Fire And Water

Fire And Water
Cp 45# Kalian Semua


__ADS_3

Penelusuran dilakuan oleh pihak prajurit negara yang sebelumnya terkejut melihat penampakan api besar yang menyembur ke langit, mereka pikir api tersebut berasal dari monster atau sejenisnya namun di tengah penyelidikan mereka, ada satu rekan dari pihak polisi yang menemukan jejak Putra yang saat itu mengarah kedalam hutan belantara


Rasa penasaran dan takut kini telah tercampur aduk di setiap hati para tentara, akan tetapi tekat dan keinginan merekalah yang membuat mereka tanpa ragu terjun kedalam hutan untuk memastikan apakah warga tetap aman dibawah penjaga tentara walaupun seluruh masyarakat telah di ungsikan ketempat yang lebih aman tetapi mereka berfikir kalau api tersebut ada hubungannya dengan naga Es yang pernah terjadi di kemarin malam


Dengan berbekal senjata M416, dan senter yang terletak di bagian bawah senjata kini tentara berjumlah 7 orang yang salah satunya Polisi dengan pistol kecil ditangan yang siap untuk menembak, mereka sudah masuk kedalam hutan dan mulai mengikuti jejak manusia yang di temukan salah satu regu polisi akan tetapi semakin dalam mereka telusuri ternyata jejaknya telah hilang


Karena sebagian besar tanah telah ditumbuhi rumput tebal walaupun ada bekas jalur lintasan namun ada rasa takut jika bekas itu adalah jalan dari hewan buas, "Bagaimana ini Pak?, kita sudah kehilangan jejak" tanya Dika kepada pimpinan mereka


"Yah, kamu benar kita tidak bisa meneruskan pencarian kita tanpa adanya petunjuk, aku hanya takut akan terjadi sesuatu hal diluar kendali kita"


"Kalau begitu apa kita balik saja?" tanya Dika


"Tidak bisa, sebelum kita mendapat petunjuk kita tidak bisa pergi dari sini"


"Kenapa?" tanya Dika sambil memperhatikan teman-temannya yang sedang mencari di setiap sudut pohon mengunakan senter


"Karena akan sangat berbahaya jika monster tadi, sampai masuk ke dalam kawasan penduduk kota" balasnya


"Hey Pak, dari tadi kalian cuman ngobrol saja, mending bantu cari deh" potong anggota polisi yang mengejutkan dua tentara tersebut


"Baik-baik" jawab Dika dengan mengendus nafas kesal akibat selalu disindir oleh anggota kepolisian tersebut


"Kalau begitu untuk mempercepat pencarian mending kita semua berpencar saja" usul komandan hingga mereka mulai berpencar mencari di setiap sudut hutan tapi mereka masih belum berani berpencar terlalu jauh karena mereka berada dalam hutan


Dan untuk Putra kini ia masih tidak sadarkan diri dibalik rerumputan yang jaraknya tidak jauh dari rombongan tentara bersenjata yang masih mencarinya, sementara ditempat Rico dia baru bangun dari tidurnya, sebenarnya ketika dia sedang bersama rian dan lainnya, dirinya mulai mengambil posisi tiduran karena sangat capek dan pegal namun tidak disangka kalau dia malah ketiduran padahal tadinya tidak berniat untuk tidur


Setelah posisinya sudah duduk dia mencoba untuk mencari rian walaupun matanya masih sangat berat untuk membuka, karena dia masih sangat mengantuk akibat semalaman tidak tidur maupun istirahat jadinya dia masih sangat lelah dan badan masih terasa sakit


"Aww,.. Sakit sekali badanku" rintis Rico sambil memegang punggungnya dengan mata yang awalnya sipit kini langsung melotot dengan menggertak giginya


Beberapa saat setelah rasa sakit menghilang kini rico mulai memperhatikan sekitarnya dan alangkah terkejut ia karena sudah tidak ada orang lagi, dan hanya tersisa dirinya sendiri


"Lah? kok aku ditinggal sih, kalau kamu pergi dulu gimana dengan aku dong" Gumam Rico sambil memperhatikan sekelilingnya namun dirinya melihat seorang pria pengguna kemampuan transparan, dengan berbinar dia berkata, "Terimakasih rian, ternyata kamu masih perduli denganku" senang Rico yang mencoba untuk berdiri


