
Disebuah tempat yang letaknya di pinggiran kota atau bisa di bilang tempat perkumpulan orang tidak mampu, terlihat Ari yang saat itu terbaring lemah di sebuah rumah yang di huni oleh nenek tua, karena rumah dari orang yang telah menolong Ari adalah seorang nenek tua, ceritanya ketika Ari di tanya oleh nenek itu akan tetapi dia tidak menanggapinya karena seketika badannya langsung terjatuh
Disaat Ari terjatuh nenek tersebut sempat panik namun karena dia tidak mempunyai uang akhirnya dia memutuskan untuk membawa Ari ke rumahnya yaitu di sebuah tempat pinggiran kota dengan harapan Ari dapat pertolongan tanpa ada biaya
Hingga fajar menyingsing akhirnya Ari terbangun dari pingsannya dan alangkah terkejutnya dia ketika tau kalau saat itu dia berada di sebuah gubuk tua dengan keadaan yang cukup memperihatinkan, dirinya sempat bingung dengan keberadaannya
Tidak lama melamun akhirnya datang seorang nenek tua yang membawakan sebuah mangkuk dengan terisi air hangat, saat itu Ari bertanya-tanya kepada dirinya sendiri karena sudah tidak tau harus berkata apa hingga nenek tersebut berkata dengan nada gemetar
"Nak, Apa kamu sudah sehat?!" tanya nenek tersebut dengan nada gemetar, ari yang melihat nenek tersebut cukup heran karena nenek tersebut sudah sangat tua, terlihat jelas karena jalannya sudah membungkuk
Dengan wajah bingung Ari hanya menjawab, "A-aku sudah baikan, han-ya saja badan masih sangat sakit" balas Ari dengan suara terbata-bata
Akan tetapi nenek tersebut hanya membalasnya dengan senyum tulus sambil berkata, "Baguslah kalau seperti, itu tandanya kamu harus lebih banyak istirahat lagi" jawab nenek dengan nada lemah lembut
"Apakah nenek yang menyelamatkan aku?" tanya ari dengan pelan
"Iya itu benar, dan maafkan nenek kalau tidak bisa membawamu ke rumah sakit"
"Tidak apa-apa nek, seharusnya aku yang bilang terimakasih karena sudah mau menolongku, kalau saja tidak ada nenek mungkin aku sudah mati dijalan"
Nenek itu hanya tersenyum ketika melihat ari bersikap lemah lembut sambil berkata "Kalau begitu ini air hangatnya kamu gunakan untuk membasuh badanmu yang kotor, karena kamu sudah 2 hari, kamu tidak sadarkan diri" ucap nenek
"Apa!!, 2 hari" kaget Ari dengan wajah panik dia segera beranjak dari ranjangnya akan tetapi karena luka di tubuh membuat Ari merintis kesakitan, sebenarnya dia bisa sembuh dalam beberapa hari jika ia di rawat di rumah sakit tapi karena dia di rawat secara tradisional akhirnya membuat masa penyembuhan lebih lama
Tidak hanya badan yang sakit tapi perut juga kosong akibat 2 hari ini dia belum mengisi dengan makanan, perut ari berbunyi hingga terdengar oleh nenek dengan serentak nenek itu berkata, "Kalau adik lapar, nenek akan memaksakan sesuatu untuk di makan jadi tunggu disini ya" ucap nenek tersebut sebelum dia keluar dari kamar
Saat itu ari merasa tidak enak dengan nenek karena sudah berkali-kali merepotkan nya, tapi dia juga tidak bisa menolak karena melihat kondisi tubuh yang saat itu sangat lemah membuatnya tidak berdaya bahkan untuk bergerak pun susah
Tidak lama nenek tersebut datang dengan membawakan semangkuk sup hangat, dia datang dengan jalan yang pelan hingga Ari ingin sekali membantu nenek tersebut, "Nak, maafkan nenek kalau sedikit membuatmu menunggu lama, tapi kamu tenang saja nenek sudah membawakan kamu sup hangat walaupun tidak seenak makanan luar mungkin ini bisa mengganjal perutmu"
