Fire And Water

Fire And Water
Cp 77# Kakak


__ADS_3

Akhirnya dimalam itu Krise menjelaskan seluruh alur kehidupannya, yaitu dimana setelah dirinya mengetahui kalau ayah angkatnya sudah meninggal, tentunya hal tesebut membuat trauma yang berat baginya bahkan lebih parahnya dia mulai menyalahkan Azarya atas kematian Firdaus sampai-sampai Azarya mengalami penyesalan sampai ikut merasakan trauma yang sangat mendalam akan sahabatnya, dan dari situ juga dia mulai merubah kepribadiannya menjadi orang lain


Sekaligus mengubah nama panggilannya untuk menutupi kesalahan yang pernah dibuatnya dimasa lampau, berbeda dengan Krise semenjak kepergian Ayah angkatnya dia bertekad untuk mencari ibu dan adiknya walaupun dia tidak pernah bertemu satu kali pun dengan mereka tapi Krise pernah melihat foto mereka di suatu pas poto yang sering dibawa oleh Ayahnya


Tapi usaha tanpa modal membuat Krise mengalami kelaparan di jalanan, walaupun sepintas dia ingin meminta uang kepada Azarya, namun karena egonya membuat dia pergi tanpa membawa apapun, sehingga suatu hari dia diculik oleh seseorang misterius dan dibawa ke tempat yang asing


Di sana Krise ditempa dan didik secara paksa dengan sangat keras dalam pelatihan militer, karena ia akan dijadikan sebagai bibit tentara bayaran untuk mengatasi negara Mars atau bisa dibilang sebagai duri di dalam negara Mars, dan tentunya kalian sudah tahu siapa negara yang paling membenci negara Mars jika bukan bangsa Violid yang sudah dendam dari 7 keturunan


Mereka menculik anak jalanan di negara mars, lalu membawanya kenegaraan mereka secara ilegal dan mendirikan camp akademi militer khusus anak bangsa Mars, sehingga mereka sudah menjadi tentara siap tempur, tanpa perlu lagi Violid mengeluarkan sumber daya manusianya, karena mereka punya rencana agar sesama anak bangsa saling membunuh


Semua itu karena kekesalan Violid terhadap perang sebelumnya yang kalah secara telak, walaupun saat itu negara lawannya sedang mengalami krisis terbesar dalam sejarah, dan ketika negara Violid telah mengumpulkan tentara besar-besaran bahkan rakyat diwajibkan untuk ikut serta demi negara


Tanpa sadar perang telah usai, dan pemimpin negara Jupiter lah yang menyatakan deklarasi gencangan senjata bagi seluruh bangsa, dan dampaknya bangsa Violid mengalami inflasi yang sangat tinggi sehingga banyak rakyat yang mati secara ekonomi maupun sosial tapi sayangnya pemimpin saat itu tidak mau belajar dari kesalahan terdahulunya


Sehingga dengan egois dan ambisi yang sangat kuat membuat menteri tidak bisa melakukan apapun karena di bangsa mereka sangat menjunjung tinggi kehormatan pemimpin bangsa apapun keadaannya mereka akan tetap setia dan patuh pada pimpinan mereka walaupun pemimpin mereka telah mengambil jalan yang salah


Tentunya Krise mengalami penyiksaan dan latihan yang tak berujung sampai Krise merasa ingin mati dari pada terus berlatih dengan cara bengis, tapi tekad untuk bertemu keluarga lah yang menguatkan Krise dalam keadaannya, sehingga semua dapat dilewati walaupun tidak mudah sampai pada saatnya tentara bayaran ingin di sewa oleh bangsa Scarlett untuk membantu membangun organisasi yang saat ini disebut Mawar Hitam


Walaupun saat itu Nicolaus tidak ingat dengan situasi yang telah dia perbuat pada 7 tahun yang lalu dalam membunuh Firdaus tapi kekuatan dari monster Zhang Xuan ada di dalam tubuhnya, sehingga keinginan untuk membunuh Nico selalu menghantuinya walaupun dirinya tahu waktu itu dia tidak memiliki kekuatan untuk melawannya


Selama kurang lebih 2 tahun dia diangkat sebagai penasehat Nico karena kemapuan dan keterampilannya membuat Krise dipilih secara langsung tanpa menyelidiki latar belakangnya terlebih dulu, tentunya perekrutan tentara dan manusia berkemampuan sangat melonjak sehingga Mawar Hitam bisa dibilang organisasi terbesar dalam sejarah


