
Di rumah sakit terlihat Ari yang masih menunggu di ruang putra, karena bosan ia mencoba untuk melakukan aktivasi seperti memainkan androidnya hingga tak lama ia mendapat notifikasi dari andrian tentang kejadian baru-baru ini, yaitu pengejaran polisi terhadap perampok bank, dan itu akan segera melintas di daerahnya
Ari sempat berfikir untuk apa menolong orang yang tidak dikenal, lagian andrian dulu meminta nomor ari hanya untuk mengubungi jika ada keperluan tapi kenapa sekarang ia juga menggunakan sebagai pelacak keberadaan, saat itu ari merasa risih jika keberadaannya selalu dilacak
Tidak lama, kemudian ari mendapat notifikasi untuk kedua kalinya dari andrian, yaitu berisi "Jangan lupa janjimu pada Maya!!!" setelah dibaca seketika ia kembali mengingat kejadian 4 hari yang lalu yang mana ia dan Maya berada di ruang Osis
Saat itu mereka datang hanya untuk mendengar kabar baru tentang perkembangan musuh, yaitu mawar hitam, dan disaat itu Maya mulai berbicara "Kak Ian aku ingin bertanya padamu tentang musuh apa mereka akan melakukan penyerangan dalam waktu dekat?, sebenarnya aku tidak ingin berperang ataupun bertarung, alasannya ada banyak tapi salah satunya aku ingin fokus ke ujian sekolah" jelas Maya yang saat itu duduk di sofa osis dengan ditemani Ari
"Aku juga tidak tahu Maya tapi yang pasti jangankan bertarung kita saja sangat kecil kemungkinan untuk menang dari mereka" jawab andrian hingga tak lama datang sonia dari dapur dengan membawa 4 cangkir teh
"Terimakasih kak sonia, maafkan kami karena sudah merepotkan mu untuk membuatkan kami teh" ucap Maya kepada sonia yang baru sampai dari dapur
"Haha,.. Tidak apa-apa, dik Maya lagian kakak enggak merasa direpotkan kok" balas sonia dengan senyum
Ari yang melihat suasana damai dari Maya, mulai merasakan sesuatu yang aneh di hatinya, sebenarnya ia ingin sekali membuat maya agar terus bahagia, hanya saja ia masih belum yakin akan dirinya yang sebenarnya menyukai maya atau tidak
"Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan agar bisa menambah kekuatan bagi kelompok kita?" tanya Ari dengan seketika tatapannya mulai serius
"Kalau begitu kita, hanya bisa menambah anggota dan menaikan reputasi Osis terhadap negara ini!!"
"Maksudmu apa, kalau bisa aku ingin mendengar intinya?"
Andrian pun menjelaskan apa yang di pertanyaan Ari dengan jelas mengenai bertambah kuatnya kelopak andrian, "menaikan reputasi, dengan tujuan agar kelompok manusia super bisa dipandang lebih bermanfaat bagi negara dan bisa diandalkan sebagai membawa perdamaian bagi manusia super, jika hal tersebut terjadi kemungkinan akan banyak orang-orang manusia super diluar sana yang ingin ikut bergabung dengan kelompok kita"
"Tapi Ari, bukannya kamu sebentar lagi ingin ujian jadi aku takut fokus mu bisa terganggu dengan masalah ini" sambung maya dengan memotong pembicaraan Ari dan Ian
"Aku tidak apa-apa Maya, aku berjanji denganmu kalau aku akan melakukan semaksimal mungkin agar fokus ku tidak terpecah dalam maslah ini" balas Ari yang memegang kepala Maya
"Baik, tapi aku minta tolong padamu jangan sesekali memaksakan dirimu ke hal-hal bahaya"
Saat itu Ari berjanji pada Maya akan membantu kelompok andrian dan ia juga berjanji kalau dirinya tidak akan membahayakan diri sendiri dalam setiap masalahnya, jadi ia tidak bisa menolak dengan permintaan andrian tentang membantu polisi
"Hah,.. Sebenarnya ada apa denganku" gumam Ari sambil menghela nafas, setelah itu ia memakai jaketnya, dan pergi meninggalkan putra, saat itu ia menggunakan jaket berwarna biru, supaya terlihat serupa dengan elemennya
Dilain tempat terlihat mobil polisi yang masih mengejar mobil hitam di depannya, saat itu polisi mengejar dengan 6 mobil banyaknya, hanya saja setiap mereka ingin memotong jalan selalu saja ada cobaan seperti secara tiba-tiba ban mobil bocor, atau secara misterius mobil dengan mendadak meledak hingga menjatuhkan Korban
