angel di dapur segera melirik ke pintu luar, dan memperlihatkan seorang pria sambil membawa ikan di tangan, "Kamu sudah pulang?" tanya Angel dengan wajah berseri
"Belum, aku masih di tengah danau" jawab josua dengan jutek dan angkuh
__ADS_1
"Xixi.. Ternyata kamu ini orang yang suka bercanda ya" tawa kecil angel yang ditutupi oleh telapak tangan kiri menambah kesan cantiknya, akan tetapi berbeda dengan josua yang tidak memperdulikan hal itu karena setelah sampai ia langsung ke dapur lalu meletakkan ikan tersebut di samping tempat perapian kemudian kembali ke teras rumah untuk menikmati angin sore
Sementara angel yang melihat hanya bisa mematung dengan tingkah Josua seperti orang asing baginya, walaupun pada dasarnya memang dia dan josua belum berkenalan secara mendalam satu sama lain
"Hum.. Dia benar-benar cuek tingkat angkut deh" Angel yang ngedumel sambil memasang wajah cemberut akibat ngadepin tingkah Josua yang semakin kesini semakin menjengkelkan
Beberapa saat berlalu dimana matahari mulai tenggelam pada arahnya, karena sudah menjelang malam akhirnya josua masuk kedalam rumah setelah 2 jam termenung dalam lamunan, akan tetapi yang mengejutkan lagi ialah dimana dirinya mendapati semangkuk ikan sambal yang sudah di masak sedemikian rupa enaknya
Sehingga Josua yang melihat langsung ngiler karena ingin cepat menyerbu makanan tapi karena imagenya yang terlalu angkuh jadinya ia terpaksa menahannya untuk beberapa saat agar tidak terkesan rakus, sampai Angel lantunkan pertanyaan kepada pria yang masih berdiri sekitar 2 menit lamanya akan tetapi yang membuatnya lebih ingin tertawa ialah melihat josua berdiri sambil menatap makanan begitu intens
Yang terletak dibawa lantai kayu, "Kenapa melamun, apa tidak suka makanannya?" tanya Angel dengan memasang wajah menggoda walaupun dirinya sudah tahu kenapa josua berdiri di hadapannya
"Tidak apa-apa, hanya merasa aneh"
"Aneh kenapa?" bingung angel
"Kenapa kamu memasang ikan ku padahal aku tidak menyuruhmu untuk memasaknya"
"Ah.. Begitu ya, yasudah kalau gitu sini ikannya mungkin kamu tidak suka, jadi aku sendiri aja yang makan" seru angel sambil berjalan mendekat lalu berencana untuk mengambil mangkuk yang terisi ikan sambal, tapi sebelum meraihnya tangan angel telah lebih dulu di genggam sehingga mau tak mau rencananya untuk mengambil harus gagal
"Tidak, biar aku saja yang makan!!" itulah ucapan dari josua dengan begitu tajam, bahkan tatapannya berubah jadi sangat serius sambil menatap mata angel yang seketika berubah ingin tertawa
"Haha... Dasar keras kepala" begitulah yang terlintas dalam benak angel sambil menarik kembali tangannya yang waktu itu sudah digenggam oleh josua
Usut demi usut josua memakan semuanya dengan begitu lahap sampai-sampai Angel hanya bisa menatap dengan begitu lucu akibat melihat tingkah josua seperti anak-anak karena dari cara makan dan reaksi ketika makanan ingan direbut itu sudah tergambar dengan jelas sifat asli josua
"Kenapa kamu tidak makan juga?" tanyanya kepada angel yang hanya duduk sambil menatapnya
"Tidak perlu, karena aku sudah makan kok"
"Eh.. Kapan?" tanya balik josua
"Kenapa, apakah kamu cemas dengan ku!!" sindir Angel sambil memasang tatapan rayu
"Lupakan saja, kalau aku pernah bertanya seperti itu" ketus josua
"Lagian kalau beneran juga gak apa-apa"
"Oke-oke.."