Bahkan kekuatan Krise telah diakui oleh Nico karena kemampuannya sangat kuat, dan itulah sebabnya posisinya sangat tinggi dari tentara bayaran lainnya tapi tidak lama dia bertemu dengan berbagai macam kejahatan dimana Nico memintanya untuk mendidik tahanan yang tidak mau mengikutinya


Dengan cara menyiksanya, menahannya, bahkan membunuhnya jika ia benar-benar memberontak kepada Nico, tentunya itu membuat dia kembali mengingat trauma yang sudah ia alami selama berada di Akademi Militer ilegal yang didirikan negara Violid untuk menyiksa dengan alasan melatih pasukan


Tapi Krise tidak memiliki kekuatan untuk melawan sehingga dengan terpaksa ia harus mengikuti semua yang sudah menjadi tugasnya walaupun ia sudah dibenci oleh banyak orang akan kebengisannya, tapi sekali lagi itu bukan kehendaknya melainkan perintah untuk sesuatu hal yang tidak bisa ia tentang


Dan lagi semua itu bertujuan agar Krise bisa terus bertahan hidup dan bertemu dengan keluarganya suatu saat nanti, bahkan dia mengubah namanya menjadi Joko dengan alasan yang aneh yaitu dia tidak ingin menjadikan nama Krise sebagai seorang pembunuh, biarkan Joko saja yang menjadi pembunuh jangan Krise karena ia tidak ingin bertemu keluarga dengan nama penuh darah


Akan tetapi hari demi hari akhirnya dia sadar kalau semakin lama dia bertahan maka semakin susah untuk bertemu keluarganya, bahkan dirinya mendapat kabar kalau kevin seorang bawahannya membunuh ibunya tentu itu membuat dirinya terpukul dan mulai menyalahkan diri sendiri karena telah melakukan kesalahan dalam bertindak tapi saat itu juga dia mulai berjanji akan melindungi Putra bagaimanapun caranya dan mulai melupakan ibu yang belum pernah dia temui selama ini


Dengan cara sabotase tentara, bawahan, sampai kerja sama dengan pengawal Zhang Xuan, karena hanya dialah yang bisa mengalahkan monster seperti Nico, dan dia tidak ingin kesalahannya terulang lagi akibat terlalu mengulur waktu nantinya nasib Putra sama seperti ibunya yang mati dengan tak layak


Tepi setelah semua itu terlalu, akhirnya Krise menerima karmanya sendiri yaitu disebut manusia hina oleh adiknya sendiri, dan mulai sadar kalau tindakannya salah dimata Adik walaupun dia sudah berusaha menjadi yang terbaik tapi semua itu tanpa disadari telah berada diluar kendalinya


Setelah semua diceritakan ke Putra, akhirnya Putra sadar kalau perkataannya telah melukai hati kecil kakaknya, karena mau bagaimanapun Krise telah menyaksikan sendiri bagaimana kematian Ayah angkatnya didepan mata, sampai tidak pernah bertemu dengan ibu dan adik tirinya walaupun hanya sekali, bahkan saking kelamnya Krise harus melewati kehidupan yang cukup keras didalam camp militer


Sehingga sudah sewajarnya kalau sifatnya tidak sesuai dengan keinginan Putra, "Maafkan aku" Seru Putra dengan deru air mata yang mengalir dari selaput matanya


"Tidak perlu minta maaf, karena ini sudah menjadi kesalahanku karena telat menemui kalian"


"Tetap saja, aku tidak seharusnya berkata seperti itu kepada seseorang yang sudah melewati masa lalu yang lebih kelam dariku, walaupun aku tidak hidup bersama Ayah tapi aku sudah mendapatkan kasih sayang dari Ibu, sedangkan kamu tidak pernah mendapatnya"


"Haha... Kamu benar juga, selama ini aku sudah hidup di panti asuhan dari kecil, dan di waktu itu tempatku harus hancur karena perang, hanya ayahmu yang datang untuk menyelamatkanku walaupun aku kehilangan semuanya tapi dialah yang merawat ku selama aku hidup sendirian"


"Jadi kamu adalah korban perang?" tanya Putra


"Bisa dibilang begitu" jawab Krise dengan memasang wajah muram


"Kalau begitu, kenapa kamu ingin menghancurkan organisasi ini? Sambung Putra dengan pertanyaan


"Karena dengan hadirnya organisasi ini tempatmu tinggal akan dalam bahaya, karena prioritas kami adalah menaklukkan negara Mars"


"Terimakasih"

