
Setelah kira-kira 10 menit lamanya akhirnya Lian tidak mendengar obrolan dari wanita tersebut sehingga dia memberanikan diri untuk memasuki tenda, dan terlihat di sana 4 gadis yang duduk berdampingan yang salah satunya sedang menangis di bawah sandaran Sina karena bingung Lian segera melontarkan pertanyaan kepada sina
"Ada apa dengan, Riza?" bingung lian sambil menenteng plastik dengan isi makanan yang akan menjadi suplai makanan untuk makan malam mereka
"Sssttt,.." bising Sina sambil meletakkan jari telunjuk dibuah bibirnya
"Hmm,.." karena perintah dari sina, Lian hanya bisa membalasnya dengan dehaman sambil meletakkan sebungkus plastik di meja bersama barang medis diletakkan
"Lian, bagaimana keadaan di sana?" tanya sofia dengan nada berbisik
"Nikolaus sedang mengadakan rapat dadakan, untuk tentara yang tersisa agar mereka tidak menyerahkan diri ke pihak negara"
"Begitu yah"
"Kurang lebih begitu, karena perang ini kita harus kehilangan sebagian besar rekan kita"
"Kalau begitu apa rencana kita untuk mengalahkan organisasi Mawar Hitam akan segera terwujud!!" tanya sofia
"Bisa dibilang seperti itu, tapi apa kamu yakin kalau pawang Nikolaus akan diam saja"
"Maksudmu?" bingung Sofia
"Negara Scarlett yang menjadi pelindung dibalik bayangan dari organisasi mawar hitam"
"Haa.. Ternyata memang tidak semudah itu" hela nafas panjang Sofia dengan menundukkan kepala
Lian hanya bisa terdiam sambil menatap Samuel yang kini masih tergeletak di kasur dengan badan penuh perban, disertai tangis dari Riza yang masih terus menangis terisak-isak di bawah pelukan sina
Walaupun tidak tahu pasti, namun Lian bisa tahu kalau kesedihan riza ada kaitannya dengan kematian Yuno
"Riza sebaiknya kamu tenangkan dulu dirimu, agar tidak terlalu terlarut dalam kesedihan, karena mau bagaimanapun kematian adalah hal yang wajar apalagi jika kita berada di medan pertempuran" bujuk Lian tanpa ekspresi
Akan tetapi tanggapannya tidak direspon kecuali mendapatkan sebuah tatapan yang tajam dari sina yang menandakan kalau dirinya lebih baik diam dari pada berbicara
"Sebaiknya kamu duduk dulu di kursi, dari pada berdiri seperti patung di sana!!" perintah sofia kepada Lian dengan menunjuk ke arah kursi kosong disebelahnya sehingga dengan menurut Lian duduk di samping Sofia
Dilain tempat terlihat beberapa orang yang duduk di satu ruangan yang bernama ruang 00 yaitu didalam kapal induk milik negara Jupiter, Putra duduk diantara orang penting seperti jendral dan komandan perang milik abdi negara Jupiter dan Mars
Mereka duduk untuk membahas rencana awal mereka yaitu mengalahkan mawar hitam secara matang hingga tidak menjatuhkan korban, akan tetapi dari sekian banyak perbincangan ada satu orang yang tidak setuju akan usulan penyerangan secara ulur waktu, karena sangat berbahaya jika organisasi mawar hitam mendapat bantuan dari orang luar
Antara lain dia adalah jendral dari Mars yang menentang keras akan ulur waktu dalam pemberantasa, sehingga banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan dari Putra maupun orang lain
"Ada apa denganmu, jendral?" bingung putra karena formasi mereka ditolak mentah-mentah oleh seorang jendral dari Mars yang bernama Leon umurnya baru 32 tahun, dan tinggi badan mencapai 170 cm
(𝙉𝙤𝙩𝙚: 𝙉𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙙𝙧𝙖𝙡 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙛𝙞𝙜𝙪𝙧𝙖𝙣!!)