Dengan senyum Ari berkata, "Tidak apa-apa nek, lagian aku yang seharusnya berterimakasih kepada nenek karena sudah mau repot-repot merawat aku" balas Ari sambil menerima sup pemberian nenek tua saat itu Ari sangat lapar membuatnya mencicipi sup buatan nenek dengan penuh perasaan dia berkata dengan lantang, "Enak" Gumam Ari yang mata berbinar
__ADS_1
Kata-katanya terdengar hingga ke kuping nenek hingga nenek tersebut tersenyum bahagia melihat Ari seperti cucunya sendiri, walaupun mereka hanya sebatas kenal, "Kalau boleh tau siapa nama kamu, nak?" tanya nenek sambil mencoba untuk duduk di samping Ari
Awalnya Ari sibuk dengan makanannya namun semua itu berubah ketika nenek menanyakan namanya, "Namaku Ari, Nek" jawab Ari sambil mengunyah makanan, dengan tertawa nenek tersebut berkata, "Nak Ari, sebaiknya kamu makannya sedikit pelan-pelan karena bahaya kalau tersedak" ujar nenek tersebut hingga membuat Ari memelankan kecepatan memakan
Dilain tempat terlihat putra yang baru bangun dari KoManya dengan perasaan bingung dia bertanya-tanya karena saat itu dia bangun dalam keadaan sepi tanpa ada orang di ruangannya, sampai tidak lama datang suster yang bertugas untuk mengecek pasien dan terkejut dia ketika melihat Putra sadar
Dengan cepat suster itu datang menghampiri Putra sambil berkata, "Adik Putra anda tidak apa-apa, apa ada yang anda rasakan saat ini?!" tanya suster sambil melihat kondisi Putra dari teknologi pemeriksa yang ada di sana
"Saya tidak apa-apa, tapi dimana teman-teman saya kok rasanya sepi sekali?" tanya Putra sambil memperhatikan sekelilingnya namun Suster itu berkata kalau Teman Putra saat ini sedang berada di sekolah hingga akhirnya Putra ingat kalau Maya dan Vera masih sekolah
"Aduh,.. kenapa aku jadi orang bego sekarang, padahal aku seorang pelajar dan aturannya aku sangat tau dengan jam sekolah" batin Putra sambil mengamati suster tersebut keluar dari ruangannya
Waktu demi waktu terlalui hingga Putra dan Ari kini sudah pulih secara bersamaan, di sisi Putra dia selalu di temani oleh Vera dan Maya hingga membuat suasananya penuh dengan canda dan tawa akan tetapi Vera tidak ingin menceritakan tentang hilangnya Ari karena mereka takut akan membuat Putra panik dan akhirnya hal tersebut menjadi beban pikirannya
Sedangkan disisi Ari dia di rawat oleh nenek tua yang menyelamatkannya dan sepanjang pemulihannya dia selalu dipenuhi dengan kasih sayang layaknya seorang nenek kepada cucunya, itulah kenapa sifat Ari kini sedikit berubah yang mana dia sekarang memiliki hati yang lembut
Akan tetapi pemulihan mereka bukanlah suatu hal agar mereka bisa berkumpul lagi, karena Ari dan Putra mereka sedang mengurus masalahnya masing-masing atau bisa dibilang mereka akan berpisah dalam beberapa masa yang akan mendatang khususnya untuk Ari saat ini dia sangat ingin membantu nenek tua yang sudah menolongnya dari suatu problem dan karena hal itu membuatnya menunda kepulangannya
Di sore hari akhirnya Ari terbangun dari tidurnya dan mencoba untuk berjalan keluar rumah dan alangkah terkejutnya dia setelah melihat suatu pemandangan yang bukan main hebatnya, yaitu di mana rumah nenek itu tinggal berada disebuah lahan kecil yang di sekelilingnya di penuhi dengan air danau atau bisa di bilang menyerupai pulau tapi bedanya di sana hanya dipenuhi dengan rumah-rumah jelek dan kusam di semua rumah termasuk rumah nenek
