Fire And Water

Fire And Water
Cp 88# Pria Petir


__ADS_3

Tampak jelas Zhang Xuan sangat amat terkejut melihat gerbang rohnya hancur, karena menurut aturan jika salah satu rohnya hancur ataupun sirna itu akan menyusahkan dirinya ketika memasuki fase pembentukan tubuh baru, oleh karena itu Zhang Xuan sangat amat menjaga gerbangnya supaya tidak mendapat kendala disaat kebangkitannya akan tetapi semua keinginannya harus meretak akibat melihat salah satu gerbang hancur di depan mata


"Seharusnya kamu tahu, kalau aku menghancurkan benda ini cukup memakan tenaga dan waktu, masa tidak ingin mengucapkan sepatah katapun setidaknya satu kata terimakasih lah" ucap dari seorang pria misterius yang sudah berani menentang Zhang Xuan


"Apa mau mu, bocah!!" terlihat Zhang Xuan pada saat mengendalikan tubuh Nico kini sudah tak dapat membendung emosinya


Mulai dari tatapan pembunuh hingga aura mencengkam yang amat mematikan mulai mengintimidasi lawan, khususnya kepada pria yang ada dihadapannya saat itu


"Mau ku!!, sepertinya hanya ingin membunuhmu Zhang Xuan" ketus pria tersebut dengan senyum sinis


"Beraninya kau menentang ku!!" terlihat ekspresi Nico yang begitu merah padam dengan memperlihatkan kening yang mengkerut atau sudah benar-benar gusar terhadap lawannya membuat Pria tersebut tersenyum lebar dengan arti penuh kemenangan


"Sepertinya kau memang sangat rentang marah yah!!" terlihat dirinya terus memprovokasi lawan bicara dengan senyum sinis


"Brengs*k" umpat Nico yang melesat secepat kilat menuju pria jaket kuning yang berdiri dihadapan


"Cepat!!" batin pria berjaket kuning dengan wajah pusar terlihat di mimik wajah


"Matilah"


Duar...


Ledakan dari satu tinju beraura kematian yang telah dilancarkan oleh Zhang Xuan telah membuat kerusakan cukup parah walaupun menggunakan tubuh Nicolaus, tapi beruntungnya Pria tersebut berhasil melesat dengan kecepatan penuh walau harus tergores di lengan karena mengindari serangan dahsyat


"Sepertinya kamu cukup beruntung untuk kali ini, bocah!!" gumam Zhang Xuan tapi masih terdengar oleh pria berjaket


"Haha... Terimakasih untuk pujiannya" tawa kecilnya sambil tersenyum kecut


Kemudian setelah kejadian tersebut dengan gesitnya pria berjaket melesat ke berbagai tempat untuk mengecoh lawannya, "Element Petir rupanya" gumam Zhang Xuan dengan senyuman sinis hingga jadinya ia hanya berdiri melihat Pria berjaket kuning berpindah tempat menggunakan kecepatan kilat yang pola gerak memutar


"Sampai kapan kamu akan terus memutar?" tanya Nico dengan lantang kepada lawannya sehingga secara mengejutkan pria berjaket tersebut langsung melesat kebelakang lawan dan melancarkan tendang memutar jadinya bisa dibilang tendangan tersebut telah terkontaminasi oleh kekuatan petir yang kecepatan dan damage nya ikut menambah


"Sampai kamu terkecoh" ucap pria berjaket yang melancarkan serangan ke arah leher belakang lawan tapi ternyata lawannya telah memasang posisi defense menggunakan satu tangan sehingga kakinya tidak mengenai lawan secara langsung


"Apa!!,.. kenapa dia bisa menahan serangan ku, padahal aku sudah berusaha untuk melancarkan serangan penuh" batinnya dengan seribu langkah ia mundur begitu cepat karena menurut ia sebisa mungkin berjaga jarak dari lawan