Penolakan tersebut langsung dimintai penjelasan oleh putra dan yang lainnya, sehingga beberapa menit kemudian jendral itu menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan, sambil menyumet rokoknya lalu berkata dengan kata penuh penekanan, bahkan orang yang melihat tingkahnya kini tidak bisa berkata-kata
Karena tingkah dan ekspresinya menunjukkan kalau ada sesuatu hal yang sangat penting sampai membuat seorang jendral menghembuskan nafas penuh beban
"Kita tidak bisa mengulur waktu lebih lama lagi, karena bantuan dari mereka akan tiba cepat atau lambat" ucapan tersebut memecah suasana hening di ruangan
"Maksud anda apa?" bingung dari jendral Jupiter sambil menaikan alisnya
"Ternyata negara Scarlett yang kita kira teman ternyata adalah musuh dibalik selimut" balas lion tanpa basa-basi justru malah langsung ke intinya
Mendengar alasan dari Lion seluruh orang langsung terkejut tidak terkecuali Vera, walaupun dirinya tidak tahu apapun tapi dirinya sedikit shock ketika mendengar sesuatu yang tidak dirinya duga
"Apa!, jangan bercanda kamu!!" emosi sang Jendral Jupiter dengan wajah merah padam, karena menyangka negara jahat adalah suatu kejahatan bagi perwira persatuan bangsa
__ADS_1
"Aku tidak bercanda, dan apa yang aku sampaikan sesuai dengan bukti nyata" bahkan perkataan lion tidak mengubah sedikitpun ekspresi seriusnya
"Bukti?" bingung Putra
"Apa kamu remaja yang bernama putra?" bukan menjawab justru lion bertanya balik ke putra
"Iyah, itu namaku"
"Kalau begitu apa kamu kenal dengan dika seorang tentara negera?"
Setelah menyebut nama itu entah kenapa perasaan putra menjadi meledak-ledak, karena rasa ingin bertemu dengannya seketika naik daun, sehingga membuatnya bertanya dengan penuh kepercayaan kepada Lion
"Aku kenal dengan dia, bisa kamu beri tahu aku dimana dia?" tanya Putra dengan antusias bahkan Vera sembari tadi hanya diam kini mulai penasaran dengan orang yang dimaksud oleh putra
"Hmm,.." akan tetapi cuman deheman saja yang didapat oleh putra ketika bertanya tentang orang tersebut
"Ada apa?" bingungnya
"Maaf sebelumnya, aku ingin memberi tahu kamu kalau dika sudah tewas ketika ia berusaha untuk melindungi ku" tampak dari muka jendral Lion dengan ekspresi sedih yang mendalam akibat kematian dari salah satu anak buahnya
"Aku yakin kamu pasti bercanda, tidak mungkin dia mati!!" ucap putra dengan nada tinggi namun emosinya tidak direspon oleh Jendral Lion sehingga putra sudah sangat marah dengan kenyataan yang selalu saja kejam untuk dirinya
"Ha-ha,.. Aku sudah yakin kalau semua tidak akan selesai jika akarnya saja tidak langsung di cabut" gumam putra dengan memasang muka datar dan tatapan kosong
Vera yang melihat putra sedih ingin sekali menenangkannya namun apa daya, posisinya kurang tepat jika ia memenangkannya karena situasi sangat ramai dengan orang-orang penting, atau bisa dibilang Vera 100% terjangkit rasa malu untuk menghibur pria
"Aku yakin kamu pasti sedang berduka dengan kematiannya, jika kamu mau kamu bisa saja menyalahkan aku, karena mau bagaimanapun dia mati karena melindungi ku" ujar lion
"Tidak, aku tidak akan marah terhadapmu karena sudah seharusnya seorang tentara melindungi negara dan atasannya"
"Terimakasih atas pengertiannya"
"Kamu benar"
"Tapi sebelum itu bisa kamu melanjutkan penjelasan kamu tentang penolakan rencana kita?" potong jendral Jupiter dengan membakar sebatang rokok lalu menghisapnya secara perlahan
Bahkan Putra yang melihat seluruh anggota rapat merokok didepannya membuat ia merasa ingin sekali untuk mencicipinya namun tekadnya harus diurungkan karena melihat Vera duduk di samping membuatnya tidak bisa melakukan hal tersebut
"Jadi ada kemungkinan kalau organisasi ini berdiri akibat bantuan orang dalam, apalagi melihat banyak kejanggalan disini membuatku yakin kalau mereka mendapat dukungan dari orang yang cukup kuat"
Jendral Lion kembali menjelaskan tentang argumen kontra nya terhadap rencana jendral Jupiter karena beberapa alasan salah satunya negeri yang mereka takuti yaitu negara Scarlett yang menjadi biang keladi di konflik saat ini
Akibatnya sang Jendral Jupiter (Gito) memberikan pertanyaan kepada Lion mengenai faktor kecurigaannya terhadap organisasi Mawar hitam
"Bisakah kamu jelaskan tentang hal yang membuat kamu yakin kalau organisasi mereka ada yang mengcover?"
