Fire And Water

Fire And Water
Cp 21# Mawar Hitam


__ADS_3

Disaat itu juga suasana langsung mencengkram karena dengan mendadak kevin langsung panik, awalnya ia pikir ziel tidak akan bisa bergerak karena ia sudah mengepung markasnya, namun siapa sangka kalau ziel berfikir dengan nekat yaitu mengirim pesawatnya menuju negara tetangga


"Gawat!!, sekarang Kirimkan pasukan udara kita kejar dia, sebisa mungkin jangan biarkan dia lolos" perintah kevin dengan panik


"Baik, pak" balas Tentara tersebut yang langsung berlari meninggalkan tenda


"Tuan kevin ada apa, kenapa ada jadi panik begini seperti bukan anda saja" bingung miya dengan atasannya karena sepanjang ia bersama kevin, dirinya belum pernah melihat kevin se-panik ini


"Miya ini bahaya jika pesawat itu sampai di negara sebelah maka selesai sudah nasib kita, kerena tujuan pesawat itu terbang adalah untuk meminta bantuan pada negara Scarlet"


"Lalu kita harus apa tuan kevin jika bantuan musuh datang, aku tidak bisa menjamin kalau kita bisa menang melawan dua negara sekaligus" bingung miya


"Tentu saja, mempercepat rencana kita dan jika rencana ini gagal, maka salah satu peluang kita adalah mundur karena jika kita lambat sedikit saja, maka habis kita dibunuh oleh musuh"


"Tapi tuan, rencana ini belum sepenuhnya matang aku hanya takut banyak Tentara kita yang belum sanggup melaksanakannya" jawab miya


"Kalau begitu kita serang dari 2 sisi dulu, jika gagal kita mundur satu langkah untuk memasang kuda-kuda, aku jamin dengan begitu Tentara akan sanggup dengan rencana ini"


"Berarti kita hanya berharap pada waktu saja"


"Benar, kita berharap pada waktu jika kita lambat melangkah maka selesai nasib kita namun jika kita lebih dulu melangkah maka selesai misi kita"


"Kalau begitu mari kita susun strategi, aku akan memimpin pasukan tenggara dan tuan kevin akan memimpin pasukan selatan dengan begitu setiap kubu akan di pimpin satu pemimpin"ujar miya


"Kali ini aku setuju dengan pendapatmu miya, dan


kita akan bergerak pada malam hari" jawab kevin


"Siap, tuan kevin"


"***"


Ditempat vera tepatnya di tenda medis dimana Putra dirawat masih terlihat vera yang masih terus menunggu bangunnya Putra dari koma, hingga tak lama ada seorang pria paru baya, dengan kursi roda


"Bagaimana kondisi nak Putra?!" tanya ayah vera


"Masih belum ada kemajuan, dan papa bagaimana dengan pertemuannya?"


"Semuanya sudah selesai hanya tinggal menunggu waktu saja, awalnya aku cukup terkejut dengan tekad Putra dalam perang ini, tapi memang aku harus berterimakasih padanya karena sudah mau membantuku kali ini, kalau bukan karena dia mungkin aku sudah kalah saat ini"


"Menurutku dia telah melakukan yang terbaik untuk kita semua dan ini juga adalah salahku, karena aku terlalu memberinya beban untuk ditanggungnya" ucap vera dengan meneteskan air mata


"Sudah Jangan menangis vera, lebih baik kamu fokus saja untuk merawatnya nanti kalau sudah sadar baru kamu marahi" ujar ayahnya yang memegang kepala vera


"Papa, Sebenarnya berapa persen peluang kita bisa menang?? Tanya vera yang sudah kembali tersenyum

__ADS_1


"Tentu saja 80%, kamu lihat saja nanti, papa jamin kalau kita bisa menang dengan cepat"


"Kenapa papa, berbohong!! Ketus vera seketika memasang wajah serius


"Papa tidak berbohong kok, tapi sebelum itu papa ingin bertanya kepadamu tentang perlengkapan medis kita" ucap ayah vera dengan mengalihkan pembicaraan


"Kalau perlengkapan medis, papa tak perlu khawatir karena aku sudah menghitung semuanya dan perkiraan dari jumlahnya kita mungkin bisa memakainya sampai perang berakhir, walaupun kita tidak tau siapa yang akan kalah"


"Kalau begitu papa pergi dulu untuk memastikan keadaan, kamu tidak perlu khawatir tentang apapun itu karena papa ada disini"


"Tunggu!!, kondisi papa saat ini kurang sehat sebaiknya papa istirahat saja dulu, biar aku saja yang menggantikan tugas papa" sambung vera


"Kamu itu sudah menjadi pemimpin tim medis, mana mungkin papa membiarkan kamu menjalani dua tugas sekaligus"