Namun semua itu tidak menciutkan mental mereka, karena mereka adalah petugas keamanan yang tugasnya sudah jelas untuk memprioritaskan keselamatan Masyarakat, walaupun nyawa adalah taruhannya
Didalam mobil penjahat hanya ada 2 orang, dan mereka merupakan kriminal yang berupa perampok bank, "Bos,. Sekarang kita harus bagaimana, gak lama lagi kita akan keluar dari jangkauan teman kita" tanya anak buah yang berada di kursi kiri
__ADS_1
"Jangan panik, aku yakin gak lama lagi pihak polisi akan menyerah untuk mengejar kita" balas bosnya yang melihat mobil polisi semakin melambat, mungkin karena mereka melihat rekannya yang mati berkali-kali di depan mata mereka, sampai membuat mental mereka takut untuk menyalip mobil penjahat
Hingga tak lama salah satu dari mereka melihat seseorang yang berdiri di tengah jalan, karena heran rekan tersebut berkata "Bos kamu lihat gak di sana ada orang jaket biru, mau ngapain dia berdiri di tengah jalan??" tanya anak buahnya sambil memperhatikan Ari
"Mana saya tahu" ketus bosnya sambil sesekali melirik kebelakang mobil untuk memastikan mobil polisi berhenti mengejar atau tidak
"Sekarang maunya gimana bos, kita tabrak aja dia, kalaupun nanti dia mati mungkin dia yang bakal salah karena berdiri ditengah jalan"
"Tanpa kamu suruh aku sudah tahu, kamu harus bersiap karena hari ini kita sudah membunuh 7 orang jika ditambah anak itu maka sudah 8 orang yang kita bunuh dalam misi ini"
"Baik bos, yang penting sekarang tuan Niko tidak akan marah kepada kita karena misinya sudah selesai"
"Iya kamu benar, jadi tidak ada gunanya kita untuk khawatir" balas bosnya dengan mempercepat kecepatan mobil, namun sebelum mobil mereka menabrak Ari, Ari telah lebih dulu menghempaskan tangannya ke tanah hingga muncul sebuah dinding Es untuk menghalangi rute perampok
𝘿𝙐𝘼𝙍...
Hingga terdengar suara hantaman mobil menabrak dinding Es, namun untungnya kecepatan mobil tersebut tidak sampai membuat mobil meledak, hanya saja, sudah 46% bagian mobil hancur berantakan, bahkan disisi lain yaitu di atas gedung terlihat seorang pria berjubah hitam sambil membidik dengan senjata sniper ditangannya
"Apa!!, bagaimana bisa pria tersebut mengeluarkan dinding Es hanya dengan satu hempasan tangan?!" bingung pria tersebut sambil memperhatikan dari jauh
Sedangkan Ari dengan santai ia berkata, "Aku yakin pasti ada suatu hal, sampai-sampai kepolisian tidak bisa menangkap mereka!!" batin Ari sambil melirik setiap sudut bangunan
"Dasar Br*ngs*k, beraninya kau membunuh anak buah ku, tidak akan aku biarkan kamu hidup" ucap pria tersebut sambil mengeluarkan sebuah pistol dari kantung bajunya
Kerena kesal Ari berkata, "Hey, beraninya kau berbicara seperti itu didepan ku, kau tau tidak sebenarnya aku bisa membunuh kalian hanya dengan satu jurus"
"Jurus?!" alangkah terkejutnya pria tersebut setelah melihat gumpalan Es yang menyerupai dinding
"Jangan-jangan, kamu manusia super?" sambung pria tersebut dengan wajah ketakutan
Tanpa basa-basi Ari langsung menciptakan pedang Es, tapi sebelum ari bergerak maju ia sudah terkena tembakan dibagi lengan, namun untungnya peluru tersebut hanya menggores jika tidak maka entah apa yang terjadi nantinya
"Sial, ternyata dia berada di atas gedung" Batin ari sambil merintis kesakitan di bagian lengan
"Haha,.. Aku kira kamu begitu kuat, ternyata sama saja seperti manusia normal, namun tadi hanya keberuntungan mu aku yakin kali ini teman kami pasti akan tepat sasaran"
"Cih,.. Sebenarnya aku senang dengan penembakan jitu, namun entah kenapa setelah kejadian ini aku merasa jijik dengannya mau tau kenapa, itu karena dia pengecut!!" ketus ari langsung masuk ke mode badas dan menciptakan zirah armor dari Es
Hingga tembakan sniper untuk kedua tidak mempan bagi ari dan hanya meninggalkan bekas di kepala, karena armor yang dipakai ari sangat lengkap bagaikan Knight
__ADS_1
"Sudah saatnya serangan balik" Gumam ari yang menciptakan busur dan anak panah kemudian membidiknya ke atas gedung