"Sebenarnya hal ini sangat kalian ketahui namun jarang kalian pertanyaan, yaitu suplai senjata mereka"
"Senjata?" bingung Gito dengan terheran-heran
"Benar, walaupun senjata mereka tidak begitu meyakinkan kalau mereka memiliki orang dalam namun bisa kita lihat kalau senjata mereka bukanlah senjata produksi"
"Kenapa anda bisa beranggapan seperti itu?" tanya Gito
"Coba kamu lihat mereka memiliki tank, Artileri, dan anti-tank, semua itu mereka dapatkan dari mana jika bukan bantuan orang luar"
"Kalau begitu, anda tahu dari mana kalau Scarlett lah dalang dibalik ini semua"
"Dari salah satu pemberontak organisasi"
__ADS_1
"Pemberontak?" bingung Gito
"Benar, kurang lebih seperti itu namun saat ini dia sedang dibawa oleh temannya, karena terakhir kali aku ditolongnya hingga dirinya mendapat luka parah"
"Hmm,... Begitu, yah"
Disaat suasana masih serius tiba-tiba terdengar gemuruh ledakan dari luar kapal, tidak hanya ledakan namun tembakan mesin pun dilepaskan, sehingga dengan segera mereka beranjak dari tempat duduk lalu bertanya kepada dua tentara yang menjaga di ambang pintu
"Apa yang terjadi?" tanya Gito kepada dia tentara yang berjaga di pintu
"Kami juga tidak tahu, jendral" jawab salah satu dari mereka
"Periksa!!" perintah Gito kepadanya
"Baik" jawab tentara tersebut dengan tegas lalu pergi meninggalkan ruang rapat, bahkan temannya yang satunya pun ikut bersama dia keluar ruangan, sampai seluruh anggota rapat merasa gelisah yang akhirnya ikut keluar bersama tentaranya
Namun ditengah perjalanan keluar datang salah satu tentara yang kebetulan ingin melapor kepada sang jendral mereka, sehingga disaat ia buru-buru, dirinya kebetulan berpapasan dengan atasannya
"Lapor jendral!!" suara tegas dari tentara pelapor kepada jendral sambil memberi hormat
"Apa yang terjadi?" tanya jendral Lion
"Kita mendapat serangan dari jet tempur yang entah datangnya dari mana, namun jumlahnya cukup banyak sehingga kita sedikit kesusahan untuk mengatasinya" laporan dari tentara tersebut membuat putra teringat dengan pertempuran sebelumnya yang pernah terjadi di negara pluto
Walaupun organisasi ini tidak memiliki lapangan terbang tapi mereka masih memiliki pesawat yang mewadahi sehingga mereka bisa menggunakan kapal sebagai landasan terbang, namun kali ini dirinya tidak mengetahui asal-usul kapal tersebut berada jadinya ia sedikit bingung bagaimana pesawat bisa lepas landas di daerah hutan
Sementara lain tempat Nicolaus dan beberapa tentara sisa sedang sibuk menerbangkan pesawatnya, dibalik gunung yang di sana sudah terdapat landasan pesawat rahasia yang memang disembunyikan olehnya agar tidak bisa diraih oleh musuh
Dengan semak sebagai kamuflase membuat ruang rahasia tersebut tidak terdektesi oleh musuh, landasan mereka berada didalam tanah atau ruang bawah tanah dengan luas mencapai 100 kilometer dekat istana, karena tempat itu sekaligus dipakai untuk ruang tempat tahanan dan persembunyian mereka
Pesawat yang ada pun sekisar 50 buah dengan pilot profesional yang siap menerbangkan pesawat, karena situasi sedang genting dengan terpaksa Nicolaus mengeluarkan senjata pamungkasnya walaupun dirinya sudah meminta sekretarisnya untuk menghubungi bantuan dari Scarlett, namun Joko tidak menggubrisnya
