
Disaat putra mulai membuka matanya kembali, hal pertama yang ia lihat ialah ari yang masih menunggu, karena perasaan yang tidak enak putra berkata "maaf sudah membuatmu menunggu"
Tidak masalah sih, tapi kamu baru bermeditasi selama beberapa detik, tidak ada masalahkan di dalam jiwamu? Tanya ari yang sedikit merasa heran
Tadinya sih ada, tapi semuanya sudah beres" jawab putra yang menunjukan sebuah kobaran api dari tangannya
Baguslah jadi memang benar, kamu belum menyatu dengan jiwamu sendiri"
Ck.. Mana ada, kamu tidak tau saja selama aku bersama tang san selalu merasa malu" batin putra
Putra kembali berdiri dan mulai mencoba kekuatannya awalnya memang sedikit sudah namun setelah bertemu tang san, kini dirinya bisa mengunakan kekuatannya sesuka hati
Hal pertama ialah mengendalikan auraku setelah itu akan aku coba mengunakan skillnya" gumam putra
Hingga tak butuh waktu lama, akhirnya putra bisa mengendalikannya dan telah Mencoba-coba kemampuannya dari bola api, tinju api, tendangan api, dan pelindung api
Ari yang melihat perkembangan putra cukup terkejut, dirinya tidak menyangka kalau putra bisa mengendalikan api hingga ketahap itu hanya beberapa menit, sedangkan ia butuh berhari-hari untuk menguasainya
Ari, jika kamu sudah sehat mari kita duel aku tidak sabar ingin mencoba kemampuanku" ucap putra
Cih,.. Baru aja belajar tapi udah sombong, kamu tau butuh satu tahun untuk mengalahkan ku" balas ari
Oh,.. Benar juga ya, lawan alaminya es itukan api pantesan aja kamu takut" ketus putra
Ari yang mendengar itupun seketika langsung kesal, dengan nada marah ia berkata "jangan kira dengan api kecilmu itu bisa mengalahkan aku, asal kau tau saja aku sudah banyak mengalahkan orang-orang berkemampuan yang, kemampuannya jauh melebihi mu!!"
Baiklah aku tau kamu menolak tantangan aku, itu karena kamu masih terluka kan, jadi ya sudah deh hari ini aku kasih kamu waktu karena aku juga gak mau bertarung dengan orang yang Sakit-sakitan" balas putra yang meninggalkan ari
Eh,.. Kenapa jadi aku yang dikasihani" bingung ari
Hingga tak lama Vera dan maya datang ke halaman belakang dengan membawa sepiring makanan, karena mereka melihat putra dan ari sedang berlatih jadi mereka berinisiatif untuk membawakan makanan pagi mereka ke halaman agar bisa makan bersama
Kak putra dan ari, kalian belum makan pagi kan, Jadi mari kita makan bersama" ajak maya
Baiklah, lagian mana ada orang yang menolak makanan gratis kaya gini, apa lagi kalian yang memasaknya pasti enak" balas putra yang sudah mengambil posisi duduk
Ari, bagaimana keadaanmu? Tanya Vera
Seperti itulah, tapi semua rasa sakit ini tidak akan terjadi kalau kamu tidak memukulku waktu itu" ketus ari
Haha.. Maaf, aku melakukannya karena terpaksa" jawab Vera
mari kita makan sebelum dingin" ujar maya
Setelah makan pagi, Vera langsung berbicara dengan perasaan tidak enak, dirinya berkata kalau ia akan pulang ke rumah terlebih dahulu, untuk mengabari ayahnya tentang kondisinya
Putra yang mendengar cukup terkejut dengan perkataan vera, dan segera membalasnya dengan berkata, "apa tidak apa-apa kamu pergi disaat seperti ini?