Dari atas gedung pria tersebut hanya tertawa terbahak-bahak, karena sengat tidak mungkin manusia biasa membidik dari kejauhan 3000 kaki, sedangkan dirinya saja butuh waktu 30 tahunan untuk mempelajari skill ini, itupun dengan bantuan alat modern baru bisa mencapainya, sedangkan untuk ari, ia berfikir hanya seorang bocah biasa yang di dianugerahkan sebuah bakat
Namun siapa sangka setelah ari melepas anak panahnya, panah tersebut melesat dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa, hingga mengenai sniper milik pria tersebut sampai hancur berkeping-keping
"Apa bagaimana bisa!!" ucap pria tersebut dengan wajah kebingungan, sebenarnya ari mengikuti Klub pemanah di sekolahnya, jadi dirinya sangat biasa jika disuruh untuk memanah, hanya saja perbedaan kekuatan fisik dan kemampuan element sangat amat jauh itulah kenapa ari mampu memanah dari kejauhan 3000 kaki
Sampailah disaat pria tersebut menghubungi rekannya yang ada dibawah untuk memberi tahukan kalau sniper miliknya telah hancur, jadi ia akan mundur untuk sementara waktu
Disaat itu juga dengan wajah ketakutan ia melihat ari yang menggunakan armor lengkap, dengan busur ditangan, bahkan tanpa disadari dirinya sudah kehabisan kata-kata, karena temannya telah memberi tahu kalau dirinya sudah mundur karena senjatanya telah hancur
Dengan wajah santai ari berkata kepada pria yang telah tergeletak di tanah, "Sekarang beri tau aku siapa yang menyuruhmu, atau beri tahu aku dari nama organisasi kalian, karena setelah melihatmu berkelompok tanpa adanya kerja sama, aku yakin kalian pasti bukan sahabat"
Dengan wajah ketakutan pria tersebut mengatakan kalau dirinya berada di organisasi mawar hitam, dan kejadian ini merupakan misi, dan misinya hanya merampok uang dengan jumlah banyak
"Cih,.. Sudah ku duga, pasti mawar hitam akan terlibat dalam masalah ini" cibir ari yang kembali ke mode biasa
Karena ketakutan pria tersebut sudah tidak bisa mengangkat senjatanya, hingga beberapa menit datang segerombolan polisi dengan helikopter, disaat itu juga ari langsung pergi ketempat yang aman, karena dirinya tidak mau masuk ke media TV
"Baiklah, sekarang hanya menghubungi andrian dan katakan kalau misinya telah selesai" ari yang saat itu bersembunyi dibalik bangunan sambil membuka android untuk memberi kabar kepada Ian
Namun ditengah perjalanan menuju rumah sakit, tiba-tiba ari mendapat serangan dari belakang, tapi beruntung insting ari sangat kuat hingga dia dapat menghindar
"Cih,.. Beraninya kamu mengacaukan segalanya" ketus pria berjubah hitam
"Apa kamu ingin bertarung denganku, jika ingin sebaiknya kamu ganti senjata karena jika hanya pisau itu seperti sangat susah agar bisa membunuhku" Ujar ari dengan wajah meremehkan
"Asal kau tau saja aku termasuk ke anggota inti, dalam mawar hitam dan aku sudah di nobatkan sebagai pembunuh bayangan jadi, jika soal membunuh sepertinya aku sudah lebih berpengalaman dari pada kamu"
"Begitu ya" balas ari dengan tatapan mengintimidasi dengan cepat ia menciptakan pedang Es lalu melesat hingga hanya terlihat sebuah beberapa tebasan sebelum pria tersebut terjatuh ke tanah dengan baju telah compang-camping dengan badan dipenuhi oleh darah
Sebenarnya ari ingin membunuh pria tersebut, dalam sekali tebasan namun seperti yang dilihat dirinya tidak ingin membunuh orang secara bengis jadi dirinya hanya menebas beberapa sarafnya, supaya setelah bangun dari pingsan dirinya akan tahu kalau dia sudah cacat
***
𝙈𝙖𝙖𝙛 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙪𝙥 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠, 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙞𝙗𝙪𝙠 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙪𝙟𝙞𝙖𝙣 𝙥𝙧𝙖𝙠𝙩𝙚𝙠 𝙣𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙪𝙟𝙞𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙥𝙡𝙤𝙖𝙙 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜.
𝙏𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙞𝙠𝙪𝙩𝙞 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙧𝙞𝙠!!! 😄😉
__ADS_1