Tapi tidak bisa, karena badannya belum kuat untuk menempuh berat badan yang akhirnya dia terjatuh lemas ke tanah, walaupun sudah berkali-kali namun hasilnya tetap sama bahkan dirinya ingin menyerah karena setiap kali badan dipaksakan malah menambah rasa sakit, "Sial, aku benar-benar sudah tidak bisa bergerak lagi" ketus Rico sambil memukul tanah


Karena tidak bisa berdiri dia mencoba untuk menyeret tulang ekornya untuk bergerak kearah pria transparan bertujuan untuk membangunkannya dan berhadap kalau pria tersebut bisa membantunya untuk keluar dari hutan Namun setelah kulitnya disentuh ternyata sekujur tubuhnya sangat dingin bagaikan mayat yang masih bernafas


"Yah, ampun kenapa dingin banget, apa dia habis dari dalam kulkas?" bingung Rico dengan raut wajah panik namun sayangnya dia tidak bisa berdiri maupun berjalan untuk meminta bantuan


"Apa ini efek dari kehabisan tenaga ya" Gumamnya dengan mengecek suhu tubuh, dan ternyata masih normal


"Kalau bukan kehabisan tenaga, terus dia kenapa?" bingung sendiri


Alasan Rico tidak kehabisan tenaga hanya karena dia tidak mengunakan kemampuannya secara berlebihan apalagi ketika mengunakannya disaat Kondisi tubuh lemah atau tidak fit, karena Energi supranatural berbeda dengan energi fisik, oleh karena itu manusia tidak diperbolehkan untuk mengunakan kemampuannya sampai habis total karena energi alam butuh di serap kembali disaat kondisi tubuh fit


Dilain tempat rian dan lainnya masih beristirahat untuk mengisi energi mereka, sebelum melanjutkan perjalanan untuk mencari bantuan, rian mencoba untuk bangkit berdiri dengan mengandalkan tenaga yang tersisa namun gagal karena tubuhnya benar-benar lemah, sementara vera dan maya segera pergi ke area sekitar untuk mencari bantuan


"Kalau begini terus sama saja aku membebani mereka" keluh rian dengan tubuh masih tergeletak dilantai


Tidak lama kemudian Vera dan maya kembali dengan hasil nihil mereka merasa tempat mereka saat ini benar-benar sudah sepi dari warga, bahkan tidak ada tentara yang berada di sana kecuali penjaga jembatan yang baru saja mereka lewati

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya rian kini mulai mengambil posisi duduk ditempat dengan sekuat tenaga


"Tidak, disini sama sekali tidak ada orang ataupun penghuninya ibaratkan rumah ini seperti kuburan" balas Vera


"Benar, kita sudah benar-benar buntu disini" ujar maya


Disaat mereka putus asa tiba-tiba terdengar suara mobil yang mendekat kearah mereka dan berhenti di samping mereka, awalnya mereka bingung dengan mobil berwarna hitam pekat dengan bentuk seperti ambulan namun lamunan mereka terpecah ketika keluar seorang gadis yang cantik jelita dengan pesona yang terpancar dari aura tubuh


"Kak Sonia" ucap serentak Vera dan Maya hingga dengan cepat memeluknya dengan erat hingga rian yang melihat hanya bisa menghela nafas yang lalu terlentang lagi dilantai


"Adik Maya, Vera, syukurlah kalian selamat aku sangat khawatir dengan kalian aku pikir kalian terluka di sana" ucap Sonia sambil memeluk


"Iyah, aku sebenarnya juga tidak menyangka kalau kita akan bertemu denganmu disini, dan awalnya kami sudah putus asa karena Ari dan rian sangat membutuhkan pertolongan segera" balas Vera yang melepas pelukannya


"Kalau begitu, kalian tolong bantu rian dan Ari ya" perintah Sonia hingga keluar dari mobil belakang berjumlah 2 orang pria sambil berlari ke arah Ari dan rian untuk membantu mereka masuk kedalam mobil setelah semuanya selesai dan akan berangkat menuju kota lain tapi Vera berbicara dengan nada khawatir dia berkata


"Bisa tidak, kita berangkat ke kota lain setelah Putra dan Rico keluar dari sana, karena aku tidak bisa meninggalkan mereka" ucap Vera yang membuat Sonia bimbingan untuk menancapkan gas mobil


"Tapi Vera, coba kamu lihat baik-baik rian butuh asupan untuk mengisi energinya kalau tidak segera di penuhi maka dia akan sakit, dan Ari dia harus segera dibawa ke rumah sakit kalau tidak dia akan dalam bahaya" jawab Sonia