__ADS_1


"Buat apa?" bingung Krise


"Karena kamu telah melindungi ku dari jauh" balas Putra sambil menatap Krise yang terlihat sangat sedih, walaupun wajahnya ditutupi dengan tangan tapi Putra bisa tahu dari tutur nada bicara


"Sudah kewajiban ku sebagai kakak untuk melindungi mu"


"Haha.. Kalau begitu mari kita kembali"


"Kembali?" bingung Krise


"Iyah, mari kita kembali untuk menjadi keluarga yang utuh walaupun tidak ada ibu dan Ayah tapi kita berdua pasti bisa melewati itu semua" jawab Putra yang mengambil posisi duduk walaupun sedikit sakit namun dirinya berhasil untuk duduk


"Jangan bercanda!!"


"Memangnya kenapa?" bingung Putra


"Tentu saja, tanganku telah penuh dengan darah dan untuk pulang ke rumah saja aku rasa tidak pantas"


"Haha... Alasan macam apa itu" tawa Putra dengan duduk sambil menatap bulan yang kini sudah memancarkan cahayanya, sedangkan Krise masih terlentang di tanah dengan tatapan mengarah ke langit walaupun yang dilihatnya hanya bulan


"Kenapa kamu tertawa!!!" bentak Krise yang terlihat malu dengan tawa adiknya


"Bagaimana aku tidak tertawa, alasanmu sangat konyol dan tidak masuk akal"


"Hah!!" kesal Krise yang menatap Putra duduk di rerumputan


"Kita sama-sama pendosa dan kita adalah adik, kakak sudah seharusnya kita saling menompang satu sama lain, walaupun tidak sama namun kita sepadan dan menurutku itu sudah cukup untuk memperkuat alasanku untuk mengajakmu kembali ke rumah"


"Apa kamu yakin?" tanya Krise untuk memastikan


"Baiklah kalau kamu memaksa"


"Haha... Jadi kita bersaudara, aku sangat bahagia karena aku sudah tidak hidup sendirian lagi mulai sekarang" sambung Krise yang kembali berdiri setelah beberapa saat terlentang di rumput, tujuannya untuk mendekati Putra dan mengulurkan tangannya


"Ah,.. Sial, kenapa aku harus memiliki kakak yang ganteng sepertimu" keluh Putra yang pada akhir menerima sambutan dari Krise untuk berdiri


"Memangnya kenapa kalau aku tampan?" bingung Krise


"Tentu saja, aku takut wanitaku kamu tikung"


"Haha.. Mana mungkin aku merebut wanita adikku sendiri" tawa Krise dengan menggoda sehingga pipi Putra tanpa sadar langsung memerah


Dengan bantuan Krise akhirnya Putra bisa berjalan walaupun harus ditopang olehnya, dan mereka memutuskan untuk kembali menuju kapal sekutu bertujuan untuk merawat luka Putra yang kelihatannya cukup parah dan seharusnya mereka berjalan memutari pesisir pantai jadinya mereka tampak sama-sama kelelahan sebelum sampai


Sempat Putra mengeluh kepada Krise, "Kak, kenapa kita harus lewat sini sih?" tanya Putra karena melewati pasir pantai sangat merepotkan


"Yah, mau bagaimana lagi jika kita lewat hutan yang ada kita malah ketahuan oleh orang lain" jawab Krise yang terus membopong Putra dipundaknya


"Benar juga" balas Putra sambil mengernyitkan alis ke arah kapal yang kelihatannya masih sangat jauh.


Sementara dilain tempat terlihat helikopter yang di tumpangi oleh Ari dan yang lainnya sedang berada di jarak 16 Kilometer sebelum sampai di Kapal induk milik sekutu, "Tuan sebentar lagi kita akan sampai di kapal induk milik negara" ujar Pelayan Maya yang duduk di depan samping pengemudinya


"Baguslah.." sahut ari dengan tatapan dingin yang telah kembali karena tujuannya tidak hanya untuk membantu Putra namun untuk menyelamatkan ibunya karena sudah hampir 12 tahunan dia harus perpisahan dengannya


Andrian pun juga sama, dia bertujuan untuk bertemu dengan kakaknya setelah sekian lama perpisahan dengannya, bahkan kerinduan yang telah lama dipendam tidak dapat dia ungkapkan di pertemuan sebelumnya