Sebenarnya aku cukup ragu, tapi aku tidak mau membuat ayahku khawatir tentang kondisiku"
Baiklah kalau begitu aku akan menemanimu pulang ke rumah, walaupun aku tidak sekuat orang lain tapi aku pasti bisa menjagamu"
Hey,.. Kenapa orang lain, aturan aku yang kamu bicarakan itu soalnya hanya ada aku disini!!" sambung ari dengan merasa jengkel
Kamu kira kamu lebih kuat dariku, sebenarnya kamu sama seperti aku hanya saja aku waktu itu belum serius dan kamu sangat serius, jadi bisa disimpulkan kalau kamu lebih lemah dariku" jawab putra dengan nada merendahkan
Dasar anak gak tau diri, sini biar aku ajarin cara agar bisa menghargai orang lain" ketus ari
Yang akhirnya mereka berdua pun bertengkar karena hal sepele, namun reaksi Vera kali ini berbeda dia justru tertawa dengan tingkah mereka yang sudah seperti adik-kakak
"Jadi kak Vera kapan akan pulang? Tanya maya
Mungkin besok atau lusa"
Dasar kamu ini, udah lemah tapi masih saja ngotot" ketus ari
Hah,. Kamu kira kamu sekuat apa, baru kena tinju sekali aja udah K.O"
Bacot, kamu juga sama pakai ngomongin orang" balas ari
Namun seketika putra dan ari terkejut saat melihat vera dengan tatapan sinis mengarah ke mereka berdua
"Ternyata hanya dengan tatapan seperti itu, sudah membuat kak putra dan ari ketar-ketir" batin maya
Sudah cukup, apa kalian tidak malu dengan anak Sd kalian itu sudah besar tapi kenapa sifatnya seperti anak-anak saja" ketus vera dengan nada kesal
Baiklah, mungkin kali ini aku akan memaafkan mu" ucap putra kepada ari
__ADS_1
Sial nih anak, kamu kira aku takut denganmu" batin ari dengan kesal
Hem... Baiklah mari kita bahas tentang apa yang aku rencanakan dengan kak andrian kedepannya" sambung putra yang mencairkan suasana
Jadi kamu sudah tau rencananya ya? Tanya ari
Kamu pingsan, jadi kami terpaksa harus mengulang kembali apa yang dikatakan andrian tadi pagi" jawab vera
Eh.. Kok kaya gak berdosa sama sekali, padahal kamu loh yang bikin aku pingsan" batin ari
Putra pun kembali menjelaskan apa yang di bahas
dangan andrian tadi pagi, "jadi karena waktu yang mendesak tidak memungkinkan kita untuk mengulur waktu lagi, itu akan sangat berbahaya bagi kelompok rian yang menjadi penghianat"
Memang benar, kelompok mereka saat ini menjadi penghianat dan penghianat tidak akan bisa bertahan dalam waktu lama" gumam Vera
Jadi kita hanya perlu bergerak sebelum kak rian dan teman-temannya ketahuan?" tanya ari
Benar, karena itu kita harus bergerak sebelum 2 bulan mendatang, lebih tepatnya kita bergerak sebelum mereka menyerang" jawab putra
Bukannya bagus kalau mereka menyerang duluan, mungkin kita bisa memanfaatkan kelompok rian untuk menyerang dari dalam" ujar ari
Justru kamu salah, jika kita memanfaatkan posisi andrian untuk menyerang dari dalam itu sama saja kita membahayakan mereka, karena seorang pemimpin akan menyingkirkan orang yang menurutnya halangan bagi rencananya" balas putra
Tapikan kalau tidak ketahuan pasti tidak ada masalah bagi kelompok rian"
Memang benar justru itu, kita harus bergerak sebelum kak rian ketahuan dalam rencananya" balas putra
Tapi kalau kita bergerak tanpa persiapan itu sama saja dengan bunuh diri" ucap maya yang memotong pembicaraan ari dan putra
Mungkin memang tidak ada jalan lain, selain bertarung dengan tekad" balas putra
Kalau guru bagaimana kalau aku meminta bantuan ke ayahku saja, mungkin ia bisa membantu kita" ucap Vera