"Kenapa kamu mundur begitu cepat?" tanya Zhang Xuan dengan senyum sinis


"Ck.." cibir Pria berjaket dengan memasang ekspresi kesal


Dengan senyum yang terlihat di lekukan bibir Nicolaus akibat merasa kalau lawannya bisa ia kalahkan dengan mudah, sedangkan Pria berjaket hanya mengernyitkan alis sambil memasang wajah gusar, raut wajah itu menandakan kalau lawannya bukan lah sekedar omong kosong yang bisa dikalahkan dengan bakat saja


"Sial.. Sepertinya aku harus lebih berhati-hati dengannya"


"Kenapa diam saja?" tanya dengan senyum sebelah membuat tekanan bagi pria berjaket, karena aura yang keluar begitu santai namun penuh intimidasi


"Haha.. Jangan merasa kalau permainkan kita sudah selesai"


"Tentu saja, karena satu gerbang seharga satu kematian plus dengan siksaan neraka, jadi aku tidak akan membiarkanmu lolos ataupun mati dengan begitu mudahnya


"Sial.. Aku benar-benar terdesak kalau seperti ini terus-menerus" batin Pria berjaket


Karena sudah cukup lama berdiam diri dengan secepat angin, Zhang Xuan menyerang hingga keberadaannya susah untuk di prediksi lawannya, bahkan ketika Zhang melayangkan satu pukulan saja, pria tersebut tidak mampu menghindarinya sehingga dengan kekalahan langkah membuat ia hanya memasang posisi defense

__ADS_1


Akan tetapi posisi tersebut berakhir dengan ke gagal karena defense miliknya tidak bisa menahan tinju Zhang yang kekuatannya jauh berbeda, dan membuat dirinya terpental sejauh menabrak pohon tumbang, sampai-sampai pohon saja tembus ke berikutnya sebanyak 4x


"Argh.." rintisan Pria tersebut dengan memuntahkan darah segar dari mulut sehabis menghancurkan 4 pohon sekaligus


"Wah.. Ternyata kamu berhasil selamat dari tinjuan kedua ya!!" senyuman sinis terlihat di wajah Zhang


"Sialan dia terlalu kuat, aku sampai tidak menyangka kalau aku bisa dikalahkan dengan begitu mudahnya!!" gumam pria itu dengan tergeletak di tanah dalam posisi tengkurep


"Aku harus bangun, sebelum aku dibunuh di tempat ini" lanjutnya namun kali ini didalam hati


"Menyerah lah, aku tidak ingin kamu menghabiskan tenaga hanya untuk membunuh ku, biar aku kasih tahu kamu dulu yah, kalau aku tidak akan mati hanya dengan seorang keroco seperti mu!!


"Aku paling benci dengan orang yang suka menghina seseorang yang sudah kalah"


"Apa maksudmu"


"Kamu menghina ku karena aku sudah kalah, apa kamu tidak mencoba untuk revisi kata-katamu barusan!"


"Hah?"


"Aku belum kalah, dan lagi aku tidak akan malu karena aku sudah berani melawan yang kuat, karena sesungguhnya seorang kesatria sejati tidak akan melawan yang lemah"


Terlihat pria tersebut kembali berdiri walau masih sempoyongan, bahkan kakinya tiada henti gemetar karena fisiknya sudah benar-benar mencapai batas jangankan untuk bertarung, berdiri saja ia sudah kesusahan, "Jangan membuatku tertawa" ucap Zhang Xuan dengan lantang sambil berjalan pelan kearah lawan


"Haha.. Justru kamu yang terlalu meremehkan ku!!" nada tinggi yang disertai hentakan kekuatan akibat dalam waktu singkat kekuatan pria tersebut melonjak drastis, sampai-sampai auranya menimbulkan arus listrik yang melingkar, bahkan perubahan tersebut tidak sampai disitu ternyata perubahan tersebut diikuti dari rambut hingga mata yang ikut menguning


"Hoh.. Mode badas!!" gumam Zhang Xuan dengan senyum di bibir yang masih memfokuskan diri memperhatikan lawan sampai secara mengejutkan lawannya melesat tanpa aba-aba bahkan kecepatannya sudah tidak seperti sebelumnya


Dimana kali ini kecepatannya hampir menyetarakan Zhang Xuan sampai-sampai ia hanya bisa memasang posisi defense karena tidak sempat menghindar


Duar...