Bahkan dirinya justru malah mengacuhkan perintah tuannya, karena tujuan awalnya hanya untuk membunuh Nicolaus, namun bukan berarti dirinya bisa melakukannya secara terang-terangan melainkan dia memberi informasi palsu yang berupa 'Mereka akan datang setelah matahari terbit'
Dibawah rembulan dari remang-remang cahaya terlihat Joko berdiri di bawah pohon dekat pintu masuk ruang bawah tanah, dirinya berdiri sambil menggenggam ponselnya dengan tatapan tajam ke arah lawar handphone, namun tidak lama kemudian terlihat sekilas senyum sadis di bibirnya, dengan bergumam, "Ajal sudah ingin menjemputmu, Nicolaus, walaupun disaat itu tubuhmu dikendalikan oleh roh jahat namun aku menghitungnya kalau kamu telah membunuh ayah angkat ku"
Terlihat seluruh sistem komunikasi di pulau tersebut secara tiba-tiba padam, tidak hanya sinyal tapi listrik pun ikut mati sehingga akan sangat sulit untuk menghubungi orang luar jika ingin meminta bantuan
Tujuannya cuman satu, yaitu menghentikan komunikasi Nicolaus kepada negara Scarlett supaya organisasi Mawar hitam tidak bisa meminta bantuan dari negeri tersebut, Sampai-sampai dirinya kembali bergumam namun kali ini dia tidak tersenyum melainkan memasang ekspresi sedih
"Putra, aku sadar perbuatan ku sungguh jahat namun alangkah baiknya jika aku hancurkan dunia ini yang jelas-jelas telah menolak ku, karena dengan Nicolaus mati maka kekuatan roh jahat yang ada didalam tubuhnya akan terlepas dan membuka 12 gerbang yang nantinya akan menghancurkan seluruh jagat raya" gumamnya dengan rasa yang bersalah
12 gerbang adalah suatu segel yang didalamnya berupa bagian roh dari seorang pengusaha kekuatan jahat, karena disaat ia mati melawan penguasa element, dirinya membelah rohnya dengan harapan akan bangkit kembali disaat seluruh roh kembali berkumpul namun semua dugaannya tidak tepat
Karena secara perlahan roh tersebut mulai menghilang akibat kikisan dunia manusia yang akhirnya terjadi perubahan pada roh tersebut yang berupa gerbang dengan tinggi sampai beberapa meter namun bersembunyi di dalam tanah, dan akan keluar kepermukaan disaat waktunya sudah tiba
Dengan inti jiwa sebagai kunci dari 12 gerbang tersebut yang di serahkan kepada manusia bernama Nicolaus yang merupakan bidaknya akan tetapi sebagaian orang salah dalam mengerti, mereka mengira kalau dibalik gerbang tersebut adalah manusia buatan sang penguasa kegelapan
Padahal didalamnya adalah roh yang siap kapan saja menggabungkan diri ketika inti jiwa memanggil mereka kecuali penjaga gerbang, mereka bukan manusia ataupun roh, melainkan seekor kloning dari tubuh sang penguasa dengan memberi mereka satu tugas yaitu membebaskan tuannya
Semua itu diketahui oleh Joko karena dirinya bersekutu dengan kloning penguasa kejahatan untuk menghancurkan dunia beserta isinya, kecuali manusia berkemampuan karena sang penguasa akan menggunakan mereka sebagai tentara dunia dan lima element sebagai pion-nya
**********
𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖
𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..
𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚
__ADS_1