"Tapi vera tidak apa-apa kok, asalkan papa tidak memaksakan diri, menurut vera itu sudah lebih dari cukup, meskipun harus menanggung beban yang berat"


"Haha.. Seharusnya Putra yang bilang seperti itu bukan kamu, tapi tetap saja papa tidak akan membiarkan kamu berada digaris depan" balas ayah vera yang langsung meninggalkan tenda


Saat itu vera hanya bisa menghela nafas karena sering kali melihat ayahnya keras Kepala, terkadang vera sangat ingin menghubungi ari dan maya, tapi hal tak terduga terjadi yang mana sinyal androidnya secara tiba-tiba menghilang


"Sebenarnya apa yang terjadi disini, kok perasaan aku jadi tidak enak" gumam vera dengan gelisah


Waktu terus berlalu hingga saatnya tiba dimana waktu sudah menunjukkan pukul 9 PM, awalnya tentara Ziel mengira kalau musuh tidak akan menyerang di malam hari, namun dugaan mereka salah dengan tiba-tiba terdengar suara meriam yang menghantam tembok pertahanan


Seketika suara tersebut membangunkan tentara yang sedang tidur maupun, anggota medis yang sedang beristirahat di tenda, "Suara apa itu?" bingung Vera yang baru bangun dari tidurnya, tidak lama kemudian terdengar suara tentara yang berteriak sambil membunyikan alarm darurat


"Musuh menyerang, segera persiapan diri kalian" teriak salah satu tentara dengan mengangkat senjatanya ke atas, disaat itulah perang terjadi lagi suara tembakan terus terdengar dimana-mana


Disisi lain terlihat ayah vera yang berusaha untuk pergi ke lapangan bersama salah satu tentaranya, "bagaimana keadaan di sana, dan berapa banyak Tentara musuh yang menyerang?!" tanya ayah vera kepada tentara tersebut


"Jumlah tidak diketahui karena situasi yang gelap menghalangi pandangan dan keadaan di sana sangat panik, Pak"


"Gawat!!, kita harus secepatnya sampai, jika tidak akan banyak korban yang berjatuhan" seru ayah vera dengan panik


Sedangkan vera yang ada di garis terakhir sangat bingung harus apa karena dia sudah tidak bisa berbuat banyak, sedangkan tentara yang datangan terus bertambah, "Nona bisa kamu jelaskan berapa jumlah orang yang masuk saat ini dan aku harus berada di tenda berapa?" tanya vera kepada staf di sana


"Saat ini jumlah orang yang terluka lumayan banyak sudah 56 orang yang dirawat kalau nona mau gabung, nona bisa gabung ke tenda 34 di sana masih belum ada yang mengisi" balasnya


"Baik, aku akan mengurus yang di sana, kalau bisa kamu bantu aku untuk mengawasi tenda nomor 3 karena di sana ada orang penting" ujar Vera tanpa pikir panjang langsung menuju ke tenda nomor 34


Sepanjang malam pertempuran terus berlanjut ayah vera yang saat itu memandu tentaranya pun sudah tidak tau harus apa, karena jumlah dan fasilitas yang tidak memungkinkan untuk memukul lawan mundur


Sedangkan di tenda putra mulai tersadar dari komanya, karena mendengar bunyi ledakan dan jeritan orang-orang, walaupun kondisinya masih terlalu lemah tapi ia tidak ingin berbaring terlalu lama di ranjang sedangkan yang lain masih berjuang di medan perang


Dengan tekad putra mulai berjalan keluar dari tenda walaupun badan masih lemas tapi dirinya ingin memastikan keadaan diluar dengan mata kepalanya sendiri, dan alangkah terkejutnya ian ketika melihat benteng pertahanan arah selatan telah rata menjadi puing-puing bangunan

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi selama aku pingsan" bingung Putra dengan wajah terheran-heran, sambil memperhatikan sekelilingnya dengan wajah sedih ia melihat tentara dengan anggota tubuh yang sudah tidak lengkap


"Benar-benar kalian semua telah membuatku muak dengan perang ini jika aku punya kekuatan maka akan aku gunakan untuk menghentikan kalian π™ˆπ˜Όπ™’π˜Όπ™ π™ƒπ™„π™π˜Όπ™ˆ!!!" teriak putra dengan wajah kesal yang diselimuti amarah, hingga seketika keluar sebuah kobaran api merah dari tubuh putra, yang memberikan Putra kekuatan


Namun Putra telah jatuh kedalam lubang amarah, sampai membuatnya hilang kesadarannya dan bergerak ke medan pertempuran dengan api menyala di tubuhnya, "Bunuh, mereka semua yang telah menghancurkan kedamaian ku!!" Gumam putra dengan api membara