Singkat waktu kini hari sudah malam, dimana Josua dan angel berada di satu atap dengan suasana gelap mencekam kecuali api kecil dari alat alternatif yaitu kapas dan minyak tanah sebagai sumber cahaya didalam suasana gelap akan tetapi sebelum mereka tidur mereka sempat ngobrol singkat di ruang tamu
"Masa iya, kamu gak mau kasih tahu aku tentang nama-Mu?" tanya lagi Angel tentang nama asli josua walaupun didalam hatinya sudah tahu semua tentang pria yang ada dihadapannya
"Tidak, aku tak akan memberi tahu namaku ke sembarang orang!!"
"Heh.. Memang aku orang asing buat kamu?!" tanya angel dengan wajah cemberut
"Tidak juga sih, hanya saja aku memang tidak mau sampai siapapun tahu karena aku berencana untuk menyimpan nama ini rapat-rapat"
"Kenapa?"
"Aku rasa kamu tak harus tahu" jawab Josua dengan intens
"Dasar, lagi-lagi dia keras kepala, padahal dia itu hanya terbelenggu dalam masa lalunya" batin angel dengan menatap josua dalam-dalam
"Kenapa menatapku sedalam itu?" tanya josua dengan heran
"Tidak ada, hanya merasa kalau kamu itu terlalu terobsesi dengan masa lalu"
"Sembarangan!!" ketus josua sambil membuang muka
"Kan aku aku bilang hanya 'Merasa' bukan kepastiannya!"
"Terserah mu tapi yang lebih penting sekarang adalah tujuanmu, sebenarnya apa tujuanmu?!!"
"Sepertinya tidak tepat jika aku harus berbicara sekarang"
"Baiklah terserah kamu saja mau bicara kapan, aku akan tidur diluar jadi kamu bisa tidur didalam"
__ADS_1
"Ah.. Makasih" jawab Angel terlihat tersenyum tipis di bibir sambil melihat josua terlentang dan memejamkan mata di hadapannya hingga tanpa sadar ia terlelap dalam mimpinya yang begitu nyenyak setalah menghabiskan satu piring lebih
"Huh.. Dasar!!" gumam angel segera beranjak berdiri lalu berjalan pelan ke luar rumah, walaupun pada saat itu suasananya sangat gelap gulita, tapi masih ada remang-remang cahaya bulan yang terpapar dari balik cela pepohonan
Angel tampak sedang menatap bulan dengan begitu intens tanpa membiarkan fokusnya terbagi kemana pun selain ke bulan yang waktu itu begitu cantik untuk dilihat mungkin jika josua ikut pasti dia akan tertegun melihat bulan di malam hari
"Apa yang harus ku lakukan, apakah aku harus memberi tahunya, tapi jika terlalu lama bahaya akan datang lebih dulu" gumam Angel dengan pelan sambil tak mengubah arah pandangnya
Karena udara malam semakin dingin akhirnya Angel memutuskan untuk kembali ke rumah agar tak membangunkan josua akibat udara dingin masuk rumahnya
***
Pagi hari menyingsing dimana memperlihatkan Josua baru terbangun dari tidurnya dan mengucek matanya sambil memperhatikan sekelilingnya, "Dimana dia?" itulah kalimat pertama kali yang terbesit dalam benaknya walau begitu ia tidak ingin terus diposisi tersebut yang akhirnya segera beranjak berdiri dan pergi ke belakang rumah
Karena dibelakang rumah terdapat sumur mata air yang merupakan sumbernya air untuk kebutuhan hidupnya selama hidup seorang diri didalam hutan
Setelah keluar lewat pintu belakang dirinya bertemu dengan Angel yang sedang menimbang air dari sumur dengan kekuatannya sendiri bahkan Josua sampai kaget karena kekuatan seorang wanita bisa mengumpulkan 4 ember lebih
"Kenapa kamu mengangkat air sebanyak itu?" tanya josua yang kotoran mata masih tertempel di sela kelopak mata
"Huhu... Kamu ini kalau mau ketemu orang setidaknya cuci mata dulu dong" seru Angel yang menimpa Josua dengan sebuah teguran
"Bukan urusanmu!, mau penampilan ku seperti apa" ketus Josua dengan segera mengambil se'gayung air lalu membasuh wajahnya sendiri dihadapan angel yang terus menimbang air dari sumur
"Apa kamu tidak malu jika berhadapan dengan gadis seperti ku, setidaknya ada rasa canggung gitu lah"
"Tidak"
"Eh.. Masa sih!!"