Benar apa yang dikatakan kak vera, kemungkinan ayahnya bisa membantu kita" sambung maya
Kalau begitu aku akan berangkat besok pagi, putra kamu akan menemaniku kan?" tanya Vera
Tentu saja, aku juga khawatir kalau kamu pergi sendirian"
Maksudnya kita latihan?" tanya putra
Tentu saja, dan aku ingin melihat kemampuanmu"
Tidak-tidak kamu masih terluka, tidak mungkin nian aku ingin menghajar mu di kondisi kurang fit"
Jangan banyak bacot, mari ikut aku ke halaman" ucap ari yang meninggalkan putra
Putra hanya bisa menghela nafas karena berhadapan dengan orang yang keras kepala, cukup sulit
Di halaman terlihat ari dan putra saling berhadapan dengan jarak agak jauh, yang ditonton maya dan Vera dari kejauhan
Ari, kamu siap? " tanya Putra yang sudah memasang kuda-kuda penyerang
Aku harap pertarungan kita tidak akan membakar maupun menghancurkan sekeliling"
Seketika putra langsung melesat namun yang membuat ari terkejut hanya speed maupun auranya kini berubah menjadi kobaran api
Tidak buruk" gumam ari yang melempar tombak es, dari dari kejauhan
Putra yang melihat serangan ari dengan mudahnya, membakarnya hingga meleleh, "apa hanya ini yang kau bisa? " ketus putra dengan sigap ia melompat ke arah ari yang kini apinya berpindah ke tangan
" 𝙏𝙞𝙣𝙟𝙪 𝙖𝙥𝙞 "
BOOM...
Seketika terdengar suara ledakan dari tanah hingga, membuat pertarungannya kini menjadi mengerikan, namun selamatnya ari berhasil menghindar jika telat beberapa detik saja, sudah di yakinkan kalau ia akan mati karena badan yang hancur
Woh.. Gila, hanya dengan sekali tinju sudah membuat lubang segitu dalamnya jika diperkirakan mungkin 8 cm, itu hanya tanah jika terkena secara langsung apa enggak remuk nih tulang" gumam ari
Ck.. Gak kena" ketus putra
Apa kamu mau membunuhku jika kena, kamu taukan serangan seperti itu mungkin bisa membunuh orang dengan mudah"
Putra tidak membalas perkataan ari, ia hanya langsung melesat kearah ari untuk kedua kalinya mengunakan apinya
Sial" gumam ari yang langsung memasang dinding es setinggi 2 meter untuk menghalangi serangan putra, namun hanya dengan sekali serangan putra menghancurkan dindingnya Hingga tak tersisa
__ADS_1
Kampret nih anak, terpaksa deh" ucap ari yang langsung mengunakan skill es abadinya ke tanah untuk bertujuan agar menghambat pergerakan putra
Eh.. Apa ini" ucap putra yang melihat kakinya kini telah diselimuti es
Namun karena lengah putra mendapatkan serangan dari ari, ari yang melompat sekaligus memegang pedang es ditangannya
Sial" ketus putra yang mengeluarkan api dengan seluruh kekuatannya, hingga membuat es yang di kakinya meleleh,
"Kamu kira hanya kamu saja, yang mempunyai kemampuan rahasia, aku juga dan sekarang saatnya aku mengeluarkannya" ucap putra yang langsung menyemburkan api dari mulutnya hingga mengenai ari
Ari yang saat itu sudah terdesak, segera memasuki mode badas, dan mengeluarkan skill es abadi untuk membuat zirah es, hingga membuatnya tidak merasakan panas dari api putra dan melanjutkan serangan dari atas
Apa!!! Bagaimana mungkin" Gumam putra yang melihat ari baik-baik saja ketika menerima serangan penuh, bahkan dengan terkejutnya kini ia melihat Ari mengunakan zirah yang layaknya seorang ksatria
Tak butuh waktu lama, ari langsung melesat menggunakan pedangnya, sampai membuat putra tidak sempat menghindar dari serangannya
Argh,..