Namun setelah dilihat-lihat Ari hampir 70% orang yang tinggal di sana lebih memilih berjalan kaki dari pada menggunakan perahu Walaupun mereka sudah tau jaraknya, tak lama berkeliling tiba-tiba terdengar suara nenek-nenek yang menghampirinya dia antara lain adalah orang yang pernah menolongnya saat itu nenek datang sambil berkata, "Apa yang kamu lakukan disini, Nak Ari?" tanya nenek tersebut sambil memegang sebuah kantung plastik hitam ditangannya
"Haha,.. Tidak ada kok Nek, aku hanya sedikit berfikir tentang berapa ketidak pedulian mereka terhadap rakyat pinggiran" balas Ari sambil memandang kearah kota
"Nak Ari, sebaiknya kamu jangan terlalu berfikir ke sana karena tidak ada gunanya menunggu mereka mengirim bantuan, lagian kami rakyat pinggiran juga sudah terbiasa dengan hidup kami yang serba susah"
Setelah mendengar itu entah apa yang dipikirkan Ari dia merasa kalau dugaannya salah terhadap pimpinan kota yang selalu di puji di mana-mana, hingga tak lama nenek tersebut menepuk pundak Ari sambil berkata, "Ayo Nak, nenek sudah membeli bahan sup untuk makan malam kita" ucap nenek sambil berjalan menjauh
Saat itu yang dipikirkan Ari hanya kebaikan, kekuatan, dan ketabahan hanya semua itu yang tercermin di dalam benak ari terhadap nenek, sampai dia mengikuti nenek dari belakang untuk pulang ke rumah karena hari sudah sore, sementara itu dilain tempat Putra baru saja keluar dari rumah sakit dengan badan yang direntangkan dia berkata, "Hah, ternyata menghirup udara segar jauh lebih baik dari pada menghirup wangi AC" ucap Putra dengan lantang
Sementara itu beda dengan Vera dan Maya mereka sejak tadi hanya terus murung memikirkan nasib dan keadaan Ari, hingga Putra yang melihatnya segera bertanya kepada mereka, "Oh iya, dimana Ari udah beberapa hari ini tidak terlihatnya" tanya Putra kepada Maya
__ADS_1
Namun dengan perasaan berat akhirnya maya berkata kalau Ari telah hilang beberapa hari yang lalu atau bisa dibilang setelah kejadian Putra masuk rumah sakit disaat juga Ari ikut menghilang, setelah mendengar perkataan mata akhirnya Putra terkejut dan merasa kalau Ari sedang dalam bahaya
"Ayo ikut aku kita harus ketempat andrian, sekarang" ajak Putra yang membuat Vera dan Maya terkejut dan ikut berlari bersama Putra saat itu mereka melalui jalan pintas untuk ke sekolah karena di jam ini andrian dan sonia masih sibuk dengan berkas sekolah, di jalan Vera sering kali bertanya kepada Putra tentang kenapa mereka berlari
Tapi Putra hanya menjawab kalau Ari dalam bahaya hingga membuat Vera mengeluarkan bakatnya untuk mempercepat langkah kaki akan tetapi sesampainya mereka di sana alangkah terkejutnya mereka kalau di ruang OSIS sudah sepi karena jam sudah menunjukkan pukul 18.50, yang saat itu matahari sudah terbenam
Dengan nafas terengah-engah Putra merasa kesal karena mereka telat beberapa menit, tapi yang terparah adalah dimana mereka tidak mempunyai nomor andrian dan sonia, di saat mereka mengatur nafas Vera berkata kepada Putra, "Putra, apa maksud dari perkataan mu? Tanya Vera
"Entah kenapa aku punya firasat kalau Ari dalam bahaya, dia berkemungkinan memiliki 3 sebab antara lain yaitu Anggota mawar hitam, Pria petir atau-" sebelum putra menyelesaikan kata-katanya dengan tiba-tiba instingnya menandakan ada bahaya dan benar saja di belakang mereka terdapat serangan yang mendadak sampai membuat ledakan di sana, untungnya Putra sigap hingga dia bisa melindungi Vera dan Maya