Hingga akhirnya Vera pikir dua kali karena sangat tidak mungkin dia meninggalkan Putra dan temannya yang masih di dalam hutan, namun setelah merenung dirinya mendengar ucapan Maya yang berkata, "kamu tenang saja kak Vera, aku janji setelah menyelamatkan mereka berdua kita akan langsung menuju kesini dan aku akan membantumu mencari mereka"


"Baiklah, mungkin itu solusi terbaiknya" setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Vera akhirnya Sonia segera menjalankan mobilnya dan pergi ke arah kota yang dimana seluruh penduduk di ungsikan walaupun hati terasa berat namun Vera tidak memiliki pilihan lain karena menurutnya keselamatan Ari dan rian lebih penting


Padahal Vera tidak mengetahui keadaan Putra yang sekarang sedang sekarat karena kehabisan tenaga dan pingsan ditengah hutan belukar, padahal dirinya sudah merasakan kekuatannya ketika mereka menyusun rencana namun Putra ingin melihat Vera dan yang lainnya selamat dengan terpaksa dia mengorbankan dirinya hingga pada akhirnya dia harus kehabisan tenaga dan pingsan di hutan


Tentara bernama Dika kini masih menyelidiki hutan dan masih tidak menemukan petunjuk apapun hingga terakhir dia melihat ada setumpuk rumput yang bengkok dan berantakan awalnya dia pikir itu hanya hewan liar namun setelah dilihat lagi ternyata itu sebuah jalur yang mana tempat berhentinya jalur yang mereka anggap sebagai jalan hewan buas


Hingga sinarnya sedikit redup walaupun waktu di siang hari, ketika dirinya hendak sampai hanya beberapa langkah lagi tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan suara dari Jet tempur yang melintasi pulau sampai-sampai dirinya hampir menjatuhkan senternya, "Buat kaget saja" Gumam Dika sambil mengusap-usap dada


Awalnya dia hendak melanjutkan langkahnya menuju tempat tersebut namun sebelum dirinya mengambil posisi siaga dengan tiba-tiba komandan berteriak dengan lantang, "Seluruh pasukan diminta untuk segera ke pos, karena tentara bantuan dan pemimpin negara akan ke lokasi kita diminta untuk segera menyambutnya" teriakan itu membuat rasa penasaran Dika tercampur aduk


"Aduh, padahal aku mau lihat dulu tapi seperti tidak ada apa-apa juga di sana, sepertinya sih tapi yang sudahlah aku lebih baik ke pos supaya enggak kenapa marah bos" keluh Dika hingga pergi meninggalkan lokasi


Dika adalah seorang tentara yang akan ditugaskan ke markas mawar hitam, karena pemimpin negara merasakan ada gerakan di sana jadi dia akan masuk kedalam markas mereka sebagai tim pengintaian lalu melaporkan apa yang terjadi di sana, Dika juga merupakan tentara berbakat karena kemampuan bela diri, maupun nilai akademisnya yang berada di atas rata-rata


Hanya saja dia adalah orang bertipe ceroboh dalam misi penyergapan, karena dia pernah membatalkan satu misi penting karena menjatuhkan sebuah vas bunga yang berada di tempat penjualan obat-obatan yang akhirnya menjatuhkan korban tentara milik negaranya sendiri tidak hanya itu bahkan dia sudah hampir membatalkan sebuah sabotase


Sebuah negara karena dia menarik pelatuknya disaat dalam mode siaga, karena ia terkejut tanpa pikir panjang dia langsung menembak ke asal suara yang padahal hanya sebuah tikus lewat, karena kejadian tersebut dirinya diturunkan dari pangkatnya dan kini malah menjadi petugas penjaga gerbang di markas tentara


Dan mulai mengubur mimpinya yang ingin menjadi tentara Elite, di perbatasan antar pulau dan kota sudah berkumpul banyak tentara dengan bersenjata lengkap dan armor siap perang kecuali 6 orang yang menjaga gerbang, karena misi mereka hanya menjaga jadi tidak diberi perlengkapan perang dan disaat mereka berbaris dalam posisi istirahat ditempat, datang diantara mereka seorang jendral dan pria berbaju jas layaknya seorang pemimpin negeri