Suara serentak putra dengan tubuhnya yang kini langsung membeku akibat serangan ari
Akhirnya selesai juga, sungguh melelahkan" ucap ari yang kembali ke mode normal, namun berbeda dengan putra kini dirinya sudah tidak bisa bergerak ditambah sakit di bagian dadanya akibat tebasan pedang es, walaupun ari sudah menumpulkan pedangnya namun efek serangannya tetap terasa sakit
Dari kejauhan Vera dan maya hanya bisa takjub dengan serangan maupun pertahanan ari yang sudah di tahap tinggi, jika dibandingkan dengan mereka ketangkasan ari sudah jauh melampaui
Kamu sudah bertarung dengan bagus walaupun masih kalah dariku" ujar ari dengan merasa bangga
Putra yang pingsan langsung terbawa ke alam bawah sadarnya dan bertemu dengan Tang san yang sudah menertawakannya
Haha.. Bodohnya kamu, melawan es aja kalah" ledek tang san dengan tertawa terbahak-bahak
Ck... Mana aku tau kalau dia sekuat itu" Gumam putra dengan mencibirkan bibir
Kenapa kau tidak menggunakan mode badas? Tang sang yang bertanya karena merasa ada yang aneh dengan pertempuran putra dan ari
maunya sih gitu, tapi kamu harusnya tau kalau aku baru mempelajari kemapuan ini selama beberapa jam, bagaimana aku mau menggunakan mode itu?"
Sebenarnya sih mudah kamu hanya perlu berkonsentrasi ke jiwa dan roh mu saja"
Bagaimana caranya?!!"
Kalau itu sangat susah untuk di jelasin karena roh semua orang berbeda-beda tapi hanya satu yang perlu kamu ketahui, kalau mengeluarkan mode itu kamu harus memenuhi persyaratan"
Persyaratan?! Putra yang kini tambah bingung dengan penjelasan tang san
Nah itu yang susah untuk dijelasin karena, persyaratan dari setiap elemen berbeda-beda biasanya kekuatan itu mengikuti kehendak roh dan jiwa pemiliknya"
Bisa kamu jelaskan contohnya?"
Misalnya kamu memiliki roh dan jiwa pahlawan, maka kekuatan itu akan aktif dengan syarat, pemiliknya harus melindungi orang lain dan memusnahkan yang dianggap musuh" jelas tang san
Lalu bagaimana, dengan persyaratan dari mode ari?
Kalau dilihat sepertinya Syaratnya hanya untuk menang, itu karena jiwanya hanya ingin menjadi pemenang" jawab tang san
Lalu bagaimana dengan aku"
Aku bisa mengasih teori untukmu, kemungkinan mode itu hanya aktif dengan syarat pemiliknya harus marah"
Eh,. Kenapa seperti itu?! Kaget putra yang tidak menyangka dengan syaratnya
tidak ada salahnya mencoba atau kamu mau bertemu dengan jiwa api mu ?
"kalau begitu pertemukan aku dengannya"
Baiklah tapi ada hal yang perlu kamu ingat, kalau jiwa itu kehidupan dan api yang ada di dalam dirimu itu hidup kemungkinan besarnya dia bisa berbicara denganmu nantinya"
Kenapa serasa horor gini" batin putra
Tang san kini membuat sebuah portal menuju inti spritual agar putra bisa bertemu dengan apinya, karena tang san hanya sebuah roh dirinya tidak bisa masuk, kerena bisa melanggar hal yang tabu dalam kehidupan para roh
Masuklah, dan aku harap kamu tidak kecewa dengan persyaratan yang di berikan oleh spritual api"
Baiklah, Apapun keadaannya nanti akan aku terima dengan lapang dada" ujar putra yang memasuki portal dimensi
"Kemungkinan kamu sama seperti aku yang dulu, persyaratannya adalah amarah dan membunuh semua orang yang mencoba menghalangi mu, karena jiwa api adalah jiwa yang paling susah untuk dikendalikan dari sekian banyak elemen di dunia".
.
__ADS_1