__ADS_1


Sonia hanya membantu karena rasa suka terhadap Rian walaupun dia sudah tahu apa efekuensinya, sedangkan Rico hanya turut membantu karena pernah terjadi sebuah kejadian dimana orang tuanya harus tewas dalam kasus penyerangan di sebuah desa atau bisa dibilang satu desa dengan tempat Ari tinggal, jadi hal itulah yang membuat dia memiliki dendam terhadap Nico selagi Ketua dari Organisasi Mawar Hitam


Disela keheningan mereka tiba-tiba pelayan Maya angkat bicara untuk mengatasi rasa gugup mereka semua, "Apa, anda sudah lama mengenal nona Maya, tuan Ari?" tanyanya


"Hmm,.. Baru-baru ini, itupun pertemuan yang tidak di sengaja" balas Ari


"Begitu yah, aku harap anda tidak membahayakan nona Maya"


"Tentu saja aku tidak pernah memiliki niat untuk melukainya, bahkan untuk membawanya pun aku ragu"


"Lalu kenapa anda tidak terlihat khawatir dengan paksaan nya?"


"Maksud anda?"


"Saya melihat anda seakan-akan sangat tenang menghadapi sikap nona"


"Haha.. Anda terlalu berlebihan, jika sampai bilang kalau aku adalah orang yang tenang" tawa kecil Ari yang bersender di bodi helikopter


Andrian dan lainnya langsung tahu setelah melihat sikap Ari, kalau sebenarnya dia sangat cemas ketika Maya memaksa untuk ikut berasa mereka, apalagi tempat yang mereka tuju adalah sesuatu yang tidak biasa bagi seseorang mahasiswa


"Kalau begitu apa anda punya rencana jika nona ikut?"


"Tidak, aku tidak memiliki rencana apapun jika Maya ikut dalam perang ini"


"Hah!!!" bingung pelayan tersebut karena tertegun melihat sikap Ari yang terkesan dingin di saat menjawab pertanyaannya


"Iyah, sebenarnya aku tidak tahu harus berekspresi seperti apa, tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan melindungi Maya apapun yang terjadi terhadapnya, walaupun nyawaku menjadi bayarannya, walaupun terkesan aneh tapi memang begini imageku"


Setelah mendengar pengakuan dari Ari tanpa sadar seluruh penumpang hanya tertawa kecil yang sengaja di sembunyikan di balik telapak tangan sehingga Ari tampak sangat malu akan perkataannya dan berfikir dalam benaknya kalau dirinya ingin 'menghilang dari muka bumi'


"Aku lega melihat nona mempunyai pasangan yang siap menjaganya walaupun sedikit aneh dari yang lain" batin Pelayan tersebut yang mencoba menahan tawanya, tidak selang beberapa saat akhirnya Ari kembali berkata kepada pelayan tersebut karena ada hal yang mengganjal dihatinya


"Bisa anda jelaskan, kenapa aura tante dan Maya berbeda, tidak seperti hubungan anak dan ibu pada umumnya"


"Maksudnya?" bingung Pelayan tersebut


"Bukannya aku mencampuri tentang sesuatu yang bukan urusanku tapi ada hal yang aneh dengan aura mereka, aku merasakan tidak melihat ikatan jiwa diantara mereka" ucapan Ari membuat seluruh orang yang ada di sana menjadikannya sebagai pusat perhatian


Bahkan pelayan yang sedang duduk di bangku depan melotot menatap Ari karena terkejut akan pengamatan Ari, karena tebakannya bisa dibilang sama persis dengan ucapannya yang sedemikian rupa


"Apa aku salah?" tanya Ari untuk memastikan


"Tidak, anda tidak salah tuan Ari" balasan pelayan tersebut yang membuat seluruh orang tampak sangat terkejut dengan fakta yang memberatkan Maya akan kebenarannya


"Jadi bisakah Anda ceritakan sedikit tentang Maya, walaupun hanya sekilas?"


"Baiklah, akan saya beri tahu kepada anda kalau ibu kandung nona telah meninggal diwaktu Nona Maya masih kecil, dan ibu yang kemarin kalian lihat bisa dibilang ibu tiri Nona"


"Apa!!" kaget serentak dari seluruh penumpang helikopter kecuali Ari dan pilot helikopter, karena pilot tidak mempunyai kepentingan untuk mengetahui tuannya karena tugas ia hanya untuk mengantar penumpang menuju tempat yang mereka ingin tuju sedangkan Ari, dia sudah memprediksi semuanya jadi bisa dibilang ia sudah tahu dari awal tapi anehnya setelah semua yang dibicarakan di pejalan, tidak menggambarkan ekspresinya


**********


𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖


𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..

__ADS_1


𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋


__ADS_2