Fire And Water

Fire And Water
Cp 34# Amarah


__ADS_3

Dibawah rembulan yang ingin menjelang malam terlihat Putra besama dengan Vera dan Maya, saat itu mereka berada di lapangan sekolah yang letaknya tak jauh dari ruang Osis, itu karena Putra ingin meminta bantuan terhadap andrian namun siapa sangka kalau justru dirinyalah yang terkena jebakan, akibatnya mereka harus melawan orang-orang kuat seperti Kevin dan Pria misterius tapi hampir mengalahkan Ari


Disaat itu Putra ragu untuk kabur karena jika di lihat pria yang berada di depannya juga memiliki kemampuan sama persis dengan Vera dan untuk Kevin dia sama sekali belum tau bakatnya jadi mau tidak mau Putra harus lebih berhati-hati dalam bertindak


Awalnya Putra berfikir kalau dia sedang di untungkan karena 3 lawan 2, tapi sayangnya Vera dan Maya tidak bisa bertarung, yang pada akhirnya dia bertarung solo, "Sial, aku tidak boleh melibatkan Vera dan Maya, apa lagi sampai Maya terluka nanti bisa bingung aku untuk menjelaskan kepada Ari" batin Putra sambil memperhatikan sekelilingnya


Hingga dia berkata kepada vera dan maya agar mereka pergi meninggalkannya dengan begitu mereka berdua tidak membebani Putra, akan tetapi Vera dan maya menolak karena mereka lebih baik terluka dari pada harus pergi meninggalkan teman sendiri


Putra yang mendengar balasan mereka hanya bisa menghela nafas dan berharap agar tidak terjadi sesuatu yang berbahaya kepada mereka berdua, sampai putra memasang kuda-kuda yaitu kini dirinya sudah dipenuhi kobaran api yang menyelimuti tubuh


Saat itu Putra harus berhadapan dengan pria buta karena Kevin saat itu berada cukup jauh di belakang walaupun dirinya tidak tau apa tujuannya dia di sana dengan nada berat pria buta tersebut berkata kepada Putra, "Hey,. Anak kecil sebaiknya kamu serahkan saja dirimu dan dua gadis di belakangmu karena aku tidak ingin bertarung dengan kalian"


"Kalau tidak mau gimana!!!" balas Putra yang kini melepaskan seluruh kekuatannya hingga membuat sekelilingnya merasakan panas, khususnya Vera dan maya karena melihat kobaran api dari Putra membuat mereka memasang keseriusan yang tinggi terhadap musuh-musuhnya


"Kalau begitu rasakan kesakitan yang akan aku berikan kepadamu!!" dengan cepat pria buta tersebut melompat kearah Putra dengan kecepatan penuh hingga membuat di daerah lompatannya menjadi hancur


Disaat meluncurnya pria buta kearahnya, Putra juga tidak kalah cepat dia ikut melesat hingga terjadilah hantaman keras dari adu tinju sampai area di sekitar sudah habis terbakar oleh api putra tidak hanya api, ledakan besar membuat tanah datar berubah menjadi kawah api


Dengan kecepatan maksimal putra dan pria buta akhirnya melancarkan serangan cepat yang membuat mereka tidak terlihat di depan mata manusia normal dan hanya meninggalkan sekilas cahaya cepat antara merah dan coklat, tapi semua itu jelas membuat maya dan Vera tidak bisa mengalihkan pandangan mereka terhadap Kevin yang mencurigakan karena semenjak tadi Kevin tidak melakukan penyerangan justru dia hanya memperhatikan temannya bertarung


Vera yang mengamati kevin merasa curiga karena dia takut jika dia bakal menyerang putra dari belakang tak lama berfikir akhirnya Vera memutuskan untuk maju lebih dulu untuk memastikan rencananya gagal namun sebelum dia maju dia sempat membisikkan maya untuk bantu support dari belakang


Dengan cepat maya menandakan sebuah simbol di telapak tangan Vera sambil berkata, "Sekarang, kamu bisa bertarung dengannya" bisik maya sambil memegang pundak vera, karena vera mendengar itu dengan cepat ia menguatkan fisik dan melompat ke arah kevin sambil tinju yang terkepal di tangannya dan siapa sangka ternyata kecepatan vera kini semakin bertambah sampai membuatnya bisa menyerang kevin dengan kecepatan tinggi


Akan tetapi kevin dengan santai menghindari serangan Vera sambil menepuk pundaknya dan berkata, "Cara meninju bukan seperti itu, apa jangan-jangan kamu tidak bisa bela diri" ucap Kevin sambil menghindari serangan Vera tapi untung serangan tersebut tidak mengenai Kevin secara langsung karena daya ledakannya saja sudah membuat dinding sekolah hancur