"Ck.. Cepat juga!!" gumam Nico dengan menahan seluruh serangan mulai dari pukulan hingga tendang yang kecepatannya membuat ia harus memakai seluruh panca indra untuk mendeteksi serangan karena jika hanya menggunakan mata telanjang itu sangat tidak cukup untuk menangani orang berkekuatan kilat


Sampai tiga menit berlalu dimana Zhang Xuan hanya bisa menahan serangan tanpa sempat menyerang, karena kekuatan yang rata-rata sangat tidak memungkinkan untuk balik menyerang apalagi kecepatan lawan juga bukan sekedar main-main


Sampai dimana pria berjaket mendapat peluang yaitu menendang perut lawan dengan teknik T yang secara tidak langsung menusuk bagian hulu-hati hingga lawan tidak dapat berkata-kata karena sakit yang memuncak seluruh tubuh


"Argh.." rintis Zhang Xuan menggunakan tubuh Nico yang alisnya langsung mengerut, bahkan tidak sampai disitu terlihat dimana Pria berjaket menciptakan sebuah pedang petir dengan tujuan untuk menusuk dada Nicolaus agar secara otomatis Roh Zhang akan ikut lenyap bersamanya


"Matilah" ketus pria berjaket tersebut yang secepat kilat mengarahkan ujung pedang ke jantung tepat di bagian dada kiri, akan tetapi sebelum pedang tersebut menembus kulit secara mengejutkan pedang tersebut telah digenggam secara erat oleh lawan tapi yang lebih mengejutkannya lagi adalah


Dimana pedang petir tersebut yang kekuatannya sudah 3x lipat dari biasanya harus di genggam dengan tangan kosong, sampai-sampai pria berjaket tidak bisa berkata-kata selain terlongo kaget


"Apa-apaan ini!!" ucap pria berjaket yang berusaha untuk menarik pedangnya lagi, tapi sangat disayangkan kalau pedangnya telah di pegang erat sehingga susah untuk di tarik lagi


"Kamu tahu kalau dulu, semasa aku masih hidup aku sering dijuluki monster dingin, ya tentu saja karena aku tidak terkalahkan pada waktu itu dan semua yang ku bunuh selalu melihatku dengan ekspresi datar, jadi menurutku sangat mudah untuk membunuh anak-anak sepertimu!!" kecam Nico dengan raut wajah datar yang bola matanya langsung merah menyalahkan


"Hah!" bingung dari Pria berjaket sebelum dirinya melihat pedang petir miliknya harus hancur berkeping-keping hanya dengan satu remasan


Setelah kejadian tersebut dengan secepat angin Pria tersebut melesat kebelakang sambil memasang posisi siaga, karena instingnya berkata kalau Nico sangat berbahaya pada waktu itu


"Jangan lari kamu!!" gertak Zhang Xuan dengan menghentakkan kaki sehingga terjadi retakan pada permukaan tanah yang di injaknya

__ADS_1


"Tidak, dia terlalu kuat" batin pria berjaket sehingga dengan cepat melesat kabur kearah belakang punggung untuk menghindari amukan Zhang Xuan


"Tidak akan aku biarkan kamu kabur begitu saja" ucap Zhang Xuan yang begitu lantang sehingga suaranya bergema di lokasi, yang memulainya dari ancang-ancang lalu melesat dengan kecepatan melebihi pria berjaket


Syuuttt....