Hingga banyak tentara di sana merinding ketakutan ketika melihat Putra karena auranya sudah menghasilkan panas yang luar biasa, "Panas!!, ada apa ini kenapa pemuda itu mengeluarkan api yang amat panas?" seru salah satu prajurit yang tersungkur ke tanah sambil merinding ketakutan


Sedangkan Putra saat itu tidak menghiraukannya karena dirinya sudah terlarut dalam api amarah hingga tidak merasakan apapun disekelilingnya, semua yang ada di kepalanya hanya balas dendam kepada anggota organisasi mawar hitam


Sampai Kabar tentang Putra kini sudah tersebar ke kuping Vera dan Ziel dan alangkah terkejutnya mereka ketika mendengar, Putra yang ingin menuju ke medan perang seorang diri, Dan tanpa pikir panjang Vera langsung berlari menyusul Putra agar ia bisa menghentikannya sebelum terlambat


Sedangkan untuk Ziel, ia tidak bisa menghentikan Putra karena dirinya sudah sibuk dengan pekerjaannya, tetapi ia berharap agar tidak terjadi


suatu hal yang berbahaya menimpa Putra


Malam itu adalah malam yang mengerikan yang mana rumput subur dari gunung kini sudah menjadi lautan darah, mayat dimana-mana dan ada juga orang-orang yang sudah terluka namun tidak mendapatkan perawatan medis karena posisi yang tidak memungkinkan untuk mengamankannya


Hingga sampai dimana tentara mawar hitam memasuki benteng pertahanan dengan bantuan tank yang menjadi perisai mereka, sedangkan untuk pesawat jet saat itu mereka masih sibuk dengan pertempuran di udara, walaupun hasilnya sudah ketahuan


Sedangkan Putra dengan api yang membara membakar dirinya tidak gentar sedikitpun ia masih terus melanjutkan langkahnya, hingga di mana ia melihat segerombolan tentara masuk kedalam pintu gerbang yang telah di bobol


Karena marah Putra langsung menyemburkan api dari mulutnya ke arah tentara musuh, hingga membuat segerombolan itu berlari sambil memadamkan api yang membakar tubuh mereka


"Monster,.. Tembak dia" teriak salah satu tentara yang berlindung di tank hingga tidak terkena api dari semburan Putra


Dengan serentak tentara yang ada menembaki Putra dengan penuh rasa ketakutan walaupun semua usaha mereka tidak membuahkan hasil, itu karena api yang menyelimuti tubuh Putra membuat Putra mendapatkan perlindungan dari peluru


"Apa-apaan ini, kenapa semua peluru kita tidak ada yang mengenainya!!!" heran salah satu tentara musuh sambil mengisi amunisi senjata


𝘿π™ͺ𝙖𝙧𝙩...


Terdengar suara tembakan dari tank ke arah Putra hingga membuat Putra terpental 10 meter jauhnya, "Agha" jerit Putra sambil terbanting ke tanah, Walaupun itu sudah menjadi kemajuan untuk tentara musuh, namun mereka masih tidak percaya akan Putra yaitu bisa selamat tanpa ada badan yang hancur, sedangkan yang menembak Putra adalah sebuah peluru tank dengan peluru berkali-kali lipat lebih besar


Dengan penuh luka Putra kembali berdiri walaupun terkena tembakan tank sudah memberinya efek rasa sakit, tapi aura api telah melindunginya agar tubuh Putra tidak hancur berkeping-keping saat terkena peluru segitu besarnya


Sebenarnya selama pertempuran Putra telah mengaktifkan mode badas dan skill pertamanya Walaupun itu berada di kondisi setengah sadar, skill pertamanya berupa Perisai Api


"Apa dia monster, peluru tank saja tidak bisa menghentikannya!!" seru salah satu tentara musuh yang merasa takut dengan Putra


"Jangan menyerah sekarang tembakan lagi dengan peluru tank, aku tidak yakin kalau kali ini ia bisa selamat" balas rekannya yang sudah merasa frustasi


Untuk kesekian kali tank yang menembakkan pelurunya kearah Putra dengan cepat putra hanguskan karena ia tidak ingin membuat kesalahan yang sama terulang kembali, hanya dengan ayunan tangan peluru yang amat besar itu hangus menjadi abu


Hingga membuat tentara musuh terkejut dan takut dengan apa yang mereka lihat, "Monster" teriak salah satu tentara yang kabur meninggalkan medan perang, dengan di ikuti oleh rekan-rekannya, walaupun Putra saat itu sangat marah namun ia tidak ingin menjadi seorang pembunuh jadinya ia hanya membiarkan tentara tersebut kabur terbirit-birit

__ADS_1


__ADS_2