Mereka berdua berada didepan rombongan tentara yang sudah berbaris dengan lantang pria berjas berkata, "Saudara-saudaraku yang aku banggakan, mulai sekarang kalian akan menghadapi misi penyelidikan terhadap pemberontakan yang dikabarkan berada disebuah pulau terpencil di sebelah selatan dan berbatasan langsung dengan negara Mars dan Jupiter, awalnya aku berfikir kalau semua info itu hanya sebatas candaan namun setelah melihat tentara kemarin, aku jadi semakin yakin kalau info itu adalah informasi yang nyata, dan untuk itu aku ingin semua rekan-rekanku untuk menggabungkan kekuatan kalian agar kalian mau membantuku untuk menumpas ancaman negara


Jadi saya harap kalian semua dengan bersedia membantu saya, agar negara kita dijauhkan dari ancaman, karena ini rumah kita, ini bangsa kita dan ini tanah air kita, oleh karena itu mari kita semua angkat senjata kalian, jika kalian tidak mampu nanti kami siapa membantu kalian dari belakang, oleh karena itu ingatlah kalau kalian tidak sendiri kalian semua adalah saudara yang ditakdirkan untuk menjadi rekan di ajang ini, jadi saya sebagai pemimpin negara Mars menyatakan bahwa dengan ini kita akan menumpas pemberontak!!!" suara lantang dengan diiringi hembusan angin membuat suasana menjadi mencengkram


Tentara tidak tahu harus berkata apa, karena rasa takut dan khawatir tentang kematian sudah menjadi hal yang sangat ditakuti setiap tentara apalagi dalam misi yang penting ini, mau tidak mau mereka harus mengikuti misi ini untuk melindungi negara dan untuk menjaga rumah mereka, setelah suasana hening sejenak suara tersebut dilanjutkan oleh sang Jendral yang saat itu berada di samping pemimpin negara


"Baiklah jika ada pertanyaan silakan, tapi sebelum itu diungkapkan aku ingin memberi tahu kalian kalau kalian akan berangkat besok pagi jadi persiapan diri kalian, dan untuk keberangkatannya aku minta sebelum jam yang ditetapkan datang kalian harus siap disini karena kalian akan berangkat di pulau ini" ucap jendral dengan tegas bertujuan untuk menyambung pidato pemimpin negeri


Akan tetapi setelah jendral selesai berbicara tiba-tiba ada salah satu tentara yang dengan cepat mengangkat tangan yaitu bertujuan untuk bertanya sesuatu kepada jendral, "Yah, kamu yang ada di sana katakan apa yang kamu tidak mengerti!!" ucap jendral setelah melihat tangan yang di angkat ke arah langit

__ADS_1


"Siap jendral, saya ingin bertanya kenapa harus disini kenapa tidak di pelabuhan?" tanya tentara tersebut dengan tegas dan gagah terlihat jelas armor dan helm perang yang dia pakai ditubuhnya


"Itu karena pulau ini dan pulau target letaknya tidak terlalu jauh, namun sebaliknya kalau pulau ini dan dermaga perang jaraknya justru 2x lipat, Paham!!!"


"Siap Paham" setelah dijawab datang lagi orang kedua yang mengangkat tangannya kearah langit dia adalah Dika yang ingin bertanya kepada jendral


"Apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Siap jendral, apa kami akan ikut bersama anda ke medan perang? " tanya Dika dengan tegas


"Kita?"


"Siap jendral, orang itu adalah orang yang tidak mengunakan perlengkapan perang diantara kita saat ini"


"Apa kamu tidak dengar, apa yang dikatakan pemimpin negara" geram jendral


"Siap, maaf jendral saya lupa dengar beberapa kata" panik dika karena melihat raut wajah jendral


"Baik akan saya ulangi, 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖, yang artinya kalian yang ada disini tanpa terkecuali, apa itu cukup"


"Siap, cukup jendral"


"Bagus, kalau begitu kalian semua malam ini akan tinggal disini, pihak kota telah meminjamkan sebuah komplek yang akan dijadikan tempat bermalam kita, semua akan di Pandu oleh komandan kalian yang sudah menunggu di sana jadi kalian semua boleh pergi" ucap jendral sebelum pergi bersama pemimpin negara mengunakan mobil anti peluru yang dikendarai oleh supir profesional dan beberapa mobil polisi yang menjaga di sekelilingnya