"Iya, mungkin karena aku sudah biasa sendiri jadi aku menganggap orang lain tidak memiliki perbedaan sama sekali"
"Heh.. Kok malah kebalikannya ya"
"Tentu saja, lagian karena rasa benciku terhadap perempuan membuatku tidak ingin memandang mereka sama sekali"
"Benci?" bingung angel akan tetapi kebingungannya tidak mendapat respon dari josua karena pada saat itu pria dihadapannya langsung diam mematung
"Lagi-lagi karena masa lalu" batin Angel dengan mengendus berat
"Apa kamu tidak bisa melupakan masa lalu mu?" tanya Angel dengan tatapan mendalam sehingga tanpa sadar mereka kembali menjalani kontak mata tapi bedanya kali ini mereka melakukannya di luar atau lebih tepatnya di sumur belakang rumah
"Tidak semudah itu, lagian selama ini aku tumbuh karena rasa sakit ini jika tidak mana bisa aku membunuh orang, kau tahu dulu aku sangat lemah sampai tidak berani membunuh manusia tapi sekarang aku sudah berubah, dimana aku di sewa untuk menjadi pembunuh bayaran, kau harus tahu itu!!" penjelasan josua panjang lebar dengan senyum sinis yang disertai tawa kecil
Sampai-sampai angel yang melihat lakukan bibir josua tampak heran akibat tidak bisa mengartikan lagi dengan perasaannya saat itu karena di hati dan ekspresi sangat berbeda dimana angel melihat hati josua sedang menjerit ketakutan sedangkan di ekspresi terlihat dia tampak tertawa penuh kepuasan
"Tapi jika suatu saat ada ada kesempatan apa kamu mau menjadi orang yang lebih baik?" tanya Angel yang tak kalah serius jika bertanya
"Haha.. Pertanyaan penuh lelucon, lagian aku mana diterima oleh dunia ini, mau sekeras apapun aku mengubah takdir, tetap saja takdirku akan menjadi pecundang dibalik bayangan" tawa tipis josua akan tetapi tanpa ia sadari air matanya telah keluar dengan sendirinya, bahkan yang lebih anehnya lagi adalah air mata hanya keluar di mata kiri saja
"Kamu?" bingung Angel ketika melihat air mata itu terjatuh dari selaput mata josua, akan tetapi sebelum air tersebut menetes dengan cepat Josua mengusap dengan tangan kirinya dan langsung pergi dari tempat itu dengan membawa dua ember yang telah terisi oleh air sumur
Sampai-sampai Angel tertegun melihat kejadian tersebut karena dirinya sudah tak bisa mengartikannya lagi karena hati dan ekspresi josua sangat bertolak belakang
---
Singkat waktu josua dan Angel pun mulai akrab karena josua sudah mau membagi ceritanya yang mungkin ia tampung selama hidupnya, sedangkan Angel yang mendengar siap menjadi bahu sandaran bagi josua yang terus mengeluarkan keluh kesah
Sampai hari ke tiga semenjak kedatangan Angel kedalam hidup josua membuat perasaannya mulai berubah mulai cara memandangnya yang kini sudah berbeda, tidak seperti diawal mereka bertemu karena setiap saat mereka menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan di rumah akan tetapi kali ini angel mengajak Josua untuk keliling di pinggir danau di sore hari
Pada waktu itu suasananya sangat sejuk dan indah sehingga mudah untuk refresing jadi Angel berencana untuk menceritakan semuanya yang mungkin sudah seharusnya Josua tahu.
*********
Halo teman-teman sekali lagi author ingin minta maaf karena suka telat upload chapter karena sungguh author sibuk banget dengan urusan sekolah tapi author patut bersyukur untuk kesetiaan kalian dalam menunggu jadi author akan beri bocoran sedikit tentang cerita ini, yaitu dimana akhir cerita adalah (Happy end)
Haha.. Sudah dulu ceritanya kalau gitu author pamit dulu ya, mohon teman-teman dukung karya kecil saya karena author sudah menulis menggunakan panca indra sampai-sampai harus lembur 3 hari 3 malam.
Kalau begitu dah😆👋
__ADS_1
( 𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!! )