"Upss,. untung saja aku tidak kena serangan mu, Walaupun cara tinju bukan seperti seorang pendekar bela diri tapi daya ledakan sudah bisa membuatku mati" Kevin yang saat itu melompat turun dari tembok supaya bisa bertarung dengan bebas bersama Vera

__ADS_1


"Untung saja tidak kena, kalau kena aku mungkin di anggap pembunuh" batin Vera yang kembali memasang posisi siaga untuk menghadapi kevin


Sementara dilain tempat Putra dan pria buta masih terus beradu kecepatan Walaupun Putra unggul sedikit dalam kecepatan namun sayangnya lawan yang di hadapinya adalah orang yang cepat tanggap dalam menangkis maupun menyerang yang akhirnya membuat Putra kelelahan tanpa ada perlawanan darinya


Semua itu sampai pada saat Putra membuka cela bagi pria tersebut hingga serangannya mengenai Putra di bagian perut, dan tanpa jeda Putra langsung terpental beberapa meter sampai menabrak tanah dengan darah keluar dari mulut dia berkata, "Sialan, padahal baru keluar dari rumah sakit tapi kenapa sepertinya aku bakal masuk lagi" ketus Putra sambil mencoba untuk berdiri


Sedangkan pria buta hanya membunyikan suara sendi tangan sambil berkata, "Apa aku bilang, kamu itu bukan lawan ku, Walaupun kamu juga seorang petinju tapi kemampuanmu belum bisa menyamai tingkatan ku!!" dengan santai pria buta tersebut terus berjalan mendekati Putra yang saat itu sudah sempoyongan


"Hah" hela nafas Putra yang merasa akan kalah namun sebelum dia kembali menyerang dia menyempatkan diri melihat Vera dan terlihat jelas kalau Vera menyerang kevin akan tetapi tinjuan vera ditahan hanya menggunakan satu tangan saja


Hingga Vera bertanya kepada kevin dengan ekspresi terkejut ,"Kenapa bisa kamu menahan tinjuku yang jelas-jelas kekuatannya saja sudah di tambahkan Maya" tanya Vera dengan posisi tangan di pegang hingga dengan santai kevin berkata


"Aku lupa memberi tahu mu kalau sebenarnya kemampuan yang aku miliki adalah untuk mengcopy kemampuan orang lain dengan syarat aku harus memegang tubuh orang tersebut" setelah mendengar kata-katanya seketika Vera teringat ketika kevin memegang pundaknya dia sadar kalau selama ini dirinya sedang dipermainkan


"Jadi selama ini kamu hanya menunggu aku untuk menyerang agar kamu bisa menyentuhku" tanya Vera dengan wajah panik


"Sial" ketus Vera yang berusaha untuk melepaskan diri namun siapa sangka kalau dia telah lebih dulu di banti oleh kevin mengunakan kemampuan miliknya hingga terdengar suara Vera yang memuntahkan darah dari mulutnya sebelum dirinya pingsan ditempat, Putra yang melihat itu tak kuasa menahan amarah namun sebelum putra melepaskan amarah


Pria buta tersebut berkata, "Aku lupa memberi tahu mu sebenarnya kami mendapat informasi tentangmu itu dari ibumu" dengan serentak putra terkejut dan berkata, "Apa dia baik-baik saja sekarang?" tanya putra


Akan tetapi dengan tatapan sadis dia berkata kepada Putra, "Kalau soal itu maaf ya, ibumu sudah aku bunuh dan kamu tau ternyata dia cukup terharu ketika mendengar anaknya mati" ucap pria buta sambil tertawa terbahak-bahak


Kevin yang mendengar pembicaraan mereka hanya bisa berkata, "Dasar pria Bodoh, apa kamu tahu sebenarnya aku memintamu untuk melawan Putra agar aku bisa melihat kekuatannya" kevin yang memperhatikan dari jarak yang cukup jauh


Saat itu Maya tidak bisa berkata-kata, itu karena melihat keadaannya yang tidak memungkinkan yang mana Putra sudah hampir kalah dan Vera sudah pingsan sedangkan dirinya hanya memiliki kemampuan tipe support jadi sangat tidak mungkin kalau dirinya bertarung melawan mereka


"Apa kita akan berakhir disini" batin Maya dengan badan bergetar ketakutan namun seketika muncul cahaya api yang menerangi gelapnya malam dan api itu berasal dari Putra karena setelah perkataan itu kini Putra bangkit dengan jiwa ditelan amarah dan dengan mendadak tiba-tiba terjadi suatu gempa bumi yang menyebabkan retaknya bangunan sekolah

__ADS_1


Pria buta dan kevin sangat bingung dengan gempa dadakan karena baru kali ini mereka merasakan gempa berskala besar terjadi dalam pertarungan mereka, tapi berbeda dengan Maya ketika gempa terjadi dalam beberapa detik barusan itu bukan berasal dari geseran lempeng bumi melainkan karena ledakan inti bumi akibat merespon api milik Putra


Kenapa Maya bisa tahu itu karena kemampuannya adalah element bumi jadi dia bisa mengetahui apapun yang terjadi terhadap bumi, kini Maya tidak bisa berkata apapun tapi bukan berarti dia akan diam saja dengan cepat dia mengaktifkan mode badas dan menjalarkan akar untuk mengikat kevin secara diam-diam


Disaat itu kevin terlalu sibuk memperhatikan Putra hingga tanpa sadar dirinya sudah terikat oleh akar yang keluar dari tanah yang tidak bisa di putus padahal dia sudah mengunakan kekuatan vera, itu karena maya mengunakan kemampuan yang telah terkontaminasi oleh energi badas yang membuat akar menjadi lebih kuat dari mode biasa


"Sial, aku lengah" ketus Kevin yang melihat Maya mendekati vera sambil terlihat jelas akar yang mulai melilit tubuh vera dengan memberikan energi hangat kepadanya Kevin bisa merasakan apa yang terdapat di dalam aura itu karena kemampuannya bisa membaca aura milik orang lain


Mode badas bukanlah perubahan melainkan pemberian energi alam kepada manusia secara mengejutkan atau bisa bilang ketika manusia mengaktifkan mode badas maka akan datang sejumlah energi sebesar 1000% tapi jika manusia berada di mode normal maka manusia hanya bisa menampung selayaknya tubuh bisa nampung atau bisa dibilang kekuatan itu sebesar 100% itulah sebabnya kenapa manusia berada di mode badas jauh lebih kuat dari biasanya


Dan kenapa mode badas bisa menampung kekuatan besar, semua itu dikarenakan manusia bersatu dengan inti jiwa element yang akhirnya manusia jauh lebih kuat dari orang lain dan gabungan itu di tandai dengan sebuah simbol di keningnya sesuai dengan element dan warnanya


Dilain waktu akhirnya Maya dapat menyalurkan kekuatan penyembuh kepada vera hingga kini kondisinya mulai membaik, akan tetapi dilain tempat putra kini semakin jatuh ke dalam api amarah yang membuatnya melesat tak terlihat dan hanya meninggalkan sekilas cahaya merah


Menabrak pria buta dan yang mengejutkan adalah dimana putra telah melancarkan tinjunya hingga membuat pria buta tersebut terpental sejauh 23 meter menabrak dinding sekolah hingga bangunan roboh menimpanya


Kevin yang melihat seketika langsung merinding ketakutan akibat melihat kartu As nya di hajar habis dalam satu serangan, "Apa!!, bagaimana bisa putra mengajar pria bodoh dalam satu serangan" bingung kevin yang masih berusaha untuk melepas cengkraman akar milik Maya


Dari balik puing-puing bangun pria buta tersebut kembali berdiri dengan badan sudah penuh dengan luka walaupun dia terlihat ketakutan tapi dia tidak ingin memperlihatkannya kepada orang lain yaitu dengan cara menyerang lebih dulu ke arah putra, namun kali ini kecepatannya berkurang drastis karena stamina dan luka tubuh


Karena Gerakannya melambat putra semakin banyak peluang untuk menyerangnya yaitu dengan menyemburkan api hingga membakar pakaian milik pria buta tersebut hingga menjadi abu tapi untuk kedua kalinya dia masih sadar dan kembali menyerang putra dengan seluruh tenaganya


Saat itu pria buta sudah ibaratkan mayat hidup karena sekujur tubuhnya penuh dengan luka bakar dan memar di setiap bagian tubuh, dan kini sudah tidak terlihat sebagai manusia, karena gerakan melambat serangannya sangat mudah putra hindari dengan tangan penuh amarah dia berkata, "Mati" ketus putra dengan mata penuh amarah


Sebelum dia meninju pria tersebut hingga terjadi sebuah ledakan dahsyat hingga menimbulkan suatu gelombang api sampai membuat bangunan ataupun daerah di sana hancur sampai tak tersisa bahkan ledakan berbentuk layaknya sebuah laser yang memancar menembus bangunan


Kevin saat itu sudah sangat panik sekaligus ketakutan karena melihat pria buta hangus tak tersisa dalam satu tinjuan, karena tidak ingin mati terpaksa dia mengunakan seluruh kekuatannya untuk membuka pengikat akarnya akan tetapi semua usahanya tidak membawakan hasil yang pada akhirnya ia terpaksa untuk pasrah dan menunggu takdir menjemput.

__ADS_1


__ADS_2