Melesat dengan kecepatan penuh yang langsung melebihi posisi pria berjaket, sehingga waktu itu pria tersebut kaget setengah mati karena posisinya masih terkejar oleh musuhnya, "Apa,.. kenapa bisa terkejar!!" pria berjaket tertegun kaget melihat Nico sesudah sejajar dengannya


"Aku sudah bilang kalau aku tidak akan membiarkan kamu lari begitu saja" jawab Nico dengan sangat cepat melancarkan tendang memutar tepat di hadapan wajah pria berjaket tersebut


"Sial.." tidak sempat menghindar membuat dirinya hanya bisa menahan dengan tangannya walaupun harus terpental ke posisi awalnya lagi karena tendang Zhang Xuan mengakibatkan pria tersebut mudur dari posisi awalnya membelakangi punggung


Duk.. Duk.. Duk..


Terdengar suara hantaman tubuh Pria berjaket yang terbanting ke tanah dan terguling-guling hingga posisinya sudah tergeletak di tanah menghadap langit malam, karena serangan tersebut membuat pria berjaket hanya bisa pasrah karena tulangnya sudah retak dan kekuatannya sudah habis sehingga tidak mampu lagi untuk mempertahankan modenya


"Aku benar-benar payah!!" gumamnya dengan menahan sakit dari sekujur tubuh karena serangan sederhana namun memberi kerusakan amat beras bagi korbannya


"Apa kamu sudah pasrah dengan takdir?" tanya Zhang dengan lantang sambil berjalan santai menghampirinya


"Haha.. Tenyata nama legenda tidak hanya sekedar omong kosong saja" tawa kecilnya dengan rintih


"Kali ini aku maafkan kamu, hanya saja tidak untuk kematian mu"


"Aku tahu akan hal itu!!" jawabnya dengan lirih sebelum ia menutup matanya akibat pingsan


"Ternyata sudah tidak melawan lagi ya" ucapnya dengan terkekeh akan tetapi belum sempat membunuh pria berjaket, telah datang lebih dulu ke empat klon yang mengagetkan dirinya


"Tuan" ucap mereka dengan serentak tidak lupa bersujud dihadapan sang Pencipta mereka


"Dimana anak yang aku pinta? Tanya Zhang dengan raut wajah bingung


"Maafkan kami tuan, kami gagal menangkapnya" balasan dari salah satu diantara mereka


"Lalu kenapa kalian kembali, jika perlu kenapa tidak mati saja semuanya" ketus tuannya dengan datar


"Maafkan kami tuan, tapi dari pada itu ada informasi yang jauh lebih penting dari anak itu!!"


"Hah?"


"Benar taun, dia adalah orang yang paling tuan tunggu dan paling anda benci telah menampakkan dirinya"


"Yang aku benci?" terlihat Zhang Xuan memegangi dagunya untuk berfikir tentang kejadian dahulu


"Benar tuan"


"Jangan bilang!!!!..." mata Zhang mulai melotot akibat mengingat kejadian lampu tentang kematiannya sendiri karena dari sekian banyak orang yang dirinya kenal hanya ada Tang san dan satu gadis saja, tapi jika yang dibilang oleh klon sangat tidak mungkin kalau gadis itu karena gadis tersebut tidak memiliki kekuatan besar


Agar mengawetkan rohnya selama ratusan tahun kecuali seseorang yang telah dipilih oleh dewa agar mempersatukan umat manusia yaitu sahabatnya sendiri Tang san, sekaligus musuh yang paling dirinya benci.


**********


𝙃𝙖𝙡𝙡𝙤... 𝙏𝙚𝙢𝙖𝙣² 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚'𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙡𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖.

__ADS_1


𝙎𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙩 𝙪𝙥𝙡𝙤𝙖𝙙, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙪 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙜𝙞𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖𝙝, 𝙮𝙖 𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙤𝙧𝙚 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙪 𝙎𝙈𝙆 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙨𝙞𝙗𝙪𝙠 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙜𝙞𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖𝙝


𝙐𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣² 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙨𝙪𝙥𝙥𝙤𝙧𝙩 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙡𝙖𝙜𝙞, 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!


__ADS_2