Setelah pemimpin negera pergi akhirnya mereka bisa membuang nafas dengan lega, dan ada beberapa orang yang langsung menunju komplek untuk beristirahat, sedangkan tentara yang berada di lokasi pembantaian kini sedang sibuk dengan urusannya jadi mereka tidak bisa menemui pemimpin negara, dan mereka tidak bisa ikut ke medan perang karena merekalah yang akan menjaga pulau


Dika yang langsung pergi ke tempat penginapan kini berjalan dengan kesal, bagaimana tidak dirinya harus ikut ke medan perang yang sudah melahirkan trauma untuk dirasanya yaitu tentang dirinya yang dijuluki biang masalah karena selalu menggagalkan ataupun menghancurkan rencana dan formasi perang negara


tapi setelah dipikirkan lagi tempat perang bukanlah tempat yang buruk karena bagi dika itu adalah sebuah kehormatan terbesar baginya dalam menjadi seorang tentara, "Aku sebenarnya kesal, tapi aku juga harus berterima kasih kepada jendral karena sudah mau mengajakku ke sana, mungkin di sana aku bisa menjadi seorang tentara berjasa dan akhirnya diangkat menjadi tentara Elite, haha" tawa yang didasari khayalan dika yang ingin menjadi tentara Elite


Bahkan temannya yang melihat dika seperti orang gila hanya bisa menjauh dan berpura-pura tidak melihatnya karena dia tidak ingin dibilang temannya karena orang gila bukanlah suatu hal yang bagus untuk dipuji, setelah samping di depan gerbang komplek terlihat di sana sudah berbaris dengan rapi seorang tentara yang ingin mengambil kunci rumah agar mereka bisa istirahat


Setelah berbaris akhirnya terbukalah mulut sang komandan mereka yang perkasa dan gagah, dengan suara besar dan kasar di berkata, "Baiklah, mulailah hidup dengan bahagia dengan suasana rumah, karena kalian tidak mengetahui kapan kalian akan mati" ucapnya hingga dengan cepat seorang tentara memberikan kunci kepada tentara yang berbaris sesuai dengan urutan nomor


Dika yang mendengar itu kini langsung tahu dengan maksud dari perkataan komandannya bahkan tidak hanya dia, ada sebagian besar menjadi frustasi akibat mendengar perkataan yang bermaksud kalau hari itu hanya hari terakhir mereka untuk hidup, sedangkan mereka masih memiliki keluarga ataupun anak yang harus di bahagiakan


"Cih,.. Dasar komandan gak ada akhlak, kamu tidak tahu dengan perkataan mu tadi bisa membuat mental tentara jatuh" Gumam dika dengan wajah kesal


Setelah mendapat kunci mereka akhirnya masuk kedalam komplek dan mencari kamar sesuai dengan nomor yang tertera di kunci yang mereka genggam saat itu, dan dika mendapat kunci nomor 329 dan letaknya cukup jauh dari gerbang utama bahkan dia sempat mengeluh dengan atasannya yang memberinya kunci dengan nomor paling jauh


Tapi setelah dilihat lagi ternyata kamar sengaja dibuat genap 500 tentara, yaitu sesuai dengan jumlah yang akan ikut kedalam misi memantau markas pemberontakan di pulau perbatasan antara negara Mars dan Jupiter


Sementara itu dilain tempat Vera dan yang lain, telah sampai di klinik terdekat untuk memberikan Ari pertolongan pertama agar tidak terjadi sesuatu yang berbahaya, setelah sampai Ari langsung dibawa keruang darurat untuk diperiksa mengunakan alat bantu pernapasan, karena terburu-buru suster tidak melihat keluarganya sudah tertinggal jauh


Yaitu Vera dan maya yang saat itu tidak bisa melihat Ari disaat dibawa keruangan karena mereka tidak bisa mengejar lajunya Berangka karena kondisi tubuh yang kurang sehat bahkan maya ambruk ketika berlari dengan badan lemas bahkan sampai dia tidak sadarkan diri karena panik Vera segera membawa Maya ke ruang istirahat untuk diperiksa


Dan beruntungnya Maya hanya kecapean tidak lebih dari itu bahkan karena keadaan Maya dan rian kini Vera tidak terpikirkan tentang Putra yang masih terkapar di hutan dengan keadaan lemas dan tak sadarkan diri.


****


𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙡𝙞𝙠𝙚𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙠, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙡𝙞𝙠𝙚 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙠𝙪!!!.

__ADS_1


__ADS_2