Dan terkejutnya dia kalau tau yang menyerangnya adalah seorang anggota mawar hitam dan pria berbadan kekar dengan mata buta di bagian kanan, anggota mawar hitam antara lain adalah Kevin dan pria buta adalah orang yang menyerang Ari
Disaat itu juga Putra tidak bisa berkata-kata karena yang dia tau kalau mereka adalah musuh, "Sial" ketus Putra sambil memperhatikan sekelilingnya
"Benar bukan dugaan aku, kalau mereka pasti akan mencari bantuan dari anak sekolah" ucap Kevin sambil memperhatikan Putra dan yang lainnya dari atas tembok pagar, kenapa mereka bisa bersatu dan kenapa mereka bisa tau tentang Putra semua ini bermula 2 hari yang lalu yang mana Pria buta kalah dari pertempurannya melawan Ari
Disaat itu Kevin yang berlari sambil memegangi dada sempat mendengar ledakan dari balik gedung dengan penasaran yang tinggi akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti asal suara dan terlihat jelas di sana hanya ada seorang pria yang telah terbaring di bawah tumpukan batu
Saat itu Kevin ragu untuk menolongnya tapi setelah di lihat lagi akhirnya dia sadar kalau orang itu adalah orang yang melawan pria petir, dan muncul di benaknya kalau dia bisa menangkap Putra dengan bantuan dia atau bisa dibilang dia akan menjadi kambing hitam untuk melawan pria petir karena jika dilihat dari segi kekuatan dia masih kalah jauh dari pria petir
Jadinya dia memutuskan untuk menolongnya dan membawanya ke sebuah tempat tersembunyi dengan adanya perlengkapan dia mengunakan suntik yang telah terisi serum penyembuh dengan benda itu dia bisa menyuntikan pria buta dan tak butuh waktu lama pria tersebut langsung sadarkan diri walaupun badannya masih sangat lemah
Mulai saat itu dia terus menjaga dan merawatnya akan tetapi pria buta itu terus mendapat hasutan dari Kevin tentang putra walaupun pria buta itu sering menolak tapi Kevin tidak mau menyerah yang akhirnya mereka membuat kesepakatan yaitu dimana gadis yang bersama putra harus menjadi milik pria buta dan Kevin akan mendapat putra
Disaat itu mereka mulai sepakat dengan dilandasi organisasi Mawar hitam yang akan membantu disaat pria petir menyerang, padahal saat itu Kevin berbohong dia sengaja bilang seperti itu karena jika dia tidak bilang seperti itu maka pria buta akan terus menolak kerja sama
Awalnya pria buta mulai bimbang karena dia tidak tau harus memulai langkah dari mana tapi Kevin memberi usul untuk memanfaatkan ibu putra agar dia mau membocorkan informasi tentang putra dan disaat itulah dia tau tentang Putra, yang akhirnya kevin mendapatkan informasi mulai dari teman hingga status teman-temannya sampai pada saat kevin melancarkan rencananya
Dimana ketika Putra keluar dari rumah sakit, Kevin mulai menyempatkan diri agar membuat OSIS pulang lebih awal karena lapangan sekolah akan di jadikan sebagai tempat pertempuran dan tidak lupa dia membunuh penjaga sekolah karena dia yakin Putra akan meminta bantuan kepada temannya akibat hilangnya Ari
Namun tebakannya benar, sesuai dengan alur yaitu kevin dapat mengumpulkan Putra dan dua gadis lainnya yang akan dia tangkap secara bersamaan akan tetapi cerita ini masih berlanjut apakah Putra dapat mengalahkan mereka atau Putra akan dikalahkan semua hanya ada di 𝙁𝙞𝙧𝙚 𝘼𝙣𝙙 𝙒𝙖𝙩𝙚𝙧
__ADS_1
****
𝙈𝙖𝙖𝙛 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙡𝙪𝙧 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙚𝙣𝙜𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙨 𝙙𝙞 𝙉𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧𝙨.